Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Marketing Plan Lengkap "PT.Unilever"

47.279 Aufrufe

Veröffentlicht am

Contoh marketing plan terlengkap mengenai PT.Unilever beserta analisisnya

Veröffentlicht in: Marketing

Marketing Plan Lengkap "PT.Unilever"

  1. 1. Marketing Planning 1. PROFIL PERUSAHAAN PT. Unilever Indonesia Tbk. Nama Perusahaan : PT Unilever Indonesia Tbk Alamat : Graha Unilever Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 15 Jakarta Nomor Telepon : +62 21 526 2112 Fax. : +62 21 525 2602 Email : suara.konsumen{at]unilever.com Logo Perusahaan : 1.1 Sejarah PT. Unilever PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No.3.
  2. 2. Marketing Planning Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2- 1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981. Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003. Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04- TH.2000.Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.
  3. 3. Marketing Planning Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al. Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang- barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd. Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah.
  4. 4. Marketing Planning Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004. Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.
  5. 5. Marketing Planning Kronologi Tahun Keterangan Tahun Keterangan 1920-30 Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers 1992 Membuka pabrik es krim 1933 Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta 1995 Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi 1936 Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV – Angke, Jakarta 1996-98 Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut 1941 Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya 1999 Deterjen Cair NSD – Cikarang 1942-46 Kendali oleh unilever dihentikan (Perang Dunia II) 2000 Terjun ke bisnis kecap 1965-66 Di bawah kendali pemerintah 2001 Membuka pabrik teh – Cikarang 1967 Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing 2002 Membuka pusat distribusi sentral Jakarta 1981 Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta 2003 Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar 1982 Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya 2004 Terjun ke bisnis makanan ringan 1988 Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya 2005 Membuka pabrik sampo cair – Cikarang 1990 Terjun di bisnis teh 2008 Terjun ke bisnis minuman sari buah
  6. 6. Marketing Planning 1.2 Visi dan Misi Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Misi adalah penjabaran secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf perusahaan. a. Visi: Untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia dengan menyentuh kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya. b. Misi:  Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari. We work to create a better future every day.  Kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan orang lain. We help people feel good, look good and get more out of life with brands and service that are good for them and good for others.  Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap harinya yang bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi dunia. We will inspire people to take small everyday actions that can add up to a big difference for the world.  Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami tumbuh dua kali lipat sambil mengurangi dampak terhadap lingkungan. We will develop new ways of doing business that will allow us to double the size of our company while reducing our environmental impact.
  7. 7. Marketing Planning 1.3 Produk yang ditawarkan PT. Unilever memproduksi barang yang jenisnya merata dengan brand-brand ternama yang disukai di dunia. Hampir semua jenis barang kebutuhan sehari-hari diproduksi Unilever. Saat ini Unilever memiliki 27 brand home and personal care. Brand tersebut mendominasi 75% produk yang dimiliki Unilever. Sisanya merupakan produk food and baverage dengan 16 brand. a. Macam-Macam Produk 1. Food and Baverages Banyak produk makanan & minuman sehat dan berkualitas yang telah diproduksi oleh PT.Unilever dengan brand-brand tertentu yang sangat laku di pasaran saat ini. Diantaranya; Makanan (Foods) - Blueband - Royco - Bango - Buavita - Walls - Sariwangi -
  8. 8. Marketing Planning 2. Home care PT. Unilever mampu menguasai pasar dengan brand-brand home care product-nya.Keseluruhan home and care product ini merupakan 78% dari total seluruh penjualan Unilever. Produk homecare merupakan produk yang diproduksi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Produk Homecare - Molto - Sunlight - Rinso - Wipol - Domestos Nomos - Pure it - Surf 3. Personal Care Unilever menguasai Indonesia dengan brand-brand andalannya dalam kategori personal care product. Produk personalcare merupakan produk yang digunakan untuk kebutuhan pribadi(perorangan). Produk ini terbuat dari bahan yang tidak berbahaya sehingga aman untuk digunakan oleh masyarakat. Produk Personal care - Sunsilk - Vaseline - Lifebuoy - Rexona - Clear - Dove - Pond’s - Citra
  9. 9. Marketing Planning b. Skema Klasifikasi Produk 1. Daya Tahan Produk (Durability) Produk yang diproduksi oleh PT.Unilever termasuk dalam jenis produk yang tidak tahan lama (nondurable goods) yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. 2. Keberwujudan (Tangibillity) Produk yang diproduksi oleh PT.Unilever berdasarkan keberwujudannya, termasuk dalam jenis produk yang tangible dominant. Maksudnya, produk tersebut benar-benar berwujud barang yang dapat terlihat dan dirasakan oleh panca indera manusia. 3. Kegunaan (Use) Produk PT.Unilever yang terdiri dari foods&baverages , homecare, dan personal care termasuk jenis produk Convenience Goods. Artinya barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya.
  10. 10. Marketing Planning a. Bauran Produk PT.Unilever Sabun Mandi Shampoo Pasta Gigi Detergen Margarin Sabun Cuci Muka Kecap Teh Ice cream Handbody Sabun cuci piring Lux Lifebuoy Camay Sunslik Dove Clear Dimension Organic Pepsodent Close-up Rinso Surf Blue- Band Ponds Citra Bango Sariwangi Walls Vaseline Sunlight Lebar Bauran Produk P A N J A N G L I N I P R O D U K
  11. 11. Marketing Planning 2. ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO Lingkungan makro suatu perusahaan adalah suatu kekuatan dan trend yang berasal dari luar perusahaan yang dapat menimbulkan peluang atau ancaman. Kekuatan – kekuatan ini bersifat “uncontrollable” dan harus dipantau dan ditanggapi oleh perusahaan. Lingkungan makro tersebut meliputi situasi keamanan, situasi politik, situasi sosial budaya, dan perkembangan teknologi. 2.1. Analisis Politik & Regulasi Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan dalam lingkungan politis yang terdiri dari hukum, badan pemerintah dan kelompok berpengaruh. Misal, pengaturan pemerintah untuk melindungi kepentingan konsumen dari perilaku bisnis yang tidak terkendalikan melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membawa dampak pada pengawasan produk secara lebih intensif. Kondisi politik dan hukum di Indonesia merupakan salah satu lingkungaan makro(Lingkungan diluar perusahaan) yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas bisnis suatu perusahaan. Untuk itu, faktor ini perlu untuk di analisis guna mengetahui apa ancaman dan peluang yang akan dihadapi oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat mempersiapkan secara matang untuk menghadapi hal- hal tersebut. a. Analisis Politik dan Regulasi Lingkungan politik di Indonesia bersifat sangat dinamis. Karena, dapat mengalami perubahan dari waktu-waktu. Yang masing-masing dari perubahan itu dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan perusahaan. Pengaruh tersebut tidak hanya memberikan efek positif tetapi juga dapat memberikan dampak bagi perusahaan.
  12. 12. Marketing Planning Saat ini, kondisi persaingan di Indonesia semakin ketat. Perusahaan yang satu dengan yang lain berlomba-lomba untuk menarik minat target pasarnya dengan berbagai cara dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Untuk menghindari hal itu, akhirnya pemerintah melakukan berbagai cara terutama dengan mengeluarkan Undang-Undang mengenai tata kelola perusahaan yang baik agar perusahaan dapat menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan jika melanggar, maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan tersebut. Dengan adanya Undang-Undang tersebut, pemerintah mengharapkan kondisi lingkungan industri di Indonesia bisa semakin tertib dan akan menghasilkan persaingan yang sehat antar masing-masing perusahaan. Selain itu, pemerintah juga berusaha untuk membentuk suatu badan pengawasan bagi berjalannya kegiatan bisnis perusahaan dengan tujuan agar perusahaan merasa terawasi dan tidak dapat berlaku seenaknya. Namun, faktanya pada masa sekarang ini Perusahaan tetap saja mengabaikan aturan dan tidak merasa takut sama sekali sehingga mereka tetap melakukan segala cara untuk memperoleh keuntungan bisnisnya.
  13. 13. Marketing Planning Fakta Fenomena Dampak pada Struktur Industri Dampak pada Persaingan Dampak pada Perilaku Konsumen Kesimpulan: Peluang (+) atau Ancaman (-) Pemerintah mengeluarkan peraturan UU. No. 33 Tahun 2014 mengenai Perindustrian yang berlaku bagi seluruh perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan bisnisnya. Struktur industri perusahaan tersebut akan semakin tertib(Kondusif) karena semua aktivitas bisnis yang dilakukannya berpedoman pada peraturan yang sudah ada. Persaingan antar perusahaan akan semakin sehat. Karena masing- masing perusahaan akan menjalankan kegiatan bisnisnya dengan berpatokan pada peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah. Konsumen akan lebih percaya dan merasa aman dalam mengkonsumsi produk dalam bentuk apapun yang diproduksi dan ditawarkan oleh perusahaan. Karena mereka beranggapan bahwa perusahaan akan mematuhi peraturan- peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan menerapkannya dengan baik dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Peluang(+) : PT. Unilever mampu menjalankan kegiatan bisnisnya secara aman. Karena, apabila ada perusahaan lain yang mencoba bersaing secara tidak sehat, maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ancaman(-) : PT.Unilever harus sangat berhati-hati sehingga tidak leluasa dalam menjalankan kegiaatan bisnisnya karena sudah diawasi oleh badan hukum dengan peraturan yang ada. Selain itu, PT.Unilever harus lebih detail memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan bisnis yang dilakukan perusahannya agar dapat dipastikan bahwa semua hal tersebut telah sesuai dengan aturan yang
  14. 14. Marketing Planning ada. Adanya peraturan Undang Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang hingga kini semakin ditekankan oleh pemerintah. Dengan adanya undang-undang mengenai perlindungan konsumen, dapat memberikan dampak pada struktur industri perusahaan. Bahwa perusahaan harus mampu memperhatikan hal-hal sedetail mungkin mengenai kualitas produk, harga, pelayanan dan lain-lain. Sehingga, hal ini akan membawa pengaruh positif bagi perusahaan. Stukturnya akan menjadi lebih tertib. Persaingan yang terjadi antar perusahaan akan semakin ketat. Masing- masing perusahaan akan berlomba- lomba untuk memproduksi suatu produk yang dapat memenuhi kepuasan tiap target pasarnya(ko nsumennya) sehingga akan timbul loyalitas dari masing- masing konsumen. Akan ada 2 kemungkinsan yang muncul dari perilaku konsumen : -Konsumen semakin yakin dan tidak ragu- ragu lagi dalam mengkonsumsi suatu produk.dan merasa leluasa dalam mengkonsumsi suatu produk. -Konsumen bertindak seenaknya,kare na merasa dirinya dilindungi. Peluang(+) : PT. Unilever akan lebih mudah menjual produknya kepada konsumen. Karena, konsumen tentunya akan merasa lebih welcome dan yakon dalam membeli suatu produk. Ancaman(-): Kemungkinan akan ada konsumen yang sengaja ingin menjatuhkan PT.Unilever(sebagai bayaran perusahaan lain) dengan cara membuat pernyataan palsu mengenai kualitas produk yang diproduksi PT.Unilever Kebijakan Presiden Jokowidodo dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2015. Dengan kebijakan tersebut, akan berdampak negatif bagi struktur industri perusahaan. Hal Persaingan antar perusahaan akan menjadi semakin ketat. Karena masing- Konsumen akan berkomentar dan mengeluh- eluhkan tentang kenaikan harga produk yang diproduksi Ancaman (-) : Hrga bahan baku bahan-bahan produksi akan lebih tinggi (mengikuti kenaikan harga bbm) sehingga, perusahaan akan
  15. 15. Marketing Planning ini dikarenakan seiring dengan naiknya harga BBM, harga biaya produksi akan naik, dan tentuknya harga produk akan ikut naik. Dengan begitu, permintaan konsumen untuk membeli produk perusahaan akan berkurang.(Turu n).Sesuai dengan hukum permintaan pada ekonomi. masing perusahaan akan berusaha menarik minat konsumen untuk membeli produknya dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. perusahaan. Selain itu, daya beli masyarakat akan sedikit lebih menurun. Mengingat harga produk yang lebih tinggi dari sebelumnya. membutuhkan biaya produksi yang lebih besar lagi. Disamping itu, daya beli masyarakat juga akan semakin menurun. Karena harga produknya lebih mahal dari sebelumnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang sejumlah eksportir ke Istana Merdeka, Presiden berharap bisa memperoleh masukan terkait upaya pemerintah memperkuat dan mengembangkan ekspor produk- produk dari tanah air. Dengan meningkatnya jumlah produk yang di ekspor ke luar negeri, akan berdampak positif bagi perusahaan. Struktur Industrinya akan semakin luas. Dimana perusahaan akan membangun canang-canang Persaingan akan menjadi semakin meluas. Karena, perusahaan tidak hanya berfokus pada pesaing dalam negeri. Tetapi juga pesaing- pesaing yang ada diluar negeri. Konsumen akan meningkatkan daya beli terhadp perusahaan- perusahaan yang banyak mengekspor produknya keluar negeri. Karena, mereka berpikir bahwa perusahaan yang mampu mengekspor produknya, berarti memiliki Peluang (+) : PT.Unilever akan menjadi semakin dikenal oleh negara- negara lain karena telah mengekspor produk-produknya. Sehingga, otomatis jumlah konsumennya akan semakin bertambah (tidak hanya di dalam negeri).
  16. 16. Marketing Planning 2.2 Sosial, Budaya dan Demografi a.Lingkungan Sosial dan Budaya Pergeseran nilai budaya, cara hidup, nilai-nilai sosial, keyakinan dan kesenangan dari suatu masyarakat perlu mendapat perhatian pemasar karena dapat mempengaruhi program pemasaran. Misal adanya gaya hidup dari kalangan menengah ke atas membawa dampak pada kebijakan periklanan yang menekankan pada unsur estetis dan kesan glamour. Pada masa sekarang ini, lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat terhadap suatu produk dari perusahaan. Mereka dapat dengan mudah memperoleh informasi-informasi mengenai suatu kualitas produk dari rekan kerjanya, rekan sepermainan maupun dari keluarganya. Hal itu disebabkan karena hubungan sosial yang mereka jalin satu sama lain sangat kuat. Gaya hidup masyarakat saat ini yang selalu ingin mengikuti perkembangan jaman, membuat gaya hidup tradisional mulai ditinggalkan. Masyarakat juga lebih menyukai hal-hal yang modern dan glamour. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mensiasati strategi pemasarannya sesuai degan kondisi masyarakat saat ini. Agar produk yang diproduksi oleh perusahaannya dapat laku di pasaran dan mendapatkan penilaian yag baik dari masyarakat sekitar. di berbagai negara bersangkutan sehingga perusahaan tersebut akan semakin dikenal. kualitas yang lebih unggul. Karena tidak hanya di dalam negeri perusahaan tsb dipercaya. Tetapi hingga ke luar negeri.
  17. 17. Marketing Planning b. Lingkungan Demografi Berisikan tentang data kependudukan beserta karakteristik distribusinya. Perusahaan perlu melihat kecenderungan demografi utama dan karakteristiknya karena dapat berimplikasi pada pengambilan keputusan dalam perencanaan pemasaran. Misal data pertumbuhan tingkat jumlah kelahiran bayi yang meningkat merupakan informasi penting bagi pemasar untuk mengetahui adanya potensi pasar akan produk perlengkapan bayi dan susu formula. Fakta Fenomena Dampak pada Struktur Industri Dampak pada Persaingan Dampak pada Prilaku Konsumen Kesimpulan: Peluang (+) atau Ancaman (-) Sosial Budaya Gaya hidup masyarakat jaman sekarang yang lebih glamour akibat adanya pengaruh globalisasi. Struktur Industri perusahaan akan semakin berkembang. Karena, perusahaan akan berusaha secara maksimal untuk membuat struktur perusahaan (dari segi marketing, produksi, dan lain- lain) yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini agar perusahaannya mendapatkan perhatian dan penilaian yang positif dari masyarakat. Persaingan yang terjadi akan semakin ketat.Masing- masing perusahaan akan merencanakan strategi pemasaran terutama dalam menciptakan iklan yang menekankan pada unsur estetis dan kesan glamour. Agar dapat menarik minat konsumen untuk membeli Konsumen akan lebih tertarik dan berminat untuk membeli produk yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhanny a. Peluang(+): Lebih mudah untuk menarik minat konsumen dalam membeli produk yang telah diproduksi.
  18. 18. Marketing Planning produknya. Selera masyarakat saat ini yang selalu mengikuti trend dan dipengaruhi oleh artist yang sedang naik daun. (tokoh terknall) Struktur Industri perusahaan akan semakin dinamis. Perusahaan akan melakukan revisi dari waktu ke waktu karena selera masyarakat yang mudah mengalami perubahan. Perusahaan berlomba-lomba untuk memproduksi suatu produk yang sedang nge-trend dan memakai artist sebagai bintang iklan untuk mengenakan dan mempromosikan produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk, akan terpengaruh oleh trend- trend yang ada.Apabila produk tersebut mampu dipromosika n oleh artist papan atas, mereka akan dengan segera membeli produk tersebut. Peluang (+) : Perusahaan dapat dengan mudah mencermati selera masyarakat. Karena, marketer hanya tinggal melihat siapa tokoh yang sedng terknela saat ini lalu bisa dijadikan sebagai bintang iklan perusahaan untuk mempromosik an produknya . Semakin banyak komunitas- komunitas terbentuik di lingkungan masyarakat dari berbagai jenis kalangan. Perusahaan harus mampu menekankan struktur pelayanan perusahaan terhadap masyarakat. Hal ini dugunakan untuk menciptakan citra yang baik dimata masyarakat. Sehingga, Persaingan akan semakin ketat. Masing-masing perusahaan akan merencanakan strategi pemasaran dengan sebaik- baiknya dan melakukan pendekatan- pendekatan Konsumen akan membeli barang dengan dipengaruhi oleh lingkungan sosial di sekitarnya. Apabila banyak yang Peluang (+): Perusahaan semakin mudah mengakses link ke masyarakat . Ancaman(-): Apabila perusahaan tidak
  19. 19. Marketing Planning masyarakat yang membicrakan mengenai perusahaan akan meyebarkan berita yang positif bukan yang negaitifnya. terhadap target pasarnya semaksimal mungkin agar mendapatkan pencitraan yang baik dari masyarakat. mengatakan barang itu bagus, ia akan membeli dan juga sebaliknya. memberikan produk atau pelayanan yang baik bagi masrakat, mereka akan dengan mudah menyebarkan kejelekan perusahaan kepada komunitasnya. Otomatis, jumlah pembeli produk perusahaan akan menurun. Budaya Masyarakat Indonesia bersifat sangat konsumtif dan selalu ingin membeli barang yang harganya murah tetapi kualitasnya tinggi. Perusahaan harus mampu memuatr otak pada bidang produksi. Sehingga mereka dapat menghasilkan produk yang berkualitas degan harga murah. Namun, jangan sampai perusahaan memperoleh kerugian. Persaingan semakin ketat. Masing-masing perusahaan akan berusaha menciptakan produk dengan harga yang murah tetapi kualitasnya terjamin. Bisa juga disiasati dengan memasang diskon-diskon pada produknya. Konsumen akan semakin selektif dalam memilih barang yang akan dibelinya. Ia tentunya akan membeli produk dengan harga murah dan Peluang(+): Dengan adanya sifat konsumtif masyarakat, perusahaan dapat dengan mudah menawarkan produknya dengan syarat produk tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan
  20. 20. Marketing Planning kualitasnya baik. Karena itu akan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen untuk dapat membeli barang dengan jumlah yang lebih banyak dengan keterbatasan uang yang ia punya. target pasarnya. Ancaman(-): Apabila terdapat kenaikan harga barang, kemungkinan permintaan konsumen akan suatu barang akan menurun. Beragamnya budaya dan subbudaya di Indonesia. Masing- masing masyarakat yang menganut budaya tertentu tentunya akan memiliki selera, keinginan, dan kebutuhan yang berbeda- Perusahaan harus mampu menciptakan perusahaan yang baik. Dengan kriteria bahwa perusahaan tersebut mampu melaksanakan aktivitas bisnisnya sesuai dengan aturan masyarakat setempat di sekelilingnya. Masing-masing perusahaan akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat. Selain itu, mereka akan mencari tau apa saja keinginan dan kebutuhan target pasarnya dengan melakukan strategi-strategi pemasaran yang telah direncanakan. Konsumen akan membeli produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka, Apabila tidak sesuai maka mereka tidak akan membelinya. Selain itu, apabila dirasa produk Peluang(+): Semakin banyak pilihan target pasar yang tersedia bagi perusahaan. Ancaman(-): Adanya masyarakat yang masih sangat kental dengan tradisi sehingga sulit untuk menerima perubahan dan sulit untuk
  21. 21. Marketing Planning beda.(Cara pandang terhadap suatu produk berbeda) Oleh karena itu, persaingan akan semakin ketat karena saat ini masing-masing perusahaan sudah memiliki cara tersendiri untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat. tersebut kurang memenuhi aturan budaya yang ada. Maka, konsumen juga tidak akan membelinya. Contoh : Beer dipengaruhi. Demografi Peningkatan jumlah populasi dari tahun ke tahun di Indonesia. Struktur industri perusahaan mengalami kemajuan dalam hal marketing(pemasar an) karena perusahaan dapat degan mudah melakukan perluasan target pasar. Dengan membuka link-link dan cabang di dalam negeri maupun luar negeri. Masing-masing perusahaan akan meningkatkan promosinya kepada konsumen dengan berbagai cara dan menyajikannya dengan memberikan positioning sehingga dapat memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat dan produknya mudah untuk diingat(memorabl e) Kebutuhan dan keinginan konsumen akan semakin beragam. Karena, terkadang daya beli konsumen juga dipengaruhi oleh orang disekitarnya. Peluang(+): Semakinmuda h bagi perusahaan untuk melakukan perluasan pemasaran. Usia produktif penduduk Perusahaan harus mampu meingkatkan promosi kepada Masing-masing perusahaan akan semakin berlomba-lomba Daya beli masyarakat dengan usia produktif Peluang(+): Pereusahaan lebih mudah menjual
  22. 22. Marketing Planning indonesia jumlahnya semakin banyak dan lebih banyak dibandingk an dengan yang usanya belum produktif dan sudah tidak produktif. masyarakat. Promosi tersebut dapat dilakukan sesuai dengan Strategi pemasaran masing-masing perusahaan. untuk mempromosikan produknya. Baik melalui iklan di tv,koran,radio,so sial media, dan lain-lain. Tidak jarang ada perusahaan yang melakukan positioning berlebihan guna menarik minat konsumen agar mamu membeli produknya . lebih tinggi dibandingka n dengan usia non produktif. Masyarakat akan membeli apa saja yang tidak hanya ia butuhkan, tetapi yang mereka inginkan. produknya kepada konsumen. Karena rata- rata konsumen di Indonesia dengan usia yang masih produktif memilikisifat konsumtif yang sangat tinggi dan mudah untuk dipengaruhi. 2.3 Teknologi & Lingkungan Alam A. Lingkungan Teknologi Perubahan teknologi membawa dampak pada perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pasar. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan ide-ide kreatif produk baru yang berorientasi pasar karena adanya kebutuhan konsumen yang perlu terpenuhi. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi,akan ketinggalan jamana. Karena, kemajuan teknologi ini berfungsi untuk memudahkan perusahaan dalam memproduksi produk
  23. 23. Marketing Planning dengan kualitas baik, jumlah banyak, dan dalam waktu yang sesingkat- singkatnya. Terbukti saat ini perusahaan-perusahaan menjalankan aktivitas bisnisnya dengan mengandalkan mesin-mesin canggih yang efektif dan efisien. Mesin tersebut mampu bekerja lebih cepat dan kemungkinan melakukan kesalahannya sangat kecil. Alat tersebut juga memudahkan perusahaan untuk menciptakan produk inovatif yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Namun, kemajuan teknologi juga akan berdampak negatif bagi sumber daya manusia. Karena, penggunaan tenaga kerja manusia akan semakin berkurang dan masyarakat akan sulit memperoleh pekerjaan. B. Lingkungan alam Pemasar perlu memperhatikan hal-hal seperti keterbatasan sumber daya alam, pelestarian lingkungan, dan meningkatnya polusi dan biaya energi untuk penentuan program pemasaran suatu produk. Lingkungan alam merupakan faktor penting bagi suatu perusahaan untuk diperhatikan dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Sumber daya alam yang tersedia di alam semesta ini, tidak semuanya bersifat dapat diperbaharui. Adapula yang tidak dapat diperbaharui(Langka) sehingga, perusahaan dalam mempergunakannya tidak boleh seenaknya saja dan harus mampu bertanggungjawab untuk menjaga kelestarian alam yang ada.
  24. 24. Marketing Planning Fakta Fenomena Dampak pada Struktur Industri Dampak pada Persaingan Dampak pada Prilaku Konsumen Kesimpulan: Peluang (+) atau Ancaman (-) Teknologi Kemajuan teknologi berupa semakin canggihnya mesin-mesin pabrik dan perusahaan . Stuktur Industri perusahaan akan semakin maju dari waktu ke waktu. Perusahaan akan mampu memproduksi barang dalam jumlah banyak dan dengan waktu yang singkat. Sehingga, tahapan produksi produk suatu perusahaan akan semakin cepat(Lebih efisien) dan menghasilkan hasil yang maksimal. Masing- masing perusahaan akan terus berusaha untuk mengikuti perkembanga n kemajuan teknologi . Dengan cara memasang alat-alat super canggih pada perusahaanny a. Agar perusahaanny a mampu beroperasi dengan lebih baik, menghasilkan produk lebih banyak, dan tentunya menghasilkan keuntungan yang lebih banyak pula. Konsumen akan merasa sangat puas, karena dengan semakin canggihnya teknologi otomatis perusahaan akan lebih cepat menghasilkan produk yang diinginkan oleh konsumen. Peluang(+): - Perusahaan akan lebih cepat dalam melakukan proses produksi suatu produk dan akan menghasilkan jumlah yang lebih banyak pula. - Perusahaan akan lebih sedikit menggaji karyawan. Karena, dengan sudah adanya mesin yang canggih. Tenaga kerja jumlahnya akan lebih dikurangi. Semakin maraknya Struktur industri Perusahaan akan saling Konsumen akan dengan Peluang(+): Perusahaan dapat
  25. 25. Marketing Planning penggunaaa n smartphone dengan berbagai macam merk dan fitur yang digunakan oleh masyarakat. perusahaan akan semakin maju. Perusahaan akan dengan mudah memberikan informasi mengenai berbagai hal perusahaanny a kepada masyarakat melalu website, media sosial, yang mudah diakses oleh masyarakat. fokus untuk selalu memantau kondisi pesaingnya satu sama lain baik melalui media sosial, maupun berita-berita yang tersedia di internet. Sehingga, perusahaan dapat mencari tahu kelemahan maupun kelebihan perusahaan saingannya. mudah memperoleh informasi megenai perusahaan dan menanggapiny a dengan memberikan berbagai respon baik negatif atau positif melalui media sosial. Masyarakat juga dapat melakukan pembelian barang melalui sistem online. dengan mudah mengakses dan mencari informasi mengenai respon konsumen terhadap perusahaannya melalui media sosial. Ancaman(-): Apabila perusahaan melakukan sedikit saja kesalahan, dengan cepat berianya dapat menyebar begitu saja melalui media sosial. Dan citra perusahaan dapat menjadi buruk seketika itu juga. Lingkungan Alam Keterbatasan sumberdaya alam yang tersedia. Dampak terhadap perusahaan yaitu harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak. Karena, bahan baku produksi yang menggunakan bahan dari alam juga harus Dampak pada persaingan yaitu harus saling bersaing dalam memperoleh bahan baku dari alam untuk digunakan ketika proses produksi Konsumen saat ini juga lebih menyukai hal- hal yang dapat menghasilkan bahan baku sendiri. Karena hal itu akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi suatu perusahaan Peluang(+): Dengan keterbatasan sumber daya alam, perusahaan dapat melakukan kegiatan green marketing. Yang dapat menarik simpati konsumen terhadap perusahaan. Ancaman(-): Jika perusahaan benar-benar mengeruk
  26. 26. Marketing Planning membelinya dari luar negeri. Atatupun perusahaan harus memiliki lahan perkebunan sendiri yang mampu menyediakan bahan-bahan apa saja yang diperlukan. berlangsung. dimata masyarakat. sumberdaya alam seenaknya tanpa bertanggungjawab. Perusahaan akan memperoleh sanksi yang sesuai dari pemerintah.
  27. 27. Marketing Planning 3. ANALISIS STRUKTUR INDUSTRI (Bobot 5%) 3.1. Porter’s Five-Forces Competitive Forces Five Forces Determining Segment Structural Attractiveness
  28. 28. Marketing Planning Menjadi perusahaan global, Unilever memiliki persaingan yang sangat kuat tidak hanya dari perusahaan-perusahaan multinasional yang kuat lainnya seperti P & G, Kraft dan Nestle, tetapi juga dari pengecer regional lainnya. 5 model kekuatan Porter adalah salah satu kerangka kerja yang paling dikenal untuk analisis lingkungan yang kompetitif organisasi. Lima kekuatan Porter Model yang menentukan intensitas kompetitif dan karena itu daya tarik pasar di mana Unilever beroperasi. Model ini menjelaskan atribut industri yang menarik dan dengan demikian menunjukkan ketika peluang akan lebih besar, dan ancaman kurang, dalam industri ini. Tarik dalam konteks ini mengacu pada profitabilitas industri secara keseluruhan dan juga mencerminkan pada profitabilitas Unilever. Sebuah "menarik" industri adalah salah satu di mana kombinasi kekuatan bertindak untuk menurunkan profitabilitas secara keseluruhan. Sebuah industri yang sangat menarik akan menjadi salah satu mendekati "persaingan murni", dari perspektif teori ekonomi industri murni. Model ini didasarkan pada lima unsur penting dari suatu organisasi dan menggunakan baik internal maupun eksternal kompetensi dan ancaman yang dihadapi oleh organisasi bisnis. Kelima elemen termasuk :  Buyer Power Pembeli Unilever yang tersebar di seluruh dunia dan mereka dalam miliaran. Dalam arti sebenarnya mereka tidak begitu kuat untuk menarik harga ke bawah. Tapi di sisi lain lebih mudah bagi pelanggan untuk beralih ke pesaing. Jadi Unilever harus sangat precautious dalam memutuskan tentang harga dan menjaga pelanggan yang puas.
  29. 29. Marketing Planning  Competitive Rivalry Dalam produk konsumen Unilever bisnis memiliki sejumlah besar pesaing dan pesaing ini pada kenyataannya sangat kuat. Mereka berkisar dari pengecer sudut toko lokal kecil untuk raksasa besar seperti P & G, Kraft dan Nestle. Pesaing ini hampir menyediakan produk sama-sama menarik dan layanan yang terkadang lebih baik. Pesaing tersebut memiliki kekuatan untuk menarik dan mempengaruhi pelanggan dengan pengganti yang lebih menarik, harga dan teknik pemasaran.  Threat of Substitution Terus-menerus penelitian dan pengembangan dalam produk konsumen dan rumah tangga telah membawa revolusi di pasar konsumen dan pelanggan saat ini ingin mencoba sesuatu yang baru dan lebih baik. Tren ini telah mengurangi loyalitas pelanggan dan siklus hidup produk. Unilever berada di bawah ancaman terus-menerus produk pengganti dan pesaing sudah menghabiskan banyak uang pada R & D dan pengembangan produk baru. Unilever harus sangat angkat dan lebih dekat dengan pelanggan sehingga untuk mendapatkan apa sebenarnya yang pelanggan inginkan.  Threat of New Entry Unilever beroperasi di pasar geografis yang berbeda sehingga ancaman pendatang baru bervariasi di pasar yang berbeda. Di negara-negara berkembang dengan baik di mana pemain besar seperti Unilever memiliki pegangan dan brand image yang sangat kuat, sangat sulit bagi pendatang baru untuk memasuki pasar karena biaya yang lebih tinggi untuk mendirikan sebuah bisnis. Di sisi lain di pasar yang kurang berkembang, lebih mudah untuk memasukkan persyaratan legal dan modal yang dibutuhkan tidak sebanyak di pasar berkembang. Unilever memiliki kehadirannya hampir di setiap pasar baik melalui anak perusahaan,
  30. 30. Marketing Planning cabang atau waralaba. Tapi citra merek adalah penghalang yang kuat di jalan pendatang baru. Pemasok Power Unilever memiliki kebijakan pembelian lokal dan manufaktur lokal. Yang menyediakan sendiri keunggulan kekuasaan rem pemasok dan membuat mereka lemah untuk bernegosiasi pada istilah sendiri. Sebagian besar waktu Unilever memiliki perjanjian selimut dengan pemasok untuk menyediakan untuk jangka waktu tertentu pada tingkat tertentu. Strategi ini membantu untuk mencegah pemasok dari beralih ke kompetitor lain dan mengenakan tarif yang lebih tinggi. Juga Unilever memperlakukan dengan adil sehingga tercipta loyalitas pemasok nya lebih di antara mereka seperti pelanggan.  Conclusions and Recommendations Unilever beroperasi dalam lingkungan yang sangat kompetitif dan stabil dan krisis ekonomi terutama saat telah membuat sulit bagi banyak perusahaan untuk beroperasi profitabilitas. Persyaratan hukum, perubahan teknis dan perubahan dalam kebiasaan pelanggan telah menciptakan masalah bagi bisnis. Karena itu perusahaan seperti Unilever harus diperbarui dan terus-menerus mencari solusinya.R & D adalah solusi untuk banyak masalah. Sebuah bisnis yang menarik adalah satu dengan margin yang lebih tinggi dan kompetisi yang rendah. Jadi lingkungan di mana Unilever beroperasi adalah dengan tingkat yang lebih tinggi dari kompetisi dan rendahnya tingkat margin keuntungan. Dalam situasi ini strategi yang terbaik adalah untuk menjaga pelanggan yang puas dan loyal, R & D, pengendalian biaya dan responsif terhadap pesaing.
  31. 31. Marketing Planning 3.2. Daya Tarik Industri berdasarkan Porter Five-Forces 3.2.1. Barriers To Entry Economic of scale Small Large Product differentiation Little Big Brand identification Low High Switching cost Low High Access to distribution channels Ample Restricted Capital requirements Low High Access to latest technology Ample Restricted Access to raw material Ample Restricted Government production Non- existent High Experience effect Un- important Very important HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE Current Future
  32. 32. Marketing Planning 3.2.2. Barriers To Exit Asset specialization High Low One-time cost of exit High Low Strategic interrelationship High Low Emotional barriers High Low Government and social restrictions High Low 3.2.3. Rivalry Among Competitor Number of equality balanced competitors Large Small Relative industry growth Slow Fast Fixed or storage cost High Low Product features Commodity Specialty Capacity increases Large increments Small increments Diversity of competitors High Low Strategic stakes High low HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE
  33. 33. Marketing Planning 3.2.4. Power of Buyers Number of important buyer Few Many Availability of substitutes for industry products Many Few Buyer switching cost Low High Buyers’ threat of backward integration High Low Industry threat of forward integration Low High Contribution to quality or service of buyer’s product Small Large Total buyers’ cost contibuted by the industry Large fraction Small fraction Buyers’ profitability Low high HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE
  34. 34. Marketing Planning 3.2.5. Power of Supplier Number of important suppliers Few Many Availability of substitutes for the suppliers’ products Low High Differentiation or switching cost of suppliers’ product High Low Suppliers’ threat of backward integration High Low Industry threat of forward integration Low High Suppliers’ contribution to quality or service High Small Total industry cost contibuted by suppliers Large fraction Small fraction Importance of the industry to suppliers’ profit Small Large Availability of Substitutes Availability of close subtitutes Large Small User’s switching costs Low High Subtitutes producers’ profitability and aggressiveness High Low Subtitutes price/value High Low HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE
  35. 35. Marketing Planning 3.2.7. Overall Assessment Barriers to Entry Barriers to exit Rivalry among competitors Power of buyers Power of suppliers Availability of subtitutes 3.2.8. Overall Industry Assessment Overal assessment HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE HIGHLY UNATTRACTIVE MIDLY UNATTRACTIVE NEUTRAL MIDLY ATTRACTIVE HIGHLY ATTRACTIVE
  36. 36. Marketing Planning 4. ANALISIS PERSAINGAN (bobot 5%) 4.1. Identifikasi Pesaing Langsung (Existing Competitor) 4.2. Perbandingan Pesaing Tidak Langsung dengan Sesama produk 4.3. Keunggulan Item Pengamatan Produk PT X Produk Kompetitor Produk Kompetitor 2 Kesimpulan:Kekuatan (+) atau Kelemahan (-) Objectives & Strategi Bisnis Secara Umum Meningkatkan market share Kinerja Bisnis (Pemasaran dan Keuangan) Ekspansi Usaha Improvement & Inovasi Bisnis Perkembangan Aset Teknologi dan Infrastruktur Bisnis Upaya Fund Rising & Capital Structure Hal-hal Lain yang Berarti & Penting (Significant & Important
  37. 37. Marketing Planning 5. ANALISIS PELANGGAN (Bobot 5%) Karakteristik Pelanggan Pelanggan eksisting Pelanggan Potensial Geografis Wilayah Kepadatan Demografis Usia Siklus hidup Pekerjaan Psikografis Gaya hidup Kepribadian Prilaku Manfaat Alasan menggunakan Produk Status pemakai Tingkat pemakaian (outgoing) Durasi pemakaian (outgoing) Tingkat pemakaian Loyalitas Kesiapan pembeli Sikap terhadap produk Sensitivitas harga Pembuat keputusan membeli Pemberi pengaruh pembelian
  38. 38. Marketing Planning 5.1. Analisa Pelanggan secara Geografis 5.2. Analisa Pelanggan secara Demografis 5.3. Analisa Pelanggan secara Psikografis 5.4. Perilaku Konsumen
  39. 39. Marketing Planning 6. ANALISIS UKURAN PASAR TOTAL & PERTUMBUHAN (bobot 5%) Faktor Pendorong Pertumbuhan Deskripsi Kekuatan (+) atau Kelemahan(-) 7. EVALUASI STRATEGI DAN PROGRAM PEMASARAN (bobot 15%) Bulan Volume Penjualan Tingkat Pertumbuhan 2014 (Jutaan Menit) (%) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Berikan analisa nya!!!
  40. 40. Marketing Planning 8. EVALUASI PENCAPAIAN KINERJA PEMASARAN (bobot 15%) Indikator Kinerja Deskripsi Analisa Kekuatan (+) atau Kelemahan (-) Market Share Sales Volume Citra Produk – Perusahaan Kepuasan Pelanggan Tingkat Keuntungan Berikan analisanya! 9. SASARAN & TUJUAN PEMASARAN EKSISTING & EVALUASI (bobot 10%) Indikator Deskripsi Analisa Kekuatan (+) atau Kelemahan(-) Peningkatan Market Share Peningkatan Penjualan Peningkatan Kepuasan Pelanggan Peningkatan Image Peningkatan Profit
  41. 41. Marketing Planning 10. PROGRAM PEMASARAN EKSISTING & EVALUASI (bobot 10%) Product, Price, Place, Promotion Program Deskripsi Analisa Kekuatan (+) Kelemahan Product Manfaat Fungsional Hierarki Nilai Pelanggan  Core Benefit –  Basic Product –  Expected Product – Klasifikasi Barang Konsumen Existing Product Merek Price Penetapan Harga Place Saluran Distribusi Promosi Promotion Mix Penganggar an Promosi Promotion Strategy
  42. 42. Marketing Planning 11. ANALISIS SWOT (bobot 10%) Strength Analysis Weakness Analysis Opportunity Analysis Threat Analysis Dengan menganalisis Kekuatan dan kelemahan yang ada pada internal organisasi dan kemudian melihat ancaman dan peluang yang ada dari lingkungan eksternal yang diperoleh dari hasil analisais Lingkungan Makro, Analisis Struktur Industri, Perilaku pelanggan maka dilakukan Analisis SWOT dengan tujuan untuk dapat menemukan strategi untuk masing-masing kuadran dimana untuk kuadran S-O (Strength – Opportunity) disusun strategi memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang. Pada kuadran W-O (Weakness – Opportunity) disusn strategi : memanfaatkan peluang untuk mengatasi kelemahan, pada kuadran S-T (Strength- Threath) disusun strategi menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman dan pada kuadran W-T (Weakness – Threath) disusun strategi meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Adapun hasil dari analisa SWOT adalah seperti yang ditujukan pada tebel TABEL MATRIX SWOT  STRENGTHS (S) Matriks SWOT  WEAKNESSES (W)  OPPORTUNITI ES (O)  STRATEGI SO  STRATEGI WO  TREATHS (T)  STRATEGI ST  STRATEGI WT
  43. 43. Marketing Planning 12. PERAMALAN PASAR (Bobot 10%) Asumsi Peramalan Kondisi Pasar Baik Kuantitatif dan Kualitatif.

×