Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×

Pelatihan dana syariah 2014

Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Nächste SlideShare
Presentasi garhering hasanah
Presentasi garhering hasanah
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 83 Anzeige

Pelatihan dana syariah 2014

Herunterladen, um offline zu lesen

Informasi Pengetahuan mengenai prodak Dana di Perbankan syariah, dan di BNI Syariah dan juga proses serta kelengkapan berkas yang diperlukan dalam pembuatan rekening di BNI Syariah (digunakan dilingkungan BNI Syariah)

Informasi Pengetahuan mengenai prodak Dana di Perbankan syariah, dan di BNI Syariah dan juga proses serta kelengkapan berkas yang diperlukan dalam pembuatan rekening di BNI Syariah (digunakan dilingkungan BNI Syariah)

Anzeige
Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Diashows für Sie (20)

Anzeige

Ähnlich wie Pelatihan dana syariah 2014 (20)

Aktuellste (20)

Anzeige

Pelatihan dana syariah 2014

  1. 1. PRODUK DANA Oleh PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Sukabumi Pelatihan Klasikal Agustus 2014
  2. 2. Daftar Isi 1. Prinsip Perbankan Syariah 2. Produk DPK BNI Syariah 3. Prosedur Pembukaan Rekening 4. Program Promo
  3. 3. Prinsip-Prinsip Dasar Perbankan Syariah Titipan Bagi Hasil Jual Beli Sewa Pinjaman Jasa - Rahn - Wakalah - Kafalah - Hawalah - Sharf - IMBT Al-Qard - Al- Ijarah - Bai - Murabahah - Salam - Istishna’ Wadiah : - Yad Al-AManah - Yad Adh-Dhamanah - Musyarakah - Mudharabah : - Mutlaqah - Muqayadah
  4. 4. Al-Wadi’ah Prinsip titipan / simpanan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yg dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki. Al-Wadi’ah dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu : a. Al-Wadi’ah Yad al-Amanah Pihak yang yang menerima titipan tidak boleh menggunakan dan memanfaatkan barang yang dititipkan. Pihak yang menerima titipan dapat membebankan biaya.
  5. 5. Al-Wadi’ah b. Al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah Pihak yang yang menerima titipan dapat menggunakan/ mengoperasikan dana/barang yang dititipkan. Pihak yang menerima titipan dapat memberikan insentif dengan catatan tidak dipersyaratkan sebelumnya dan jumlahnya tidak ditetapkan dalam nominal atau persentase (betul-betul kebijakan bank). Mengacu pada pengertian al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah Bank dapat memanfaatkan untuk tujuan : - Current Account - Saving Account
  6. 6. Al-Mudharabah • Akad kerja sama usaha antara dua pihak, di mana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh modal (100%), sedangkan pihak lainnya adalah pengusaha/ pengelola (mudharib). • Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. • Apabila terjadi kerugian, maka ditanggung oleh shahibul maal (selama kerugian itu bukan karena kelalaian mudharib). • Apabila karena kelalaian mudharib, maka ybs. yang harus menanggung kerugian tersebut.
  7. 7. Al-Mudharabah Muthlaqah (Unrestricted Invesment) Mudharib diberi kuasa penuh oleh shahibul maal untuk menjalankan proyek tanpa larangan/batasan yang berkaitan dengan proyek itu dan tidak terkait dengan waktu, tempat, jenis perusahaan dan pelanggan (tidak memiliki ikatan tertentu) Mudharabah Muqayyadah (Restricted Invesment) Shahibul maal memberikan batasan mengenai dimana, bagaimana atau untuk tujuan apa dana tersebut diinvestasikan kepada mudharib dalam pengelolaan dananya.
  8. 8. Al-Mudharabah • Al-Mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan & pendanaan. • Pada sisi penghimpunan dana, biasanya diterapkan pada : - tabungan berjangka, (untuk tujuan khusus seperti : tabungan haji, tabungan kurban, dll.), - deposito biasa. • Special investment (di mana dana yang dititipkan nasabah, khusus untuk bisnis tertentu saja, misal: murabahah saja, ijarah saja).
  9. 9. Produk Dana Perbankan Syariah No Produk Akad Syariah 1 Giro • Wadiah Yad Adh-Dhamanah • Mudharabah Mutlaqah 2 Tabungan • Wadiah Yad Adh-Dhamanah • Mudharabah Mutlaqah 3 Deposito Mudharabah Mutlaqah 4 Investasi Mudharabah Muqayyadah
  10. 10. Sistem Pengelolaan Dana Bank Syariah PRODUK DAN PRINSIP KERJA BANK SYARIAH SUMBER DANA : •GIRO WADIAH •TABUNGAN MUDHARABAH •DEPOSITO MUDHARABAH •EQUITY POOLING DANA Sale based : - Murabahah - Salam -Istishna PLS based : •Mudharabah •Musyarakah Margin Bagi Hasil Profit Distribution PORSI NASABAH PORSI BANK Aktivitas treasury : - SBIS, Obligasi, dll Jasa-Jasa: •Kiriman Uang •Inkaso •Garansi Bank 100% pendapatan Bank Lease based : - Ijarah - IMBT Ujrah Bagi Hasil/Bonus nisbah pendapatan
  11. 11. Prinsip Distribusi Hasil Usaha Ada 3 Prinsip : 1.REVENUE SHARING Yang dibagikan adalah pendapatan 2.PROFIT SHARING Yang dibagikan adalah keuntungan 3.PROFIT & LOSS SHARING Yang dibagikan adalah keuntungan (jika perusahaan/ bank untung) dan bila mudharib rugi maka shahibul maal ikut menanggung kerugian • Perhitungan pembagian hasil usaha antara shahibul maal dengan mudharib sesuai dengan nisbah yang disepakati di awal akad • Perhitungan besaran hasil usaha yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan • Saat ini, BNI Syariah menggunakan metode revenue sharing dalam distribusi bagi hasil, dimana penghitungan bagi hasil berdasarkan pendapatan kas yang diterima bank.
  12. 12. Mengapa Revenue Sharing? 1. Dana yang dilemparkan dalam bentuk pembiayaan oleh bank adalah dana polling sehingga sulit untuk menelusuri satu persatu sumber dana yang dilemparkan dalam pembiayaan. 2. Nasabah belum terbiasa/siap menerima kondisi berbagi hasil dan berbagi resiko. 3. Kemungkinan tingkat perhitungan bagi hasil yang diterima pemilik dana akan lebih besar dibandingkan tingkat suku bunga pasar yang berlaku
  13. 13. Bunga vs Bagi Hasil BUNGA BAGI HASIL Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung Penentuan besarnya nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dng berpedoman pada kemungkinan untung rugi. Besarnya return berdasarkan pada jumlah uang (modal) yg dipinjamkan Besarnya nisbah bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yg diperoleh. Pembayaran bunga tetap spt yg dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi. Bagi hasil bergantung pada keuntungan proyek yg dijalankan. Bila usaha merugi, kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Jumlah pembayaran bunga tdk meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang booming Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
  14. 14. Contoh Prinsip Bagi Hasil LAPORAN LABA RUGI (Profit & Loss Sharing) PT. BANK SYARIAH PENDAPATAN • Pendapatan Bagi Hasil 700.000 • Pendapatan Atas Keuntungan 400.000 • Pendapatan Fee Based 300.000 Sub Total 1.400.000 BIAYA • Biaya Operasional 500.000 • Biaya Personalia 300.000 • Biaya Umum 50.000 Sub Total 850.000 LABA/RUGI 550.000
  15. 15. Contoh Prinsip Bagi Hasil LAPORAN LABA RUGI (Revenue Sharing) PT. BANK SYARIAH PENDAPATAN • Pendapatan Bagi Hasil 700.000 • Pendapatan Atas Keuntungan 400.000 • Pendapatan Fee Based 300.000 Sub Total 1.400.000 – 300.000 1.100.00BIAYA 0 • Biaya Operasional 500.000 • Biaya Personalia 300.000 • Biaya Umum 50.000 Sub Total 850.000 LABA/RUGI 550.000
  16. 16. Prinsip Bagi Hasil 1. DANA MUDHARABAH – Semua pendapatan dari pengelolaan dana mudharabah yang dihimpun dibagikan kepada shahibul maal – APABILA PENGHIMPUNAN > PENYALURAN (PEMBIAYAAN) Pendapatan yang dibagikan adalah pendapatan dari pembiayaan ditambah dengan pendapatan dari penyaluran lainnya (sumber dananya dari dana Mudharabah) – APABILA PENGHIMPUNAN < PENYALURAN (PEMBIAYAAN) Pendapatan yang dibagikan hanya sebesar porsi dana mudharabah yang dihimpun saja. 2. DANA WADIAH – Pendapatan atas pengelolaan dana wadiah sepenuhnya menjadi hak bank – Bank dapat memberikan bonus  tidak diperjanjikan sebelumnya
  17. 17. Perhitungan Bagi Hasil Perhitungan Bagi Hasil dihitung secara harian, dengan unsur-unsur sbb : 1. PENDAPATAN – Porsi pendapatan pengelolaan dana yang akan didistribusikan (sebagai unsur pendapatan pada distribusi bagi hasil / pendapatan) – Pendapatan tersebut berupa : • Margin (prinsip jual beli – murabahah, istishna, salam dsb) • Bagi hasil (prinsip bagi hasil – mudharabah, musyarakah) 2. NISBAH NASABAH (PEMILIK DANA/SHAHIBUL MAAL) – Angka pembagian untuk pemilik dana (shahibul maal) yang telah disepakati dari awal 3. PENDAPATAN PEMILIK DANA (SHAHIBUL MAAL) – Adalah porsi pendapatan penyimpan dana dalam rupiah (nominal) – Perhitungan : Pendapatan Pemilik Dana = Pendapatan x nisbah utk shahibul maal 4. NISBAH BANK (MUDHARIB) – Angka nisbah untuk pengelola dana / bank (mudharib) 5. PENDAPATAN BANK (MUDHARIB) – Adalah porsi pendapatan bank (mudharib) dalam rupiah (nominal) – Perhitungan : Pendapatan Bank = Alokasi Pendapatan x nisbah bank
  18. 18. Perhitungan Bagi Hasil Perhitungan equivalent rate : Pendapatan penyimpanan dana x 365 Saldo n Cara menghitung ekspektasi bagi hasil berdasarkan realisasi eq. Rate bulan sebelumnya : Ekspektasi Bagi hasil = Saldo nasabah * eq. rate * (n/365) n = jumlah hari pada bulan perhitungan
  19. 19. Deposito Syariah vs Deposito Konvensional Deposito Syariah (Deposito iB Hasanah): Saldo nasabah = Rp 50.000.000,- Jenis Produk = Deposito 6 bln Nisbah bagi hasil = 68%: 32% (nasabah:Bank) Pendapatan kas bln berjalan = Rp 5 juta Total DPK bln berjalan = Rp 1.000.000.000,- Jumlah hari dlm bln berjalan = 30 hari Nominal Bagi Hasil = (Saldo nsbh/Total DPK)*Pdptn Kas* Nisbah = (Rp 50 juta/Rp 1 M) *Rp 5 juta* 68% = Rp 170.000,- Eq. Rate = (Rp 170.000,-/Rp 50.000.000,-)*(365/30) = 4.14% p.a Deposito Konvensional: Saldo nasabah = Rp 50.000.000,- Jenis Produk = Deposito 6 bln Bunga = 4% Jumlah hari dlm 1 bulan = 30 hari Bunga yang diterima bln ini = Rp 50juta * 4% * (30/365) = Rp 164.384,-
  20. 20. Menghitung Equivalent Rate & Ekspektasi Bagi Hasil Contoh 1 (Hitung Eq. Rate): Saldo nasabah = Rp. 50.000.000,- Jenis Rekening = Deposito 6 bulan Jumlah hari dlm 1 bln = 30 hari Nisbah bagi hasil = 68% Realisasi Bagi Hasil = Rp 180.000,- Eq Rate = (Rp 180.000,-/Rp 50.000.000,-)*(365/30) = 4.38% Contoh 2 (Hitung Ekspektasi Bagi Hasil): Saldo nasabah = Rp 50.000.000,- Jenis Produk = Deposito 6 bulan Realisasi bulan lalu (Februari) = 4.38% Jumlah hari dlm 1 bulan (Maret) = 30 hari Ekspektasi Bagi Hasil = Rp 50 juta * 4.38% * (30/365) = Rp 180.000,-
  21. 21. Daftar Isi 1. Prinsip Perbankan Syariah 2. Produk DPK BNI Syariah 3. Prosedur Pembukaan Rekening 4. Program Promo
  22. 22. Produk DPK • Tabungan iB Hasanah (Wadiah) • TabunganKu iB • Tabungan iB Tunas Hasanah • Giro iB Hasanah • Tabungan iB Hasanah (Mudharabah) • Tabungan iB Prima Hasanah • Tabungan iB Bisnis Hasanah Simpanan Titipan/ Wadiah Simpanan Investasi/ Mudharabah Transaksional Non Transaksional Simpanan Investasi/ Mudharabah • Tabungan iB Tapenas Hasanah • Tabungan iB THI Hasanah • Deposito iB Hasanah
  23. 23. Produk DPK BNI Syariah Kode Produk Nama Produk Giro 1901 0001 (IDR) 0002 (USD) Giro iB Hasanah (Perorangan) 1902 Giro iB Hasanah (Perusahaan) 1903 Giro iB Hasanah (Pemerintah) 1906 Giro iB Hasanah ((Bank/LK) Tabungan 2901/290 2 0001 Tabungan iB Hasanah 1001 2911 0001 Tabungan iB Hasanah (mahasiswa) 1001 Tabungan iB Hasanah (anggota) 2931 1001 Tabungan iB Prima Hasanah 2941 1001 Tabungan iB THI Hasanah 2951 1001 Tabungan iB Hasanah 2961/296 2 1001 Tabungan iB Bisnis Hasanah 2981 1001 Tabungan iB Tapenas Hasanah 2991 0001 Tabungan iB Tunas Hasanah Kode Produk BUS Deposito Reguler 3901 (IDR) 1101 Deposito iB Hasanah (1 bulan) 1201 Deposito iB Hasanah (3 bulan) 1301 Deposito iB Hasanah (6 bulan) 1501 Deposito iB Hasanah (12 bulan) 3902 (USD) 1301 Deposito iB Hasanah (6 bulan) 1501 Deposito iB Hasanah (12 bulan) Deposito Kapitalisasi 3901 (IDR) 1111 Deposito iB Hasanah (1 bulan) 1211 Deposito iB Hasanah (3 bulan) 1311 Deposito iB Hasanah (6 bulan) 1511 Deposito iB Hasanah (12 bulan) 3902 (USD) 1311 Deposito iB Hasanah (6 bulan) 1511 Deposito iB Hasanah (12 bulan)
  24. 24. Nisbah Bagi Hasil Rekening Nisbah Nasabah Bank Tabungan iB Hasanah 25% 75% Tabungan iB Hasanah (Mhs/Anggota) 5% 95% Tab. iB THI Hasanah 10% 90% Tab. iB Prima Hasanah 30% 70% Tab. iB Bisnis Hasanah 30% 70% Tab. iB Tapenas Hasanah 45% 55% Tabungan iB Hasanah Cls 1% 99% Dep. iB Hasanah (IDR) 1 bulan 49% 51% Dep. iB Hasanah (IDR) 3 bulan 51% 49% Dep. iB Hasanah (IDR) 6 bulan 53% 47% Dep. iB Hasanah (IDR) 12 bulan 55% 45% Dep. iB Hasanah (USD) 15% 85%
  25. 25. Giro iB Hasanah Definisi Titipan dana dari pihak ketiga yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan Cek, Bilyet Giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan. Akad Wadiah Yadh Dhamanah Jenis Insentif Bonus yang besarnya tidak diperjanjikan di awal Fasilitas • Buku Cek dan Bilyet Giro khusus mata uang Rupiah • BNI Syariah Card Silver sebagai kartu ATM (bagi Nasabah Giro Perorangan) • Layanan Internet Banking dan Phone Banking • Intercity Clearing untuk kemudahan penarikan cek atau bilyet giro dari bank-bank di seluruh Indonesia • Automatic Transfer System Online (Sweep Account Online) : Untuk pendebetan secara otomatis rekening tabungan/giro lainnya milik nasabah apabila terjadi transaksi penarikan pada rekening giro ,namun saldo giro tersebut tidak cukup. (Fasilitas pendebetan otomatis ini tidak berlaku untuk transaksi yang menggunakan e-channel)
  26. 26. Giro iB Hasanah Keunggulan • Giro dapat dibuka atas nama perorangan maupun perusahaan • Tersedia dalam pilihan mata uang, yaitu Rupiah dan US Dollar • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan Persyaratan • Tidak termasuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia • Setoran awal minimal Perseorangan : Rp 500.000,-/ USD 250 Perusahaan : Rp 1.000.000,- / USD 500 • Memenuhi kelengkapan identitas sebagai berikut : Identitas Perusahaan Perorangan Ket KTP/SIM/Paspor √ √ KIM/KITAS √ √ WNA NPWP √ √ Akte Pendirian Perusahaan √ Surat Referensi √ √
  27. 27. Deposito iB Hasanah Definisi Investasi berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan prinsip mudharabah. Akad Mudharabah Muthalaqah Jenis Insentif Bagi Hasil Fasilitas • Bilyet Deposito • Terdapat pilihan mata uang yaitu Rupiah dan US Dollar • Terdapat pilihan jangka waktu : 1,3, 6, 12 bulan Keunggulan • Dapat atas nama perorangan maupun perusahaan • Bagi hasil dapat ditransfer ke rekening Tabungan, Giro atau menambah pokok investasi (kapitalisasi) setiap tanggal jatuh tempo • Fasilitas ARO (Automatic Roll Over) yaitu perpanjangan otomatis jika deposito jatuh tempo belum dicairkan • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan • Nisbah bagi hasil deposito lebih tinggi dari nisbah tabungan. Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) atau Akta Pendirian Perusahaan bagi Nasabah Perusahaan • Setoran awal minimal Rp 1.000.000,-/ USD 1.000
  28. 28. Fitur Umum Tabungan • Menggunakan buku tabungan • Setoran awal minimum berdasarkan kebijakan bank • Bagi hasil dikreditkan pada rekening tabungan setiap akhir bulan • Tipe tabungan : • Rekening perorangan • Rekening bersama (dua orang atau lebih) • Rekening non perorangan/organisasi yang tidak berbadan hukum • Rekening perwalian (dioperasikan orang tua / wali) • Rekening yang dijadikan agunan pembiayaan • Pengakhiran perjanjian tabungan terjadi bila tabungan ditutup
  29. 29. Tabungan iB Hasanah Definisi Bentuk investasi dana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah atau simpanan dana yang menggunakan akad Wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi Nasabah dalam mata uang Rupiah. Akad • Mudharabah Muthalaqah (2901 -1001) • Wadi’ah (2901-0001) Jenis Insentif Diberikan Khusus untuk akad Mudharabah Muthlaqah, Bagi Hasil dengan Nisbah 25% (Nasabah) : 75% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • BNI Syariah Card Silver • E-banking (SMS Banking, Internet Banking dan Phone Banking) Keunggulan • BNI Syariah Card Silver sebagai kartu ATM dengan jaringan ATM (ATM BNI, ATM Bersama, ATM Link, & Cirrus) dan kartu belanja (Debit Card) di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia. • Dapat melakukan transaksi di counter teller BNI dan BNI Syariah seluruh Indonesia. • Pembukaan rekening otomatis berinfaq Rp 500,- • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Setoran awal minimal Rp. 100.000,-
  30. 30. TabunganKu iB Definisi Produk simpanan dana dari Bank Indonesia yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah dengan akad Wadiah dalam mata uang Rupiah untuk meningkatkan kesadaran menabung masyarakat. Akad Wadiah Kode Produk 2901 - 0001 Fasilitas • Buku Tabungan • BNI Syariah Card Silver • E-banking (SMS Banking, Internet Banking dan Phone Banking) Keunggulan • BNI Syariah Card Silver sebagai kartu ATM dengan jaringan ATM (ATM BNI, ATM Bersama, ATM Link, & Cirrus) dan kartu belanja (Debit Card) di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia. • Bebas biaya pengelolaan rekening bulanan • Pembukaan rekening otomatis berinfaq Rp 500,- • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Setoran awal minimal Rp. 20.000,-
  31. 31. Tabungan iB Hasanah Non Perorangan Definisi Bentuk investasi dana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah atau simpanan dana yang menggunakan akad Wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi Nasabah Non Perorangan Akad • Mudharabah Muthalaqah (2902 -1001) • Wadi’ah (2902-0001) Jenis Insentif Diberikan Khusus untuk akad Mudharabah Muthlaqah, Bagi Hasil dengan Nisbah 25% (Nasabah) : 75% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • Internet Banking (BNI Direct) Fitur • Rekening atas nama organisasi/perusahaan • Menggunakan Kartu Contoh Tanda Tangan (KCT) online • Tidak diberikan fasilitas Kartu ATM/Debit, sms banking, sms alert. • Internet Banking (BNI Direct) • Pada buku tabungan tidak terdapat tanda tangan Persyaratan • Dokumen Legalitas Perusahaan (AD/ART, SIUP, NPWP, dst) • Fotokopi KTP Pengurus • Setoran awal minimal Rp. 1.000.000,-
  32. 32. Tabungan iB Bisnis Hasanah Definisi Bentuk investasi dana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah yang dilengkapi dengan detil mutasi debet dan kredit pada buku tabungan dalam mata uang Rupiah dan bagi hasil yang lebih kompetitif. Akad Kode Produk Mudharabah Muthalaqah 2961 - 1001 Jenis Insentif Bagi Hasil dengan Nisbah 30% (Nasabah) : 70% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • BNI Syariah Card Gold • E-banking (SMS Banking, Internet Banking dan Phone Banking) Keunggulan • BNI Syariah Card Gold sebagai kartu ATM dengan jaringan ATM (ATM BNI, ATM Bersama, ATM Link, & Cirrus) dan kartu belanja (Debit Card) di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia. • Fasilitas Executive Lounge di Bandara yang bekerja sama dengan BNI Syariah • Pembukaan rekening otomatis berinfaq Rp 500,- • Detail mutasi transaksi pada buku tabungan • SMS notifikasi • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Setoran awal minimal Rp. 5.000.000,-
  33. 33. Tabungan iB Prima Hasanah Definisi Bentuk investasi dana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi Nasabah segmen high networth individuals secara perorangan dalam mata uang Rupiah dan bagi hasil yang lebih kompetitif. Akad Kode Produk Mudharabah Muthalaqah 2931 - 1001 Jenis Insentif Bagi Hasil dengan Nisbah 30% (Nasabah) : 70% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • BNI Syariah Card Gold • E-banking (SMS Banking, Internet Banking dan Phone Banking) Keunggulan • BNI Syariah Card Gold sebagai kartu ATM dengan jaringan ATM (ATM BNI, ATM Bersama, ATM Link, & Cirrus) dan kartu belanja (Debit Card) di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia. • Fasilitas Executive Lounge di Bandara yang bekerja sama dengan BNI Syariah • Perlindungan asuransi jiwa • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Memiliki dana minimal Rp. 250.000.000,- • Setoran awal minimal Rp. 10.000.000,-
  34. 34. Tabungan iB Hasanah (Classic) Definisi Bentuk investasi dana untuk menampung setoran cash collateral/goodwill Nasabah pada setiap penerbitan Hasanah Card Classic yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah Akad Kode Produk Mudharabah Muthalaqah 2951 -1001 Jenis Insentif Bagi Hasil dengan Nisbah 1% (Nasabah) : 99% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • Tidak Mendapatkan Kartu ATM Keunggulan • Tanpa biaya kelolaan rekening • Tanpa biaya penutupan rekening • Dapat melakukan transaksi di counter teller BNI dan BNI Syariah seluruh Indonesia. Persyaratan • Disetujui menjadi pemegang Hasanah Card Classic • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Setoran awal minimal 10% dari limit kartu Hasanah Card
  35. 35. Tabungan iB Hasanah (Mahasiswa/Anggota) Definisi Tabungan yang dibuat berdasarkan Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MOU) antara pihak Perusahaan/Lembaga/Assosiasi/ Organisasi/ Profesi/Perguruan Tinggi dengan BNI Syariah Akad • Mudharabah Muthalaqah (2911 -1001) • Wadi’ah (2911-0001) Jenis Insentif Diberikan Khusus untuk akad Mudharabah Muthlaqah, Bagi Hasil dengan Nisbah 5% (Nasabah) : 95% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • BNI Syariah Card Derivatif • E-banking (SMS Banking, Internet Banking dan Phone Banking) Keunggulan • BNI Syariah Card Derivatif sebagai kartu ATM dengan jaringan ATM (ATM BNI, ATM Bersama, & ATM Link,) dan kartu belanja (Debit Card) di merchant yang menggunakan jaringan EDC BNI. • Dapat melakukan transaksi di counter teller BNI dan BNI Syariah seluruh Indonesia. • Pembukaan rekening otomatis berinfaq Rp 500,- • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Setoran awal minimal Rp 25.000,- atau sesuai Perjanjian Kerjasama
  36. 36. Tabungan iB THI Hasanah Definisi Bentuk investasi dana untuk perencanaan haji yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah dengan sistem setoran bebas atau bulanan, bermanfaat sebagai sarana pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Akad Kode Produk Mudharabah Muthalaqah 2941 - 1001 Jenis Insentif Bagi Hasil dengan Nisbah 10% (Nasabah) : 90% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • Auto kredit untuk setoran bulanan dari rekening Tabungan iB Hasanah/Bisnis Hasanah/Prima Hasanah • Dapat didaftarkan menjadi calon jemaah haji melalui SISKOHAT Keunggulan • Proses mendapatkan nomor porsi haji lebih mudah & praktis, karena BNI Syariah adalah Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan terkoneksi real time online dengan SISKOHAT Kementrian Agama • Bebas biaya pengelolaan rekening bulanan • Bebas biaya penutupan rekening • Perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan diri • Berpeluang memperoleh Pembiayaan Talangan Haji iB Hasanah Persyaratan • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) • Setoran awal minimal Rp. 500.000,-
  37. 37. 1 KKeetteerraannggaann GGaammbbaarr Kantor Cabang Syariah Nasabah Kantor Cabang Syariah 2 Kantor Kementrian Agama Kantor Kementrian Agama 3 1. Nasabah membuka rekening THI Hasanah di KCS/KCPS 2. Nasabah datang ke Kantor Kementrian Agama untuk melakukan pendaftaran haji dengan membawa kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan 3. Nasabah melakukan pembayaran setoran awal BPIH sebesar Rp. 25 juta ke BPS BPIH 4. Nasabah melapor ke Kantor Kementrian Agama dan menye-rahkan bukti pembayaran setoran awal BPIH 5. Nasabah menunggu informasi pelunasan BPIH 4 5 Prosedur Pendaftaran Haji (Setoran Awal BPIH)
  38. 38. Prosedur Pelunasan Haji (Pelunasan BPIH) 1 KKeetteerraannggaann GGaammbbaarr Kantor Cabang Syariah Nasabah Kantor Cabang Syariah 2 Kantor Kementrian Agama Kantor Kementrian Agama 3 1. Nasabah datang ke BPS BPIH untuk melakukan pelunasan BPIH dan mendapatkan bukti pelunasan 2. Nasabah datang ke Kantor Kementrian Agama untuk menyerahkan bukti setoran pelunasan BPIH 3. Nasabah menunggu surat panggilan masuk asrama dari Kantor Kementrian Agama
  39. 39. Tabungan iB Tunas Hasanah Definisi Produk simpanan dalam mata uang Rupiah berdasarkan akad wadiah yang diperuntukkan bagi anak-anak dan pelajar yang berusia di bawah 17 tahun. Akad Wadiah Kode Produk 2991 - 0001 Fasilitas • Buku Tabungan • Kartu ATM/Debit yang disebut Tunas Card • Dapat menerima dana secara otomatis (otokredit) dari rekening Tabungan iB Hasanah/Bisnis Hasanah/Giro iB Hasanah Perorangan IDR milik orang tua/wali dengan menggunakan standing order. • E-Banking (SMS Banking, Phone Banking (inquiry only), Internet Banking (inquiry only) Persyaratan • Kartu Pelajar atau Paspor atau copy Akte Kelahiran • Setoran awal minimal Rp. 100.000, • KTP/Paspor orang tua/wali • Kartu Keluarga (bila tidak tinggal serumah dengan orang tua/wali) Keunggulan • Tunas Card sebagai kartu ATM dengan jaringan ATM (ATM BNI, ATM Bersama, & ATM Link) dan kartu belanja (Debit Card) di merchant yang menggunakan jaringan EDC BNI. • Nama anak tertera pada buku tabungan dan Tunas Card • Dapat melakukan transaksi di counter teller Bank BNI dan BNI Syariah seluruh Indonesia. • SMS notifikasi ke HP Orangtua • Desain Tunas Card yang menarik
  40. 40. Tabungan iB Tapenas Hasanah Definisi Bentuk investasi dana untuk perencanaan masa depan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah dengan sistem setoran bulanan yang bermanfaat untuk membantu menyiapkan rencana masa depan seperti rencana liburan, ibadah umrah, pendidikan ataupun rencana masa depan lainnya. Akad Kode Produk Mudharabah Mutlaqah 2981 - 1001 Jenis Insentif Bagi Hasil dengan Nisbah 45% (Nasabah) : 55% (Bank) Fasilitas • Buku Tabungan • Autodebet untuk setoran bulanan dari rekening Tabungan iB Hasanah/Bisnis Hasanah/Prima Hasanah • Tersedia pilihan jangka waktu minimal 1 tahun hingga maksimal 18 tahun Keunggulan • Bagi hasil lebih tinggi • Setoran tetap bulanan minimal Rp.100.000,- s/d Rp. 5.000.000,- yang akan didebet setiap tanggal 5. • Asuransi otomatis bebas premi • Manfaat perlindungan asuransi jiwa hingga senilai Rp 750.000.000,- • Manfaat perlindungan asuransi kesehatan hingga Rp 1.000.000,-/hari/orang • Tersedia perlindungan asuransi jiwa plus asuransi kesehatan tambahan (premi 5%, 10% atau 20% dari setoran bulanan)
  41. 41. 1 “OTOMATIS” Jenis Penutupan Asuransi Bebas premi Asuransi jiwa meninggal dunia/ketidakmampuan tetap sebab kecelakaan atau bukan kecelakaan. Tahun Ke-1 ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan : o Setoran bulanan dilanjutkan hingga jatuh tempo (maks. Rp. 1 M/orang). o Santunan tambahan maksimum Rp.100 juta/orang : * 1sd. 5 thn - 5 X set.bulanan * 6 sd. 10 thn - 10 X set.bulanan * > 10 thn -20 X set. set.bulanan Tahun Ke-2 Tahun Ke-3, dst. ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan : o Setoran bulanan dilanjutkan hingga jatuh tempo (maks. Rp. 1 M/orang). o Santunan tambahan maksimum Rp.100 juta/orang : * 1sd. 5 thn - 5 X set.bulanan * 6 sd. 10 thn - 10 X set.bulanan * > 10 thn -20 X set. set.bulanan ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan dan Bukan Kecelakaan : o Setoran bulanan dilanjutkan hingga jatuh tempo (maks. Rp. 1 M/orang). o Santunan tambahan maksimum Rp.100 juta/orang. 1sd. 5 thn - 5 X set.bulanan * 6 sd. 10 thn - 10 X set.bulanan * > 10 thn -20 X set. set.bulanan
  42. 42. Jenis Penutupan Asuransi 2 Premi 5% dari setoran bulanan Asuransi jiwa Tahun Ke-1 Sebab Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). Sebab Bukan Kecelakaan : (berlaku setelah 3 bulan) o Manfaat 50 X setoran bulanan (maks. Rp. 175 juta/orang) Tahun Ke-2 Tahun Ke-3, dst. Sebab Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). Sebab Bukan Kecelakaan : o Manfaat 100 X setoran bulanan (maks. Rp.375 juta/orang) Sebab Kecelakaan dan Bukan Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang).
  43. 43. Jenis Penutupan Asuransi 3 Premi 10% dari setoran bulanan Asuransi jiwa dan kesehatan Tahun Ke-1 ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). Sebab Bukan Kecelakaan : (berlaku setelah 3 bulan) o Manfaat 50 X setoran bulanan (maks. Rp. 175 juta/orang) ASURANSI KESEHATAN : Hospital Cash : 75% X set.bulanan Santunan harian rawat inap akibat Kecelakaan dan bukan kecelakaan, maks. 90 hari/kejadian (Maks. Rp.1 juta/hari/orang) Tahun Ke-2 Tahun Ke-3, dst. ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). Sebab Bukan Kecelakaan : o Manfaat 100 X setoran bulanan (maks. Rp. 375 juta/orang) ASURANSI KESEHATAN : Hospital Cash : 75% X set.bulanan Santunan harian rawat inap akibat Kecelakaan dan bukan kecelakaan, maks. 90 hari/kejadian (Maks. Rp.1 juta/hari/orang) ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan atau sebab bukan kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). ASURANSI KESEHATAN : Hospital Cash : 75% X set.bulanan Santunan harian rawat inap akibat Kecelakaan dan bukan kecelakaan, maks. 90 hari/kejadian (Maks. Rp.1 juta/hari/orang) “Manfaat Tambahan (Investa 2)”
  44. 44. Jenis Penutupan Asuransi 4 “Manfaat Tambahan (Investa 3)” Premi 20% dari setoran bulanan Asuransi jiwa dan kesehatan Tahun Ke-1 ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). Sebab Bukan Kecelakaan : (berlaku setelah 6 bulan) o Manfaat 50 X setoran bulanan (maks. Rp. 175 juta/orang) ASURANSI KESEHATAN : Hospital Cash : 140% X set.bulanan Santunan harian rawat inap akibat Kecelakaan dan bukan kecelakaan, maks. 90 hari/kejadian (Maks. Rp.1 juta/hari/orang) Tahun Ke-2 Tahun Ke-3, dst. ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). Sebab Bukan Kecelakaan : o Manfaat 100 X setoran bulanan (maks. Rp. 375 juta/orang) ASURANSI KESEHATAN : Hospital Cash : 140% X set.bulanan Santunan harian rawat inap akibat Kecelakaan dan bukan kecelakaan, maks. 90 hari/kejadian (Maks. Rp.1 juta/hari/orang) ASURANSI JIWA : Sebab Kecelakaan atau sebab bukan kecelakaan : o Manfaat 150 X setoran bulanan (maks. Rp. 1 M/orang). ASURANSI KESEHATAN : Hospital Cash : 140% X set.bulanan Santunan harian rawat inap akibat Kecelakaan dan bukan kecelakaan, maks. 90 hari/kejadian (Maks. Rp.1 juta/hari/orang)
  45. 45. 1 Penutupan Rekening Sebelum JatuhTempo “otomatis” 2 “atas permohonan nasabah” 3 “atas permohonan penerima manfaat (ahli waris)” 1 “otomatis” Terdapat 3 X tunggakan setoran bulanan Total saldo setelah dikurangi biaya administrasi secara otomatis dipindahkan ke rekening afiliasi
  46. 46. Penutupan Rekening Sebelum Jatuh Tempo “atas permohonan nasabah” 2 a. Penutupan atas permohonan Nasabah sendiri  Dikenakan biaya administrasi  Nasabah menerima total saldo setelah dikurangi biaya administrasi  Dana otomatis dipindahkan ke rekening afiliasi b. Penutupan karena penerima manfaat meninggal dunia  Tidak dikenakan biaya administrasi  Nasabah menerima total dana  Dana otomatis dipindahkan ke rekening afiliasi
  47. 47. 3 Penutupan Rekening Sebelum Jatuh Tempo “atas permohonan penerima manfaat”  Dapat dilakukan jika nasabah meninggal dunia dan klaim asuransi ditolak oleh Perusahaan Asuransi  Penutupan rekening tidak dikenakan biaya administrasi  Penerima Manfaat akan menerima total dana dan pengembangan dikurangi pajak dan tunggakan premi jika ada  Dana akan diserahkan kepada penerima manfaat
  48. 48. Jenis Pertanggungan Asuransi 1 “asuransi jiwa” meninggal dunia “ disebabkan baik oleh kecelakaan maupun bukan kecelakaan “ ketidakmampuan tetap atau cacat tetap total diderita oleh tertanggung selama 6 (enam) bulan secara terus menerus sebagai akibat dari luka fisik, sakit atau penyakit sehingga tertanggung tidak dapat melakukan setiap kegiatan atau pekerjaan apapun untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan. 2 “asuransi kesehatan” santunan rawat inap atau hospital cash
  49. 49. BNI Syariah Card • BNI Syariah Card Silver – Tab. iB Hasanah – TabunganKu iB • BNI Syariah Card Gold – Tab. iB Bisnis Hasanah – Tab. iB Prima Hasanah • Derivative Card – Tab. iB Hasanah (Mahasiswa/Anggota) • Tunas Card – Tab. iB Tunas Hasanah 49
  50. 50. BNI Syariah Card PILIHAN KARTU ATM/DEBIT Instan Reguler • Kartu ATM langsung jadi/diterima • Kartu diterima (maks 14 hari kerja) • Tidak menggunakan nama*) • Menggunakan nama • Aktivasi dilakukan H+1 • Aktivasi dilakukan saat kartu diterima *) Untuk Tunas Card, Kartu Instan menggunakan nama.
  51. 51. Fitur BNI Syariah Card  Sebagai Kartu ATM untuk transaksi : - Informasi Saldo & Penarikan Tunai - Ganti PIN - Pembayaran Tagihan (Bill Payment) - Isi Ulang Pulsa HP - Transfer Antar Rekening di BNI/BNI Syariah - Transfer ke rekening Bank lain dalam jaringan ATM Bersama & ATM Link - Bayar On-line Tiket Pesawat (Garuda Indonesia, Sriwijaya & Lion Air) - Registrasi Layanan e-banking, dll.  Untuk BNI Syariah Card Silver dan Gold dapat digunakan sebagai Kartu Debit di merchant berlogo Mastercard di seluruh dunia dan jaringan EDC BNI. Alternatif Terakhir Belanja di Merchant Maestro (PIN Based), jika EDC MasterCard bermasalah/tidak ada EDC selain Maestro.  Untuk Kartu Derivatif dan Tunas Card hanya dapat digunakan sebagai Kartu Debit di merchant yang menggunakan EDC BNI.  Tidak dapat digunakan untuk Cashing Card di kasir.  Informasi Saldo & Penarikan Tunai di Jaringan ATM Bersama, ATM Link, dan ATM Cirrus. Untuk Kartu Derivatif dan Tunas Card tidak dapat menggunakan ATM Cirrus. 51
  52. 52. Kartu Debit & Kartu ATM KARTU DEBIT  Transaksi belanja di merchants berlogo MasterCard di seluruh dunia dan jaringan EDC BNI*) 52 KARTU ATM  Transaksi di mesin ATM (BNI, Link, Bersama, Plus & Cirrus)*) *) Untuk Kartu Derivatif dan Tunas Card, hanya dapat digunakan di jaringan EDC BNI serta BNI ATM, ATM Bersama dan ATM Link
  53. 53. Limit Transaksi ATM dan EDC per Hari Transfer Antar Bank : 10 juta/transaksi, 20juta/hari •Tarik Tunai untuk BNI Syariah Card dapat dilakukan di BNI ATM, ATM Bersama, ATM Link dan ATM Cirrus •Tarik Tunai untuk Kartu Derivatif dan Tunas Card hanya dapat dilakukan di BNI ATM, ATM Bersama, & ATM Link *) frekuensi Belanja 5X per hari **) hanya dapat digunakan di jaringan BNI ***) transfer antar rekening BNI/BNI Syariah 53 Belanja*) Tarik Tunai Pindah buku***) BNI Syariah Card Silver 10 Juta 5 Juta 50 Juta BNI Syariah Card Gold 20 Juta 10 Juta 100 Juta Kartu Derivatif 10 Juta**) 5 Juta 50 Juta Tunas Card 500 ribu**) 500 ribu 500 ribu
  54. 54. e-Banking Definisi Layanan Perbankan 24 jam bagi Nasabah BNI Syariah dengan berbagai kemudahan melalui media elektronik Fasilitas • BNI ATM • Phone Banking • SMS Banking • Internet Banking Keunggulan • Layanan transaksi perbankan 24 jam • Aman dan mudah • Biaya ringan Persyaratan • Memiliki rekening Tabungan iB Hasanah, iB Bisnis Hasanah, iB Prima Hasanah atau Giro Perorangan. • Melampirkan fotokopi KTP & halaman depan buku tabungan. Bagi pemegang rekening giro perorangan melampirkan rekening koran. Aktivasi e-Banking • Registrasi E-Banking melalui mesin ATM/Kantor Cabang dan mendaftarkan user ID & password untuk aktivasi transaksi non finansial (informasi saldo, informasi mutasi rekening, dll) • Registrasi ke Kantor Cabang terdekat membawa Buku Tabungan, BNI Syariah Card, KTP & Receipt ATM Registrasi untuk aktivasi transaksi finansial (transfer, pembayaran tagihan, dll)
  55. 55. Syarat Pendaftaran & Registrasi Phone Banking • Memiliki rekening Tabungan iB Hasanah, iB Bisnis Hasanah, iB Prima Hasanah, iB Tunas Hasanah atau Giro Perorangan. • Mengisi formulir aplikasi dan menandatangani di atas meterai Rp 6.000 • Melampirkan fotokopi KTP, halaman depan buku tabungan. Dan bagi pemegang rekening giro perorangan melampirkan rekening koran. Registrasi dilakukan melalui BNI ATM dengan cara : •Masukkan BNI Syariah Card dan PIN •Pilih menu “Registrasi E-Channel” •Pilih Menu “BNI Phone Banking” •Tentukan 4 digit PIN Phone Banking anda •Proses registrasi telah sukses & anda akan memperoleh receipt Fitur yang dapat digunakan Nasabah setelah proses registrasi di BNI ATM adalah fitur transaksi non finansial berupa Inquiry Saldo, Inquiry Mutasi rekening & informasi-informasi produk & jasa BNI Syariah. Untuk aktivasi transaksi finansial dapat dilakukan di Kantor Cabang BNI Syariah terdekat. 55
  56. 56. SMS Banking Aktivasi : Aktivasi melalui E-Channel di BNI ATM atau melalui Kantor Cabang BNI Syariah terdekat Layanan : •Cek Saldo dan Mutasi •Informasi tagihan kartu pembiayaan Hasanah Card •Transfer antar rekening BNI dan BNI Syariah •Transfer antar bank (kecuali BCA) •Pembelian pulsa isi ulang •Pembayaran tagihan kartu kredit •Pembayaran tagihan telepon/ponsel •Pembayaran tagihan air minum/PAM
  57. 57. 57 Internet Banking New Screen
  58. 58. Aksesibilitas Rekening 58
  59. 59. Alur Registrasi & Aktivasi BNI Internet Banking Registrasi & Aktivasi BNI Internet Banking dapat dilakukan dengan 2 cara : 1. Melalui CS BNI Syariah 2. Melalui cara sbb : Nasabah pemegang BNI Syariah Card Melakukan Registrasi di ATM Melakukan Aktivasi di www.bnisyariah.co.id Pada saat Nasabah Pengguna melakukan aktivasi Internet Banking, maka secara otomatis Nasabah Pengguna sudah dapat melakukan transaksi financial dengan menggunakan s-Secure sebagai sarana otorisasi transaksi, selama nomor handphone Nasabah Pengguna valid dan telah terdaftar di BNI. 59
  60. 60. Pilihan Metode Otorisasi Transaksi 60 Metode Keterangan Biaya Limit Trx s-Secure •Kode acak (one time PIN / OTP) dikirimkan ke User melalui SMS. •1 OTP per transaksi. Sesuai provider telekomunikasi. Rp.550/sms Rendah m-Secure •Kode acak (one time PIN / OTP) dihasilkan dari aplikasi yang di-install di HP user. •Aplikasi berbasis Java, Android, BB •Download aplikasi melalui web BNI Internet Banking. N.A Rendah e-Secure •Kode acak (one time PIN / OTP) dihasilkan dari perangkat e-Secure milik user. •Perangkat e-Secure dapat diperoleh melalui CSO cabang secara instan Biaya order e- Secure baru atau order penggantian e-Secure Tinggi 1 User hanya diperkenankan memiliki 1 macam metode otorisasi
  61. 61. Format User-id & Password 61 Password • Min 8 & max 12 digit • Harus alphanumerik (kombinas angka dan huruf) • case sensitive Contoh: password88 bnis1946 Setelah input password, Nasabah akan ditunjukkan User-id yang dihasilkan oleh system, data rekening, nomor handphone dan alamat e-mail yang tersimpan di BNI. Apabila data tersebut ada yang tidak sesuai, Nasabah diminta untuk segera melakukan pengkinian data baik melalui menu yang ada di Internet Banking, atau melalui petugas customer service di Kantor Cabang.  Simbol (seperti : @, #, $,%, dll) tidak dapat digunakan untuk Password Internet Banking .
  62. 62. Daftar Isi 1. Prinsip Perbankan Syariah 2. Produk DPK BNI Syariah 3. Prosedur Pembukaan Rekening 4. Program Promo
  63. 63. Jenis – Jenis Formulir • Formulir Pembukaan Rekening • Formulir Know Your Customer • Formulir Setoran • Formulir Pemindahbukuan • Formulir Kiriman Uang • Bilyet Deposito • Cek/BG
  64. 64. Persyaratan Umum 1. Produk Dana BNI Syariah (Deposito, Giro, dan Tabungan) dapat dibuka di seluruh Cabang BNI dan BNI Syariah, kecuali ditentukan lain pada masing-masing Produk Dana yang berlaku yang ditetapkan Bank dan selama tidak bertentangan dengan regulasi. 2. Dalam menghimpun dana masyarakat, Bank wajib menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer) sebagaimana diatur dalam PBI Nomor 11/28/PBI/2009 tanggal 01 Juli 2009 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Bank Umum dan mempedomani Buku Pedoman APU PPT yang diterbitkan oleh Divisi HUK.
  65. 65. Syarat Pembukaan Rekening 1) Perorangan: a) Mengisi aplikasi pembukaan rekening dan formulir PMN (KYC), b) Fotokopi bukti identitas perorangan (KTP/Paspor untuk WNI dan KIMS/KITAS untuk WNA) yang masih berlaku, c) Melakukan Setoran minimum sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Non-perorangan: a) Mengisi aplikasi pembukaan rekening dan formulir PMN (KYC), b) Fotokopi bukti identitas (NPWP), c) Khusus untuk rekening Giro, agar menyampaikan Surat Referensi Calon nasabah harus mencantumkan minimal 1 (satu) referent dalam formulir permohonan atau menurut wewenang kebijakan Pemimpin Cabang. d) Fotocopy legalitas usaha seperti berikut :
  66. 66. Syarat Pembukaan Rekening Jenis Akta Pendirian/Anggaran Dasar & Perubahannya Izin Usaha/ Kegiatan Bukti Diri Pengurus NPWP Perseroan Terbatas (PT) a. Akta pendirian yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham beserta perubahannya. b. Perubahan Anggaran Dasar terkait perubahan pengurus wajib disertai bukti penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menkumham. √ √ √ Perum Peraturan Pemerintah yang menjadi dasar pendirian Perum √ √ √ BUMD a. Perusahaan Daerah (Perda) yang telah mendapat pengesahan dari Mendagri untuk Dati I atau Gubernur untuk Dati II. b. PT milik Daerah selain mencantumkan akta pendirian sebagai PT beserta perubahannya diserta dengan Perda. √ √ √ Firma*) Akta pendiriannya dibuat secara Notariil dan didaftarkan pada register Kepaniteraan Pengadilan Negeri (PN) setempat dan Kantor Pendaftaran Perusahaan setempat, serta diumumkan dalam Berita Negara RI √ √ √ Koperasi a. Akta pendirian yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Negara Koperasi dan UKM atau pejabat yang ditunjuk beserta perubahannya. b. Perubahan Anggaran Dasar terkait perubahan pengurus wajib disertai bukti penerimaan pelaporan perubahan Anggaran dari Menteri Negara Koperasi dan UKM atau pejabat yang ditunjuk. √ √ √
  67. 67. Syarat Pembukaan Rekening Jenis Akta Pendirian/Anggaran Dasar & Perubahannya Izin Usaha/ Kegiatan Bukti Diri Pengurus NPWP Partai Politik a. Akta pendirian yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham beserta perubahannya. b. Perubahan Anggaran Dasar terkait perubahan pengurus wajib mendapat pengesahan dari Menkumham. c. Surat Ijin dari Komisi Pemilihan Umum. √ √ √ Ormas/LSM a. Fotokopi AD/ART Organisasi beserta perubahannya. b. Fotokopi Surat Pengesahan Pendirian Organisasi dari Pemerintah c. Fotokopi Berita Acara Rapat/SK mengenai pengangkatan pemohon sebagai pengurus ormas. √ √ √ Yayasan a. Akta pendirian yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham beserta perubahannya. b. Perubahan Anggaran Dasar terkait perubahan pengurus wajib disertai bukti penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menkumham. √ √ √ Persekutuan Komanditer (CV) Akta Pendirian dibuat secara notariil dan didaftarkan pada register Kepaniteraan Pengadilan Negeri (PN) setempat dan Kantor Pendaftaran Perusahaan setempat. √ √ √
  68. 68. Pengisian Data Nasabah 1. Nasabah harus mengisi data yang dimintakan pada aplikasi pembukaan rekening sesuai dengan kebenaran data diri Nasabah secara lengkap. 2. Nama Nasabah pada menu aplikasi pembukaan rekening pada sistem iCons dan aplikasi pembukaan rekening harus ditulis sesuai bukti identitas yaitu : 1. KTP/Paspor (Nasabah perorangan WNI), 2. KIMS/KITAS (Nasabah perorangan WNA), 3. NPWP (Nasabah non-perorangan). 3. Nama Nasabah non-perorangan ditulis persis sesuai penulisan nama pada NPWP tanpa tanda baca (titik, koma, titik dua, dsb). Misal: 1. PT Bank BNI Syariah 2. CV Mulyo 3. Firma Tiga Sekawan 4. Koperasi Syariah Jaya 5. Yayasan Majelis Ilmu
  69. 69. Persyaratan Pembukaan Rekening QQ 1. Pembukaan Rekening Nasabah Perorangan khusus untuk Rekening Deposito dan Tabungan dapat juga dilakukan dengan menggunakan status QQ (kecuali Tabungan iB Tapenas Hasanah dan Tabungan iB Tunas Hasanah). Rekening Giro Perorangan tidak diperkenankan dibuka dengan ketentuan QQ. 2. Pada rekening QQ, data identitas yang diperlukan dan harus dilengkapi adalah data nama Nasabah (nama di depan QQ) yang mewakili dan terikat dengan Bank, bukan data pihak yang diwakili (nama di belakang QQ). 3. Dalam hal perorangan belum memiliki bukti identitas atau tidak cakap hukum (di bawah pengampuan, dsb) dan hendak membuka rekening dapat dibukakan atas nama orang tua/wali atau kuasa melalui rekening QQ, dengan format penamaan rekening Nama Orang Tua/Wali QQ Nama Perorangan. Contoh : Putri Andini QQ Mifzal 4. Non-perorangan/kelompok yang tidak memiliki badan dan legalitas secara formal hendak membuka rekening dapat dibukakan rekening perorangan atas nama perorangan pengurus atau anggotanya melalui rekening QQ, dengan format penamaan rekening Nama Pengurus/Anggota QQ Nama Non-perorangan/ kelompok. Contoh : Zakaria QQ Karang Taruna Sejahtera
  70. 70. Pengisian Data Nasabah 5. Untuk rekening perorangan yang dibuka dengan menggunakan rekening QQ, sekalipun nama di belakang QQ tidak terikat dengan Bank, namun untuk lebih mengamankan dan menjamin kelancaran operasional, unit operasional harus menerapkan persyaratan tambahan sebagai berikut: a. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (jika ada) b. Struktur organisasi dan atau surat kuasa dari organisasi perkumpulan tersebut. c. Surat keterangan dari aparat setempat, RT/RW yang menerangkan keberadaan/lokasi organisasi tersebut atau Surat Keterangan lain yang memperkuat kedudukan organisasi tersebut, seperti OSIS, Komite Orang Tua Murid, Senat Mahasiswa yang dapat meminta Surat Keterangan dari Sekolah/Universitas yang menerangkan Perkumpulan/Organisasi yang ada di lingkungannya. d. Surat Pernyataan Kepemilikan Dana (yang menyatakan bahwa rekening tersebut adalah milik masjid/organisasi/perkumpulan). 5. Dalam hal Nasabah telah memiliki nomor nasabah, maka pembuatan rekening selanjutnya (rekening setelah rekening yang pertama kali dibuka) ataupun rekening QQ harus menggunakan nomor Nasabah yang telah dimiliki Nasabah dengan menganut konsep nomor Nasabah tunggal (single CIF).
  71. 71. Pembukaan Rekening Giro Catatan : Pada saat pembukaan rekening giro perorangan  Default sistem, semua rekening giro perorangan akan dikenakan biaya pengelolaan kartu. Jadi untuk rekening yg seharusnya tdk dikenakan biaya pengelolaan kartu (atau yg tanpa ATM), setelah buka rekening cabang harus melakukan maintenance melalui scr. 7050 (dgn return scr. 7000), field: Profil Bebas Biaya dipilih: 1 - Tanpa Fasilitas ATM.
  72. 72. Persyaratan Tapenas 1. Selain mengacu pada persyaratan pembukaan rekening secara umum diatas, persyaratan khusus untuk Tabungan iB Tapenas Hasanah adalah sebagai berikut : a. Warga Negara Indonesia (WNI). b. Usia nasabah minimum 17 tahun dan maksimum 55 tahun, dimana usia pada saat saat jatuh tempo tidak boleh lebih dari 65 tahun. Sedangkan Usia Nasabah untuk Asuransi Tambahan pada saat didaftarkan maksimal 55 tahun dan usia masuk ditambah masa asuransi maksimal 56 tahun. 2. Pembukaan rekening Tabungan iB Tapenas Hasanah menggunakan aplikasi khusus pembukaan rekening Tabungan iB Tapenas Hasanah yang diisi dan ditandatangani diatas meterai yang terdiri dari : a. Data Nasabah. b. Data Penerima Manfaat dan Walinya (apabila Penerima Manfaat masih di bawah umur). c. Asuransi Tambahan (Investa 1, Investa 2, Investa 3) apabila Nasabah Tabungan iB Tapenas Hasanah berminat. d. Data Pilihan Asuransi Tambahan (Investa 1, Investa 2, Investa 3) apabila Nasabah Tabungan iB Tapenas Hasanah berminat. e. Kuasa Pendebetan Rekening.
  73. 73. Persyaratan Tapenas 3. Bagi nasabah yang memilih Asuransi Tambahan (Investa 1, Investa 2, Investa 3) wajib mengisi Formulir Pengajuan Asuransi Tambahan Tabungan iB Tapenas Hasanah. 4. Tabungan iB Tapenas Hasanah merupakan tabungan dengan kewajiban setoran bulanan yang mensyaratkan Nasabah yang akan membuka rekening Tabungan iB Tapenas Hasanah juga memiliki tabungan lainnya sebagai rekening afiliasi yang merupakan sebagai sumber setoran Tabungan iB Tapenas Hasanah ini yaitu Tabungan iB Hasanah (Mudharabah/Wadiah), Tabungan iB Hasanah (Mahasiswa/Anggota), Tabungan iB Prima Hasanah, Tabungan iB Bisnis Hasanah, dan Giro iB Hasanah Perorangan. 5. Tabungan iB Tapenas Hasanah tidak diperkenankan dibuka dengan ketentuan QQ dan sebagai rekening gabungan. Sekalipun rekening induk adalah rekening gabungan, namun rekening Tabungan iB Tapenas Hasanah tetap harus dibuka hanya atas nama salah satu pemilik rekening induk.
  74. 74. Persyaratan Tunas 1. Pembukaan Rekening dilakukan oleh orang tua/wali dengan anak. 2. Pihak lain selain orang tua/wali hanya dapat menerima kuasa untuk menyerahkan dokumen pembukaan rekening. 3. Rekening dibuka atas nama anak. 4. Persyaratan untuk nasabah anak Persyaratan untuk nasabah anak dibagi dalam 2 (dua) jenis sbb: a. Nasabah anak baru yang sudah memiliki tanda tangan dan memiliki kartu pelajar atau paspor atau akte kelahiran. • Mengisi Formulir Aplikasi Data Nasabah Anak (CIF) Perorangan dan Formulir Pembukaan Rekening yang ditandatangani oleh anak. • Melampirkan copy Akte Kelahiran / Kartu Pelajar / Paspor. • Malampirkan copy Kartu Keluarga untuk anak yang tidak tinggal serumah dengan orang tua/wali. • Membubuhkan contoh tanda tangan anak pada formulir pembukaan rekening dan buku tabungan. b. Nasabah anak baru yang memiliki kartu pelajar atau paspor dan belum bisa tanda tangan. • Mengisi Formulir Aplikasi Data Nasabah Anak (CIF) Perorangan dan Formulir Pembukaan Rekening dengan ditanda tangani oleh orang tua/wali.
  75. 75. • Melampirkan copy akte kelahiran. • Melampirkan copy Kartu Keluarga untuk anak yang tidak tinggal serumah • Membubuhkan contoh tanda tangan orang tua/wali pada buku tabungan. 5. Persyaratan untuk orang tua/wali a. Mengisi Formulir Aplikasi Data Nasabah (CIF) Perorangan dan Formulir Pembukaan Rekening dan bagi yang belum berkeinginan untuk membuka rekening di BNI Syariah maka orang tua/wali cukup mengisi Formulir Aplikasi Data Nasabah (CIF). b. Mengisi Formulir Persetujuan Pembukaan Rekening dan Pelaksanaan Transaksi yang ditandatangani oleh orang tua/wali. c. Melampirkan copy identitas diri (KTP/Paspor) orang tua/wali. 6. Mengisi Formulir PMN (KYC) 7. Melakukan setoran awal pembukaan rekening minimal Rp100.000,- 8. Bagi nasabah anak yang belum memiliki tanda tangan sendiri, maka cabang wajib membubuhkan stempel “Tanda Tangan Oleh Orang Tua/Wali” pada bagian dalam cover depan buku tabungan Tabungan iB Tunas Hasanah. 9. Persyaratan pembukaan rekening terkait domisili diberlakukan untuk domisili orang tua/wali dan mengacu pada ketentuan domisili yang diberlakukan untuk produk dana. 10. Tabungan iB Tunas Hasanah tidak diperkenankan dibuka dengan ketentuan QQ dan sebagai rekening gabungan. Persyaratan Tunas
  76. 76. Persyaratan Nasabah Tuna Netra Selain memenuhi persyaratan umum pembukaan rekening, hal-hal lain yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : 1. Calon nasabah tunanetra hanya dapat membuka rekening produk tabungan. 2. Calon nasabah menyerahkan pasfoto. 3. Calon nasabah membubuhkan tanda tangan/cap jempol di pasphoto pada buku tabungan dan sebagian tanda tangan/cap jempol mengenai pasphoto kemudian distempel dan boleh dilaminasi untuk menghindari penggantian photo oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 4. Pada saat pembukaan rekening, petugas PNS membacakan dan menjelaskan ketentuan-ketentuan tabungan dan ketentuan/syarat yang ada pada buku tabungan kepada nasabah yang bersangkutan. 5. Mencantumkan catatan yang berbunyi ‘Ketentuan Tabungan telah dibacakan kepada calon nasabah dan calon nasabah telah memahami dan menyetujui ketentuan dimaksud’ yang dibuat dalam bentuk stempel dan diparaf oleh petugas yang bersangkutan pada bagian bawah Formulir Aplikasi Pembukaan Rekening dan halaman depan buku tabungan.
  77. 77. Domisili Nasabah 1. Calon nasabah berdomisili dalam satu kota dengan Kantor Cabang/Capem a. Alamat tinggal tetap dan alamat pada bukti identitas diri sama dengan domisili kantor cabang/capem maka persyaratan dokumen yang diperlukan adalah sbb: • WNI : KTP/Paspor dan NPWP*) • WNA : Paspor dan dilengkapi dengan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS)/Kartu Izin Menetap Sementara (KIMS)/Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) a. Alamat tinggal tetap sama dengan domisili kantor cabang/capem namun berbeda dengan alamat pada bukti identitas diri maka persyaratan dokumen yang diperlukan adalah sbb: • KTP dan NPWP*) • Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang diketahui oleh Kelurahan setempat 1. Calon nasabah tidak berdomisili dalam satu kota dengan Kantor Cabang/Capem a. Alamat tinggal tetap dan alamat pada bukti identitas diri berbeda dengan domisili kantor cabang/capem namun instansi perusahaan tempat bekerja sama dengan domisili kantor cabang/capem maka persyaratan dokumen yang diperlukan adalah sbb: • KTP dan NPWP*) • Asli Surat Keterangan dari instansi/perusahaan tempat calon nasabah bekerja a. Alamat tinggal tetap dan alamat pada bukti identitas diri sama namun berbeda dengan domisili kantor cabang/capem maka persyaratan dokumen yang diperlukan adalah sbb: • KTP dan NPWP serta dilampiri dengan salah satu dokumen pendukung yaitu: SIM/Bukti STNK (mobil/motor)/Kartu Keluarga/Kartu NPWP/Paspor • Alamat yang tertera pada dokumen pendukung harus sama dengan alamat yang tertera pada KTP
  78. 78. Proses Administrasi Pembukaan Rekening 1. Memeriksa keabsahan kartu identitas (seperti alamat, tgl berlaku, photo, tanda tangan nasabah dll) sebagai persyaratan pembukaan rekening 2. Mengarahkan pengisian formulir dengan cara : • CS meminta Nasabah mengisi seluruh data (perorangan) yang ada pada formulir pembukaan rekening secara lengkap (sambil menunjukkan kolom yang harus diisi secara keseluruhan pada kolom 1 (data nasabah perorangan) dan 2 (produk dan fasilitas yang diinginkan). • CS meminta kepada Nasaah untuk membaca Pernyataan dan Persetujuan Nasabah terutama pada butir 7 (Disclaimer KYC) • CS menjelaskan dan meminta Nasabah untuk menandatangani formulir sebagai tanda bahwa nasabah telah memahami dan menyetujui syarat serta ketentuan pembukaan rekening. • CS meminta kepada Nasabah untuk membaca Ketentuan Umum dan Persyaratan Pembukaan Rekening serta menandatanganinya. 1. Ketika nasabah sedang isi formulir : • CS melakukan interupsi untuk mempersiapkan buku tabungan & registernya, mengambil PIN, Kartu ATM dan registernya serta memfotocopy kartu identitas. • CS menanyakan apakah ada kesulitan pada pengisian formulir dan membantu nasabah apabila ada yang kurang jelas. • CS mulai melakukan penginputan data berdasarkan kartu identitas dan wawancara.
  79. 79. Proses Administrasi Pembukaan Rekening 4. Setelah nasabah menyerahkan formulir pembukaan rekening yang telah diisi maka CS memeriksa kelengkapan data dan meminta nasabah untuk mengisi formulir KYC (PMN). Formulir KYC ini wajib diisi terutama untuk penghasilan perbulan, tujuan pembukaan rekening, dan sumber dana. Apabila belum terisi maka nasabah wajib melengkapi & CS menyampaikan “sesuai ketentuan BI & ini merupakan mandatory dalam proses pembukaan rekening”. 5. Mencetak buku tabungan, kemudian melakukan proses penandatanganan buku tabungan, registernya, serta register kartu ATM dan PIN nya oleh nasabah. 6. Meminta Pemimpin / Penyelia datang ke meja CS untuk memberikan otorisasi lokal SMS Banking dan menandatangani buku tabungan. 7. Menyampaikan informasi kepada nasabah ada biaya meterai 6000 dan biaya pembuatan kartu ATM.
  80. 80. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan • Pembukaan rekening: – KTP harus sesuai domisili – Cek konsistensi isian formulir • Setoran: – Cek keaslian uang – Bila nasabah berasal dari cabang lain, dan saldo buku berbeda dengan saldo sistem, cukup berikan lembar validasi trx, tidak perlu cetak buku. • Tarik tunai/Pindahbuku/Kliring/RTGS – Rekening berkartu wajib menggunakan PINPAD utk trx > Rp 5 juta – Verifikasi data mandatory
  81. 81. Pinpad • PINPAD adalah sarana verifikasi di teller untuk memastikan apakah penarikan/pemindahbukuan rekening dilakukan oleh nasabah yg sebenarnya. • Nominal trx yang wajib PINPAD – Di atas Rp 5 juta – Semua nominal (khusus Tab. iB Tunas Hasanah) • Produk yang wajib PINPAD: – Tab. iB Hasanah – Tab. iB Hasanah (Mahasiswa/Anggota) – Tab. iB Bisnis Hasanah – Tab. iB Prima Hasanah – Tab. iB Tunas Hasanah
  82. 82. Buka Rekening Otomatis Berinfaq Setiap tabungan yang berkartu : • Tabungan iB Hasanan (2901) • Tabungan iB Hasanah Mahasiswa/Anggota (2911) • Tab. iB Hasanah Prima (2931) • Tab. iB Hasanah Bisnis (2961) Besarnya Infaq sebesar Rp. 500 (lima ratus rupiah) dan menjadi beban Bank

×