Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Jurnalisme warga (citizen journalism)

Jurnallisme Warga di era globalisasi

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

Jurnalisme warga (citizen journalism)

  1. 1. Jurnalisme WargaJurnalisme Warga (Citizen Journalism)(Citizen Journalism) Alfi Septiani (2412713075)Alfi Septiani (2412713075)
  2. 2. Munculnya internet berarti bertambahlah media bagi para jurnalis untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat yaitu internet yang disebut sebagai the new media yang menurut Denis McQuail (2000) lebih interaktif dan memberikan otonomi kepada user untuk menjadi audience aktif, bahkan pada keadaan tertentu audience memiliki posisi ‘sejajar’ dengan jurnalis. Sejak tahun 2002-an, citizen media telah berkembang pesat yang mencoba mencari eksistensi di tengah atmosfer media tradisional. Dengan adanya internet, citizen media mampu menyebarkan informasi dalam bentuk teks, audio, video, foto, komentar dan analisis. Bahkan mampu menjalankan fungsi pers seperti watchdog, filter informasi, pengecekan fakta bahkan pengeditan.
  3. 3.  Jurnalis warga (Citizen journalis) adalah warga biasa yang menjalankan fungsi selayaknya jurnalis profesional yang pada umumnya menggunakan channel media baru yaitu internet untuk menyebarkan informasi dan berita yang mereka dapat.  Citizen journalism adalah praktek jurnalisme yang dilakukan oleh non profesional jurnalis dalam hal ini oleh warga.  Citizen media adalah channel yang digunakan untuk menjalankan citizen journalism biasanya menggunakan internet.
  4. 4. Definisi Jurnalisme Warga Menurut Pepih Nugraha, (Citizen Journalism: Pandangan, Pemahaman, dan Pengalaman). Citizen Journalism adalah kegiatan warga biasa yang bukan wartawan profesional mengumpulkan fakta di lapangan atas sebuah peristiwa, menyusun, menulis, dan melaporkan hasil liputannya di media sosial. Warga biasa, yang tidak terlatih sebagai wartawan dengan peralatan teknologi informasi yang dimiliki, mulai meliput, mencatat, mengumpulkan, menulis, dan menyiarkannya merupakan proses dari citizen journalism. Selain citizen journalism, istilah lainnya yang menunjukkan kegiatan warga yang melaporkan suatu peristiwa atau informasi adalah participatory journalism, public journalism, democratic journalism, independent journalism, wiki journalism, open source journalism dan street journalism (Nugraha, 2012:20).
  5. 5. Kemudahan Menyampaikan dan Menyebarluaskan Informasi  Kunci penyampaian informasi melalui (internet); media online (media sosial) Medsos; Twitter, FB, Instagram, Whats App, Line, dan lainnya (Web resmi media baru dan media tradisional yang menyediakan konten jurnalisme warga di Indonesia). Seperti; Net TV melalui konten Net 10, SCTV melalui media online Liputan6, PR FM melalui media sosial, El-Shinta, Kompasiana, Detik, Bianglala dan lainnya.  Topik –topik berita Jurnalisme warga; Lalu lintas, cuaca, keluhan publik (PLN, PDAM, dll), berita penemuan, berita kehilangan, sosial dan budaya di masyarakat, berita mengenai minat terhadap komunitas-komunitas tertentu, dan opini.
  6. 6. Jurnalisme Sebagai Ruang Publik  Jurnalisme ini mengisi ruang publik yang kehilangan media diskusi. Muncul dari kalangan wartawan sendiri yang jenuh dengan politik, kapitalisme, media market system serta tatanan apathy dan cynicism.  Jurnalisme bukan lagi hanya jadi penyaji informasi, diskusi dan debat hadir dalam ruang pemberitaan. Media grass-root, televisi komunitas, dan radio lokal, menjadi penyalurnya.  Pandangan kompetitif dalam perkembangan media, telah mencemarkan performa pers di berbagai sistem kapitalis. Publik melihat banyak eksploitasi, ketidakadilan, dan ketidakseimbangan. Jurnalisme tidak lagi melayani publik. Namun, lebih melayani kepentingan class, sex, dan etnisitas dan stratifikasi sosial.
  7. 7.  Publik memiliki resistensi, me-reject pesan-pesan sampah dari wartawan atau spin doctor yang telah mengerangka dan menginterpretasi pemberitaan. Namun dalam perkembangannya, jurnalisme juga menemukan public voices. Suara-suara publik yang tampil utuh, dalam kerangka reference dan experience publik itu sendiri.  Narasi jurnalisme cenderung pada narasi conversation dimana publik dihadirkan.
  8. 8. Tanggung Jawab Citizen Journalism  Pengecekan akan kebenaran berita  Berita memuat unsur 5W+1H  Hindari SARA dan berita politik Catatan : Redaktur SMS, Redaktur Online, dan Redaktur Program bertanggung jawab sebagai Gatekeeper.
  9. 9. Pro-Kontra Citizen Journalism Skeptisme muncul dari para jurnalis profesional yang mempertanyakan profesionalisme warga dalam melaporkan berita, namun tak sedikit para pengamat media yang tanpa ragu memberikan dukungan pada citizen journalist. PRO: Dalam artikel tentang citizen journalism di Nieman Report, sebuah jurnal tentang jurnalisme yang diterbitkan Harvard University dan Gillmor, penulis buku “We the Media: Grassroots Journalism by the People, for the People” berpendapat, bahwa telah muncul ekosistem media baru yang memungkinkan adanya percakapan multidirectional yang memperkaya dialog di tataran masyarakat sipil.
  10. 10.  Richard Sambrook, wartawan BBC’s World yang mengatakan bahwa sudah terjadi pembentukan jaringan informasi di era global yang memungkinkan munculnya interaksi yang tinggi antara BBC dengan audience. Ia mengamati bahwa para jurnalis BBC harus bisa bekerjasama dengan audience dengan memberi kesempatan untuk memberikan kontribusi pada informasi di BBC.  Jean K. Min, direktur Ohmynews Internasional memiliki pandangan cukup menohok jurnalis profesional dengan mengatakan bahwa pembaca bukan lagi konsumen pasif dari reporter media tradisional, namun pihak aktif yang membuat dan mengkonsumsi berita yang mereka buat sendiri.
  11. 11. Di Indonesia, jurnalisme warga juga bisa dibilang sudah mulai berkembang dan kegunaannya dirasakan saat adanya peristiwa-peristiwa besar seperti serangan teroris dan bencana alam. Stuart Allan (2006, p.14) mengatakan the Washington Post menggunakan informasi blog warga dalam melaporkan tsunami Aceh, 24 Desember 2004 sebelum berhasil mengirim jurnalisnya di area bencana. KONTRA : Shayne Bowman and Chris Willis dalam artikelnya berjudul “The Future Is Here, But Do News Media Companies See It?” mengatakan bahwa saat ini memang era CJ, namum apakah media tradisional mau menerimanya? Ia mengatakan bahwa media tradisional sepertinya belum mau menerima apalagi mengadopsi prinsip-prinsip jurnalisme warga.
  12. 12.  Dalam thesis yang dibuat oleh mahasiswa Master Art in Journalism Ateneo de Manila University, Moch. Nunung Kurniawan tahun 2006, beberapa praktisi media di Indonesia masih menjaga jarak dengan online media. Misalnya, Rosiana Silalahi, yang saat itu masih menjabat sebagai pimred Liputan 6 SCTV mengatakan bahwa SCTV tetap sebuah stasiun TV yang berada pada jalur mainstream dengan mengandalkan wartawan professional untuk berita. Ia berpendapat wartawan profesionallah yang melakukan tugas jurnalistik karena sudah dibekali dengan kemampuan peliputan yang mumpuni dan dibimbing dengan kode etik jurnalistik.
  13. 13. Kurniawan juga mengemukakan kekhawatiran yang disampaikan Budiono Dharsono, pemimpin redaksi Detik – situs terbaik di Indonesia denga 7,5 juta page view per hari, mengakui bahwa kekhawatiran akan turunnya kredibilitas portalnya, kemungkinan masalah hukum dan kurangnya pemahaman atas kode etik jurnalistik dari reporter warga membuat Detik setengah hati menerapkan jurnalisme warga. Mereka menerima foto pembaca sejak tahun 2004 dan menampilkannya di situs Detik jika foto tersebut benar. Mereja juga tidak menampilkan berita dari warga hanya menindaklanjuti laporan dari warga.
  14. 14. SOLUSI : Stuart Allan (Nieman Report, 2005, p. 11) menegaskan Citizen Media telah menjadi trend baru yang seharusnya mendapat perhatian dari media tradisional, termasuk di Indonesia. Ia mengamati, dengan kekhawatiran dan ketakutannya, media tradisional mulai belajar bagaimana mengubah konsep jurnalisme mereka dari pendekatan authoritarian menjadi top-down untuk bisa bersaing di era baru ini, termasuk salah satu strategi agar tetap dekat dengan audience mereka. Situs berita online dan citizen journalism akan membantu mainstream media untuk mengintegrasikan isi informasi mereka dengan informasi yang dibuat warga.
  15. 15.  Citizen media akan mendorong transparasi yang semakin terbuka dalam pelaporan berita. Hal ini menyebabkan para jurnalis profesional mulai membuat blog untuk mencari feedback informatif dari audience. Di Indonesia bisa diliat dalam blog para jurnalis yang cukup aktif seperti blog wartawan kompas di www.kompasiana.com dan blog jurnalis SCTV di www.blog.liputan6.com.
  16. 16. Kesimpulan Jenis jurnalisme baru yang muncul yaitu online jurnalisme yang diikuti perkembangan citizen journalism telah membuat mainstream media khawatir akan eksistensinya, meski tak banyak media tradisional yang terbuka dengan konsep baru jurnalisme ini. Beberapa media yang terbuka pada bentuk media baru ini mulai menjadikan media online sebagai supporting channel dengan membuat versi online. Sikap terbuka terhadap citizen media dipelopori oleh media sekelas BBC yang menggandeng warga untuk berkolaborasi memproduksi berita.Selain itu, berkembangannya citizen journalism dan terbukanya media tradisional terhadap jurnalisme warga antara lain adanya kemajuan di bidang teknologi komunikasi yanng membuat informasi semakin mudah didapat dan disampaikan; keinginan warga untuk terlibat menyampaikan informasi (tidak pasif); serta peluang bisnis yang menjanjikan (PR FM).
  17. 17. Referensi Jurnal Berita dari Warga Sebagai Wujud Dari Citizen Journalism di Radio Lokal, Anisa Nurul Aida, dkk. Jurnal Tantangan Jurnalis di Era Globalisasi informasi, Nurul Hasfi. Jurnal Masa Depan Jurnalisme Warga di Indonesia, Ismayati. Nugraha, Pepih. 2012. Citizen Journalism: Pandangan, Pemahaman, dan Pengalaman. Jakarta;Kompas.
  18. 18. Terima KasihTerima Kasih

×