Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Hikmah turunnya al qur’an secara berangsur-angsur dan faedahnya dalam Pendidikan dan Pengajaran

1.709 Aufrufe

Veröffentlicht am

Jangan lupa tuk berkunjung di Blog saya >> http://julikoding.blogspot.com. Tugas Membuat File Presentasi tentang Hikmah Turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur.. Bab 5..

Veröffentlicht in: Bildung
  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Hikmah turunnya al qur’an secara berangsur-angsur dan faedahnya dalam Pendidikan dan Pengajaran

  1. 1. HIKMAH TURUNNYA SECARA Berangsur-angsur @Ahmad_Jazuli @Ahmad_Syaifuddin @Muhammad_Zaini @Syaiful_Andi_Irawan SERTA DALAM DAN
  2. 2. Setiap satu kejadian itu pastilah mempunyai sebab dan akibatnya, dengan kata lain terdapat proses disebalik itu semua, ungkapan inilah yang sangat masyur dikalangan manusia yang sangat lemah ini. Dan disebalik itu semua, ada pelajaran yang mampu untuk dijadikan hikmah dalam kehidupan. Begitu juga dengan Sang Pencipta, Dia tidak serta merta menciptakan sesuatu hal yang Ia sukai tanpa adanya proses. Begitu juga dengan KalamNya, Allah tidak menurunkan Al-Qur'an sekaligus, namun dengan cara yang beransur-ansur, dan tentunya hal yang demikian ini mempunyai faedah dan hikmah tersendiri.
  3. 3. Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasul kita Muhammad SAW demi untuk membimbing manusia. Turunnya al-Qur'an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan tinggi kedudukannya bagi penghuni langit dan bumi. Turunnya Al-Quran pertama kali jatuh pada Lailatul Qadar yang pemberitahuan kepada alam semawi yang dihuni oleh Malaikat berkaitan kemuliaan umat Muhammad. Dimana umat ini dimuliakan oleh Allah dengan risalah barunya agar menjadi umat yang paling baik yang dikeluarkan bagi manusia. Turunnya Al-Quran yang seterusnya secara beransur-ansur, berbeza dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya, sangat mengejutkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bagi mereka rahsia hikmah Ilahi yang ada dibalik itu.
  4. 4. Firman Allah SWT yang bermaksud : "Begitulah keadaannya supaya kami tetapkan hati engkau (hai Muhammad) dengan Al-Qur'an itu dan Kami nyatakan bacaannya kepadamu dengan teratur satu-persatu. " (Surah Al-Furan 25:32). Al-Qur'an diturunkan mengambil masa 23 tahun yaitu 13 tahun semasa Nabi Muhammad SAW di Mekah dan 10 tahun sewaktu Baginda di Madinah. Ayat Al-Qur'an diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira pada 17 Ramadhan semasa baginda berusia 41 tahun dan ayat terakhir turun pada 9 Zulhijjah tahun kesepuluh hijrah, serentak Baginda diperintahkan untuk menjadi Pesuruh Allah (Rasul). Dalam tempoh tersebut Al-Qur'an dihafaz oleh Rasulullah dan para sahabat serta dicatat oleh panita penulis Al-Qur'an kemudian dikumpulkan pada zaman Saidina Abu Bakar ra dan disempurnakan pada zaman Saidinia Uthman ra.
  5. 5. HIKMAH UTAMA ALLAH SWT MERENCANAKAN PENURUNAN SECARA Berangsur- angsur KEPADA
  6. 6. Turunnya al-Qur'an terbagi kepada dua bagian: Pertama diturunkan tanpa sebab atau pertanyaan sebelumnya. Kedua, diturunkan setelah adanya kasus (sebab) atau pertanyaan. Asbaabun-Nuzul adalah ilmu Al-Qur'an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al- Qur'an diturunkan. Ambil contoh misalnya, orang yang membolehkan minum khamar berdalil dengan firman Allah: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan ... (Q.S. Al-Ma'idah: 93). Seandainya mereka mengetahui sebab turunnya ayat ini, niscaya tidak akan berpendapat demikian (membolehkan minum khamar). Sebab turunnya ayat ini ialah bahwa ketika khamar diharamkan, mereka bertanya bagaimana dengan orang-orang yang meninggal sebelum ayat ini turun ? Maka diturunkanlah ayat tersebut. Contoh lain ialah firman Allah: ‫ا‬َ‫م‬َ‫ن‬ۡ‫ي‬َ‫أ‬َ‫ف‬ْ‫وا‬ُّ‫ل‬ َ‫و‬ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ث‬َ‫ف‬ُْ‫ه‬ ۡ‫ج‬ َ‫و‬ِْۚ‫ٱَّلل‬ maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.... (Q.S. al-Baqarah: 115). Kalau mengikuti penunjukan lafadnya maka orang yang shalat tidak wajib menghadap kiblat baik dalam safar maupun tidak. Tetapi setelah mengetahui sebab turunnya ayat ini, nyatalah bahwa ia dimaksudkan bagi orang yang shalat sunat dalam safar atau bagi orang yang shalat dengan tidak mengetahui arah DEFINISI DAN MAKNA ASBABUN NUZUL
  7. 7. Ibnu Daqiqil ‘Ied berpendapat: “Keterangan tentang Asbabun Nuzul adalah merupakan salah satu jalan yang tepat dalam memahami Al-Qur’an.” Ibnu Taimiyah berpendapat: “Ilmu Asbabun Nuzul akan membantu dalam memahami ayat, karena ilmu tentang sebab akan menimbulkan ilmu tentang akibat”. Dengan demikian akan jelaslah pentingnya ilmu Asbabun Nuzul sebagai bagian dari ilmu Al- Qur’an. Adapun faedah dari ilmu Asbabun Nuzul dapat disimpulkan sebagai berikut: Mengetahui bentuk hikmah rahasia yang terkandung dalam hukum. Menentukan hukum (takhshish) dengan sebab menurut orang yang berpendapat bahwa suatu ibarat itu dinyatakan berdasarkan khususnya sebab. Menghindarkan prasangka yang mengatakan arti hashr dalam suatu ayat yang zhahirnya hashr. Mengetahui siapa orangnya yang menjadi kasus turunnya ayat serta memberikan ketegasan bila terdapat keragu-raguan. Dan lain-lain yang ada hubungannya dengan faedah ilmu Asbaun Nuzul. MANFAAT MENGETAHUI ASBABUN NUZUL
  8. 8. Tahab pendahuluan dari suatu pelajaran memerlukan kecerdasan brilian, yang dapat menolong guru dalam menarik minat anak didik terhadap pelajarannya dengan berbagai media yang sesuai; serta memerlukan latihan dan pengalaman cukup lama yang dapat memberinya kebijakan dalam memilih metode pengajaran yang efektif dan sejalan dengan tingkat pengetahuan anak didik tanpa kekerasan atau dipaksakan. FAEDAH MENGETAHUI ASBABUN NUZUL DALAM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Di samping pendahuluan itu bertujuan membangkitkan perhatian dan minat belajar, juga bertujuan memberikan konsepsi menyeluruh mengenai tema pelajaran, agar guru dapat dengan mudah membawa anak didiknya dari hal-hal yang sifatnya umum pada yang khusus, sehingga semua materi pelajaran yang telah ditargetkan dapat dikuasai dengan detail sesudah anak didik itu memahaminya secara umum. Pengetahuan tentang asbabun nuzul merupakan media paling baik untuk mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan di atas dalam mempelajari al-Qur’anul Karim baik bacaan maupun tafsirnya.
  9. 9. Asbabun Nuzul ada kalanya berupa kisah tentang peristiwa yang terjadi, atau berupa pertanyaan yang disampaikan oleh shahabat kepada Rasulullah saw. untuk mengetahui hukum suatu masalah, sehingga al-Qur’an pun turun sesudah terjadi peristiwa atau pertanyaan tersebut. Seorang guru sebenarnya tidak perlu membuat pengantar pelajaran dengan sesuatu yang baru dan dipilihnya; sebab jika ia menyampaikan sebab nuzul, maka kisahnya itu sudah cukup untuk membangkitkan perhatian, menarik minat, memusatkan intelektual dan menyiapkan jiwa anak didik untuk menerima pelajaran, serta mendorong mereka untuk mendengarkan dan memperhatikannya. Mereka segera dapat memahami pelajaran itu secara umum dengan mengetahui asbabun nuzul karena di dalamnya terdapat unsur-unsur kisah yang menarik. Dengan demikian jiwa mereka terdorong untuk mengetahui ayat apa yang diturunkan sesuai dengan sebab nuzul itu serta rahasia-rahasia perundangan dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, yang kesemuanya itu memberikan petunjuk kepada manusia ke jalan kehidupan yang lurus, jalan menuju kekuatan, kemuliaan dan kebahagiaan. Para pendidik dalam dunia pendidikan dan pengajaran di bangku-bangku sekolah ataupun pendidikan umum, dalam memberikan bimbingan dan penyuluhannya perlu memanfaatkan konteks asbabun nuzul untuk memberikan rangsangan kepada anak didik yang tengah belajar dan masyarakat umum yang dibimbing. Cara demikian merupakan cara paling bermanfaat dan efektif untuk mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan tersebut dengan mempergunakan metode pemberian pengertian paling menarik dan bentuk paling tinggi.

×