Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
ASESMEN BAGI ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS
OLEH :
Agus Wagianto
APA ASESMEN ?
• Asesmen adalah Proses Pengumpulan Data Untuk
Tujuan Membuat Keputusan
• Istilah :
–
–
–
–
–

Pengukuran
Pe...
ASESMEN
• Refer to the gathering of relevant information to
help in making decisions regarding appropriate
goals and objec...
TEST-MEASUREMENT-EVALUATION
• Test is an instrument or systematic procedure for
observing and describing one or more chara...
• Evaluation is defined as the process of making
a value judgment about the worth of student’s
product or performance. (Ni...
PENGUKURAN
(MEASUREMENT)
1.Pemberian angka (kuantifikasi) kepada suatu
objek atau peristiwa menurut suatu ukuran atau
atur...
Contoh Pengukuran
1. Seutas tali dinyatakan memiliki panjang 1,5
meter, setelah dilakukan pembanding dengan alat
ukur mete...
PENILAIAN/EVALUASI
(EVALUATION)
1.Penetapan makna atau keputusan terhadap
sesuatu berdasarkan data hasil pengukuran
atau b...
ASESMEN DALAM PENDIDIKAN KHUSUS
• The systematic process of gathering educationally
relevant information to make legal and...
Jenis-jenis Keputusan
• Keputusan Sah (Legal Decisions)
terkait dengan pertanyaan : siapa yang sah
akan menerima layanan p...
ASPEK-ASPEK PENTING DALAM ASESMEN
1.

Asesmen adalah proses yang dilakukan terus menerus

2.

Sistematik  melibatkan tim ...
4. Mengumpulkan informasi dalam rangka membuat
keputusan penting tentang pendidikan yang diterima
di sekolah untuk anak be...
Istilah
• Asesmen ≠ testing ≠ diagnosis
• Test  salah satu jenis atau macam teknik
dalam asesmen
• Testing  salah satu k...
• Diagnosis  istilah dipinjam dari medis  yaitu
penyebab sakit atau kondisi-kondisi sakit di
kenali atau didagnosis sehi...
Kesimpulan :
Asesmen pendidikan khusus, seperti
pembelajaran khusus  berlaku secara
individual disesuikan dengan kebutuh...
Asesmen fokus pada informasi-informasi yang
berkaitan dengan pendidikan, sehingga dapat
dikembangkan IEP yang tepat dilak...
Keragaman/macam-macam prosedur
digunakan dalam asesmen  tidak dibatasi
hanya pada pengadministrasian tes-tes standar
Pa...
TUJUAN ASESMEN
1. Identifikasi/Menemukenali dan Referral
menemukenali siapa siswa yang disabilitas :
a. Screening (penjari...
2. Penentuan Pemenuhan Syarat
didasarkan pada 2 kriteria yang saling
berkaitan :
a. Masalah-masalah kinerja siswa di sekol...
3. Perencanaan Program
data dari asesmen dapat digunakan untuk
merancang IEP (individualized education
program) :
– Setela...
dan layanan yang dapat mempertahankan siswasiswa untuk tetap berada di kelas umum (jika
memungkinkan)
IEP harus dilengka...
4. Implemantasi Program dan Evaluasi
•

•
•

•

Memonitor kemajuan siswa-siswa dalam program
pendidikan  dikumpulkan oleh...
• Program Evaluasi :
– IEP untuk semua siswa dengan disabilitas dikaji
ulang secara periodik  oleh staff sekolah dan
oran...
Macam-macam Prosedur Asesmen
1. Asesmen formal
2. Asesmen informal
Asesmen Formal :
Suatu strategi prosedur asesmen yang
t...
Asesmen informal :
Adalah prosedur yang digunakan dalam
asesmen pendidikan untuk menentukan
kemampuan siswa/tingkat kinerj...
Prosedur Asesmen Informal
• Biasanya kurang terstruktur/strukturnya sangat
berbeda dari tes standar
• Dirancang sendiri ol...
• Meskipun prosedur informal memiliki
kekurangan dalam pensekoran  tetapi hasilnya
sesuai dengan pembelajaran karena pros...
• Pengamatan (observation)
• Asesmen berdasarkan kurikulum (curriculum
based asesment)  strategi asesmen informal
secara ...
Anak Berkebutuhan Khusus
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•

mental retardation
A hearing impairment (including deafness)
A speech or...
Pendekatan Kolaborasi dalam Tim
• Keputusan penting dalam pendidikan terkait
dengan siswa harus dilakukan oleh tim
• Karen...
• Setiap anggota tim mengumpulkan data siswa
dan menginterpretasikan dari perspektif
masing-masing, kemudian di share kepa...
1. Evaluasi dari pemenuhan syarat siswa-siswa
untuk layanan pendidikan khusus dan layanan
terkait lainnya
2. Memformulasik...
Anggota Tim dan Jenis Informasi
Anggota
Tim

JENIS INFORMASI
health

educators
parents

Social &
emotionsl
status

General...
Personil Sekolah
• Guru umum
• Guru khusus
• Pengurus Sekolah
Guru Umum
• Memberikan informasi tentang semua hal yang
berkaitan dengan perkembangan siswa 
terutama prestasi akademik, ...
– Dalam kegiatan asesmen guru umum dapat
menjelaskan seberapa baik siswanya yang
disabilitas menunjukkan kemajuan dalam
pe...
Guru Pendidikan Khusus
• Melaksanakan prosedur asesmen secara/lebih
mengarah individual
• Mengumpulkan data formal dan inf...
• Guru Khusus (sebagai bagian dari Tim) harus
mampu berkolaborasi dan memberikan
konsultasi dengan guru umum
• Guru khusus...
Pengelola Sekolah
• Kepala sekolah/wakil kepala sekolah
• Kepala Dinas/Pengawas Sekolah

ikut terlibat dalam memberikan mo...
Keluarga dan Siswa
• Orang tua dan anggota keluarga lainnya :
– Mereka lebih memahami tentang perilaku anak mereka
– Infor...
Siswa (terutama siswa kelas atas)
• Sebagai bagian dari tim dapat berkontribusi pada :
– Pengumpulan informasi tentang kin...
Personil Sekolah Lain (Dukungan)
Psikolog :
– Mengumpulkan data untuk membantu penentuan
apakah siswa syah/layak untuk men...
• Informasi dari psikolog di kombinasikan
dengan hasil informasi laporan akademik dari
guru  laporan dari psikolog akan d...
Speech-Language Pathologist
• terlibat dalam asesmen dan pembelajaran bagi
siswa dengan gangguan bicara dan bahasa
• Berta...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Asesmen bagi anak berkebutuhan khusus

26.279 Aufrufe

Veröffentlicht am

Veröffentlicht in: Bildung
  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

Asesmen bagi anak berkebutuhan khusus

  1. 1. ASESMEN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS OLEH : Agus Wagianto
  2. 2. APA ASESMEN ? • Asesmen adalah Proses Pengumpulan Data Untuk Tujuan Membuat Keputusan • Istilah : – – – – – Pengukuran Penilaian Tes Non tes Asesmen
  3. 3. ASESMEN • Refer to the gathering of relevant information to help in making decisions regarding appropriate goals and objectives, teaching strategies and program placement. (Taylor, 2000) • assessment is a broad term defined as a process for obtaining information that is used for making decisions about student, curricula and programs, and educational policy (Nitko, 2001)
  4. 4. TEST-MEASUREMENT-EVALUATION • Test is an instrument or systematic procedure for observing and describing one or more characteristic of a student using either a numerical scale or a classification scheme. Test is a concept narrower than assessment. (Nitko, 2001) • Measurament is defined as a procedure for assigning numbers (usually called scores) to a specified attribute or characteristic of a person in such a way that numbers describe the degree to which the person possessed the attribute. (Nitko, 2001)
  5. 5. • Evaluation is defined as the process of making a value judgment about the worth of student’s product or performance. (Nitko, 2001). • PENGUKURAN • (MEASUREMENT)
  6. 6. PENGUKURAN (MEASUREMENT) 1.Pemberian angka (kuantifikasi) kepada suatu objek atau peristiwa menurut suatu ukuran atau aturan tertentu. 2.Membandingkan sesuatu dengan susatu ukuran tertentu, secara kuantitatif.
  7. 7. Contoh Pengukuran 1. Seutas tali dinyatakan memiliki panjang 1,5 meter, setelah dilakukan pembanding dengan alat ukur meteran 2. Sebatang besi dinyatakan memiliki berat 3 kg setelah dilakukan pembandingan dengan alat penimbang berat 3. Seseorang dinyatakan mendapat skor 70 setelah mengikuti tes matematika 4. Seseorang dinyatakan memiliki IQ 110 setelah mengikuti tes kecerdasan
  8. 8. PENILAIAN/EVALUASI (EVALUATION) 1.Penetapan makna atau keputusan terhadap sesuatu berdasarkan data hasil pengukuran atau berdasarkan suatu aturan tertentu 2.Penilaian biasanya didahului oleh pengukuran, sehingga pengukuran sering dianggap bagian dari kegiatan penelitian
  9. 9. ASESMEN DALAM PENDIDIKAN KHUSUS • The systematic process of gathering educationally relevant information to make legal and instructional decisions about the provision of special services • Sebagai proses sistematik dalam mengumpulkan informasi yang terkait dengan pendidikan dengan tujuan untuk membuat keputusan legal dan keputusan pembelajaran tentang ketentuan/penentuan atau penyediaan layanan-layanan khusus. (McLoughlin dan Lewis, 2008:4)
  10. 10. Jenis-jenis Keputusan • Keputusan Sah (Legal Decisions) terkait dengan pertanyaan : siapa yang sah akan menerima layanan pendidikan khusus ? • Terkait dengan pendanaan untuk layanan pendidikan khusus, pengadaan ruang sumber, dan orang-orang yang terlibat. • Keputusan juga sangat bergantung pada ringan, sedang, dan beratnya disabilitas anak
  11. 11. ASPEK-ASPEK PENTING DALAM ASESMEN 1. Asesmen adalah proses yang dilakukan terus menerus 2. Sistematik  melibatkan tim multidipliner (mis: guru pendidikan khusus, psikolog, speech language clinical , dll) 3. Fokus pada pengumpulan informasi yang terkait pendidikan (mis: prestasi sekolah  menilai kemajuan siswa yang berkaitan dengan semua bidang dalam kurikulum sekolah  dalam prestasi akademik ; para ahli melihat keterampilan siswa di bidang bahasa, sosial, perilaku, kemampuan belajar siswa dan strategi-strategi yang tepat. Dalam lingkungan belajar; partisipasi siswa dalam belajar di kelas  semua informasi ini untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dan jenis/macam dukungan yang mereka perlukan umtuk keberhasilan di sekolah.
  12. 12. 4. Mengumpulkan informasi dalam rangka membuat keputusan penting tentang pendidikan yang diterima di sekolah untuk anak berkebutuhan khusus  keputusan tersebut untuk penentuan apakah siswa-siswa tersebut layak untuk mendapatkan layanan pendidikan khusus, pemilihan program yang tepat, dan penempatan siswa, membuat tujuan pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran dan bahan yang akan diajarkan dan melakukan monitor kemajuan siswa serta efektivitas pendekatan pembelajaran
  13. 13. Istilah • Asesmen ≠ testing ≠ diagnosis • Test  salah satu jenis atau macam teknik dalam asesmen • Testing  salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam asesmen • Asesmen  lebih luas  proses pengumpulan segala/seluruh data dan keputusan yang dihasilkan dari proses tersebut
  14. 14. • Diagnosis  istilah dipinjam dari medis  yaitu penyebab sakit atau kondisi-kondisi sakit di kenali atau didagnosis sehingga dapat ditawarkan pengobatan yang tepat • Diagnosis secara khusus akan nampak dalam pelabelan  mis: autism  label tersebut dikaitkan dengan perlakuan • Asesmen pendidikan tidak dirancang untuk mencari faktor penyebab dan pelabelan pada siswa atau penentuan layanan pendidikan yang didasarkan pada label
  15. 15. Kesimpulan : Asesmen pendidikan khusus, seperti pembelajaran khusus  berlaku secara individual disesuikan dengan kebutuhan setiap siswa disabilitas Data asesmen digunakan untuk membuat keputusan-keputusan tentang pemenuhan syarat bagi siswa untuk memperoleh layanan pendidikan khusus dan tentang jenis-jenis layanan yang diberikan
  16. 16. Asesmen fokus pada informasi-informasi yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga dapat dikembangkan IEP yang tepat dilaksanakan dan dimonitor. Asesmen juga fokus pada keterlibatan siswa dan kemajuan siswa dalam mengikuti kurikulum pendidikan umum Siswa bukan hanya satu-satunya subyek asesmen. Lingkungan belajar juga terus di nilai seperti; interaksi siswa dengan tugas-tugas kelas
  17. 17. Keragaman/macam-macam prosedur digunakan dalam asesmen  tidak dibatasi hanya pada pengadministrasian tes-tes standar Para ahli (profesional) mendorong untuk asesmen nonbias untuk semua siswa, khususnya dari kelompok budaya dan bahasa yang beragam Asesmen tidak berhenti ketika pembelajaran dimulai  program pembelajaran secara kontinyu dievaluasi dan dimonitor.
  18. 18. TUJUAN ASESMEN 1. Identifikasi/Menemukenali dan Referral menemukenali siapa siswa yang disabilitas : a. Screening (penjaringan) adalah kegiatan pengumpulan data dalam skala besar untuk menemukenali secara cepat (mis: Pemeriksaan Ketajaman penglihatan, tes pendengaran secara berkala) b. Prereferral Strategy ditujukan pada pemecahan masalah-masalah kinerja sekolah siswa secara individu  dimulai ketika guru umum melakukan konsultasi dengan guru lainnya di sekolah tentang pengalaman kesulitankesulitan siswa di sekolah
  19. 19. 2. Penentuan Pemenuhan Syarat didasarkan pada 2 kriteria yang saling berkaitan : a. Masalah-masalah kinerja siswa di sekolah b. Masalah-masalah tersebut dikaitkan dengan disabilitas
  20. 20. 3. Perencanaan Program data dari asesmen dapat digunakan untuk merancang IEP (individualized education program) : – Setelah kebutuhan-kebutuhan pendidikan siswa dikenali dan menjadi prioritas, lalu kembangkan tujuan yang ingin dicapai – Team IEP memutuskan jenis layanan pendidikan khusus dan layanan terkait  apa yang diperlukan/yang harus diperoleh siswa dan bantuan tambahan yang diperlukan
  21. 21. dan layanan yang dapat mempertahankan siswasiswa untuk tetap berada di kelas umum (jika memungkinkan) IEP harus dilengkapi dengan tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek, tempat pemberian pelayanan, jumlah waktu yang diperlukan, garis besar kemajuan siswa, dan informasi yang perlu disampaikan pada orang tua siswa tentang kemajuan siswa
  22. 22. 4. Implemantasi Program dan Evaluasi • • • • Memonitor kemajuan siswa-siswa dalam program pendidikan  dikumpulkan oleh guru dan yang lainnya tentang efektivitas pembelajaran dan jenis intervensi lainnya Biasanya bisa dilakukan dalam mingguan atau harian Beragam prosedur dapat digunakan, kebanyakan adalah dengan teknik informal (mis: pengamatan perilaku siswa, review pekerjaan siswa, pengukuran langsung kinerja di bidang keterampilan yang menjadi minatnya) Dalam tahapan ini asesmen dan pembelajaran tercampur berbaur bersama
  23. 23. • Program Evaluasi : – IEP untuk semua siswa dengan disabilitas dikaji ulang secara periodik  oleh staff sekolah dan orang tua untuk menguji kemajuan siswa dan hasil dari program serta diputuskan jika layanan pendidikan khusus harus dilanjutkan, modifikasi, atau tidak dilanjutkan.
  24. 24. Macam-macam Prosedur Asesmen 1. Asesmen formal 2. Asesmen informal Asesmen Formal : Suatu strategi prosedur asesmen yang terstruktur dengan bimbingan atau panduan khusus untuk pengadministrasian, pensekoran, dan interpretasi dari hasil (mis: tes standar  norm referenced test
  25. 25. Asesmen informal : Adalah prosedur yang digunakan dalam asesmen pendidikan untuk menentukan kemampuan siswa/tingkat kinerja siswa saat ini, dokumen kemajuan siswa dan perubahanperubahan langsung dalam program pembelajaran
  26. 26. Prosedur Asesmen Informal • Biasanya kurang terstruktur/strukturnya sangat berbeda dari tes standar • Dirancang sendiri oleh guru • Tujuannya adalah mengumpulkan informasi pembelajaran secara langsung • Ada bagian subyektifitas dalam rancangan asesmen informal terutama terkait pengadministrasian, pensekoran dan interpretasi
  27. 27. • Meskipun prosedur informal memiliki kekurangan dalam pensekoran  tetapi hasilnya sesuai dengan pembelajaran karena prosedur informal dapat menjelasan istilah-istilah pembelajaran • Alat dalam asesmen informal sangat bervariasi dalam bagaimana mengukur secara langsung kinerja siswa dan kondisi-kondisi pembelajaran, dalam beberapa kegiatan melibatkan siswa secara langsung, kegiatan lainnya bergantung pada informan seperti orang tua dan guru
  28. 28. • Pengamatan (observation) • Asesmen berdasarkan kurikulum (curriculum based asesment)  strategi asesmen informal secara jelas berkaitan dengan kurikulum
  29. 29. Anak Berkebutuhan Khusus • • • • • • • • • • • • mental retardation A hearing impairment (including deafness) A speech or language impairment A visual impairment (including blindness) A serious emotional disturbance An orthopedic impairment Autism Traumatic brain injury Other health impairment A specific learning disabilities Deaf-blindness Multiple disabilities who, by reason thereof, need special education and related service ( IDEA 2004 Final Regulation)
  30. 30. Pendekatan Kolaborasi dalam Tim • Keputusan penting dalam pendidikan terkait dengan siswa harus dilakukan oleh tim • Karena dengan pendekatan tim setiap orang membawa informasi yang diperlukan dari siswa dari berbagai perspektif • Tim harus beranggotkan orang tua siswa, profesional dalam pendidikan umum, guru pendidikan khusus, psikolog, medis, terapi wicara dan lainnya sesuai kebutuhan
  31. 31. • Setiap anggota tim mengumpulkan data siswa dan menginterpretasikan dari perspektif masing-masing, kemudian di share kepada anggota tim yang lain • Kemudian tim menganalisis semua informasi yang didapat termasuk orang tua siswa • Pendekatan tim bukan merupakan sesuatu yang baru dalam pendidikan khusus • Tim dapat melakukan keputusan sebagai berikut:
  32. 32. 1. Evaluasi dari pemenuhan syarat siswa-siswa untuk layanan pendidikan khusus dan layanan terkait lainnya 2. Memformulasikan program pembelajaran individual (PPI/IEP) 3. Melakukan evaluasi dan modifikasi PPI 4. Melakukan review secara periodik dari kebutuhan untuk pendidikan khusus dan layanan terkait
  33. 33. Anggota Tim dan Jenis Informasi Anggota Tim JENIS INFORMASI health educators parents Social & emotionsl status General Ability V Psychologists V V V Speechlanguage pathologists Conselor and social worker V V Students Medical Personnel Communicati ve status V V School Performance Motor Skill V V V V V V V V V V V Transition spesialist Motor skill specialist Transition Factors V V V
  34. 34. Personil Sekolah • Guru umum • Guru khusus • Pengurus Sekolah
  35. 35. Guru Umum • Memberikan informasi tentang semua hal yang berkaitan dengan perkembangan siswa  terutama prestasi akademik, keadaan sosial, dan keadaan emosional. • Informasi tentang keterampilan sosial siswa dalam berinteraksi dengan teman sebaya • Sumber utama : – Informasi tentang program pembelajaran dan prosedur yang digunakan dalam kelas – Orang pertama yang mengetahui/memahami respon siswa terhadap program atau prosedur
  36. 36. – Dalam kegiatan asesmen guru umum dapat menjelaskan seberapa baik siswanya yang disabilitas menunjukkan kemajuan dalam pembelajaran dengan kurikulum umum dibandingkan dengan siswa lainnya di kelas – Informasi-informasi ini dapat digunakan dalam menentukan jenis adaptasi dan akomodasi yang dibutuhkan siswa untuk mencapai keberhasilannya di kelas
  37. 37. Guru Pendidikan Khusus • Melaksanakan prosedur asesmen secara/lebih mengarah individual • Mengumpulkan data formal dan informal tentang keterampilan akademik, bidang bahasa, dan perilaku • Informasi yang didapat dari guru khusus + informasi dari guru umum  dapat membantu membuat keputusan tentang jenis-jenis layanan yang dibutuhkan oleh siswa disabilitas (ABK)
  38. 38. • Guru Khusus (sebagai bagian dari Tim) harus mampu berkolaborasi dan memberikan konsultasi dengan guru umum • Guru khusus berperan sebagai pengamat di kelas umum dan bekerja dengan tim untuk mengembangkan kemungkinan-kemungkinan strategi yang disesuaikan dengan masalah belajar dan perilaku siswa dalam kelas umum • Ketika ada siswa yang dirujuk untuk memperoleh layanan khusus, guru khusus memegang peran utama dalam proses asesmen
  39. 39. Pengelola Sekolah • Kepala sekolah/wakil kepala sekolah • Kepala Dinas/Pengawas Sekolah ikut terlibat dalam memberikan motivasi, dorongan dukungan dari program pendidikan khusus dan program inklusi berbagi informasi dan pengalaman atau pengetahuan tentang pilihan-pilihan program pendidikan khusus yang tepat.
  40. 40. Keluarga dan Siswa • Orang tua dan anggota keluarga lainnya : – Mereka lebih memahami tentang perilaku anak mereka – Informasi terkait dengan tingkat kemampuan saat ini – Informasi dari perspektif yang berbeda terutama tentang pengamatan mereka di rumah, tetangga, dan lingkungan masyarakat terdekat – Informasi tentang pengalaman pendidikan yang telah diikuti siswa, sejarah kesehatan anak/siswa, kemajuan dalam setiap perkembangannya.
  41. 41. Siswa (terutama siswa kelas atas) • Sebagai bagian dari tim dapat berkontribusi pada : – Pengumpulan informasi tentang kinerja siswa di sekolah (perasaannya, sikapnya, tujuan, dan aspirasi dimasa yang akan datang. – Dalam proses asesmen dapat berpartisipasi dalam prosedur asesmen formal dan informal – Menjawab pertanyaan wawancara yang ditujukan padanya – Melengkapi skala – Menjawab pertanyaan di kuesioner
  42. 42. Personil Sekolah Lain (Dukungan) Psikolog : – Mengumpulkan data untuk membantu penentuan apakah siswa syah/layak untuk mendapatkan program pendidikan khusus – Ahli yang bertanggungjawab untuk pengadministrasian dan interpretasi hasil dari tes formal  yang ditujukan pada tingkat inteligensi umum – Laporan asesmen yang dibuat psikolog ditujukan pada tingkat kemampuan umum siswa, status keterampilan khusus yang dibutukan dalam belajar, emosi dan perilaku
  43. 43. • Informasi dari psikolog di kombinasikan dengan hasil informasi laporan akademik dari guru  laporan dari psikolog akan digunakan oleh team (tim) dalam membandingkan kinerja aktual siswa di kelas dengan tingkat harapan prestasi siswa • Dalam merancang program pendidikan psikolog dapat membantu membangun tujuantujuan yang tepat dan memberi informasi tentang kemampuan belajar khusus
  44. 44. Speech-Language Pathologist • terlibat dalam asesmen dan pembelajaran bagi siswa dengan gangguan bicara dan bahasa • Bertanggungjawab untuk mengevaluasi keterampilan-keterampilan komunikasi siswa • Merujuk siswa pada spesialis lain jika dibutuhkan • Pemberian layanan pembelajaran langsung dan berkonsultasi dengan ahli lain yang bekerja dengan siswa tersebut • Prosedur asesmennya bisa formal dan informal

×