Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Peningkatan produksi flavonoid dan aktivitas antioksidan

44 Aufrufe

Veröffentlicht am

sucrose elicitor efect to improvement flavonoid production and antioxydant activity

Veröffentlicht in: Wissenschaft
  • Als Erste(r) kommentieren

Peningkatan produksi flavonoid dan aktivitas antioksidan

  1. 1. Peningkatan Produksi Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Stelechocarpus burahol (Blum) Hook.f & Thomson akibat Elisitor Sukrosa
  2. 2. Penguji 1 Dr. Y. Ulung Agraito, M.Si Penguji 2 Noor Aini Habibah, M.Si Penguji 3 Dr. Enni Suwarsi R., M.Si Oleh: Abdul Rosyid Al Muhammady
  3. 3. PENDAHULUAN BAB I
  4. 4. Latar Belakang Burahol mempunyai kandungan Flavonoid, tetapi terbatas dan termasuk tanaman langka Teknik kultur jaringan menggunakan elisitasi solusi produksi flavonoid tanpa merusak tanaman induk Modifikasi medium dan kondisi fisik dengan menambahkan sukrosa Kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan meningkat
  5. 5. Rumusan Masalah Adakah pengaruh elisitor sukrosa terhadap peningkatan produksi flavonoid kalus S. burahol? Adakah pengaruh elisitor sukrosa terhadap peningkatan aktivitas antioksidan kalus S. burahol? Berapa kadar sukrosa yang paling optimal untuk meningkatkan produksi flavonoid dan aktivitas antioksidan kalus S. burahol?
  6. 6. Tujuan dan manfaat penelitian Pengaruh elisitor sukrosa terhadap peningkatan produksi flavonoid kalus S. burahol dan aktivitas antioksidan kalus S. burahol serta kadar sukrosa yang paling optimal untuk meningkatkan produksi flavonoid dan aktivitas antioksidan kalus S. burahol. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai dasar pengembangan antioksidan bahan obat dari tanaman S. burahol.
  7. 7. TINJAUAN PUSTAKA BAB II
  8. 8. Tanaman Burahol Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Magnoliales Famili : Annonaceae Genus : Stelechocarpus Spesies : Stelechocarpus burahol (USDA, 2007)
  9. 9. Metabolit Sekunder (Taiz dan Ziger, 2010)
  10. 10. Metode Kultur Jaringan • Kultur sel tanaman dapat digunakan untuk memproduksi senyawa biokimia (Yusnita, 2003). • Memiliki kemampuan meningkatkan produksi metabolit sekunder (Jones et al., 1993). • Faktor yang mempengeruhi produksi metabolit sekunder (MS) adalah ekspresi sintesis MS, ekplan dan medium (Wink, 2010).
  11. 11. Elisitor & Elisitasi (Akula dan Ravishankar, 2011)
  12. 12. Aktivitas Antioksidan Antioksidan sebagian besar disebabkan karena adanya senyawa fenol seperti flavonoid dan asam fenolat (Waji dan Sugrani, 2009). Seyawa tersebut mempunyai gugus hidroksil yang tersubstitusi pada posisi orto dan para terhadap gugus –OH dan –OR. Senyawa fenol dalam tubuh berfungsi sebagai pelindung struktur sel,
  13. 13. Reaksi DPPH (Reynertson, 2007)
  14. 14. Hipotesis Terdapat pengaruh elisitor sukrosa terhadap peningkatan produksi flavonoid kalus S. burahol. Terdapat pengaruh elisitor sukrosa terhadap peningkatan aktivitas antioksi dan kalus S. burahol. Kadar sukrosa tertentu paling tepat untuk meningkatkan produksi flavonoid dan aktivitas antioksidan kalus S. burahol.
  15. 15. METODE BAB III
  16. 16. Waktu dan Tempat • Oktober 2016 sampai bulan Maret 2017 • Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Laboratorium Biokimia dan laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Laboratorium Biologi, FMIPA Unnes Subjek Penelitian Kalus berumur 8 minggu dari tangkai daun tanaman S.burahol yang diambil dari tanaman berumur kurang lebih 3 tahun di Laboratorium Bologi FMIPA, Unnes Variabel Penelitian • Bebas: konsentrasi elisitor sukrosa (0 g/L, 25 g/L, 30 g/L dan 35 g/L). • Tergantung: konsentrasi flavonoid dan aktivitas antioksidan • Kendali: kondisi fisik yang meliputi suhu, kelembaban, intensitas cahaya di ruang kultur
  17. 17. Induksi Kalus (tangkai daun Burahol) Kalus usia 8 minggu di-sub kultur pada medium perlakuan Kontrol (S0) Sukrosa 0 g/L 15 hari Perlakuan 3 (S3) Sukrosa 35 g/L 15 hari Perlakuan 2 (S2) Sukrosa 30 g/L 15 hari Perlakuan 1 (S1) Sukrosa 25 g/L 15 hari Analisis kadar falvonoid dan aktifvitas antioksidan
  18. 18. HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV
  19. 19. Rata-rata kadar flavonoid 1.269 3.487 1.901 0.215 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 0 25 30 35 KadarFlaonoid(mgEQ/gramkuersetin) Konsentrasi Sukrosa (g/L)
  20. 20. Tabel 4.1 Hasil Uji Anava Pengaruh Konsentrasi Sukrosa terhadap Peningkatan Kadar Flavonoid Jumlah Kuadrat df Rerata Kuadrat F Sig. Atar Kelompok 77.319 3 25.773 4.095 .018 Dalam Kelompok 151.065 24 6.294 Total 228.384 27 Konsentrasi penambahan sukrosa (g/L) Rata-rata kadar flavonoid (mg QE/gram ekstrak) 0 3 1,269 b 25 1 3,487 a 30 2 1,901 ab 35 4 0,205 b Tabel 4.1 Hasil Uji LSD Pengaruh Konsentrasi Sukrosa terhadap Peningkatan Kadar Flavonoid
  21. 21. Rata-rata Aktivitas Antioksidan 63 67 62 50 0 10 20 30 40 50 60 70 80 0 25 30 35 AktifitasAntioksidan(%) Konsentrasi Sukrosa (g/L)
  22. 22. Tabel 4.3 Hasil Uji Anava Pengaruh Konsentrasi Sukrosa terhadap Peningkatan Aktivitas Antioksidan Jumlah Kuadrat df Rerata Kuadrat F Sig. Antar Kelompok 1078.000 3 359.333 5.900 .004 Dalam Kelompok 1461.714 24 60.905 Total 2539.714 27 Konsentrasi penambahan Sukrosa (g/L) Rata-rata Aktivitas Antioksidan (%) 0 2 63 a 25 1 67 a 30 3 62 a 35 4 50 b Tabel 4.3 Hasil Uji Anava Pengaruh Konsentrasi Sukrosa terhadap Peningkatan Aktivitas Antioksidan
  23. 23. Pembahasan  Sukrosa sebagai prazat pembentuk flavonoid Sucrose Glucose 6-P Phosphoenol- piruvate Glikolisis • Ery- throse 4-P Pentosa Phospate patway Shikhimic Acid Patway Phenylalanine, thyrosine, tryptophane
  24. 24. Pembahasan  Sukrosa menyebabkan tekanan osmotik Memicu tekanan osmotik Sukrosa Memicu Pembentukan Phenylalanine Amonia Lyase (PAL) Tekanan Osmotik Memicu pelepasan gugus amin pada Penilalanin PAL Abcisic Acid (ABA) dianggap sebagai sinyal penanda tekanan osmotik
  25. 25. Lanjutan... Jalur asam malonat Penilalanin Phenylalanine Amonia Lyase (PAL) Trans- cinnamic acid P-cumaric acid P-cumaroyl Co A Chalcones Flavonoid
  26. 26. Pembahasan  Penurunan Kadar Flavonoid Memicu pembentukan Flavonoid Flavonoid berlebih Mekanis- me umpan balik negatif Sukrosa berlebih Sukrosa yang tersisa terkonversi menjadi asam organik dan CO2 Hal ini menyebabkan kadar flavonoid menurun
  27. 27. Pembahasan  Peningkatan Aktivitas Antioksidan Flavonoid meningkat Aktivitas Antioksidan Meningkat Ada gugus hidroksil yang tersubstitusi pada gugus ortho dan para
  28. 28. Pembahasan  Peningkatan Aktivitas Antioksidan Atom H Unsur reaktif RO Radikal Bebas OH : R
  29. 29. SIMPULAN DAN SARAN BAB V
  30. 30. Simpulan Berdasar pada hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh nyata elisitor sukrosa terhadap produksi flavonoid dan aktivitas antioksidan kalus S. burahol. Kadar flavonoid terbesar yang diperoleh pada perlakuan penambahan sukrosa 25 g/L, yaitu 3,487 mg EQ/gram ekstrak. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi optimal sukrosa adalah 25 g/L. Perlakuan penambahan sukrosa memberikan pengaruh nyata pada aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan mengalami tren meningkat pada konsentrasi sukrosa 25 g/L walupun tidak signifikan, cenderung menurun pada konsentrasi sukrosa lebih dari 30 g/L dan menurun secara signifikan pada konsentrasi sukrosa 35 g/L.
  31. 31. Saran Waktu perlakuan sebaiknya diperpanjang guna memperoleh hasil yang lebih optimal, hal ini bekaitan dengan respon yang timbul lebih lama pada tanaman berkayu khususnya S. burahol serta menambahkan sampel guna mendapatkan hasil yang lebih optimal.
  32. 32. Daftar Pustaka Reynertson, Kurt Allerslev. 2007. PHYTOCHEMICAL ANALYSIS OF BIOACTIVE CONSTITUENTS FROM EDIBLE MYRTACEAE FRUITS. A dissertation submitted to the Graduate Faculty in Biology in Partial fulfillment of the requirement for the degree of Doctor of Philosophy, The City Universiti of New York. Waji, R. A. & A. Sugrani. 2009. Flavonoid (Quercentin). Makalah Kimia Organik Bahan Alam. Makassar: Program S2 Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin. Akula, R. & Gokare A. R. 2011. Infuence of biotic stress signal on secondary metabolites in plant. Plant Signaling & Behavior. 6(11): 1720-1731. USDA. 2007. Klasifikasi Tanaman Kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook &Thomson).http://www.plants.usda.gov/core/profile?symbol=STBU2 [Diakses pada 15 Maret 2015] Wink, M. 2010. Fungtion and Biotechnology of Plant Secondary Metabolites. Oxford: Blackwell Publishing Yusnita. 2003. Kultur Jaringan. Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Jakarta: Agromedia Pustaka. Jones, H. G., T. J. Flowers & M.B. Jones. 1993. Plant Under Stress. London: Cambrige
  33. 33. TERIMA KASIH Jumat, 11 Agustus 2017

×