Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Drone Jurnalisme

G4J X6
XI Tel 6

by : Okky Yasirhan

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

Drone Jurnalisme

  1. 1. XI Tel 6
  2. 2. Pengertian Drone Jurnalisme • Drone Jurnalisme adalah penggunaan drone (pesawat tanpa awak) untuk kegiatan jurnalistik berupa pengambilan foto atau video. Drone, atau dikenal juga dengan Unmanned aerial vehicles (UAVS), yang banyak diberitakan oleh media adalah drone yang digambarkan sebagai sebuah objek yang memata-matai atau mengintai pihak musuh. Karena memang pada dasarnya drone ini dibuat untuk kebutuhan para militer yang mungkin kewalahan dalam mencari target musuh.
  3. 3. Drone secara umum, adalah kapal pesawat tanpa awak yang bisa menjelajahi wilayah yang menjadi target dengan hanya dikontrol dari jarak yang jauh. Jadi jurnalisme drone adalah penggunaan drone (pesawat tanpa awak) untuk kegiatan jurnalistik berupa pengambilan foto atau video.
  4. 4. Yang boleh menerbangkan drone adalah orang yang punya izin atau berlisensi. Salah satu stasiun tv di Indonesia mempunyai orang yang memang berlisensi untuk menerbangkan drone. Untuk mendapatkan lisensi itu, seseorang harus ditugaskan belajar di Kanada beberapa pekan. Memiliki lisensi, bukan lantas leluasa lagi menggunakan drone. Namun harus tetap mengindahkan beberapa aturan atau norma umum.
  5. 5. 1. Drone dilarang terbang pada malam hari. Juga dilarang terbang di keramaian. Sebab bisa dibayangkan jika drone yang memiliki berat rata- rata sekira 25 kilogram itu jatuh dan menimpa orang, bisa fatal akibatnya. 2. Penggunaan drone juga dilarang dia area bandara. 3. Larangan keras pemanfaatan drone juga berlaku untuk kepentingan kerja-kerja paparazi (ambil foto atau rekaman para selebriti dan tokoh terkenal atau berpengaruh secara sembunyi-sembunyi dan tanpa sepengetahuan selebritas atau tokoh yang menjadi obyeknya).
  6. 6. 4. Ketika akan menerbangkan drone, harus punya motivasi baik atau dalam rangka menghasilkan karya jurnalistik. Harus diperhatikan relevansi dan motifnya. Misalnya penggunaan drone untuk memantau atau mendapatkan foto dan rekaman wilayah yang terkena banjir atau kondisi kemacetan, tentu sangat baik. 5. Tak mengindahkan norma-norma di atas atau tak tahu aturan penggunaan drone, bisa berdampak buruk bagi penggunanya. Pengalaman ini dialami seorang jurnalis Al Jazeera saat menerbangkan drone di area sekitar Menara Eiffel, Paris, Prancis. Padahal, di Prancis ada larangan penggunaan drone oleh masyarakat sipil. Karena ulahnya itu, sang jurnalis itu terpaksa berurusan dengan aparat hukum setempat. Ia kemudian dihukum tiga bulan penjara.

×