SISTEM RELIGI NELAYAN
KELOMPOK 6
• NUR ABDULRAHMAN (D42114505)
• ULFAH ROJIYYAH (D42114512)
• YAKIP (D42114308)
PENDAHULUAN
SETIAP DAERAH DI INDONESIA MEMILIKI ADAT DAN KEPERCAYAAN
SENDIRI TERKAIT DENGAN PROSES PENANGKAPAN IKAN. BIASA...
SISTEM RELIGI DAN KEYAKINAN
SISTEM RELIGI DAN KEYAKINAN
KONSEP SYSTEM KEPERCAYAAN BERAKAR DARI SISTEM PENGETAHUAN DAN
PENG...
AGAMA PADA MASYARAKAT PESISIR
(NELAYAN)
AGAMA MERUPAKAN SALAH SATU FAKTOR KUAT YANG MENYETIR
SUATU TATANAN YANG ADA DI DAL...
ADAT ISTIADAT ATAU RITUAL PADA
MASYARAKAT PESISIR (NELAYAN)
SELAIN AGAMA, FAKTOR YANG JUGA MEWARNAI TATACARA
PENANGKAPAN I...
PROSES RITUAL KEPERCAYAAN YANG
DIANUT OLEH NELAYAN DARI BERBAGAI
MACAM DAERAH DI INDONESIA
1. SUKU BAJO
WALAUPUN SUKU BAJO...
2. SUKU BUGIS, MAKASSAR, DAN MADURA
NELAYAN BUGIS ,MAKASSAR DAN MADURA MEMILIKI RITUAL BERUPA
DOA DAN PENYEMBAHAN SESAJI U...
3. SUKU MANDAR
NELAYAN MANDAR MEMILIKI RITUAL LAUT, YANG TERKAIT DENGAN
PENGHIDUPANNYA DI LAUT, KEPERCAYAANNYA TERHADAP
PE...
SUKU LAMALERA
SUKU LAMALERA ADALAH SUKU YANG MENETAP DI KABUPATEN
LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR. RITUAL YANG BIASA DILAKUKA...
> LEPA NUA DEWE
SISTIM KEPERCAYAAN RITUAL INI DILAKUKAN UNTUK MELEPAS PUKAT
YANG UKURANNYA KECIL YANG DALAM BAHASA SETEMPA...
TERIMA KASIH
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Sistem religi nelayan

948 Aufrufe

Veröffentlicht am

sistem religi nelayan adalah sistem kepercayaan yang di anut masyarakat pesisir.

Veröffentlicht in: Ingenieurwesen
0 Kommentare
1 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
948
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
12
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
36
Kommentare
0
Gefällt mir
1
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Sistem religi nelayan

  1. 1. SISTEM RELIGI NELAYAN KELOMPOK 6 • NUR ABDULRAHMAN (D42114505) • ULFAH ROJIYYAH (D42114512) • YAKIP (D42114308)
  2. 2. PENDAHULUAN SETIAP DAERAH DI INDONESIA MEMILIKI ADAT DAN KEPERCAYAAN SENDIRI TERKAIT DENGAN PROSES PENANGKAPAN IKAN. BIASANYA MEMANG UNIK DAN MEMILIKI CIRI KHAS SENDIRI. KEUNIKAN DAN KEKHASAN TERSEBUT YANG MENJADI IDENTITAS DARI MASING- MASING DAERAH, TERUTAMA KARENA PERBEDAANNYA. PERBEDAAN CIRI KHAS TERSEBUT MUNCUL KARENA BEBERAPA SEBAB DI ANTARANYA LATAR BELAKANG AGAMA, ADAT ISTIADAT, DAN WARISAN TURUN-TEMURUN DARI NENEK MOYANG.
  3. 3. SISTEM RELIGI DAN KEYAKINAN SISTEM RELIGI DAN KEYAKINAN KONSEP SYSTEM KEPERCAYAAN BERAKAR DARI SISTEM PENGETAHUAN DAN PENGELOLAAN LOKAL ATAU TRADISIONAL (MITCHELI, 1997). SISTIM KEPERCAYAAN DIDASARKAN ATAS BEBERAPA KARAKTER PENGGUNAAN SUMBERDAYA (MATOWANYIKA, 1991), IALAH: 1. SEPENUHNYA PEDESAAN 2. SEPENUHNYA DIDASARKAN ATAS PRODUKSI LINGKUNGAN FISIK SETEMPAT 3. INTEGRASI NILAI EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA SERTA INSTITUSI DENGAN HUBUNGAN KELUARGA SEBAGAI KUNCI SISTEM DISTRIBUSI DAN KELUARGA SEBAGAI DASAR PEMBAGIAN KERJA 4. SISTIM DISTRIBUSI YANG MENDORONG ADANYA KERJASAMA 5. SISTIM PEMILIKAN SUMBERDAYA YANG BERAGAM, TETAPI SELALU TERDAPAT SYSTEM PEMILIKAN BERSAMA 6. SEPENUHNYA TERGANTUNG PADA PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN LOKAL.
  4. 4. AGAMA PADA MASYARAKAT PESISIR (NELAYAN) AGAMA MERUPAKAN SALAH SATU FAKTOR KUAT YANG MENYETIR SUATU TATANAN YANG ADA DI DALAM MASYARAKAT. TUNTUNAN AGAMA MERESAP HINGGA KE SETIAP SENDI-SENDI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. TUNTUNAN AGAMA MERUPAKAN NILAI YANG MENJADI LANDASAN DARI NORMA. LALU, APA HUBUNGAN NILAI INI DENGAN CIRI KHAS SUATU DAERAH DALAM KAITANNYA DENGAN PENANGKAPAN IKAN?. YAP, PENGARUH AGAMA MEMILIKI PERAN YANG BESAR DALAM TATA CARA PENANGKAPAN IKAN DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA. DI DALAM AGAMA ISLAM, HARI JUMAT MERUPAKAN HARI SUCI DIMANA UMAT MUSLIM TERUTAMA PRIA MELAKSANAKAN IBADAH SHOLAT JUMAT.
  5. 5. ADAT ISTIADAT ATAU RITUAL PADA MASYARAKAT PESISIR (NELAYAN) SELAIN AGAMA, FAKTOR YANG JUGA MEWARNAI TATACARA PENANGKAPAN IKAN DI INDONESIA ADALAH ADAT ISTIADAT. SALAH SATU ADAT ISTIADAT YANG KENTAL DI BEBERAPA DAERAH ADALAH LARUNG LAUT SALAH SATU ADAT ISTIADAT YANG KENTAL DI BEBERAPA DAERAH ADALAH LARUNG LAUT. LARUNG LAUT INI MERUPAKAN KIRIMAN PERSEMBAHAN KEPADA PENGUASA LAUT AGAR DIBERIKAN HASIL IKAN YANG MELIMPAH DAN PERLINDUNGAN PADA SAAT MEREKA MENANGKAP IKAN. LARUNG LAUT BIASA DILAKSANAKAN BERTEPATAN DENGAN MOMEN-MOMEN TERTENTU MISALNYA SYAWALAN. NELAYAN DI DAERAH DEMAK, JAWA TENGAH, BIASANYA MELAKUKAN RITUAL INI PADA AWAL BULAN SYAWAL.
  6. 6. PROSES RITUAL KEPERCAYAAN YANG DIANUT OLEH NELAYAN DARI BERBAGAI MACAM DAERAH DI INDONESIA 1. SUKU BAJO WALAUPUN SUKU BAJO BERAGAMA ISLAM, NAMUN MEREKA MASIH HIDUP DALAM DIMENSI LELUHUR. MASYARAKAT SUKU BAJO PERCAYA PANTANGAN- PANTANGAN LARANGAN MEMINTA SESUATU KEPADA TETANGGA SEPERTI MINYAK TANAH, GARAM, AIR ATAU APAPUN SETELAH MAGRIB. MEREKA JUGA PERCAYA DENGAN UPACARA TEBUS JIWA. MELEMPAR SESAJEN AYAM KE LAUT. ARTINYA KEHIDUPAN PASANGAN ITU TELAH DIPINDAHKAN KE BINATANG SESAJI. INI MISALNYA DILAKUKAN OLEH PEMUDA YANG INGIN MENIKAHI PEREMPUAN YANG LEBIH TINGGI STATUS SOSIALNYA.
  7. 7. 2. SUKU BUGIS, MAKASSAR, DAN MADURA NELAYAN BUGIS ,MAKASSAR DAN MADURA MEMILIKI RITUAL BERUPA DOA DAN PENYEMBAHAN SESAJI UNTUK MENGHADAPI DAN MELAWAN SEPERTI : RINTANGAN ARUS DAN OMBAK BESAR YANG DIARUNGINYA ,DALAMNYA LAUT YANG DISELAMI UNTUK MENCARI TERIPANG,BERBAHAYA DAN ANGKERNYA TEMPAT YANG KAYA SUMBER DAYANYA DAN ANCAMAN RAKSASA LAUT (GURITA,HIU,DAN PAUS).
  8. 8. 3. SUKU MANDAR NELAYAN MANDAR MEMILIKI RITUAL LAUT, YANG TERKAIT DENGAN PENGHIDUPANNYA DI LAUT, KEPERCAYAANNYA TERHADAP PENGUASA ALAM SEMESTA (ALLAH SWT), ALAM GAIB DAN HAL-HAL YANG MEMBAHAYAKAN DI LAUT. TUHAN DAN ALAM GAIB MENJADI PUSAT DARI PELAKSANAAN RITUAL. NABI KHIDIR DIREPRESENTASIKAN SEBAGAI PENGUASA LAUT. TUJUAN UTAMA DARI RITUAL NELAYAN MANDAR ADALAH UNTUK MENDAPATKAN REZEKI YANG MEMADAHI, PERLINDUNGAN DARI TUHAN AGAR TERHINDAR DARI BAHAYA LAUT (KAWAO, BADAI, HANTU LAUT DAN SEBAGINYA). DEMIKIAN JUGA UNTUK MENDAPATKAN BAROKAH DARI ALLAH SWT. RITUAL DIBAGI 3: RITUAL KONSTRUKSI (RITUAL PEMBUATAN PERAHU HINGGA PENURUNAN AWAL PERAHU KE LAUT). RITUAL PRODUKSI (RITUAL SEBELUM MELAKSANAKAN PEKERJAAN MELAUT). RITUAL DISTRIBUSI (BERUPA UPACARA SYUKURAN HASIL TANGKAPAN DAN RITUAL SYUKURAN AWAL BULAN RAMADHAN).
  9. 9. SUKU LAMALERA SUKU LAMALERA ADALAH SUKU YANG MENETAP DI KABUPATEN LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR. RITUAL YANG BIASA DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT NELAYAN SETEMPAT YAKNI: > BITO BERUE MERUPAKAN SUATU SISTIM KEPERCAYAAN RITUAL YANG DILAKUKAN OLEH NELAYAN SETEMPAT SEBELUM MENGGUNAKAN SAMPAN/JUKU BARU. ACARA INI BIASANYA DILAKUKAN DI PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN-BAHAN SEPERTI AYAM JANTAN YANG JENGGERNYA MASIH UTUH. JENGGER AYAM DIPOTONG OLEH TUA ADAT LAUT (AHO MALE) , LALU DARAHNYA DIOLES DISEKELING SAMPAN/JUKU BARU.
  10. 10. > LEPA NUA DEWE SISTIM KEPERCAYAAN RITUAL INI DILAKUKAN UNTUK MELEPAS PUKAT YANG UKURANNYA KECIL YANG DALAM BAHASA SETEMPAT DISEBUT NORO. JENIS PUKAT INI MERUPAKAN ALAT TANGKAP TRADISIONAL MASYARAKAT SETEMPAT UNTUK MENANGKAP IKAN SERDIN DAN TEMBANG BIASANYA PADA MUSIM-MUSIM TERTENTU SELALU MUNCUL DIPERAIRAN LAUT DAERAH SETEMPAT DALAM JUMLAH YANG SANGAT BANYAK. > BRUHU BRITO MERUPAKAN SUATU TRADSI OLEH MASYARAKAT NELAYAN SETEMPAT SEBELUM MELEPAS PUKAT BARU UNTUK MENANGKAP JENIS IKAN SELAIN TEMBANG. > TULA LOU WATE UPACARA INI MERUPAKAN TRADISI DALAM MEMBERI MAKAN KEPADA ”LELUHUR DI LAUT” DENGAN MAKSUD MEMANGGIL IKAN AGAR IKAN DAPAT BERKUMPUL DAN MEMBERIKAN HASIL TANGKAPAN YANG BANYAK.
  11. 11. TERIMA KASIH

×