04

230 Aufrufe

Veröffentlicht am

Veröffentlicht in: Business, Wirtschaft & Finanzen
0 Kommentare
0 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
230
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
3
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
5
Kommentare
0
Gefällt mir
0
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

04

  1. 1. DALAM BAHAN KULIAH MM (2) Oleh: RAVIK KARSIDI 1
  2. 2. SALAH SATU ILMU YANG RELATIF BARU DASAR PEMBAHASAN “ORGANIZATIONAL BEHAVIOUR AND MANAGEMENT” Karya Ivancevich dan Mattison Berbeda dengan WEBER:“HANYA MELIHAT ORGANISASI SEBAGAI BIROKRASI YANG RASIONAL DAN ‘DINGIN’ (IMPERSONAL) SAJA” 2
  3. 3.  ORGANISASI MENCAKUP SEGALA KEHIDUPAN. TERBANYAK DARI WAKTU KITA BERADA DALAM ORGANISASI SEPERTI KERJA, SEKOLAH, KESOSIALAN, KEWARGA- NEGARAAN, PERIBADATAN, DAN LAIN SEBAGANYA. ORGANISASI TAK DAPAT “BERJALAN” TANPA MANAJEMEN  MAKA MANAJEMEN MELAKSANAKAN FUNGSI YANG GENERIK UNTUK MENCAPAI SEGALA TUJUAN. 3
  4. 4. DALAM MENCAPAI TUJUAN UNTUKMERAIH KEUNTUNGAN DIPERLUKANORGANISASI ORGANISASI SANGAT BESAR PENGARUHNYA TERHADAP DIRI KITA 4
  5. 5. MANAJEMEN PERILAKU ORGANISASIBerorientasi pada  MENGAPA KINERJA KINERJA “RENDAH ATAU TINGGI”? (PERFORMANCE)  BAGAIMANA KINERJA MEMPERBAIKINYA? • HAL-HAL INI BERTALIAN DENGAN SIFAT- SIFAT INDIVIDU DAN SIFAT-SIFAT MASYARAKAT • KINERJA ORGANISASI DIPENGARUHI OLEH FAKTOR-FAKTOR KULTURAL 5
  6. 6. • WEBER: - MENGEMBANGKAN PEMIKIRAN BIROKRASI YANG BERSIFAT RASIONAL DAN IMPERSONAL. - MELIHAT ORGANISASI TAK UBAHNYA SEBAGAI MESIN, UNTUK MENCAPAI TUJUAN.• ETZIONI (1961) KONSEP UTAMANYA COMPLIANCE, YAITU “IS RELATIONSHIP CONSISTING OF POWER EMPLOYED BY SUPERIORS TO CONTROL SUBORDINATE AND THE ORIENTATION OF THE SUBORDINATES TO THIS POWER”. MEMUAT TIGA SUMBER PENGUASAAN UTAMA (PERINTAH, ASET EKONOMI, DAN NILAI-NILAI NORMATIF)• IVANCEVICH DAN MATTISON ... 6
  7. 7. • IVANCEVICH DAN MATTISON TIGA HAL YANG PENTING, yaitu: • ADANYA ORGANISASI ADALAH MUTLAK PERLU DALAM KEHIDUPAN ORANG KARENA ORGANISASI MAMPU MELAKUKAN YANG TIADA AKAN DAPAT DILAKUKAN SECARA INDIVIDUAL. DALAM ORGANISASI ITU DUA HAL YANG MENONJOL IALAH MANAJER DAN PROSES ORGANISASI. >> KEDUANYA SECARA TERPADU MENIMBULKAN PERUBAHAN (CHANGE) YANG TERUS MENERUS DAN PERUBAHAN INI MENIMBULKAN PENINGKATAN OUTPUT >> MENGGUNAKAN CARA PENDEKATAN HUMANISTIK, YANG SAMA SEKALI BERBEDA DENGAN PENDEKATAN YANG RASIONALISTIK DAN IMPERSONALISTIK. DALAM CARA PENDEKATANNYA ITU MANAJER SANGAT MEMPERHATIKAN BURUH. >>BURUH ADALAH ASET PERUSAHAAN TERPENTING DAN BERGANTUNG PADA PARTISIPASI BURUHLAH PROFIT MAXIMIZATION ITU TERCAPAI. 7
  8. 8. b. MANAJER: MANAJER TIDAK BOLEH TERPERANGKAP OLEH RUTINITAS, SEBALIKNYA IA SELALU HARUS KREATIF, HARUS MEMILIKI KEMAMPUAN DIAGNOSTIK DAN BERTINDAK (BERDASARKAN DIAGNOSE ITU). >>YANG MENJADI PERHATIAN TERUS MENERUS ADALAH PERILAKU KERJA, MOTIVASI, MEMBERIKAN GANJARAN DAN HUKUMAN. >>MENGHADAPI STRES KERJA  HARUS DIHADAPI DENGAN KREATIFITAS, BUKAN SECARA RUTIN. >>MENUMBUHKAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN KERJA (ABILITY TO WORK) UNTUK MENIMBULKAN KINERJA (PERFORMANCE). >>MOTIVASI PERILAKU ADALAH: MEMBANGKITKAN, MEMULAI MELUMINTUKAN (SUSTAINED) DAN MENGHENTIKAN. 8
  9. 9. C. BURUH>>MANAJEMEN SANGAT MENEKANKAN ARTI BURUH SEBAGAI ASET PERUSAHAAN TERPENTING, BAHKAN SEBAGAI “PARTNER” PERUSAHAAN.ORGANISASI, MANAJER DAN BURUH BERINTERAKSI DALAM :(1) PENGAMBILAN KEPUTUSAN: BURUH DIAJAK IKUT SERTA (BERPARTISIPASI ATAU TIDAK)(2) KOMUNIKASI: KEMAMPUAN MANAJEMEN UNTUK MENERIMA, MELANJUTKAN DAN BERTINDAK ATAS DASAR INFORMASI SATU SAMA LAIN(3) SOSIALISASI DAN PERKEMBANGAN KARIR BURUH: SANGAT BERGUNA UNTUK BERLANJUTNYA PERUSAHAAN DAN PENINGKATAN OUTPUT PERUSAHAAN(4) MENCAPAI EFEKTIFITAS PERUSAHAAN, HAL INI TERGANTUNG KEPADA: ADAPTASI PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN, SEHINGGA MENIMBULKAN 9 KEPUASAN UNTUK MENUJU SURVIVAL
  10. 10. (Menurut Prof. Koentjaraningrat)• TIDAK ACHIEVEMENT ORIENTED• ORIENTASI KEMUA LEMAH, MAKA TIDAK MENABUNG DAN TIDAK HEMAT• PELARIAN KE ALAM KEBATINAN• PERCAYA TERLALU BESAR KEPADA NASIB• KONFORMITAS, ORANG TIDAK BISA MENONJOL• MENTALITAS YANG MEREMEHKAN MUTU• MENTALITAS SUKA MENERABAS• LEMAHNYA JIWA BERSAING• TAK PERCAYA DIRI SENDIRI• KETERGANTUNGAN KEPADA ORANG LAIN DAN KEPADA ATASAN• MUTU KERJA MENURUN 10
  11. 11. MENEGAKKAN MANAJEMEN PERUSAHAAN YANG MANUSIAWI (HUMANISTIC) PERANGAI MANAJEMEN KE ARAH POWER MOTIVE (BUKAN ACHIEVEMENT MOTIVE) (Sidharta) PERANGAI MANAJEMEN SEBAGAI MENTALITAS YANG SUKA MENERABAS ( Koentjaraningrat) PERANGAI MANAJEMEN SEBAGAI “MENGHA- LALKAN SEGALA CARA” (Erman Radjaguguk) MANAJEMEN SEBAGAI PERANGAI SEKULAR “TANPA ETIK” ( Andreas BD) 11
  12. 12. YANG PERLU DITEKANKAN ADALAH: • PERBAIKAN GAJI/UPAH DAN FASILITAS KERJA • PENINGKATAN KETRAMPILAN • DISIPLIN KERJA • KEULETAN KERJA • TANGGUNGJAWAB • OTONOMI DAN KEMANDIRIAN • MAKNA KERJA (MEANINGFULNESS) • MENGHILANGKAN STRESS KERJA 12 (Herman Soewardi)
  13. 13. • MENERAPKAN SEMBOYAN “MEMANDANG BURUH SEBAGAI ASET PERUSAHAAN”• BEKERJA KERAS DAN ULET• TEBALNYA RASA MUTU TINGGI• KEPERCAYAAN KEPADA DIRI• OTONOMI ATAU KEMANDIRIAN• KERJASAMA SESAMA BURUH DAN DENGAN PARA ATASAN 13
  14. 14. • PERLUNYA DITERAPKAN MANAJEMEN YANG BERETIKA TINGGI• SEMUA AGAMA YANG ADA SEBAGAI SUMBER ETIKA• MELALUI AGAMANYA MASING- MASING, ORANG BERPEGANG TEGUH KEPADA ETIKA, DAN SAMA- SAMA MENGHORMATI ETIKA 14
  15. 15. BUSINESS AND SCIETY AN INTERACTIVE SYSTEM SOCIETY BUSINESS 15
  16. 16. NONMARKET STAKEHOLDERS OF BUSINESS COMMUNITIES GENERAL GOVERN- PUBLIC MENTS BUSINESS FIRM BUSINESS ACTIVIST SUPPORT GROUPS GROUPS MEDIA 16
  17. 17. THE MULTIPLE RESPONSIBILITIES OF BUSINESS ECONOMIC LEGAL RESPONSIBILITY RESPONSIBILITY SOCIAL RESPONSIBILITY 17
  18. 18. MARKET STAKEHOLDERS OF BUSINESS EMPLOYEESDISTRIBUTORSWHOLESALERS STOCK RETAILERS HOLDERS BUSINESS FIRMCUSTOMERS CREDITORS SUPPLIERS 18
  19. 19. WAJIB:LAWRENCE, ANNE T. ET ALL, 2005. BUSINESS SOCIETY ( STAKE HOLDERS, ETHICS, PUBLIC POLICY), Mc.GRAW HILL. ( BAB. 5, 6, 17, DAN 18) TAMBAHAN:ETZIONI, AMITAI, 1961, A COMPARATIVE ANALYSIS OF COMPLEX ORGANIZATIONS, THE FREE PRES OF SLENCOSE, USAGEERTZ, C, 1963, AGRICULTURE INVOLUTION, THE PROCESS OF ECOLOGICAL CHANGE IN INDONESIA, UNIV. OF CALIFORNIA, PRES, BERKELEY, USAIVANCEVICH DAN MATTISON, 1937, ORGANIZATION BEHAVIOR AND MANAGEMENT, USAKOENTJARANINGRAT, 1983, KEBUDAYAAN, MENTALITAS DAN PEMBANGUNAN, GRAMEDIA, JAKARTALAIN2 BACAAN ( DISAMPAIKAN SAAT KULIAH) 19

×