PENGANTAR REKAYASA DAN
DESAIN
PERENCANAAN PERTAMBANGAN EMAS ALUVIAL
OLEH:
WILLIAM GUNAWAN 164 14 035
OVILIA WENAS 164 14 0...
BAB 1
TUJUAN PERENCANAAN PROYEK
PERTAMBANGAN EMAS ALLUVIAL
ADAPUN TUJUAN PERENCANAAN PROYEK PERTAMBANGAN EMAS ALUVIAL ADAL...
BAB 2
METODOLOGI
• PROSPEKSI
• EKSPLORASI
• PENAMBANGAN
• PENGOLAHAN TAMBANG
• PENGANGKUTAN
• PEMASARAN
• REKLAMASI
BAB III
KEGIATAN PROSPEKSI
KEGIATAN PROSPEKSI DILAKUKAN DENGAN METODE PEMETAAN GEOLOGI, PEMETAAN ENDAPAN ALLUVIAL, PEMERCONTOHAN G...
EKSPLORASI
METODE EKSPLORASI LANGSUNG DILAKUKAN SETELAH ADANYA PROSES PEMETAAN PADA TAHAP SEBELUMNYA. METODE EKSPLORASI
LA...
PENAMBANGAN
ADA TIGA TAHAP DALAM KEGIATAN PENAMBANGAN, ANTARA LAIN
1. PENGUPASAN LAPISAN PENUTUP (OVER BURDEN ).
2. PEMBON...
PENAMBANGAN METODE HIYDRAULICKING
KEMBALI
PENGOLAHAN TAMBANG
1. COCENTRATION SEPARATION
2. EXTRACTION
3. REFINING
KEMBALI
CONCENTRATION SEPARATION
a. GRAVITY SEPARATION / PEMISAHAN GAYA BERAT
b. LIQUATION SEPARATION / PEMISAHAN PENCAIRAN
c. FRO...
EXTRACTION
a. AMALGAMASI
AMALGAMASI ADALAH PROSES PENYELAPUTAN PARTIKEL EMAS OLEH AIR RAKSA DAN MEMBENTUK AMALGAM (AU – HG...
REFINING
1. SMELTING
2. SIZE REDUCTION
3. PARTING
4. MELTING KEMBALI KE
PENGOLAHAN
TAMBANG
SMELTING
PROSES REDUKSI BIJIH (ABU HASIL ROASTING ATAU CAKE HASIL ELECTROWINNING) PADA SUHU TINGGI
(1.200OC) HINGGA MENDAP...
SIZE REDUCTION
MEREDUKSI DORE BULLION (AU-AG ALLOY) YANG MASIH BERUKURAN BESAR MENJADI BUTIRAN-BUTIRAN
KECIL, SEBELUM DIPR...
PARTING
PROSES UNTUK MEMISAHKAN EMAS DENGAN PERAK DAN LOGAM DASAR DARI DORE BULLION ( AU-AG
ALLOY ) DENGAN LARUTAN ASAM NI...
MELTING
SELANJUTNYA MINERAL DORE BULLION DILEBUR DENGAN PENAMBAHAN BORAX (NA2B4O7•10H2O). TUJUAN
PEMAKAIAN BORAX DI SINI A...
PENGANGKUTAN
1. MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENGANGKUT ATAU MEMBAWA MATERIAL ATAU
ENDAPAN BAHAN GALIAN DARI FR...
PEMASARAN
1. DIPASARKAN SECARA LANGSUNG MAUPUN DIOLAH TERLEBIH DAHULU
2. MEMPERHATIKAN BIAYA PENGANGKUTAN DAN PENGOLAHAN
3...
REKLAMASI TAMBANG
KEGIATAN YANG BERTUJUAN MEMPERBAIKI ATAU MENATA KEGUNAAN LAHAN YANG TERGANGGU SEBAGAI AKIBAT
KEGIATAN US...
BAB 3
HASIL YANG DICAPAI
1. TERWUJUDNYA PERTAMBANGAN SESUAI PROSEDUR DAN EKONOMIS.
2. JUMLAH EMAS YANG DITAMBANG MAKSIMAL ...
BAB 4
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
ADA TUJUH PROSES DALAM PERENCANAAN PERTAMBANGAN EMAS ALUVIAL, YAITU EKPLORASI, STUDI
KELA...
DAFTAR PUSTAKA
• HTTP://WWW.MINERALTAMBANG.COM/CEBAKAN-SEKUNDER.HTML
• HTTP://WWW.MENLH.GO.ID/KEGIATAN-PERTAMBANGAN-INTAN-...
ADA PERTANYAAN ?
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH 
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Pengantar rekayasa dan desain pertambangan emas alluviall

1.095 Aufrufe

Veröffentlicht am

0 Kommentare
1 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
1.095
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
7
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
45
Kommentare
0
Gefällt mir
1
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Pengantar rekayasa dan desain pertambangan emas alluviall

  1. 1. PENGANTAR REKAYASA DAN DESAIN PERENCANAAN PERTAMBANGAN EMAS ALUVIAL OLEH: WILLIAM GUNAWAN 164 14 035 OVILIA WENAS 164 14 040 PANGESTU SOEKARNO 164 14 045 RAFIERDY MUHAMMAD 164 14 050 RESIAYU KINASIH 164 14 055 HANIF MUSLIM AMARI 164 14 060
  2. 2. BAB 1 TUJUAN PERENCANAAN PROYEK PERTAMBANGAN EMAS ALLUVIAL ADAPUN TUJUAN PERENCANAAN PROYEK PERTAMBANGAN EMAS ALUVIAL ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 1. MENGHASILKAN TONASE BIJIH PADA TINGKAT PRODUKSI YANG TELAH DITENTUKAN DENGAN BIAYA YANG SEMURAH MUNGKIN, 2. MENGHASILKAN ALIRAN KAS (CASH FLOW) YANG AKAN MEMAKSIMALKAN BEBERAPA KRITERIA EKONOMIK SEPERTI RATE OF RETURN ATAU NET PRESENT VALUE.
  3. 3. BAB 2 METODOLOGI • PROSPEKSI • EKSPLORASI • PENAMBANGAN • PENGOLAHAN TAMBANG • PENGANGKUTAN • PEMASARAN • REKLAMASI BAB III
  4. 4. KEGIATAN PROSPEKSI KEGIATAN PROSPEKSI DILAKUKAN DENGAN METODE PEMETAAN GEOLOGI, PEMETAAN ENDAPAN ALLUVIAL, PEMERCONTOHAN GEOKIMIA DAN KONSENTRAT MINERAL BERAT DAN ANALISIS LABORATORIUM. 1. METODE PEMETAAN GEOLOGI • METODE INI DILAKUKAN UNTUK MENGAMATI JENIS BATUAN, PERUBAHAN SATUAN BATUAN DAN SEBARANNYA, STRUKTUR GEOLOGI DAN INDIKASI MINERALISASI. 2. PEMETAAN ENDAPAN ALLUVIAL • METODE INI DILAKUKAN UNTUK MEMPERKIRAKAN BATAS-BATAS VERTIKAL DAN LATERAL, DENGAN MEMBUAT PENAMPANG TERUKUR DARI SUMUR UJI. 3. PEMERCONTOAN GEOKIMIA DAN KONSENTRAT MINERAL BERAT • METODE INI DILAKUKAN DENGAN MENGAMBIL CONTOH ENDAPAN SUNGAI AKTIF DENGAN SARINGAN FRAKSI-80 MESH. PENGAMBILAN CONTOH KONSENTRAT MINERAL BERAT PADA ENDAPAN ALLUVIAL YANG TERBUKA DENGAN CARA CHANNEL SAMPLING PADA SUMUR-SUMUR UJI DENGAN VOLUME SEKITAR 10 LITER. 4. ANALISIS LABORATORIUM • BERUPA ANALISIS PETROGRAFI, ANALISIS MINERAGRAFI, ANALISIS MINERALOGI BUTIR, ANALISIS GEOKIMIA TERHADAP UNSUR AU, AG, CU, PB, DAN ZN. KEMBALI
  5. 5. EKSPLORASI METODE EKSPLORASI LANGSUNG DILAKUKAN SETELAH ADANYA PROSES PEMETAAN PADA TAHAP SEBELUMNYA. METODE EKSPLORASI LANGSUNG IALAH METODE EKSPLORASI YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KONDISI PERMUKAAN TANAH, TERHADAPAN EMAS YANG AKAN DICARI. BEBERAPA METODE NYA ADALAH : 1. PEMETAAAN GEOLOGI 2. SUMUR UJI 3. SAMPLING 4. PEMBORAN EKSPLORASI 5. SETELAH DIADAKAN PENYELIDIKAN GEOLOGI DIADAKAN PULA PENYELIDIKAN GEOFISIKA UNTUK MENGETAHUI JUNLAH CADANGAN EMAS DI DALAM CEBAKAN.INI SEMUA UNTUK MENENTUKAN APAKAH TAMBANG EMAS INI EKONOMIS ATAU TIDAK. PENAMBANGAN EMAS ALLUVIAL DENGAN METODE SEMPROT AKAN DILAKUKAN SETELAH SEMUA DATA TERKUMPUL. KEMBALI
  6. 6. PENAMBANGAN ADA TIGA TAHAP DALAM KEGIATAN PENAMBANGAN, ANTARA LAIN 1. PENGUPASAN LAPISAN PENUTUP (OVER BURDEN ). 2. PEMBONGKARAN ENDAPAN BIJIH TERSEBUT. 3. PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ANTARA KONSENTRAT (MINERAL YANG DIKEHENDAKI) DAN TAILING (KOTORAN YANG MENYERTAI ).
  7. 7. PENAMBANGAN METODE HIYDRAULICKING KEMBALI
  8. 8. PENGOLAHAN TAMBANG 1. COCENTRATION SEPARATION 2. EXTRACTION 3. REFINING KEMBALI
  9. 9. CONCENTRATION SEPARATION a. GRAVITY SEPARATION / PEMISAHAN GAYA BERAT b. LIQUATION SEPARATION / PEMISAHAN PENCAIRAN c. FROTH FLOTATION / PEMISAHAN PENGAPUNGAN KEMBALI KE PENGOLAHAN TAMBANG
  10. 10. EXTRACTION a. AMALGAMASI AMALGAMASI ADALAH PROSES PENYELAPUTAN PARTIKEL EMAS OLEH AIR RAKSA DAN MEMBENTUK AMALGAM (AU – HG) b. SIANIDASI TERDIRI DARI DUA TAHAP PENTING, YAITU PROSES PELARUTAN / PELINDIAN ( LEACHING ) DAN PROSES PEMISAHAN EMAS (RECOVERY) DARI LARUTAN KAYA. PELARUT YANG BIASA DIGUNAKAN DALAM PROSES CYANIDASI ADALAH SODIUM CYANIDE ( NACN ), POTASSIUM CYANIDE ( KCN ) , CALCIUM CYANIDE [ CA(CN)2 ], ATAU AMMONIUM CYANIDE ( NH4CN ). PALING SERING DIGUNAKAN ADALAH NACN, KARENA MAMPU MELARUTKAN EMAS LEBIH BAIK DARI PELARUT LAINNYA. KEMBALI KE PENGOLAHAN TAMBANG
  11. 11. REFINING 1. SMELTING 2. SIZE REDUCTION 3. PARTING 4. MELTING KEMBALI KE PENGOLAHAN TAMBANG
  12. 12. SMELTING PROSES REDUKSI BIJIH (ABU HASIL ROASTING ATAU CAKE HASIL ELECTROWINNING) PADA SUHU TINGGI (1.200OC) HINGGA MENDAPATKAN MATERIAL LELEHAN. KEMBALI KE REFINING
  13. 13. SIZE REDUCTION MEREDUKSI DORE BULLION (AU-AG ALLOY) YANG MASIH BERUKURAN BESAR MENJADI BUTIRAN-BUTIRAN KECIL, SEBELUM DIPROSES KE TAHAP PARTING. IDEALNYA BESARAN BUTIRAN SEKITAR DIAMETER 2-3 MM DENGAN KADAR EMAS 25% ATAU KURANG. BILA PERLU DILAKUKAN QUARTERING, YAITU MENURUNKAN KADAR EMAS DENGAN PENAMBAHAN YANG TEPAT DARI TEMBAGA ATAU PERAK AGAR TERCAPAI KADAR EMAS 25%. KEMBALI KE REFINING
  14. 14. PARTING PROSES UNTUK MEMISAHKAN EMAS DENGAN PERAK DAN LOGAM DASAR DARI DORE BULLION ( AU-AG ALLOY ) DENGAN LARUTAN ASAM NITRAT ( HNO3 ). DIPASARAN KITA DAPAT TEMUKAN ASAM NITRAT KADAR 68%. KEMBALI KE REFINING
  15. 15. MELTING SELANJUTNYA MINERAL DORE BULLION DILEBUR DENGAN PENAMBAHAN BORAX (NA2B4O7•10H2O). TUJUAN PEMAKAIAN BORAX DI SINI ADALAH SELAIN UNTUK MENGIKAT KOTORAN YANG MASIH ADA, JUGA UNTUK MENAHAN BULLION AGAR TIDAK BETERBANGAN SAAT TERKENA HEMBUSAN DARI BLANDER NANTINYA. KEMBALI KE REFINING
  16. 16. PENGANGKUTAN 1. MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENGANGKUT ATAU MEMBAWA MATERIAL ATAU ENDAPAN BAHAN GALIAN DARI FRONT PENAMBANGAN KE TEMPAT PENGOLAHAN UNTUK PROSES LEBIH LANJUT. 2. PROSES PENGANGKUTAN INI MENGGUNAKAN DUMP TRUCK. 3. JUMLAH TRUK YANG AKAN DIGUNAKAN TERGANTUNG DARI BANYAKNYA MATERIAL EMAS HASIL PENAMBANGAN YANG AKAN DIANGKUT. KEMBALI
  17. 17. PEMASARAN 1. DIPASARKAN SECARA LANGSUNG MAUPUN DIOLAH TERLEBIH DAHULU 2. MEMPERHATIKAN BIAYA PENGANGKUTAN DAN PENGOLAHAN 3. MENJUAL SESUAI KEINGINAN PEMESANAN KONSUMEN KEMBALI
  18. 18. REKLAMASI TAMBANG KEGIATAN YANG BERTUJUAN MEMPERBAIKI ATAU MENATA KEGUNAAN LAHAN YANG TERGANGGU SEBAGAI AKIBAT KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN, AGAR DAPAT BERFUNGSI DAN BERDAYA GUNA SESUAI PERUNTUKANNYA. ADAPUN LINGKUP REKLAMASI ADALAH SEBAGAI BERIKUT 1. REKONSTRUKSI TANAH 2. REVEGETASI 3. PENANGANAN POTENSI AIR ASAM TAMBANG 4. PENGATURAN DRAINASE 5. TATA GUNA LAHAN PASCATAMBANG KEMBALI
  19. 19. BAB 3 HASIL YANG DICAPAI 1. TERWUJUDNYA PERTAMBANGAN SESUAI PROSEDUR DAN EKONOMIS. 2. JUMLAH EMAS YANG DITAMBANG MAKSIMAL DAN MENGUNTUNGKAN PERUSAHAAN.
  20. 20. BAB 4 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ADA TUJUH PROSES DALAM PERENCANAAN PERTAMBANGAN EMAS ALUVIAL, YAITU EKPLORASI, STUDI KELAYAKAN, PENAMBANGAN, PENGOLAHAN TAMBANG, PENGANGKUTAN,, PEMASARAN, DAN KEGIATAN PASCA TAMBANG, YAITU REKLAMASI. PROSES PENAMBANGAN MEMPERHATIKAN BERBAGAI ASPEK, SEPERTI ASPEK EKONOMISNYA, LINGKUNGAN, MAUPUN MASYARAKAT SEKITAR. KONSEP PERTAMBANGAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN
  21. 21. DAFTAR PUSTAKA • HTTP://WWW.MINERALTAMBANG.COM/CEBAKAN-SEKUNDER.HTML • HTTP://WWW.MENLH.GO.ID/KEGIATAN-PERTAMBANGAN-INTAN-ALUVIAL-OLEH-PT-GALUH-CEMPAKA/ • HTTP://WWW.IDORECRUSHER.COM/2/PERALATAN-PENAMBANGAN-ALUVIAL.HTML
  22. 22. ADA PERTANYAAN ? SEKIAN DAN TERIMA KASIH 

×