MULTIKULTURALISME DAN 
MEDIA
WHAT 
• MULTIKULTURALISME DARI TIGA KATA: 
1. MULTI: BANYAK. 
2. KULTUR: BUDAYA. 
3. ISME: IDEOLOGI, CITA-CITA. 
* MULTIKU...
WHY 
• PADA HAKIKATNYA HIDUP MAJEMUK 
(PLURAL), APALAGI INDONESIA YANG 
BHINNEKA TUNGGAL IKA. 
• PENYERAGAMAN MELAWAN HUKU...
WHEN 
• 1970-AN MENGEMUKA DI DUNIA. 
• DI INDONESIA PASCA REFORMASI 1998 YANG 
DITANDAI KERUSUHAN RASIAL (TIONGHOA), 
KONF...
WHERE 
• ACEH (1976-2006): KETIDAKADILAN EKONOMI 
MENYULUT KEKERASAN ETNIK SELAMA 30 
TAHUN. 
• WETU TELU DI LOMBOK: SEJAR...
WHO 
• ORANG SUMBA YANG SEBAGIAN MASIH 
MEMELUK KEPERCAYAAN MARAPU TAK 
DIAKUI OLEH NEGARA. KRISTEN PROTESTAN 
YANG DIPELU...
HOW 
• BAGAIMANA MASYARAKAT DAYAK 
MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN TRADISINYA 
(LADANG BERPINDAH MISALNYA) DI TENGAH 
EKSPANSI PE...
MEDIA 
• MEDIA AS VOICE OF VOICELESS, PEMIHAKAN 
KEPADA MARGINALITAS. BUKAN KEPADA 
MAYORITAS, MAINSTREAM. MISALNYA DALAM ...
JURNALIS 
• NEWSROOM DAN RUNDOWN ADALAH ARENA 
KONTESTASI. WAWASAN DAN IDEOLOGI 
JURNALIS BERTARUNG DI SITU 
• ENYAHKAN ST...
RELATIVISME BUDAYA 
DAN PRINSIP JURNALISTIK 
• KARENA TAK ADA BUDAYA YANG PALING BENAR, 
KEHIDUPAN SEBENARNYA MENJADI RELA...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Media dan Multikulturalisme

423 Aufrufe

Veröffentlicht am

Media & Multikulturalisme

Persentasi berikut adalah salah satu materi yang diberikan dalam Workshop Pers Kampus "Meliput Isu Keberagaman" di Bali dari Ramdan Malik, jurnalis di MNC TV

Veröffentlicht in: News & Politik
0 Kommentare
0 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
423
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
5
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
7
Kommentare
0
Gefällt mir
0
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Media dan Multikulturalisme

  1. 1. MULTIKULTURALISME DAN MEDIA
  2. 2. WHAT • MULTIKULTURALISME DARI TIGA KATA: 1. MULTI: BANYAK. 2. KULTUR: BUDAYA. 3. ISME: IDEOLOGI, CITA-CITA. * MULTIKULTURALISME: KOMITMEN KEPADA KERAGAMAN BUDAYA (COMMITMENT TO CULTURAL DIVERSITY).
  3. 3. WHY • PADA HAKIKATNYA HIDUP MAJEMUK (PLURAL), APALAGI INDONESIA YANG BHINNEKA TUNGGAL IKA. • PENYERAGAMAN MELAWAN HUKUM ALAM DAN FASIS, KARENA ITU MEDIA --IS THE MESSAGE-- HARUS MELAWANNYA.
  4. 4. WHEN • 1970-AN MENGEMUKA DI DUNIA. • DI INDONESIA PASCA REFORMASI 1998 YANG DITANDAI KERUSUHAN RASIAL (TIONGHOA), KONFLIK ETNIK (SAMPIT), PERANG AGAMA (AMBON), KEKERASAN AGAMA (BOM BALI).
  5. 5. WHERE • ACEH (1976-2006): KETIDAKADILAN EKONOMI MENYULUT KEKERASAN ETNIK SELAMA 30 TAHUN. • WETU TELU DI LOMBOK: SEJARAH SINKRETISME AGAMA (EKSPANSI KERAJAAN KARANGASEM DARI BALI DAN AJARAN ALA WALI SONGO SUNAN PRAPEN) MEMUNCULKAN WAJAH ISLAM BERBEDA YANG TIDAK DISUKAI NAHDHOTUL WATHON (ORGANISASI ISLAM MAYORITAS DI LOMBOK).
  6. 6. WHO • ORANG SUMBA YANG SEBAGIAN MASIH MEMELUK KEPERCAYAAN MARAPU TAK DIAKUI OLEH NEGARA. KRISTEN PROTESTAN YANG DIPELUK SEBAGIAN MASYARAKAT SUMBA KEMUDIAN,DALAM PRAKTIKNYA, BERBAUR DENGAN MARAPU (TERBELAH SECARA PSIKOLOGIS DALAM UPACARA KEMATIAN, MISALNYA, ATAU SINKRETIS?).
  7. 7. HOW • BAGAIMANA MASYARAKAT DAYAK MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN TRADISINYA (LADANG BERPINDAH MISALNYA) DI TENGAH EKSPANSI PERKEBUNAN , PERTAMBANGAN, HPH, SERTA TRANSMIGRASI? • ETNISITAS AKHIRNYA BERKELINDAN DENGAN KECEMBURUAN EKONOMI (BOM WAKTU DI KALIMANTAN, SEPERTI KASUS TRANSMIGRAN BALI DI LAMPUNG).
  8. 8. MEDIA • MEDIA AS VOICE OF VOICELESS, PEMIHAKAN KEPADA MARGINALITAS. BUKAN KEPADA MAYORITAS, MAINSTREAM. MISALNYA DALAM KASUS PENYERANGAN AHMADIYAH DAN SYIAH. • MEDIA, TERUTAMA TELEVISI, LEBIH MEREKAM PERISTIWA KEKERASAN (WHAT), BUKAN KENAPA KEKERASAN ITU TERJADI (WHY) DAN DAMPAKNYA (HOW). REZIM RATING/SHARE YANG MENGUTAMAKAN GAMBAR DINAMIS SERTA EMOSI PELAKU DAN KORBAN MENGEMUKA.
  9. 9. JURNALIS • NEWSROOM DAN RUNDOWN ADALAH ARENA KONTESTASI. WAWASAN DAN IDEOLOGI JURNALIS BERTARUNG DI SITU • ENYAHKAN STEREOTYPE (PRASANGKA) DAN STIGMA (CAP NEGATIF) TERHADAP KELOMPOK YANG BERBEDA. MISALNYA: ORANG PEGAYAMAN DI BALI MALING DAN PEMBUNUH.
  10. 10. RELATIVISME BUDAYA DAN PRINSIP JURNALISTIK • KARENA TAK ADA BUDAYA YANG PALING BENAR, KEHIDUPAN SEBENARNYA MENJADI RELATIF. WARTAWAN PUN HARUS MENANGGALKAN DIRINYA, MEMAHAMI BUDAYA TERTENTU DARI KACAMATA PELAKU ATAU PEMILIK BUDAYA ITU. • PRINSIP JURNALISTIK YANG AKURAT, BERIMBANG (COVER BOTH SIDES), DAN OBYEKTIF SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MEMETAKAN PERSOALAN-PERSOALAN PELIK PASCA REFORMASI.

×