Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi

on

  • 4,814 Views

Model Pembelajaran Saintifik Mapel

Model Pembelajaran Saintifik Mapel

Statistiken

Views

Gesamtviews
4,814
Views auf SlideShare
4,786
Views einbetten
28

Actions

Gefällt mir
2
Downloads
258
Kommentare
0

1 Einbettung 28

http://www.slideee.com 28

Zugänglichkeit

Kategorien

Details hochladen

Uploaded via as Microsoft Word

Benutzerrechte

© Alle Rechte vorbehalten

Report content

Als unangemessen gemeldet Als unangemessen melden
Als unangemessen melden

Wählen Sie Ihren Grund, warum Sie diese Präsentation als unangemessen melden.

Löschen
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Sind Sie sicher, dass Sie...
    Ihre Nachricht erscheint hier
    Processing...
Kommentar posten
Kommentar bearbeiten

Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi Document Transcript

  • 1. Kata Pengantar Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, kemurahan-Nya naskahPendukung pembelajaran Kurikulum karena berkat 2013 ini dapat diselesaikan.Naskah ini kami beri judul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran dengan Pendekatan Saintifik”. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan penilaian autentik. pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar. Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sehubungan hal tersebut, maka naskah ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan guru yang terkait dengan pengembangan persiapan pembelajaran. Semoga naskah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, untuk memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dan jerih payah saudara-saudara sekalian. Dalam penyusunan naskah ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini kami terima dengan tangan terbuka. Akhirnya, mudah-mudahan naskah ini dapat berguna dan membantu siapa saja yang membaca dan membutuhkan khususnya guru mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan pembelajaran.
  • 2. DAFTAR ISI Kata Pengantar i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULIAN A. Latar Belakang B. Tujuan 2 C. Ruang Lingkup 2 D. Landasan Hukum BAB II 1 3 PEMBELAJARAN KOMPETENSI A. Pembelajaran Pendekatan Saintifik B. Penilaian Autentik BAB III 5 8 ANALISIS KOMPETENSI A. Prosedur Analisis B. Hasil Analisis BAB IV 10 16 PENUTUP 35 DAFTAR PUSTAKA 36 Lampiran Contoh RPP 37
  • 3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut disusun standar pendidikan nasional, terdiri atas: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses berkewajiban dan disebutkan menyusun sistematis agar bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dengan strategi yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, menyebutkan bahwa Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013. Kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa dikuasai oleh peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan
  • 4. pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat. Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan kurikulum 2013 secara terbatas pada 1.270 SMA di 33 provinsi pada 295 kabupaten/kota mulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Untuk mendukung implementasi pelaksanaan kurikulum tersebut pemerintah telah melatih guru inti dan guru sasaran serta menyediakan silabus, buku guru, dan buku siswa untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk mata pelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku-buku yang ada (dari kurikulum 2006 dan buku sebelumnya) mulai menerapkan kurikulum 2013 mengacu pada silabus yang telah disediakan. Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan langkah pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang bisa memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. B. Tujuan Secara umum tujuan penulisan naskah ini adalah membantu guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan buku sumber yang ada. Secara khusus naskah ini bertujuan: Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar (1) Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus mata pelajaran (2) Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik (3) Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian (4) Merancang penilaian otentik C. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah ini terdiri atas: (1) Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik (2) Langkah-langkah analisis kompetensi;
  • 5. (3) Penilaian otentik; dan (4) Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) D. Landasan Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan 4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor …. Tentang Silabus
  • 6. BAB II PEMBELAJARAN KOMPETENSI Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga perolehan (proses psikologis) ranah yang kompetensi berbeda. Sikap tersebut memiliki lintasan diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengevaluasi, dan mencipta. menanya, mencoba, mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, Keterampilan menalar, menyaji, diperoleh melalui aktivitas mengamati, dan mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Penguatan pendekatan penyingkapan/penelitian saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). Prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan perubahan paradigma: (1) peserta didik diberi tahu menjadi peserta didik mencari tahu; (2) guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3) pendekatan tekstual menjadi pendekatan proses pembelajaran berbasis pembelajaran parsial menekankan jawaban sebagai konten menjadi penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; (4) menjadi pembelajaran pembelajaran tunggal terpadu; berbasis kompetensi; (5) (6) pembelajaran yang menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif;
  • 7. (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. A. Pendekatan Pembelajaran saintifik Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah.Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (Alfred De Vito, 1989). Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni, 2000; &Semiawan, 1998). Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secara terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu
  • 8. dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan: 1992). Model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston, 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran. Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup siswa melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990). Sesuai dengan karakteristik fisika sebagai bagian dari natural science, pembelajaran fisika harus merefleksikan kompetensi sikap ilmiah, berfikir ilmiah, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data/informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. (1) Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak.
  • 9. (2) Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk konsep, prisnsip, prosedur, hukum dan teori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi (critical thingking skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah. (3) Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa untuk memperkuat pemahaman konsep dan prinsip/prosedur dengan mengumpulkan data, mengembangkan kreatifitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar termasuk mesin komputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini. (4) Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Data yang diperoleh dibuat klasifikasi, diolah, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasa dalam kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktifitas antara lain menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik. Hasil kegiatan mencoba dan mengasosiasi memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi (higher order thinking skills) hingga berpikir metakognitif. (5) Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk karya. Kelima pengalaman belajar (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan menkomunikasikan) merupakan standar minimal yang harus dibelajarkan kepada siswa melalui model model pembelajaran yang sesuai dengan materi biologi. Pengalaman belajar tersebut bisa terlaksana pada berbagai model-model pembelajaran antara lain pada pembelajaran kolaboratif: Contoh Pembelajaran Kolaboratif Guru ingin mengajarkan tentang konsep, penggolongan sifat, fakta, atau mengulangi informasi tentang objek. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu (card sort). Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini.
  • 10. Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori. Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama. Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekanhya. Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik, buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting. Macam-macam Pembelajaran Kolaboratif Banyak metode yang dipakai dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini: JP = Jigsaw Proscedure. Pembelajaran dilakukan dengan cara peserta didik sebagai anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda mengenai suatu pokok bahasan. Agar masingmasing peserta didik anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan, tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasari pada rata-rata skor tes kelompok. STAD = Student Team Achievement Divisions. Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Anggotaanggota dalam setiap kelompok bertindak saling membelajarkan. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu peserta didik lainnya. Penilaian didasari pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok peserta didik CI = Complex Instruction Titik tekan metode ini adalam pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan, khususnya dalam bidang sains, matematika, dan ilmu pengetahuan sosial. Fokusnya adalah menumbuhkembangkan ketertarikan semua peserta didiksebagai anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para peserta didik yang sangat heterogen. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. TAI = Team Accelerated Instruction. Metodeini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/kolaboratif dengan pembelajaran individual. Secara bertahap, setiap peserta didik sebagai
  • 11. anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Setelah itu dilakspesertaan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar, setiap peserta didik mengerjakan soal-soal berikutnya. Namun jika seorang peserta didik belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar, ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasari pada hasil belajar individual maupun kelompok. CLS = Cooperative Learning Stuctures. Pada penerapan metode pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua peserta didik (berpasangan). Seorang peserta didik bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua peserta didik yang saling berpasangan itu berganti peran. LT = Learning Together. Pada metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan peserta didik yang beragam kemampuannya. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok. TGT = Teams-Games-Tournament. Pada metode ini, setelah belajar bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasari pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok peserta didik. GI = Group Investigation. Pada metode ini semua anggota kelompok dituntut untuk merencpesertaan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melakspesertaannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. AC = Academic-Constructive Controversy. Pada metode ini setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan,
  • 12. hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya. CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition. Pada metode pembelajaran ini mirip dengan TAI. Metode pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para peserta didik saling menilai kemampuan membaca, menulis dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya Peserta didikdapat membentuk jejaring yang lebih luas dengan menginformasikan/ berbagi tentang hasil penugasan, proyek atau makalah melalui berbagai media. B. Penilaian Autentik Penilaian autentik (authentic assessment) menurut beberapa sumber sebagaimana tertulis dalam Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: (1) American Library Association mendefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevan dalam pembelajaran; (2) Newton Public School, mengartikan penilaian autentik sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik; dan (3) Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisis oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antar sesama melalui debat, dan sebagainya. Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lainlain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA. Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen assesmeni yang memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas: membaca dan
  • 13. meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusi kelas. Penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Penilaian autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran. Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan menggunakan jurnal, penilaian diri, dan/atau penilaian antar teman. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Penilaian keterampilan melalui tes praktik, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. 1. Pengamatan Sikap Penilaian sikap melalui pengamatan dapat menggunakan jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Jurnal adalah catatan pendidik yang sistematis di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal dapat memuat penilaian siswa terhadap aspek tertentu secara kronologis. Kriteria penilaian jurnal adalah sbb: Mengukur capaian kompetensi sikap yang penting. Sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator. Menggunakan format yang sederhana dan mudah diisi/digunakan. Dapat dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis. Memungkinkan untuk dilakukannya pencatatan yang sistematis, jelas dan komunikatif. Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik menuntun guru untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik.
  • 14. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ranah sikap Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah keterampilan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah pengetahuan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. Penilaian antar teman adalah penilaian yang dilakukan terhadap sikap seorang peserta didik oleh seorang (atau lebih) peserta didik lainnya dalam suatu kelas atau rombongan belajar. Penilaian ini merupakan bentuk penilaian untuk melatih peserta didik penilai menjadi pembelajar yang baik.Instrumen sesuai dengan kompetensi dan indikator yang akan diukur. Kriteria penilaian antar teman adalah sbb: • Indikator dapat dilakukan melalui pengamatan oleh peserta didik • Kriteria penilaian dirumuskan secara simpel atau sederhana • Menggunakan bahasa lugas dan dapat dipahami peserta didik • Menggunakan format penilaian sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik • Kriteria penilaian yang digunakan jelas, tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda • Indikator menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya • Instrumen dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid) • memuat indikator kunci atau esensial yang menunjukkan penguasaan satu kompetensi peserta didik
  • 15. • Indikator menunjukkan sikap yang dapat diukur • Mampu memetakan sikap peserta didik dari kemampuan pada level terendah sampai kemampuan tertinggi. 2. Tes tertulis. Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. 3. Tes Lisan. Tes lisan adalah tes yang menuntut siswa memberikan jawaban secara lisan. Pelaksanaan Tes lisan dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Kriteria Tes lisan adalah sbb: Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf pengetahuan yang hendak dinilai. Pertanyaan tidak boleh keluar dari bahan ajar yang ada. Pertanyaan diharapkan dapat mendorong siswa dalam mengkontruksi jawabannya sendiri. disusun dari pertanyaan yang sederhana ke pertanyaan yang komplek. 4. Penilaian Melalui Penugasan. Instrumen penugasan dapat berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang harus dikerjakan oleh peserta didik, baik secara individu atau kelompok, sesuai dengan karakteristik tugas. Kriteria penugasan adalah sbb:
  • 16. Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik. Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri. Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik. Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum. Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok. Untuk tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota. Tugasharusbersifat adil (tidak bias gender atau latar belakang sosial ekonomi). Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas. Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas. 5. Tes Praktik. Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. (Juknis PHB PPMP Kemdikbud, 2013). Kriteria Tes Praktik adalah sbb: Tugas mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik. Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas. Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik, Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum Tugasbersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi) Task untuk Tes Praktik, diperlukan penyusunan rubrik penilaian, rubrik tersebut harus memenuhi syarat sbb: Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid). Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi). Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur. Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik. Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik. 6. Penilaian Proyek
  • 17. Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, danproduk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. 7. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan berdasarkan beberapa dimensi. refleksi peserta didik, dan dievaluasi
  • 18. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.Fokus penilaian portofolio adalahkumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.
  • 19. BAB III ANALISIS KOMPETENSI A. Prosedur Analisis Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan, komptensi inti dan kompetensi dasar. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan. Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu. Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar. Rumusan standar kompetensi lulusan seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 tahun 2013 untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut. Dimensi Sikap Kualifikasi Kemampuan Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan Memiliki pengetahuan metakognitif dalam faktual, ilmu konseptual, pengetahuan, prosedural, dan teknologi,seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Kompetensi inti tingkat SMA terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat kompetensi ke lima yang mencakup kelas X dan kelas XI, dan tingkat kompetensi keenam untuk kelas XII. Rumusan kompetensi yang relelevan bagi kelas X sesua Peraturan Menteri
  • 20. Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai berikut. Kompetensi Deskripsi Kompetensi Sikap Spiritual 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Sikap Sosial 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan 3. Memahami, faktual, menerapkan, konseptual, dan menganalisis prosedural, dan pengetahuan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Keterampilan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan Hubungan empat kompetensi inti dalam lingkup standar kompetensi lulusan adalah sebagai berikut.
  • 21. Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut (1) Melakukan linearisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI 4 sesuai materi pokok seperti tabel berikut ini. Kompetensi Dasar (KI 3) 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan seharihari. Kompetensi Dasar (KI 4) 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. . Materi Pokok (Dalam Silabus) Permasalahan biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan Cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradapan bangsa Metode Ilmiah: mengidektifikasi masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, menentukan variabel, mengolah data, mengkomunikasikan Keselamatan Kerja Dan seterusnya cara (2) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 3 dan materi pokok (silabus) menjadi materi pembelajaarn yang terdiri atas: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
  • 22. (3) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang terkait dengan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Tahapan penyusunan indikator dari tingkat yang terendah sampai tertinggi, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. (4) Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan yang diperlukan untuk mengembangkan sikap sosial dan sikap religius. (5) Mengidentifikasi nilai-nilai sikap dari KI 2 dan KI 1 yang relevan (6) Merancang penilaian sikap. Prosedur analisis dapat diilustrasikan dengan diagram berikut ini. Materi Pokok (Silabus) Materi Pembelajara n Fakta, Konsep, Prinsip, dan Prosedur Penillaian (Silabus) Alternatif Kegiatan Pembelajaran: Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi, dan Mengomunikasi kan Indikator Sikap, Pengethuan, dan Keterampilan untuk Penilaian Lulusan yang : Cerdas, Kreatif, Produktif, dan Bertanggung jawab Pembelajaran (Silabus) 1. Pengembangkan Materi pembelajaran Pengembangan materi pembelajaran merujuk pada materi pokok dalam silabus dan kompetensi dasar yang termuat dalam kompetensi inti ke tiga (pengetahuan).Dalam penjabaran materi pembelajaran tetap diperlukan untuk melihat linierisai dengan kompetensi inti ke empat (keterampilan). Hasil pengembangan materi pembelajaran dikelompokan dalam empat kategori, yaitu: (1) Fakta, merupakankejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, disentuh, atau diamati atau materi yang berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda dan lain sebagainya
  • 23. (2) Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain konsep merupakan suatu penghubung antara fakta-fakta yang saling berhubungan. Materi konsep berupa pengertian, definisi, hakikat, inti isi. Contoh konsep tentang zat cair (kelompok benda-benda seperti air, minyak, alkohol, bensin, dan spiritus) adalah zat yang mempunyai ciri-ciri bentuk selalu berubah sesuai bentuk wadah/tempat yang ditempatinya, volume dan beratnya selalu tetap, dapat mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah, tidak dapat dimampatkan. Konsep adalah kristalisasi dari fakta yang telah didefinisikan. (3) Prinsip, merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaiatan atau lebih dikenal berupa dalil, rumus, postulat, adagium dan paradigma. Prinsip IPA bersifat analitik, sebab merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari berapa contoh. Contoh yang merupakan prinsip adalah jika air dipanaskan maka akan menguap. Prinsip yang menghubungkan adalah konsep air, konsep panas, dan konsep penguapan. Termasuk ke dalam kategori prinsip adalah hukum, teori, dan azas. (4) Prosedur, merupkan sederatan langkah yang bertahap dan sistematis dalam menerapkan prinsip. Langkah prosedural merupakan bagian dari kompetensi pada aspek keterampilan. Pada pembelajaran biologi contohnya misalnya adalah proses pembuatan telur asin, langkah-langkah membuat sayatan preparat dan lain sebagainya. Untuk melakukan identifikasi pada materi yang akan diajarkan apakah termasuk fakta, konsep, prinsip, prosedur atau gabungan beberapa diantaranya. Dengan mengetahui jenis materi yang akan dipelajari peserta didik, maka guru akan mendapatkan kemudahan dalam cara mengajarkannya. Setiap jenis materi memerlukan pendekatan, strategi pengajaran atau model pembelajaran, metode, media dan sistem penilaiannya yang berbeda-beda.Misalkan untuk hanya mengajarkan fakta atau hafalan maka teknik “jembatan keledai” lebih mudah untuk digunakan namun untuk materi prosedural tentu saja demonstrasi atau praktikum pilihan yang lebih tepat. Cara mudah untuk menentukan materi itu berupa fakta, konsep, prinisp atau prosedur adalah dengan jalan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik : Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa mengingat nama suatu objek, simbol atau peristiwa? Jika jawabannya Ya, maka materi
  • 24. tersebut merupakan “fakta” Contoh : Nama-nama organ tubuh manusia, macammacam jenis organel sel. Apakah kompetensi dasar yang dikuasai peserta didik berupa konsep yang menyatakan suatu definisi, menulis ciri khas sesuatu, mengklasifikasi atau mengelompokkan, beberapa contoh objek sesuai dengan suatu definisi? Kalau jawabannya Ya, maka materi yang diajarkan adalah “konsep”. Contoh : Seorang guru Biologi menunjukkan beberapa tumbuh-tumbuhan kemudian peserta didik diminta mengelompokkan mana yang berakar serabut dan mana yang berakar tunggang. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik merupakan hubungan antara beberapa konsep, atau menerapkan hubungan antar berbagai macam konsep, bila jawabannya “Ya”, maka materi yang diajarkan merupakan prinsip.Contoh dalam pembelajaran biologi adalah tentang adanya saling mempengaruhi populasi pada perubahan lingkungan; tikus yang memakan tanaman padi akan semakin banyak karena populasi ular dan burung elang pemangsanya semakin sedikit sedangkan bila kompetensi yang diajarkan harus berupa langkah-langkah atau prosedur secara urut maka materi tersebut merupakan materi prosedur. Contoh : Seorang guru mengajarkan bagaimana cara mencangkok batang yang baik dan benar Untuk lebih membantu memudahkan memahami keempat jenis materi tersebut bisa diamati tabel berikut : Fakta Konsep Prinsip Prosedur menyebutkan definisi, penerapan dalil, diagram alir kapan, nama dan identifikasi, hukum atau (flowchart) langkah dimana klasifikasi, ciri-ciri rumus; hipotesis, langkah hubungan antar mengerjakan urut variabel ( jika ...., maka ....) 2. Mengembangkan Alternatif Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. 3. Merumuskan indikator pencapaian Dalam penyusunan indikator pencapaian perlu diperhatikan hal-hal berikut ini
  • 25. (1) Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang terukur, didalamnya terdapat dua unsur, yiatu tingkat kompetensi dan konten (pengetahuandan keterampilan) (2) Penyusunan indikator mengacu pada kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran dan penilaian dalam silabus (3) Tingkat kompetensi indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal yang tercantum pada kompetensi dasar maupun kompetensi inti dan dapat dikembangkan hingga ke tingkat yang paling tinggi untuk mencapai target pencapaian kompetensi sesuai dengan karakteristik dan daya dukung sekolah dan lingkungannya (4) Tingkat kompetensi pada aspek sikap adalah menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan (5) Tingkat kompetensi pada aspek pengetahuan adalah mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevalasi, dan mengkreasi (6) Tingkat kompetensi pada aspek keterampilan adalah mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta (7) Keseluruhan indikator yang disusun memadai untuk mencapai kompetensi dasar, kompetensi inti, dan standar kompetensi lulusan 4. Mengembangkan alternatif penilaian (Penilaian Autentik) a. Aspek sikap melalui pengamatan, yaltu penilaian diri, penilaian sebaya, dan/atau jurnal. Penilaian sikap melalui pengematan menggunakan lembar pengamatan atau daftar cheklist pengamatan yang memuat aspek sikap yang daiamati. Rincian aspek sikap yang diamati merujuk pada indikator sikap yang dijabarkan dari KI-1 dan KI-2 pada saat dilakukan analisis kompetensi. Penilaian sikap dilakukan sebagai upaya mengembangkan sikap sosial dan sikap religius dalam rangka pengembangan nilai karakter bangsa. Penjabaran penilaian sikap dalam tabel analisis perlu direlasikan/dihubungkan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik. b. Aspek pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Pemilihan bentuk penugasan dijabarkan dalam tabel analaisis menjadi aspek-aspek yang digunakan dalam penilaian. Aspek penilaian tugas ini bermanfaat dalam mengembangkan rubrik dan pedoman penskoran. c. Aspek keterampilan melalui tes praktik,proyek dan penilaian portofolio. Penilaian keterampilan mencakup dua ranah keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkrit. Jabaran penilaian keterampilan pada tabel analisis merinci aspek
  • 26. penilaian yang dilakukan dan direlasikan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik. B. Hasil Analisis Kompetensi 1. Hasil Linierisasi Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar (KI 3) 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar (KI 4) 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. . 3.2 Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi 3.3 Menerapkan 4.3 Menyajikan data Materi Pokok (Dalam Silabus) Permasalahan biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan Cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradapan bangsa Metode Ilmiah: mengidektifikasi masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, menentukan variabel, mengolah data, mengkomunikasikan Keselamatan Kerja Konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem Keanekaragaman hayati Indonesia(gen, jenis, ekosistem), flora, fauna, mikroorganisme. Sistem klasifikasi makhluk hidup: taksan, klasifikasi binomial Garis Wallace, Garis Weber. Keunikan hutan hujan tropis, pesisir dan laut Indonesia Upaya pelestarian kehati Indonesia secara in-situ dan ex-situ Manfaat kehati (ekonomi, pendidikan, dan ekologis) untuk pembangunan berkelanjutan Virus
  • 27. Kompetensi Dasar (KI 3) pemahaman tentang virus berkaitan tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan masyarakat. Kompetensi Dasar (KI 4) tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan dalam bentuk model/charta Materi Pokok (Dalam Silabus) Ciri-ciri virus: struktur dan reproduksi Kasus-kasus penyakit yang disebabkan virus Peran virus dalam kehidupan Jenis-jenis partisipasi remaja dalam menanggulangi persebaran virus HIV dan lainnya Kingdom monera Ciri Archaebacteria dan Eubacteria, Penanaman bakteri/pour plate/streak plate Pengamatan Koloni bakteri Pengecatan gram Pengamatan sel bakteri Pengamatan koloni Pengecatan bakteri Bentuk sel bakteri Peranan bakteri dalam kehidupan Protista  Ciri-ciri umum protista.  Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold.  Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan (Alga)  Ciri-ciri umum Protista mirip hewan (Protozoa) Peran Protista dalam kehidupan 3.4 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan archaebacteria dan eubacteria berdasarkan ciri-ciri dan bentuk melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.4 Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran archaebacteria dan eubacteria dalam kehidupan berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan tertulis 3.5 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.5 Merencanakan dan melaksanan pengamatan tentang ciri-ciri dan peran protista dalam kehidupan dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk model/charta/gambar. 3.6 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan jamur berdasarkan ciri-ciri dan cara reproduksinya melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.6 Menyajikan data hasil pengamatan ciri-ciri dan peran jamur dalam kehidupan dan lingkungan dalam bentuk laporan tertulis. Fungi/Jamur Ciri-ciri kelompok jamur . dalam hal morfologi, cara memperoleh nutrisi, reproduksi Pengelompokan jamur Peran jamur secara ekologis, ekonomis, medis, dan pengembangan iptek 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan 4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada Plantae Ciri-ciri umum plantae. Tumbuhan lumut.
  • 28. Kompetensi Dasar (KI 3) tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Kompetensi Dasar (KI 4) berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. 4.8 Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. Animalia Invertebrata Ciri-ciri umum Animalia. Ciri dan klasifikasi hewan Invertebrata Ciri dan klasifikasi Hewan Vertebrata. Peranan hewan Invertebrata dan Vertebrata dalam kehidupan 3.9 Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan semua interaksi yang berlangsung didalamnya. 4.9 Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen ekosistem dan jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk media 4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan. Ekologi Komponen ekosistem Aliran energi. Interaksi dalam ekosistem Daur biogeokimia 3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan tersebut bagi kehidupan Materi Pokok (Dalam Silabus) Tumbuhan paku Tumbuhan biji (Spermatophyta) Manfaat dan peran tumbuhan dalam ekosistem, manfaat ekonomi, dan dampak turunnya keanekaragaman tumbuhan bagi ekosistem Keseimbangan lingkungan Kerusakan lingkungan/pencemaran lingkungan. Pelestarian lingkungan Limbah dan daur ulang. Jenis-jenis limbah. Proses daur ulang
  • 29. 2. Hasil Analisis Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatika n aspek Materi Pokok Permas alahan biologi pada berbaga i objek biologi, dan tingkat organis asi kehidup an Cabangcabang ilmu dalam biologi dan kaitann ya dengan pengem bangan karir di masa depan Manfaat mempel ajari biologi bagi diri Materi Pembelajaran Fakta artikel tentang berbagai permasalahan biologi Konsep cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradapan bangsa. Metode ilmiah Prinsip : - Langkah metode ilmiah Prinsip Keselamatan Kerja di laboratorium Prosedur Desain percobaan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Alternatif Pembelajaran Mengamati 1. Mengamati atau mendiskusikan kehidupan masa kini yang berkaitan dengan biologi seperti kedokteran, gizi, lingkungan, makanan, penyakit, serta karir dll yang berhubungan dengan biologi Mengident ifikasi permasala han biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan . 2. Menanya: Menjelask Peserta didik an dimotivasi untuk permasala membuat han pertanyaan tentang: biologi Kaitan pada kedokteran, gizi, berbagai lingkungan, objek makanan, biologi, penyakit, serta dan karir dll yang tingkat berhubungan organisasi dengan biologi. kehidupan Yang akan . dipelajarinya 8. tentangkarakteri Menjelask stik, cara an Tes Tertulis : PG Essai Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Meranc ang desain percob aan sederh ana sesuai urutan kerja ilmiah 2. Melaku kan percob aan sederh ana sesuai desain yang telah diranc ang sebelu mnya 3. Mengk omunik asikan hasil percob aan sederh ana Aspek Sikap Indikator Penilaian 1. 1. Melaksan Penugasa akan n: percobaa menilaian n dengan kemampu menerap an kan peserta prosedur didik keselama dalamme tan kerja mbuat dengan laporan penuh ilmiah tanggung dengan jawab mengguna kan rubrik penilian laporan ilmiah 2. Penugasa n menyusun 2. menunju makalahr kkan uang sikap lingkup ilmiah biologi, saat kerja mengama ilmiah ti, dan melapork keselamat an secara an kerja, lisan dan serta saat rencana diskusi Observasi dengan menggunak an skala Sikap 1. Jujur 2. Teliti 3. Disiplin 4. Saling menghar gai 5. Rasa ingin tahu 6. Kerjasa ma 7. Demokr atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporka n secara lisan dan saat diskusi
  • 30. Kompetensi Dasar keselamatan kerja serta menyajikanny a dalam bentuk laporan tertulis Materi Pokok sendiri dan lingkun gan, serta masa depan peradap an bangsa Metode Ilmiah: mengid ektifika si masalah , membu at hipotesi s, meranc ang percoba an, menent ukan variabel , mengol ah data, mengko munikas ikan Kesela Materi Pembelajaran sesuai langkah kerja ilmiah Alternatif Pembelajaran mempelajari Biologi , metode ilmiah dan keselamatan kerja,serta karir berbasis biologi? Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian cabangcabang ilmu dalam biologi dan kaitannya Mengumpulkan dengan data(Eksperimen/Ek pengemba splorasi) ngan karir di masa Membaca teks depan. atau melihat 4. video tentang Menjelask kasus-kasus pada an kedokteran, gizi, manfaat lingkungan, mempelaj makanan, ari biologi penyakit, serta bagi diri karir dll yang sendiri berhubungan dan dengan biologi lingkungan dan , serta mendiskusikan masa kaitannya depan dengan biologi peradapan Melakukan studi bangsa. literatur 5. tentangcabangMenganalis cabang biologi, is obyek biologi, komponen permasalahan komponen biologi dan metode profesi yang ilmiah berbasis biologi dalam (distimulir permasala dengan contoh- Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian berkait an yang mengg ambar kan urutan kerja ilmiah Membua t laporan hasil peneliti an dengan format laporan ilmiah sederha nameny usun makalah yang berisi tentang ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan keselam atan kerja, pengemb angan karir masa depan berbasis biologi Aspek Sikap Indikator Penilaian dengan menggun akan lembar pengama tan disertai rubrik penilaian
  • 31. Kompetensi Dasar Materi Pokok matan Kerja Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran contoh dan diperdalam dengan tugas mandiri) Membaca karya tulis ilmiah biologi sebagai bahan analisis tentang kerja seorang peneliti biologi dan menganalisis komponenkomponen dalam karya tulis ilmiah dikaitkan dengan metode ilmiah dalam biologi Diskusi aspekaspek keselamatan kerja laboratorium biologi dan menyepakati komitmen bersama untuk melaksanakan secara tanggung jawab aspek keselamatan kerja di lab Mendesai kegiatan percobaan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian han biologi. 6. Menjelask an aspekaspek keselamat an kerja laboratori um biologi. 7. Melaksana kan secara tanggung jawab aspek keselamat an kerja di laboratori um. 1. Membu at desain kegiata n percob aan sederh ana untuk mempe lajari kerja ilmiah. 2. Melaku Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian serta rencana pengem bangan karir masa depan berbasis biologi Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 32. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran sederhana untuk mempelajari kerja ilmiah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian kan percob aan sederh ana dengan menggu nakan kerja ilmiah. Mencoba Melakukan percobaan sederhana untuk memahami kerja ilmiah dengan menentukan 9. permasalahan, Mengkomun membuat ikasikan hipotesis, hasil merencanakan percobaan percobaan sederhana dengan berkaitan menentukan dengan variabel kerja percobaan, ilmiah mengolah data 10. pengamatan dan Membuat percobaan dan laporan menampilkannya hasil dalam penelitian tabel/grafik/ske dengan ma. menggunak Mengkomunikasik an format annya secara laporan tertulis dengan ilmiah membuat sederhana( laporan hasil tugas penelitian mandiri) dengan format 11. laporan ilmiah 3. Menjel sederhana(tugas Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 33. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran mandiri) Mengasosiasikan Mendiskusikan hasil-hasil pengamatan dan kegiatan tentang ruang lingkup biologi, cabangcabang biologi, pengembangan karir dalam biologi, kerja ilmiah dan keselamatan kerja untuk membentuk/me mperbaiki pemahaman tentang ruang lingkup biologi Mengkomunikasikan Mengkomunikasik an secara lisan tentang ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan keselamatan kerja, serta rencana pengembangan karir masa depan berbasis biologi Melaporkan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian askan tentang ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan kesela matan kerja, serta rencan a penge mbanga n karir masa depan berbasi s biologi. Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 34. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian secara tertulis hasil penelitian 3.2 Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragam an hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia 4.2 Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragam an hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragam an hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasik an dalam Konsep keanek aragam an gen, jenis, ekosist em Keanek aragam an hayati Indones ia(gen, jenis, ekosist em), flora, fauna, mikroor ganism e. Sistem klasifik asi makhlu k hidup: taksan, klasifik asi binomi al Fakta gambar tentang berbagai keanekaragaman Konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem Keanekaragaman hayati Indonesia. Sistem klasifikasi makhluk hidup: taksan, klasifikasi binomial Mengamati Mengamati gambar berbagai tingkatan keanekaragaman (gen, jenis dan ekosistem) Indonesia untuk memahami konsep tingkat keanekaragaman hayati Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Berbagai macam keanekaragaman hayati Indonesia(gen, jenis, ekosistem) dan cara mempelajarinya Cara pengelompokkan keanekaragaman hayati Megabiodiversitas Indonesia 1.Mengelom pokkan berbagai jenis makhluk hidup pada tingkat gen dan jenis berdasarkan hasil pengamatan 2. Mendeskripsi kan berbagai jenis ekosistem darat dan air di Indonesia melalui tayangan video tentang ekosistem.3. Mendeskripsi kan tingkatan keanekaraga man hayati gen, jenis dan ekosistem berdasarkan hasil diskusi. Tes Tertulis : PG Essai 19. Me nentukan langkahlangkah pengelom pokkan dalam sekelomp ok objek yang diamati 20. Me nyusun bagan berdasark an 2 kategori dari kelompok kelompok yang telah dihasilka n pada tahapan sebelumn ya dimulai dari kategori yang paling Rubrik 1. Melaksan Observasi penilaian akan dengan praktikum menggunak dengan penuhtan an skala ggung Sikap jawab 1.Jujur dalam 2. Teliti melaksan 1. Disipl akan in kegiatan 2. Saling dengan menghar memperh gai atikan 3. Rasa aspek ingin keselama tahu tan kerja 4. Kerjasa menunju ma kkan ikap 5. Demokr ilmiah atis saat (dilaksanak mengama an pada ti, saat melapork mengamati an secara , lisan dan melaporka saat n secara diskusi lisan dan saat diskusi)
  • 35. Kompetensi Dasar berbagai bentuk media informasi Materi Pokok Garis Wallac e, Garis Weber. Keunik an hutan hujan tropis, pesisir dan laut Indones ia Upaya pelesta rian kehati Indones ia secara in-situ dan exsitu Manfaa t kehati (ekono mi, pendidi kan, dan ekologi s) untuk Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Mengumpulkan data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengamati dan berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia dengan contoh berbagai tumbuhan, bijibijian, kerangkerangan, insekta, dll sesuai lingkungan sekolah yang dibawa peserta didik Mengelompokkan berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia dengan contohcontohnya yang dibawa peserta didik Mengasosiasikan Mendiskusikan berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia dan memberi contohnya, memahami garis Wallace dan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 4.Mencontoh kan keanekaraga man hayati tingkat gen,jenis,da n ekosistem. 5. Menyebutka n ciri-ciri morfologi pada sampel daun. 6. Mengelompo kkan daun berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri. 7. Menentukan dasar-dasar pengelompo kkan yang telah dilakukan. 8. Menjelas kan langkahlangkah dalam pengelom pokkan makhluk Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian umum hingga kategori yang paling spesifik 21. Me mberi nama pada setiap kelompok yang didapat 22. Me nganalisis berbagai kunci dikotomu s dari masingmasing kelompok objek yang diamati Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 36. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran pemba ngunan berkela njutan Alternatif Pembelajaran Weber Mendiskusikan untuk memahami tentang takson dalam klasifikasi dan kunci determinasi dari contoh organisme yang dibawa peserta didik Prinsip : Prosedur Desain percobaan berkaitan dengan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian hidup. 9. Menjelas kan pengertia n klasifikasi . 10. Me nentukan langkahlangkah pengelom Mengkomunikasikan pokkan Mempresentasika dalam n secara lisan sekelomp tentang ok objek keanekaragaman yang hayati Indonesia diamati. berdasarkan 11. Me tingkat nyusun keanekaragamann bagan ya. berdasark Mempresentasika an 2 n takson-takson kategori dalam klasifikasi dari dan kunci kelompok determinasi kelompok yang telah dihasilka n pada tahapan sebelumn ya, dimulai Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 37. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran klasifikasi makhluk hidup Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dari kategori yang paling umum hingga kategori yang paling spesifik. 12. Me mberi nama pada setiap kelompok yang didapat 13. Me njelaskan kriteria tata nama binomial nomenkla tur. 14. Me nyebutka n urutan takson dari yang tertinggi hingga takson yang terendah. Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 38. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 15. Mer ancang deskripsi dari hasil pengelom pokkan objek Biologi yang diamati sebagai kunci dikotomo us. 16. Me njelaskan pengertia n kunci dikotomo us. 17. Me njelaskan manfaat dari klasifikasi . 18. Me nganalisis berbagai kunci dikotomo us dari masingmasing kelompok objek Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 39. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian yang diamati Fakta Peta garis wallace dan weber Konsep Garis Wallace, Garis Weber Ciri hutan hujan tropis, pesisir, dan laut. Keterkaitan antara garis Wallace dan Keunikan hutan hujan tropis, pesisir dan laut Indonesia Prosedur Cara membaca peta garis Wlalace dan Weber Mengamati Mengamati peta garis Wallace dan Weber tentang keanekaragaman hayati Indonesia Membaca teks pemanfaatan keanekaragaman hayati Mengamati film/gambar hutan hujan tropis Indonesia, pesisir dan laut Indonesia untuk mengenal megabiodiversita s Indonesia Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Persebaran keanekaragaman hayati Indonesia Hutan hujan tropis, pesisr dan laut Megabiodiversitas Indonesia 1. Mengidenti fikasi wilayah penyebara n keanekara gaman hayati di Indonesia berdasarka n garis Walllace dan garis Weber. 2. Mengidenti fikasi fauna pada setiap wilayah penyebara n di Indonesia. 3. Mengidenti fikasi penyebara n fauna di Indonesia. 4. Mengidenti fikasi wilayah penyebara Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 40. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian n Mengumpulkan data keanekara (Eksperimen/Eksplo gaman rasi) flora di Indonesia. Menganalisis film/gambar 5. Menganalis untuk memahami is lebih lanjut penyebara megabiodiversitas n flora dan Indonesia mulai fauna khas dari hutan hujan di wilayah tropis, pesisir, Indonesi dan laut. 6. Mendeskri psikan Mengasosiasikan keunikan Mendiskusikan hutan hubungan antara hujan garis Wallace dan tropis,pesi Weber dengan sir,dan keanekaragaman laut hayati Indonesia Indonesia Mengaitkan garis Weber dan Wallace posisi geografis Indonesia di garis katulistiawa dengan megabiodiversitas. Mendiskusikan manfaat dari keanekaragaman hayati Indonesia dari segi ekonomi, pendidikan, dan ekologis untuk pembangunan berkelanjutan. Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 41. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Berdiskusi tentang kemelimpahan keanekaraaman hayati Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga kepada tanah air dan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa Fakta : film tentang penangkaran berbagai satwa asli Indonesia Konsep Upaya pelestarian kehati Indonesia secara in-situ dan ex-situ Mengkomunikasikan Mempresentasikan secara lisan tentang keanekaragaman hayati Indonesia mulai dari hutan hujan tropis, pesisir, dan laut. Mempresentasikan secara lisan manfaat keanekaragaman hayati Indosia Mengamati Menonton film tentang penangkaran berbagai satwa asli Indonesia Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Tujuan dari 1. Indonesi a. 2. Menjela skan konsep pelestar ian insitu dan ex-situ. 3. Mengide ntifikasi jenisjenis Tes tertulis : PG essai Penugasan mencari data tentang flora dan fauna yang sudah langka yang ada di Indonesia. Rubrik penilaian tugas 1. Melaksa Observasi nakan dengan tugas menggunak mencari an skala Sikap data tentang1. Jujur flora 2. Teliti dan 1. Disipl fauna in yang 2. Saling sudah menghar langka gai yang 3. Rasa ada di ingin
  • 42. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Manfaat kehatiuntuk pembangunan berkelanjutan Alternatif Pembelajaran kegiatan penangkaran satwa Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan usaha perlindungan dan pelestarian flora dan fauna Indonesia Tempat-tempat perlindungan dan pelestarian flora dan fauna Indonesia Mengumpulkan data (Eksperimen/Eksplo rasi) Menganalisis penangkaran berbagai satwa asli Indonesiauntuk memahami tujuan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia Mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan upaya perlindungan dan pelestarian biodiversitas Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian pelestar ian insitu dan ex-situ. 4. Membe dakan karakte r dari masingmasing contoh jenis konserv asi secara in-situ dan exsitu. 5. Mengide ntifikasi tempattempat konserv asi di Indonesi a. 6. Menjela skan peranan kehati bagi kehidup an manusia dan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Indonesi a dengan penuh tangung jawab 2. menunj ukkan sikap ilmiah saat menga mati, melapor kan secara lisan dan saat diskusi tahu 4. Kerjasa ma 5. Demokr atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  • 43. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Indonesia secara in-situ dan ekssitu Mengasosiasikan 1. Mendiskusikan pentingnya upaya perlindungan dan pelestarian biodiversitas Indonesia 2. Diskusi tentang upaya perlindungan dan pelestarian biodiversitas Indonesia secara in-situ dan ekssitu Mengkomunikasikan Mempresentasika n secara lisan tentang perlindungan dan pelestarian biodiversitas Indonesia secara in-situ dan ekssitu Membuat laporan rancangan terobosan baru/ide kreatif tentang upaya pelestarian Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian sikap manusia terhada pan keberad aan kehati. 7. Mendes kripsika n manfaat kehati (ekono mi, pendidi kan, dan ekologis ) dalam konteks pemban gunan berkela njutan. 8. Menjela skan dampak negatif berupa hilangn ya kehati akibat ulah manusia Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 44. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Alternatif Pembelajaran biodiversitas Indonesia (tugas mandiri individu) Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian . 9. Membua t program upaya pelestar ian kehati tertent u berdasa rkan permas alahan yang diberika n oleh guru. 10.Mendat a flora dan fauna langka yang ada di Indone sia .. 3.3 Menerapkan pemahaman tentang virus Virus Ciri-ciri virus: struktu Fakta Gambar Kasuskasus penyakit yang Mengamati Membaca berbagai kasus penyakit yang 1. Menjela skan sejarah penemu Tes Tertulis Essay bagan 1. Me mbuat model tiga Rubrik Penilaian pembuata n model 1. menunj ukkan sikap ilmiah Observasi dengan menggunak an skala
  • 45. Kompetensi Dasar berkaitan tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan masyarakat. 4.3 Menyajikan data tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan dalam bentuk model/charta Materi Pokok r dan reprod uksi Kasuskasus penyaki t yang disebab kan virus Peran virus dalam kehidu pan Jenisjenis partisip asi remaja dalam menang gulangi perseb aran virus HIV dan lainnya Materi Pembelajaran disebabkan virus Konsep Ciri-ciri virus: struktur dan reproduksi Prinsip : Prosedur Alternatif Pembelajaran merebak saat ini yang disebabkan oleh virus seperti 2. influenza, HIV Aids, dan flue burung Menanya 3. Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: 4. Penyebab berbagai penyakit pada kasus yang dibaca Mekanisme penularan Mengumpulkan Data(Eksperimen/Ek 5. splorasi) Mengamati karakteristik virus danstruktur virus 6. dari charta Mengamati proses perkembangbiaka n virus pada organisme hidup Mendiskusikan penyebaran virus HIV dikaitkan dengan ciri perkembangbiaka Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian an virus. Mengga mbarka n struktur virus. Mengide ntifikasi ciri-ciri virus. Menjela skan replikas i virus setelah menga mati( Charta atau Video ). Mengkla sifikasik an virus. Memba ndingka n struktur tubuh virus satu dengan virus yang lain replik asi virus penye baran virus HIV pemah aman istilah istilah ilmiah yang diguna kan berkai tan denga n virus sepert i kapsid , DNA, RNA, viroid, tail/e kor, fase litik dan lisoge nik, dll Essay Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian dimensi Virus HIV atau virus jenis lain virrus Aspek Sikap Indikator Penilaian saat Sikap menga 1. 1. Jujur mati, 2. 2. Teliti melapor Disiplin 3. kan 1. Saling secara mengha lisan rgai dan 2. Rasa saat ingin diskusi tahu dengan 3. Kerjasa lembar ma pengam 4. Demokr atan atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  • 46. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran nnya Mengasosiasikan Mendiskusikan kaitan antara 7. struktur dan reproduksi virus dengan penyebaran penyakit dan mengaitkan perilaku yang harus dilakukannya untuk membentuk sikap positif pada generasi muda Indonesia Fakta : berbagai gambar tentang hasil aktivitas virus pada hewan, tumbuhan, dan manusia Konsep : Mengkomunikasikan Menjelaskan secara lisan: ciri dan karakter virus, perkembangbiakan dan cara penularan HIV Mengamati Mengamati berbagai gambar tentang hasil aktivitas virus pada hewan, tumbuhan, dan manusia Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian berdasa rkan gambar tubuh virus. Memba ndingka n struktur tubuh virus dengan organis me lainnya, misalny a bakteri Tes Tertulis Essay dampa k ekono mi dan sosial Tertuli Aspek Sikap Indikator Penilaian dampa k ekono mi dan sosial Tertuli s tentan g peran virus bagi kehidu pan Menjelas kan kasuskasus dalam kehidupa n sebagai dampak negatif Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Membua t karya untuk memperb anyak hidup sehat untuk menghind ari Rubrik penilaian makalah Observasi 1. Menunj ukkansi dengan kap menggunak an skala ilmiah saat Sikap menga 1. 1. Jujur mati, 2. 2. Teliti 3. melapor isiplin4. 4. kan Saling secara menghargai
  • 47. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Peran virus dalam kehidupan Jenis-jenis partisipasi remaja dalam menanggulangi persebaran virus HIV dan lainnya Prinsip: Aktivitas virus pada hewan hewan, tumbuhan, dan manusia. Prosedur: Proses persebaran HIV dan virus lainnya. Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Dampak dari aktivitas virus terhadap makhluk hidup Cara menghindari dan mencegah Mengumpulkan Data(Eksperimen/Ek splorasi) Mendiskusikan dampak ekonomi dan sosial akibat serangan virus Mendiskusikan hubungan antara cara reproduksi virus dengan penyebaran dalam tubuh dan penularan terhadap organisme lain. Mengasosiasikan Mendiskusikan tentang ciri virus dengan dampak yang ditimbulkan antara lain Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dari virus. Mengiden tifikasi ciri orang yang telah terinfeksi HIV. Menjelas kan dampak HIV terhadap kekebala n tubuh manusia. Menjelas kan cara menghind ari infeksi HIV. Mendisku sikan dampak ekonomi dan sosial akibat serangan virus, termasuk HIV. s tentan g peran virus bagi kehidu pan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian infeksi virus (dapat berupa lagu, poster, cerita, komik, puisi, dll) atau tergantun g minat anak dan kerja sama lintas mata pelajaran , antara Bahasa Indonesia dan seni budaya 2. menyus un makalah mengenai dampak positif dan negatif virus terhadap bidang sosial dan ekonomi Aspek Sikap Indikator Penilaian lisan dan saat diskusi 1. Ras a ingi n tah u 2. Kerjasa ma 3. Demokr atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi) 1.
  • 48. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian dampak ekonomi Membuat dan sosial slogan di Mengkomunikasikan lingkunga n sekolah Menjelaskan tentang dampak positif dampak dan negatif terinfeksi secara ekonomi nya HIV.. dan sosial dengan terjangkitnya virus 3.4 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n archaebacteri a dan eubacteria berdasarkan ciri-ciri dan bentuk melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.4 Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran Kingdom monera Ciri Archae bacteri a dan Eubact eria Penana man bakteri /pour plate/s treak plate Penga matan Koloni bakteri Pengec atan gram Fakta Gambar Kasuskasus penyakit yang disebabkan bakteri Konsep Ciri Archaebacteria dan Eubacteria Penanaman bakteri/pour plate/streak plate Bentuk sel bakteri Prinsip : Mengamati Mengamati berbagai foto/gambar/fil m tentang berbagai bentuk sel bakteri dan koloni bakteri Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Organisme apa yang terlihat dalam foto/gambar/fil m. Cara membuat atau menghasilkan Menjelask an ciri-ciri Archaebac teria dan Eubacteria . Membuat/ menginoku lasi bakteri pada media agar secara sederhana . 1. Tes Tertulis : Ciri Archaeba cteria dan Eubacteri a, bentuk koloni bakteri, bentuk sel bakteri, jenisjenis bakteri berdasrak an pewarnaa n gram, dan peranan bakteri dalam 1. Menana m/inok ulasi bakteri pada medium agar 2. menyus un laporan kegiata n mulai dari sterilisa si, pemuat an medium agar Penilaian praktikum inokulasi bakteri pada medium agar menunjukk Observasi ansikap dengan ilmiah dan menggunak keselamata an skala n kerja di Sikap laboratoriu 1. 1. Jujur m tentang 2. 2. Teliti ketelitian, 3. disipli4. tanggung 4. Saling jawab, menghargai jujur, kerja 5. Rasa ingin tahu sama 6. Kerjasa ma 1. Demo kratis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan
  • 49. Kompetensi Dasar archaebacteri a dan eubacteria dalam kehidupan berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan tertulis Materi Pokok Penga matan sel bakteri Penga matan koloni Pengec atan bakteri Bentuk sel bakteri Perana n bakteri dalam kehidu pan Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran gambar yang diamati . Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Melakukan pour plate dan streak plate bakteri tanah dan bakteri udara untuk memahami ciriciri bakteri Mendiskusikan prosedur tentang pengamatan bakteri dari mulai sterilisasi, penyiapan alat dan bahan, cara penanaman, dan mendiskusikan cara pewarnaan gram dari gambar dan memahami kosakata baru misalnya pengecatan gram, inokulum, inokulasi, sterilisasi dll Mendisukusikan cara mengenal Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian kehidupa n Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian secara lisan dan saat diskusi) 1.
  • 50. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bakteri misalnya dari bentuk koloni, pewarnaan gram, dan bentuk sel Mendiskusikan struktur dan karakteristik bakteri archaebacteria dan eubacteria dari gambar Scanning Electron Micrograph/mikr oskop elektron Mengasosiasikan Mendiskusikan cara mengenal bakteri dengan mengamati koloni, pengecatan gram, dan bentuk sel bakteri Menyimpulkan perbedaan archaebacteria dan eubacteriadari referensi Mengkomunikasikan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 51. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Melaporkan tentang sterilisasi dan prosedur penanaman bakteri,pengecatan gram, dan bentuk sel bakteri Fakta : contoh-contoh bentuk koloni bakteri dan bentuk bakteri Prosedur Pengecatan gram Pengamatan sel bakteri Pengamatan koloni Mengamati contoh-contoh bentuk koloni bakteri dan bentuk bakteri Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Pembentukan koloni bakteri Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Melakukan pengamatan koloni bakteri dari kegiatan minggu pertama Mencatat data hasil pengamatan dengan menggambar Menjelask an hasil kegiatan penanama n bakteri. Menjelask an bentuk koloni yang ditemukan pada medium agar. Menjelask an proses pengecata n gram. Membedak an bakteri gram positif dan gram negatif. Membedak an bentukbentuk sel Tes Lisan : Bentuk koloni bakteri 2. penga matan koloni bakteri Penilaian Lapor an hasil penga mata n koloni bakte ri Menunj Observasi dengan ukkan menggunak sikap an skala ilmiah Sikap dan melaks 1. 1. Jujur anakan 2. 2. Teliti 3. disipli prosed 4. Saling ur menghargai kesela 5. Ras5. ingin tahu matan kerja di 6. Kerjasa laborat ma orium 3. Demokra tis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi) 1.
  • 52. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran dalam buku kerja/log book Mendiskusikan sifat pertumbuhan bakteri dengan hasil pengamatan koloni bakteri Menerapkan keselamatan kerja (prosedur pengamatan koloni bakteri) dalam pengamatan bakteri Mengasosiasikan Mendiskusikan hasil pengamatan dan ciri pertumbuhan dan perkembangbiak an bakteri Mengkomunikasikan Melaporkan hasil pengamatan secara tertulis menggunakan format laporan sesuai kaidah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian bakteri Menjelask an klasifikasi bakteri. Mengidenti fikasi makanan/ minuman yang pembuata nnya melibatka n bakteri. Mengidenti fikasi macammacam penyakit pada manusia yang disebabka n oleh bakteri. Menjelask an cara penanggul angan penyakit yang disebabka n oleh bakteri. Menjelask Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 53. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian an peranan menguntu ngkan dari bakteri. Menjelask an peranan merugikan dari bakteri Merancang percobaan pembuata n yoghurt. Melakukan percobaan pembuata n yoghurt. Melaporka n hasil percobaan dengan mengguna kan format laporan. Mempresen tasikan secara lisan laporan hasil kegiatan. 1. Menyus un kesimpu Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 54. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian lan hasil kegiata n Prosedur Cara pengecatan gram Pengamatan bentuk sel bakteri Mengamati Mengamati gambar foto mikrograph berbagai bentuk sel bakteri Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Bagaimana menghasilkan gambar/ foto sel bakteri Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Melakukan pengecatan gram pada sel bakteri atau mendiskusikan cara mengamati bakteri karena ukuran bakteri yang sangat kecil Mengamati sel 1. Menjela skan bentuk koloni yang ditemuk an 2. Mengko munikas ikan hasil pengam atan koloni bakteri 3. menjela skan proses pengec atan gram 4. Membe dakan bakteri gram positive dan gram negativ e 5. Membe Tes proses pengecat an bakteri serta membeda kan bakteri gram positif dan negatif 1. Melaks anakan kegiata n pengec atan gram 2. Mengam ati bentuk sel bakteri 3. menyus un laporan hasil pengam atan bentuk sel bakteri Rubrik penilaian Lapor an pelak sanaa n kegiat an penge catan bakte ri dan penga mata n bentu k sel bakte ri s Melakukan Observasi prosedur dengan pengecatan menggunak bakteri dan an skala pengamata Sikap n bentuk 1. 1. Jujur sel bakteri 2. 2. Teliti dengan 3. disipli benar dan 4. Saling runtut menghargai 5. Ras5. ingin tahu 6. Kerjasa ma 23.Demokra tis 1. (dilaksa nakan pada saat menga mati, melapor kan secara lisan dan saat diskusi.
  • 55. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bakteri hasil pengecatan gram dan menentukan sifat bakteri (gram + dan gram -) atau mendiskusikan ciri bakteri dari gambar/foto bakteri Menerapkan prosedur ilmiah dan keselamatan kerja dalam pengecatan gram bakteri Mengasosiasikan Mendiskusikan hubungan antara kegiatan pengecatan gram dengan sifat dan ciri bakteri serta kegiatan ilmiah seorang peneliti biologi Mengkomunikasikan Melaporkan hasil pengamatan secara tertulis menggunakan format laporan sesuai kaidah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dakan bentuk bentuk sel bakteri 6. Mendes kripsika n klasifika si bakteri secara tertulis 7. Menghu bungka n antara ragam, bentuk bakteri Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 56. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : - Berbagai makanan hasil fermentsi bakteri mis : Nata de coco Konsep : Peranan bakteri dalam kehidupan Alternatif Pembelajaran Mengamati Makan bersama nata de coco yang dibawanya dari rumah Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Bahan dari nata de coco Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Mendiskusikan cara pembuatan nata de coco Mendiskusikan bahwa nata de coco berasal dari dinding sel bakteri Mendiskusikan makanan lain dan produkproduk lain yang memanfaatkan bakteri Mendiskusikan jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 1. Mengide ntifikasi makana n/minu man yang pembua tannya melibat kan bakteri 2. Mengide ntifikasi macam macam penyaki t pada manusia yang disebab kan oleh bakteri 3. Menjela skan cara penang gulanga n penyaki t yang disebab kan oleh bakteri 4. Menjela Tes Tertulis : Manfaat dan peran bakteri dalam kehidupa n Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Meranc ang percoba an pembua tan yoghurt . 2. Melakuk an percoba an Rubrik penilaian : Praktikum dan penilaian hasil Aspek Sikap Indikator Penilaian Mengemba ngkan kerja ilmiah dan melakukan prosedur yang benar dan runtut Sikap ilmiah : 1. Teliti 2. Jujur 3. Disiplin.
  • 57. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bakteri dan cara penanggulangan nya Mendiskusikan peranan bakteri dalam lingkungan seperti pembusukan sampah, pengolahan limbah Mengasosiasikan Mendiskusikan peranan bakteri dalam kehidupan Mendiskusikan manfaat dari bakteri bagi kelangsungan hidup di bumi Mendiskusikan kemungkinan peristiwa dapat terjadi seandainya tidak adanya bakteri dalam kehidupan untuk menumbuhkan spiritualitas yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 5. 6. 7. 8. 9. skan peranan bakteri yang mengun tungkan Menjela skan peranan bakteri yang merugik an Meranc ang percoba an pembua tan yoghurt . Melakuk an percoba an pembua tan yoghurt . Mengan alisis hasil percoba an Mengko munikas Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 58. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Mengkomunikasikan Melaporkan secara lisan manfaat bakteri 3.5 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.5 Merencanakan dan melaksanan pengamatan tentang ciriciri dan peran protista dalam Protista  Ciri-ciri umum protista.  Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold.  Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuha n (Alga)  Ciri-ciri umum Protista mirip hewan Fakta Berbagai organisme protistaKonsep Ciri umum protista.  Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold.  Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan (Alga) Ciri-ciri umum Protista mirip hewan (Protozoai Prinsip :  Perbedaan antara protista mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan Mengamati Mengamati suatu foto berwarna/gambar / animasi berbagai macam protista Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Organisme protista padagambar Nama kelompok organisme Habitat protista Mengumpulkan Data (Eksperimen/Menge ksplorasi) Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian ikan hasil analisis masingmasing kelomp ok. 10. Membu at kesimpu lan 1 Mengiden tifikasi macammacam protista dari gambar 2 Mengelo mpokan macammacam protista berdasark an karakteri stik (alat gerak, cara mencari makanan) 3 Melakuka n pengama tan struktur Tes Tertuli s untuk menila i pemah aman dan kedala man konsep ciri dan dasar klasifik asi protist a Hasil charta yang digam barnya untuk meliha Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Laporan pengam atan berbent uk gambar dan ulasan Hasil menulis laporan praktiku m Rubrik penilaian : Lapra n penga matan Kerja prakti kum Lapor an Prakti kum Aspek Sikap Indikator Penilaian Observasi Perform a saat melakuk an pengam atan Sikap Ilmiah : kerja keras tanggun g jawab disiplin tolerans i
  • 59. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran kehidupan dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk model/charta/ gambar. (Protozo a)  Peran Protista dalam kehidup an Prosedur Pembuatan medium untuk menumbuhkan paramaecium Pengamatan mikroskopis air kolam, air rendaman jerami dll Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian jamur air Membuat kultur dan Paramecium dari jamur rendaman air lendir jerami (tugas 4 Menggam mandiri) bar hasil Melakukan pengama pengamatan tan mikroskopis air 5 Mendisku kolam, air sikan rendaman hasil jerami dll pengama Menggambar tan dan hasil mengiden pengamatan. tifikasi jenis protista Mengasosiasikan yang Mendiskusikan ditemuka hasil n pengamatan dan berdasark mengidentifikasi an jenis protista pengama yang ditemukan tan berdasarkanliter 6 Memband atur. ingkan Mendiskusikan hasil ciri umum pengama protista mirip tan jamur, protista antara mirip alga, jamur air protista mirip dan hewan jamur menggunakan lendir gambar/charta/ 7 Membuat animasi /film kesimpul t pemah aman tentan g protist a Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 60. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian an dari Membandingkan hasil hasil pengama pengamatan tan dengan gambar/charta/f 8 Menyusun laporan oto/film tertulis berbagai jenis hasil organisme pengama golongan tan dan Protista hasil Membuat diskusi kesimpulan dirangku tentang ciri m untuk protista memaha mi Mengkomunikasikan konsep Menyusun laporan keanekar tertulis hasil agaman pengamatan dan protista hasil diskusi mirip dirangkum untuk jamur memahami konsep 9 Mengiden keanekaragaman tifikasika protista dan dasar n protista pengelompokannya mirip tumbuha n berdasark an gambar 10 Menjelas kan ciriciri protista mirip Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 61. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian tumbuha n berdasark an gambar 11 Mendisku sikan ciriciri protista mirip tumbuha n berdasark an hasil pengama tan 12 Mengklasi fikasikan protista mirip tumbuha n berdasark an hasil pengama tan 13 Menyimp ulkan protista mirip tumbuha n berdasark an hasil pengama tan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 62. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 14 Mengkom unikasika n hasil pengama tan dalam bentuk laporan praktiku m 15 Mengiden tifikasi protista mirip hewan berdasark an gambar. 16 Menjelas kan ciriciri protista mirip hewan berdasark an gambar. 17 Mendisku sikan ciriciri protista mirip hewan berdasark an hasil pengama Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 63. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : teks peran Alternatif Pembelajaran Mengamati teks di berbagai Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian tan. 18 Mengklasi fikasikan protista mirip hewan berdasark an hasil pengama tan mikrosko pis. 19 Menyimp ulkan ciri-ciri protista mirip hewan berdasark an hasil pengama tan mikrosko pis. 20 Mengkom unikasika n hasil pengama tan dalam bentuk laporan praktiku m 1. Mengide ntifikasi Tes Tertulis : Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Membua t bahan Rubrik penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Observasi: Aktivitas Sikap ilmiah :
  • 64. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran berbagai protista Konsep : Peranan bakteri dalam kehidupan Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian literatur tentang peran berbagai protista Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Apa saja peran protista dalam kehidupan, menguntungkan atau merugikan Mengumpulkan Data (Eksperimen/Menge ksplorasi) Menganalisis berbagai artikel yang berhubungan dengan peran protista dalam kehidupan baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi manusia dan lingkungan Mengasosiasikan Mengaitkan 2. 3. 4. 5. peran protista berdasa rkan tayanga n Mengelo mpokka n peran protista yang mengun tungkan dan merugik an Memba ndingka n peran berbaga i protista dari berbaga i artikel Membu at kesimpu lan tentang peran protista Mempre sentasik an peran Peran protista Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian presenta si Laporan presentas i Aspek Sikap Indikator Penilaian dalam diskusi dan presentasi 1. san tun, 2. tol eransi, 3. me nghargai pendapat orang lain, 4. me nerima kritik, 5. kre atif
  • 65. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran berbagai penyakitdan fenomena alam seperti malaria, penyakit tidur, fosil minyak bumi, bahan granit dengan peran berbagai jenis protista Membuat kesimpulan tentang peran protista 3.6 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n jamur berdasarkan ciri-ciri dan cara reproduksinya melalui pengamatan Fungi/Jam ur Ciri-ciri kelomp ok jamur . dalam hal morfolo gi, cara mempe roleh nutrisi, reprodu Fakta berbagai jenis jamur, produk makanan dan minumanserta obat-obatanyang berhubungan dengan jamur. Konsep Ciri-ciri kelompok jamur . dalam hal morfologi, cara Mengkomunikasikan Menyusun laporan tertulis hasil diskusi dan mempresentasikan di depan kelas Mengamati Mengamati berbagai jenis jamur, produk makanan dan minumanserta obat-obatanyang berhubungan dengan jamur. Membaca literatur tentang syarat hidup jamur Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian protista 1. Mengide ntifikasi ciri-ciri umum divisio Jamur 2. Mendes kripsika n perbeda an dari macammacam jamur 3. Mengelo Tes tertulis pemaha man konsep dan kosa kata ilmiah tentang dunia jamur Gambar an 1. Melakuk an pengam atan berbaga i macam jenis jamur secara makrosk opis dan mikrosk opis 2. Melapor Perfor ma/pr oses ilmiah saat pesert a didik melak ukan penga matan denga n mikros 4. Mampu menge mbangk an kejujur an, kedisipli nan, keteliti an, kerjasa ma dan demokr asi Sikap ilmiah : 1. kejujura n 2. kedisipli nan 3. kerjasa ma 4. demokra si
  • 66. Kompetensi Dasar secara teliti dan sistematis. 4.6 Menyajikan data hasil pengamatan ciri-ciri dan peran jamur dalam kehidupan dan lingkungan dalam bentuk laporan tertulis. Materi Pokok ksi Pengelo mpokan jamur Peran jamur secara ekologis , ekonom is, medis, dan pengem bangan iptek Materi Pembelajaran memperoleh nutrisi, reproduksi Pengelompokan jamur Prinsip : Prosedur Pembuatan tempe Alternatif Pembelajaran Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Berbagai macam jamur, bagaimana mengelompokka nnya Apa ciri-ciri dan karakteristik jamur yang membedakannya dengan organisme lain Apa syarat hidup jamur Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengamati morfologi jamur mikroskopis dari berbagai bahan (roti, kacang, jagung berjamur, tempe, oncom, dll), jamur cendawan, menggambar hasil Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian mpokka n jamur berdasa rkan ciri-ciri yang diamati 4. Melakuk an pengam atan berbaga i macam jenis jamur secara makrosk opis dan mikrosk opis 5. Menyim pulkan ciri-ciri jamur berdasa rkan hasil pengam atan 6. Melapor kan hasil pengam atan kan hasil pengam atan secara sederha na berdasa rakan hasil pengam atan 3. Membua t laporan hasil pengam atan tentang jamur Basidio mycotin a dan Deutero mycotin a enyelur uh tentang karakte ristik, morfolo gi, dan pengelo mpokan jamur Analisis kasus permas alahan peran jamur dalam penyaki t, pengob atan, makana n, keseimb angan ekologi kop Kesela matan kerja Lapora n tertuli s hasil investi gasi berba gai jamur edibel /toksi k Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 67. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran pengamatan, menandai namanama bagianbagiannya Melakukan pengamatan morfologi mikroskopis dan makroskopis (khamir dan kapang) serta alat reproduksinya. Melakukan pengamatan tubuh buah jamur makroskopis (cendawan) Melakukan percobaan fermentasi makanan dengan jamur. Mengasosiasikan Menyimpulkan hasil pengamatan tentang perbedaan jamur dengan organisme lain Menyimpulkan tentang ciri Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian secara sederha na berdasa rakan hasil pengam atan 7. Mengide ntifikasi ciri-ciri jamur Basidio mycotin a dan Deutero mycotin a. 8. Mendes kripsika n cara reprodu ksi jamur Basidio mycitin a dan Deutero mycotin a. 9. Menjela skan dasar pengelo mpokka n jamur Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 68. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran morfologi berbagai jenis jamur ada yang maikroskopis, bersel tunggal(uniselule r), multiseluler, dan yang memiliki tubuh buah dan cara reproduksinya, sebagai dasar pengelompokann ya. Mengaitkancara hidup jamur sebagai saprofit dengan perannya dalam kelangsungann hidup di bumi sebagai pengurai. Mengkomunikasikan Membuat laporan hasil pengamatan mikroskopis dan makroskopis jamur secara tertulis sesuai kaidah penulisan yang berlaku atau presentasi Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Basidio mycotin a dan Deutero mycotin a. 10. Me nyimpul kan ciriciri dan cara reprodu ksi Basidio mycotin a dan Deutero mycotin a melalui melalui pengam atan secara teliti dan sistema tis. 11. Me mbuat laporan hasil pengam atan tentang jamur Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 69. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Basidio mycotin a dan Deutero mycotin a. Fakta : berbagai kasus, kondisi dan produk yang berhubungan dengan jamur Konsep : Peran jamur secara ekologis, ekonomis, medis, dan pengembangan iptek Mengamati Mengamati berbagai kasus, kondisi dan produk yang berhubungan dengan jamur Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Peran jamur dalam kehidupan dan lingkungan Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mencari informasi tentang berbagai jamur yang edibel/bisa dimakan dan jamur yang toksik, serta 1. Mengide ntifikasi berbaga i kasus, kondisi dan produk yang berhubu ngan dengan jamur 2. Mengide ntifikasi berbaga i jamur yang dapat dimaka n dan yang beracun 3. Mengide ntifikasi kasus penyaki t dan keracun an Tes Tertulis : Tentang Peran jamur secara ekologis, ekonomis, medis, dan pengemb angan iptek 1. Membua t laporan tertulis peran jamur dalam kehidup an 2. Membua t laporan tertulis tentang pemeca han masalah apabila keberad aan jamur dalam suatu ekosiste m tergang gu Rubrik 1. Mengemb penilaian angkan Laporan kejujuran tertulis , kedisiplin an, ketelitian , kerjasam a, demokras i,tanggun g jawab Sikap ilmiah : 1. kejujura n 2. kedisiplin an 3. ketelitia n 4. kerjasam a 5. demokras i 6. tanggung jawab
  • 70. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran manfaat jamur pada pembuatan antibiotik Mengumpulkan kasus-kasus penyakit dan keracunan karena jamur Mengasosiasikan Menganalisis hubungan kasus keracunan dan penyakit dengan aktivitas jamur Menyimpulkan berbagai peran jamur dalam kehidupan berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan Mengkomunikasikan Melaporkan peran jamur dalam kehidupan, dan memecahkan masalah apabila keberadaan jamur dalam suatu ekosistem terganggu secara tertulis. Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian yang disebab kan karena jamur 4. Mengan alisis hubung an kasus penyaki t dan keracun an yang dihubun gkan dengan aktivita s jamur 5. Menyim pulkan berbaga i peranan jamur dalam kehidup an 6. Membu at laporan tertulis peran jamur dalam kehidup Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 71. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian an 7. Membu at laporan tertulis tentang pemeca han masalah apabila keberad aan jamur dalam suatu ekosiste m tergang gu 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya Plantae Ciri-ciri umum plantae . Tumbuh an lumut. Tumbuh an paku Tumbuh an biji (Sperm atophyt a) Fakta Gambar berbagai kelompok tumbuhan Konsep Ciri-ciri umum plantae. Tumbuhan lumut. Tumbuhan paku Mengamati Peserta didik mengamati gambar hutan hujan tropis dengan berbagai jenis tumbuhan yang membentuk strata di dalamnya. Prinsip : Menanya Peserta didik dimotivasi untuk menanyakan tentang: Prosedur 1. Mengide ntifikasi ciri-ciri umum Plantae . 2. Memba ndingka n ciri morfolo gi antara tumbuh an Bryophy ta, Tes Ciri khas tumbuh an lumut dan paku Charta tentang penggol ongan lumut dan Paku 1. Membua t bagan metage nesis Bryophy ta 2. Mengko munikas ikan peranan Bryophy ta dan pterido phyta dalam kehidup Rubrik penilaian Produ k memb uat cerita dunia tumb uhan sesuai kema mpua nnya, dalam bentu 1. Mengem bangkan kejujur an, kedisipli nan, keteliti an, kerjasa ma dan demokr asi Sikap Ilmiah : 1. kejujur an 2. kedisipl inan 3. keteliti an 4. kerjasa ma demokrasi
  • 72. Kompetensi Dasar dalam kelangsungan kehidupan di bumi 4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis Materi Pokok Manfaat dan peran tumbuh an dalam ekosiste m, manfaa t ekonom i, dan dampak turunny a keanek aragam an tumbuh an bagi ekosiste m Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran berbagai jenis tumbuhan yang membentuk strata di hutan hujan tropis cara mengenali nama dan mengelompokkan nya Ciri-ciri masingmasing kelompok Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan pada setiap strata di hutan hujan tropis. Menggunakan contoh tumbuhanyang dibawa peserta didik (lumut, paku, tumbuhan biji) membandingkan ciri-ciri Plantae Mengindentifikasi alat reproduksi lumut dan paku yang dibawa peserta didik atau Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 3. 4. 5. 6. Pterido phyta, dan Sperma tophyta Menjela skan dasardasar klasifika si Bryophy ta Menjela skan klasifika si Brophyt a Membu at bagan metage nesis Bryophy ta Mengko munikas ikan peranan Bryophy ta dalam kehidup an sehari- Metage nesis tumbuh an lumut dan paku Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian an seharihari k komik , ilustr asi, lagu, cerita , lapor an invest igasi untuk menu njukk an pema hama n Lapora n tertulis Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 73. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian menggunakan gambar Membuat bagan metagenesis pada lumut, pakupakuan, membandingkan dengan gambar/charta Melakukan diskusi problem solving dengan rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dengan berubahnya keanekaragaman tumbuhanlumut dan paku di suatu ekosistem dan menganalisis dampaknya dari sudut: lingkungan alam, ekonomi, masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat hari 7. Menjela skan dasardasar klasifika si pterido phyta. 8. Menjela skan klasifika si pterido phyta. 9. Memba ndingka n metage nesis pada pterido phyta. 10. Me ngkomu nikasika n peranan pterido phyta dalam kehidup an seharihari. Mengasosiasi Mengaitkan konsep berbagai keanekaragaman hayati dengan metode Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 74. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian pengelompokan berdasarkan ciri morfologi dan metagenesis tumbuhan. Menemukan ciri khas dan dasar pengelompokan tumbuhan paku dan lumut. Fakta : berbagai jenis tumbuhan spermatophyta melalui gambar/spesim en, video atau charta Konsep : Tumbuhan biji (Spermatophyta ) Mengkomunikasikan Menyajikan laporan hasil pengamatan berbagai tumbuhan dalam berbagai bentuk Mengamati Peserta didik mengamati berbagai jenis tumbuhan spermatophyta melalui gambar/spesime n, video atau charta. Menanya Peserta didik dimotivasi untuk menanyakan tentang: Ciri-ciri tumbuhan 1. Menjel askan dasardasar klasifik asi sperma tophyta 2. Mengkl asifikas ikan sperma tophyta berdas arkan ciri-ciri yang dimiliki . Tes tertulis : 1. dasardasar klasifi kasi sperm atoph yta 2. klasifi kasika n sperm atoph yta 3. Ciri Gymn osper mae 1. Mengko munikas ikan peranan spermat ophyta dalam kehidup an seharihari 2. Membua t laporan laporan tertulis hasil pengam atan Rubrik penilaian Laporan tertulis 1. Mengem bangkan kejujur an, kedisipli nan, keteliti an, kerjasa ma dan demokr asi Sikap Ilmiah : 5. kejujur an 6. kedisipl inan 7. keteliti an 8. kerjasa ma 9. demokr asi
  • 75. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran spermatophyta Dasar pengelompokann ya Cara pengelompokann ya Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Menggunakan contoh tumbuhan yang dibawa peserta didik/gambar/cha rta (spematophyta) mengidentifikasi ciri morfologinya. Mengamati alat reproduksi tumbuhan biji (angiospermae dan gymnospermae) melalui obyek nyata atau gambarmelalui kerja kelompok Mengindentifikasi alat reproduksi tumbuhantumbuhan tersebut. Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 3. Membe rikan contoh Gymnos permae beserta perann ya 4. Membe rikan contoh Angiosp ermae beserta perann ya 5. Menjel askan dasardasar klasifik asi Angiosp ermae 6. Mengel ompoka n bebera pa macam tumbuh an Angiosp ermae berdas arkan 4. Ciri Angios perma e 5. peran an sperm atoph yta Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian berbaga i tumbuh an spermat ophyta Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 76. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Membuat bagan metagenesis gymnospermae dan angiospermae, membandingkan dengan gambar/charta Mengasosiasi Mengaitkan konsep berbagai keanekaragaman hayati dengan metode pengelompokan berdasarkan ciri morfologi dan metagenesis tumbuhansperma tophyta Menyimpulkan cara pengelompokan tumbuhan spermatophyta Mengkomunikasikan Merangkum Bab dan disusun dalam suatu laporan yang dibentuk dalam buku kreatif menggunakan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian ciricirinya 7. Mengu mpulka n informa si tentang perann an Sperma tophyta dalam kehidu pan seharih ari 8. Mengko munika sikan perana n sperma tophyta dalam kehidu pan seharihari. 9. Memba ndingka n reprod uksi angiosp ermae Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 77. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bahan-bahan bekas atau hiasan daun/bunga kering sehingga memiliki nilai seni yang tinggi Menyajikan laporan tertulis hasil pengamatan berbagai tumbuhan spermatophyta Fakta : berbagai tanaman obat Konsep : Manfaat dan peran tumbuhan dalam ekosistem, manfaat ekonomi, dan dampak turunnya keanekaragama n tumbuhan bagi ekosistem Mengamati Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang manfaat dan peran keanekaragaman plantae dalam berbagai segi. Mengumpulkan informasi berbagai tanaman obat Menanya Peserta didik dimotivasi untuk menanyakan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dan gymnos permae . 10. Membu at laporan tertulis hasil penga matan berbag ai tumbuh an sperma tophyta 1. Mengide ntifikasi tentang peranan spermat ophyta dalam kehidup an seharihari 2. Mengko munikas ikan peranan bryophy ta dalam kehidup Tes Tertulis : Tetang Manfaat dan peran tumbuh an dalam ekosiste m, manfaa t ekonom i, dan dampak turunny a keaneka Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian 1. Mengko munikas ikan peranan bryophy ta dalam kehidup an seharihari 2. Mengko munikas ikan peranan pterydo phyta dalam kehidup 1. Mengem bangkan santun, tolerans i, mengha rgai pendap at orang lain, meneri ma kritik, kreatif Fortopoli o: Laporan tertulis Sikap ilmiah : 2. santun, 3. tolerans i, 4. mengha rgai pendap at orang lain, 5. meneri ma kritik, 6. kreatif
  • 78. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran tentang: Peran keberadaan tumbuhan di muka bumi? Apa contoh manfaat keanekaragaman plantae dalam kehidupan Contoh tanaman obat yang khas Indonesia Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengumpulkan informasi peran Plantae pada berbagai bidang (industri, kesehatan, pangan, dll) tugas mandiri untuk bahan diskusi. Mengasosiasi Mengaitkan keanekaragaman hayati plantae khas Indonesia dengan kekebermanfaat annya dalam Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian an seharihari 3. Mengko munikas ikan peranan pterydo phyta dalam kehidup an seharihari 4. Mengko munikas ikan peranan spermat ophyta dalam kehidup an seharihari an seharihari 3. Mengko munikas ikan peranan spermat ophyta dalam kehidup an seharihari ragama n tumbuh an bagi ekosiste m Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 79. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran berbagai bidang kehidupan (industri, kesehatan, pariwisata,dll) Mengkomunikasikan Merangkum Bab dan disusun dalam suatu laporan yang dibentuk dalam buku kreatif menggunakan bahan-bahan bekas atau hiasan daun/bunga kering sehingga memiliki nilai seni yang tinggi Menyajikan laporan tertulis hasil pengamatan berbagai tumbuhan Membuat tulisan tentang peran tumbuhan dalam hal menjaga keseimbangan alam yaitu berperan dalam siklus air, Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 80. Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan prinsip Materi Pokok Animalia Invertebra ta Materi Pembelajaran Fakta berbagai animalia Alternatif Pembelajaran menjaga permukaan lahan, penyerapan karbondioksida dan penghasilan oksigen bumi Membuat laporan upaya pemanfaatan yang tidak seimbang dengan pelestarian Melakukan diskusi problem solving dengan rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dengan berubahnya keanekaragaman tumbuhan di suatu ekosistem dan menganalisis dampaknya dari sudut: lingkungan alam, ekonomi, masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat Mengamati Mengamati berbagai macam Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 1. Mengide ntifikasi ciri-ciri Tes Tes tertulis Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Menyajik an data jenis- Rubrik penilaian penyaji Aspek Sikap Indikator Penilaian 1. Mengem bangkan sikap Observasi dengan menggunak
  • 81. Kompetensi Dasar klasifikasi untuk menggolongka n hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. 4.8 Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. Materi Pokok Ciri-ciri umum Animali a. Ciri dan klasifik asi hewan Inverte brata Materi Pembelajaran Konsep Ciri-ciri umum Animalia. Ciri dan klasifikasi hewan Invertebrata Ciri dan klasifikasi Hewan Vertebrata. Peranan hewan Invertebrata dan Vertebrata dalam kehidupan Prinsip : Peranan hewan Invertebrata dalam kehidupan Prosedur Pengamatan terhadap Invertebrata Alternatif Pembelajaran hewan invertebrata di lingkungannya baik yang hidup di dalam atau di luar rumah, di tanah, air laut dan danau, atau yang di pepohonan Menanya Peserta didikdimotivasi untuk menanyakan tentang: Begitu banyaknya jenis hewan, apa persamaan dan perbedaan? Bagaimana mengenali kelompok hewan tersebut berdasarkan ciricirinya? Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengamati ciri umum pengelompokkan hewan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian umum kingdo m animali a 2. Mengelo mpokka n kingdo m animali aberda sarkan ciri-ciri umum animali a 3. Mengide ntifikasi ciri-ciri porifera 4. Mengkla sifikasik an filum porifera berdas arkan ciricirinya 5. Mengide ntifikasi ciri-ciri coelent erate 6. Mengkla bentuk pilihan ganda/PG tentang ciri dan klasifikasi hewan invertebr ata dan perannya dalam kehidupa n Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian jenis invertebr ata berdasark an pengama tan, termasuk cara perkemb angbiaka n dan peranann ya dalam kehidupa n.ermain an an data. Aspek Sikap Indikator Penilaian ilmiah an skala dalam Sikap kegiata 1. 1. Jujur n 2. 2. Teliti pembel 3. disipli ajaran 4. Saling menghargai 5. Rasa ingin tahu 6. kerjasam a 7. demokra tis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  • 82. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Mengamati berbagai jenis hewan invertebrata di lingkungan sekitar, mendokumentasi kan dalam bentuk foto/gambar pengamatan, mengamati morfologinya Mendiskusikan hasil pengamatan invertebrata untuk memahami berbagai ciri yang dimilikinya sebagai dasar pengelompokann ya Mengasosiasikan Menggunakan kosa kata baru berkaitan dengan invertebrata dalam menjelaskan tentang keanekaragaman invertebrata Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian sifikasik an filum coelent erata berdasa rkan ciricirinya 7. Mengide ntifikasi ciri-ciri Platyhel mintes 8. Mengkla sifikasik an platyhel minthes berdasa rkan ciricirinya 9. Mengide ntifikasi ciri-ciri Nemath elminte s 10. Me ngklasif ikasikan nemath elminth es berdasa rkan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 83. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Menjelaskan ciriciri dan klasifikasi hewan invertebrata dengan menggunakan peta pikiran, permainan, dll. Mengkomunikasikan Menjelaskan tentang ciri-ciri dan klasifikasi invertebrate Mengkomunikasik an pemahamannya melalui permainan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian ciricirinya 11. Me ngidenti fikasi ciri-ciri Annelid a 12. Me ngklasif ikasikan filum annelid a berdasa rkan ciricirinya 13. Me nyebutk an contohcontoh dari Platyhel mintes 14. Me nyebutk an contohcontoh dari Nemath elminte s 15. Me Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 84. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian nyebutk an contohcontoh dari Annelid a 16. Me njelask an proses perkem bangbia kan Platyhel mintes 17. Me njelask an proses perkem bangbia kan Nemath elminte s 18. Me njelask an proses perkem bangbia kan Annelid a 19. Me Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 85. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : berbagai macam hewan vertebrata Konsep : Ciri dan klasifikasi Hewan Vertebrata. d Alternatif Pembelajaran Mengamati Mengamati berbagai macam hewan vertebrata di lingkungannya baik yang hidup di dalam atau di luar rumah, di tanah, air laut dan danau, atau yang di pepohonan atau melalui gambar/film Menanya Peserta didik menanyakan t atau melalui tentang: Begitu banyaknya jenis hewan, apa persamaan dan perbedaan? Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian mbedak an antara cacing yang merugik an dan tidak merugik an 1. Mengi dentifi kasi cirriciri morfol ogi anato mi hewan kelas pisces 2. Mengk lasifik asikan hewan kelas pisces 3. Meran cang budi daya ikan tawar (conto h ikan 1. Mengko munikas ikan tentang ciri-ciri vertebr ata 2. Menyaji kan data dalam bentuk tabel yang berisi tentang perband ingan komple ksitas sistem organ hewanhewan vertebr ataa Rubrik penilaian presentas i danTabel perbandin gan kompleksi tas sistem organ vertebrat a 1. Mengem Observasi bangkan dengan sikap menggunak ilmiah an skala Sikap dalam kegiata 1. 1. Jujur n 2. 2. Teliti pembel 3. disipli 4. Saling ajaran menghargai 5. Rasa ingin tahu 6. kerjasam a 7. demokra tis Test: Tertulis tentang: ciri dan klasifikasi hewan vertebrat a dan perbandin gan kompleksi tas sistem organ hewanhewan vertebrat a (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan
  • 86. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Bagaimana mengenali kelompok hewan tersebut berdasarkan ciricirinya? Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengamati ciri umum pengelompokkan hewan vertebrata melalui obyek atau gambar. Mendiskusikan hasil pengamatan vertebrata untuk memahami berbagai ciri yang dimilikinya sebagai dasar pengelompokann ya Membandingkan kompleksitas ciri hewan-hewan vertebrata Mengasosiasikan Menggunakan kosa kata baru Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 4. 5. 6. 7. mas) Mengi dentifi kasi cirriciri morfol ogi anato mi hewan kelas amphi bia Mengk lasifik asikan hewan kelas amphi bia Mengi dentifi kasi cirriciri morfol ogi anato mi hewan reptili an Mengk lasifik asikan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian dan saat diskusi)
  • 87. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran berkaitan dengan vertebrata dalam menjelaskan tentang kompleksitas ciri yang digunakan sebagai dasar pengelompokan keanekaragaman vertebrata Menjelaskan ciriciri hewanvertebrata dengan menggunakan peta pikiran Mengkomunikasikan Menjelaskan tentang ciri-ciri vertebrata dalam bentuk tabel perbandingan kompleksitas sistem organnya Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian hewan reptili an 8. Menje laskan ciriciri Aves 9. Mengk lasifik asikan hewan yang tergol ong kedala m kelas Aves 10. Memb anding kan hewan hewan yang tergol ong kedala m kelas Aves 11. Menje laskan ciriciri Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 88. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : kegiatan dan produk yang berhubungan dengan hewan invertebrata dan vertebrata Alternatif Pembelajaran Mengamati Mengamati berbagai macam kegiatan dan produk yang berhubungan dengan hewan invertebrata dan vertebrata Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Mamm alia 12. Mengk lasifik asikan hewan yang tergol ong dalam kelas Mamm alia 13. Memb anding kan hewan hewan yang tergol ong kedala m kelas Mamm alia 1. Mengid entifik asi invert ebrata dan verteb rata yang Tes tulis bentuk esai tentang kegiatan dan produk yang berhubun Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Membukti kan peranan Planaria dalam kaitannya dengan Rubrik penilaian kegiatan pembukti an peranan cacing Aspek Sikap Indikator Penilaian Mengemba Observasi ngkan sikap dengan ilmiah menggunak dalam an skala kegiatan Sikap pembelajar1. 1. Jujur an 2. 2. Teliti 3. disipli 4. Saling
  • 89. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Konsep : Perbedaan invertebrata dan vertebrata Prinsip Peranan hewan Invertebrata dan Vertebrata dalam kehidupan Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian melalui gambar/charta atau film Menanya Peserta didik dimotivasi untuk menanyakan tentang: Apa peran hewan-hewan tersebut bagi kehidupan dan lingkungan hidup. Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengidentifikasi peran hewan Invertebrata dan Vertebrata berdasarkan pengamatan gambar atau film Mendiskusikan peranan invertebrata dan vertebrata dalam ekosistem, ekonomi, masyarakat, dan pengembangan 2. 3. berper an dalam kehidu pan manusi a Menjel askan perana n Porifer a, Coelen terata, Mollus ca, Platyh elmint hes, Anneli da, Arthro poda, Echino derma ta Menjel askan perana n Pisces, Amfibi , Reptil, Aves, gan dengan hewan invertebr ata sertapera nan lainnya dalam kehidupa n Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian pencemar an limbah cair rumah tangga 2. Membuktik an peranan cacing tanah dalam menyuburk an tanah Aspek Sikap Indikator Penilaian menghargai 5. Rasa ingin tahu 6. kerjasam a 7. demokra tis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  • 90. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran ilmu pengetahuan di masa datang Mengasosiasikan Menggunakan hasil diskusi dari pengamatan untuk membuat kesimpulan tentang peran hewan Invertebrata dan Vertebrata dalam ekosistem dan ekonomi masyarakat serta ilmu pengetahuan. Menganalisis kemungkinan bila terjadi pemanfaatan hewan-hewan tersebut yang bernilai ekonomi tetapi tidak dikelola secara bijaksana bagi lingkungan maupun nilai ekonomi itu sendiri Mengkomunikasikan : Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 4. 5. 6. Mamal ia Mensy ukuri dan menja ga kelest arian makhl uk ciptaa n Tuhan Mensos ialisasi kan perana n invert ebrata dan verteb rata untuk keseja hteraa n manusi a Memb uktika n perana n Planar Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 91. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Menjelaskan tentang ciri-ciri dan pemanfaatan serta peran invertebrate dan vertebrata Membuat usulan cara pemanfaatan yang berwawasan pembangunan berkelanjutan 3.9 Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan semua interaksi yang berlangsung didalamnya. 4.9 Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen Ekologi Kompon en ekosiste m Aliran energi. Interaksi dalam ekosiste m Daur biogeoki mia Fakta Berbagai ekosistem Konsep ekosistem Aliran energi. Interaksi dalam ekosistem Prinsip: Komponen ekosistem Prosedur: Daur biogeokimia Mengamati Mengamati ekosistem dan komponen yang menyusunnya Menanya Peserta didik dimotivasi untuk menanyakan tentang: Apa saja komponen ekosistem dan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 7. 1. 2. ia atau Tubife x dalam pence maran limbah cair rumah tangga Memb uktika n perana n cacing tanah dalam menyu burkan tanah Mengid entifik asi kompo nen penyus un ekosist em Mende skripsi kan hubun gan antara Tes Bentu k esai tentan g Pemah aman tentan g berba gai istilah baru dalam ekosis Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Membua t bagan interaks i antar kompon en ekosiste m dan jejaring makana n yang berlang sung dalam ekosiste Rubrik penilaian bagan interaksi kompone n ekosistem Rubrik penilaian presentas i Aspek Sikap Indikator Penilaian 1. Mengem menggunak bangkan an skala sikap Sikap ilmiah 1. 1. Jujur dalam 2. 2. Teliti kegiata 3. disipli n 4. Saling pembel menghargai ajaran 5. Rasa ingin tahu 6. kerjasam a 7. demokra
  • 92. Kompetensi Dasar ekosistem dan jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk Media Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian bagaimana hubungan antar komponen? Bagaimana terjadi aliran energi di alam? Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Melakukan pengamatan ekosistem di lingkungan sekitarnya dan mengidentifikasi komponenkomponen yang menyusun ekosistem Menganalisi hubungan antara komponen biotik dan abiotik serta hubungan antara biotik dan biotik dalam ekosisten tersebut dan mengaitkannya dengan ketidakseimbanga n lingkungan Mendiskusikan 3. 4. kompo nen biotik dan abiotik , serta biotik dan biotik lainny a Mempr ediksi faktorfaktor yang dapat memp engaru hi keseim banga n ekosist em Mende skripsi kan mekan isme aliran energi pada suatu ekosist em tem kompo nen ekosis tem, intera ksi dalam ekosis tem, aliran energi , dan siklus biogeo kimia Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian m 2. mengko munikas ikan kemung kinanjik a terjadi ketidak seimban gan hubung an antar kompon en ekosiste m akibat faktor alami maupun perilaku manusia Aspek Sikap Indikator Penilaian tis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  • 93. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran kemungkinan yang dilakukan berkaitan dengan pemulihan ketidak seimbangan lingkungan Mengamati adanya interaksi dalam ekosistem dan aliran energi Mendiskusikan ketidakseimbanga n lingkungan dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi akibat hal tersebut Mengasosiasikan Mendiskusikan data berbagai komponen ekosistem dan mengaitkannya dengan keseimbangan ekosistem yang ada Menyimpulkan bahwa di alam jika terjadi ketidak seimbangan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 5. 6. 7. Menjel askan intera ksi dalam ekosist em Mende skripsi kan jenisjenis intera ksi juga berbag ai kemun gkinan yang terjadi dalam intera ksi Menga wati kompo nen biotik dan abiotik secara cerma t berbag ai Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 94. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran komponen ekosistem harus dilakukan upaya rehabilitasi agar keseimbangan proses bisa berlangsung Mengkomunikasikan Menjelaskan secara lisan komponen ekosistem, aliran energi, ketidak seimbangan ekosistem dan akibatnya. Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian fakta yang ditemu kan dalam tayang an film 8. Menjel askan peran mikroo rganis me/or ganism e dalam berbag ai daur biogeo kimia 9. Mengu raikan kompo nen ekosist em dari hasil penga matan 10. Memb uat bagan tentan g intera Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 95. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian ksi antar kompo nen ekosist em dan jejarin g makan an yang berlan gsung dalam ekosist em 11. Menga nalisis jika terjadi ketida kseimb angan hubun gan antar kompo nen (karen a faktor alami dan akibat perbua Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 96. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : video terbentuknya hujan dari proses penguapan Konsep : Daur biogeokimia Prinsip : Prosedur : Daur biogeokimia Alternatif Pembelajaran Mengamati mengamati video terbentuknya hujan dari proses penguapan. Menanya Peserta didik menanyakan tentang: Siklus apa saja yang berlangsung di alam untuk menjaga keseimbangan seperti yang ada di teks atau video? Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mendiskusikan daur biogeokimia menggunakan bagan/charta Mendiskusikan ketidakseimbanga n lingkungan yang mana yang menyebabkan kerusakan daur Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian tan manusi a) 1. Menjela skan macammacam daur biogeok imia (air, karbon, nitroge n, sulfur, fosfor) dan peranan nya dalam ekosiste m 2. Membu at charta daur biogeok imia, seperti air, karbon, nitroge n, sulfur, posfor Test lisan: Siklus /daur biogeokim ia Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Membua t charta daur biogeok imia, seperti air, karbon, nitroge n, sulfur, posfor Rubrik penilaian Lpora n Skema daur biogeo kimia salah satu unsur Aspek Sikap Indikator Penilaian 1. Mengem bangkan kejujur an, kedisipli nan, keteliti an, kerjasa ma dan demokr asi Sikap ilmiah : 1. Jujur 2. Disiplin 3. Teliti 4. Kerjasa ma 5. Demokr asi
  • 97. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran tersebut dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi akibat ke tidak seimbangan tersebut Mengasosiasikan Mendiskusikan dan menyimpulkan bahwa di alam terjadi keseimbangan antara komponen dan proses biogeokimia Menyimpulkan bahwa di alam jika terjadi ketidak seimbangan komponen ekosistem termasuk daur biogeokimia, harus dilakukan upaya rehabilitasi agar keseimbangan proses bisa berlangsung Mengkomunikasikan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 98. Kompetensi Dasar 3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan tersebut bagi kehidupan 4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan Materi Pokok Keseimban gan linkungan lingkung an dampak dari perubaha n lingkung an  pence maran daur ulang limbah upaya pelestari an lingkung an Materi Pembelajaran Fakta Gambar/Foto/film tumpukan sampah, lingkungan kumuh, banjir, dan kerusakan lingkungan Konsep Kerusakan lingkungan/penc emaran lingkungan Keseimbangan lingkungan. Pelestarian lingkungan Penangguangan kerusakan lingkungan Prinsip Pencemaran limbah keseimbangan lingangan Prosedur Alternatif Pembelajaran Menjelaskan secara lisan daurbiogeokimia dan perannya dalam ekosistem Membuat charta daur biogeokimia salah satu unsur. Mengamati 1. Mencermati tayangan Gambar/Foto/fil m tumpukan sampah, lingkungan kumuh, banjir, dan kerusakan lingkungan Menanya Siswa mendiskusikan hasil temuan yang didapatkan dari proses mencermati tayangan gambar/foto/ film yang berkaitan dengan Keseimbangan lingkungan, Perubahan lingkungan, dan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 4. Mengide ntifikasi kerusaka n lingkung an 5. Menjelas kan pencem aran lingkung an 6. Melaksa nakan percoba an pengaru h pencem aran air terhada p kelangsu ngan hidup 1. Tes tertuli s: uraian Porto folio Proye k Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Ketera mpilan berkom unikasi dan berdisku siMengkl asifikasi kan jenis sampah organik dan anorgan ik 2. Melakuk an percoba an polusi air 3. Mengum pulkan data tentang masalah perusak Perfoman ce Produk Aspek Sikap Indikator Penilaian Disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kejujuran,k epedulian Inisiatif Tenggang rasa Penilaian antar teman
  • 99. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran pengolahan limbah daur ulang limbah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Pencemaran organis lingkungan. m Siswa 7. Mendesk mengidentifikasi ripsikan faktor-faktor pelestari yang dapat an menyebabkan lingkung pencemaran dan an perubahan 8. Membua lingkungan t usulan Siswa merumuskan masalah pengaruh pelestari limbah (dapat an digunakan limbah lingkung rumah an tangga/pabrik/deter 9. Menentu gen) terhadap kan kelangsungan hidup jenisorganism jenis mencoba limbah (Eksperimen/Eksplo 10. Me rasi) 1. Melakukan lakukan percobaan proses pengaruh daur pencemaran ulang terhadap limbah kelangsungan 11. Me hidup organisme nentuka melalui kerja n kelompok. sampah/ 2. Mengumpulkan limbah data tentang masalah yang perusakan akan Alternatif Pembelajaran lingkungan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian an lingkung a 4. Membua t laporan tertulis hasil percoba an 5. Meprese ntasikan hasil percoba an 6. Melakuk an proses daur ulang limbah Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 100. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 3. Mendiskusikan dibuat tentang produk pemanasan daur global, penipisan ulang lapisan ozon dan 12. Me efek rumah kaca rancang apa penyebannya produk dan bagaimana daur mencegah dan limbah menanggulanginy yang a. 4. Membuat usulan mempun cara pencegahan yai nilai dan pemulihan jual kerusakan 13. Me lingkungan akibat mbuat polusi produk 5. Merancang, daur melaksanakan ulang dan membuat yang produk daur bernilai ulang limbah jual 14. Me Mengasosiasikan ngkomun 1. Menyimpulkan ikasikan hasil hasil pengamatan, produk diskusi, yang pengumpulan telah informasi serta dibuat studi literature 15. tentang dampak Alternatif Pembelajaran kerusakan lingkungan penyebab, Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 101. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran pencegahan serta penanggulangann ya. Mengkomunikasikan 1. Usulan / himbauan tindakan nyata pelestarian lingkungan dan hemat energi yang harus dilakukan di tingkat sekolah dan tiap individu peserta didik yang dilakukan di rumah, sekolah, dan area pergaulan peserta didik 2. Laporan hasil pengamatan secara tertulis 3. tentang kerusakan lingkungan penyebab dan penanggulanganny a. Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  • 102. BAB IV PENUTUP Efektifitas pembelajaran merupakan indikator keberhasilan belajar, artinya bahwa semakin efektifitasnya tinggi dalam kegiatan pembelajaran maka hasil belajar semakin berkualitas dan sebaliknya semakin tidak efektifnya pembelajaran maka berdampak hasil belajar yang tidak optimal. Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan pendekatan saintifik yaitu melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Dalam hal ini, strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013 agar KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4 dapat tercapai secara terintegrasi. Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran yang
  • 103. memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Selanjutnya mengembangkan langkah alternatif pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan autentik.
  • 104. DAFTAR PUSTAKA Anderson, Le.W. dan Kreathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy For Learning, Teaching, And Assesssing: A Revision of Bloom,s Taxonomy of Educational Objectives. New York. Longman. Bruner, J. (1996). The Culture of Education. Cambridge, MA: Harvard University Press. Harding, S. (1998). Is Science Multicultural? Postcolonialisms, Feminisms, and Epistemologies. Bloomington: Indiana University Press. Calabrese Barton, A. (1998). Reframing “science for all” through the politics of poverty. Educational Policy, 12, 525-541. http://www.ase.org.uk/documents/principles-and-big-ideas-of-science-education Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2013 tentang perubahan atas PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan (Lembar Negara RI Tahun 2013 No.71, Tambahan Lembar Negara) Permendikbud No.54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; Permendikbud No.64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar proses Pendidkan Dasar dan Menengah. Permendikbud No.66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud No.69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. UU No 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional (lembar Negara RI tahun 2003 No. 78, Tambahan lembar Negara RI No. 4301), Young, Jolee. And Elaine Chapman (2010). Generic Competency Frameworks: a Brief Historical Overview. Education Research and Perspectives, Vol.37. No.1. The University of Western Australia.
  • 105. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Minggu ke- : 36 Satuan Pendidikan : SMA …………………………. Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Semester : X/2 Materi pokok : Perubahan Lingkungan dan Daur ulang limbah Alokasi Waktu : 5 x 3 JP Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Kompetensi Dasar 1.2. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. 1.3. Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya 3.10. Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan tersebut bagi kehidupan. Indikator : 1. Mengidentifikasi kerusakan lingkungan 2. Menjelaskan pencemaran lingkungan 3. Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan tersebut bagi kehidupan
  • 106. 4. Mendeskripsikan pelestarian lingkungan 5. Menentukan jenis-jenis limbah 6. Menjelaskan proses daur ulang limbah 4.10. Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan. Indikator : 1. Melaksanakan percobaan pengaruh pencemaran air terhadap kelangsungan hidup organisme air 2. Membuat usulan pelestarian lingkungan 3. Melakukan proses daur ulang limbah 4. Merancang produk daur limbah yang mempunyai nilai jual 5. Membuat produk daur ulang yang bernilai jual 6. Mengkomunikasikan hasil produk daur ulang limbah Tujuan Pembelajaran Setelah proses menggali/meneliti; kaji pustaka; berdiskusi; eksperimen; kerja kelompok siswa dapat : 1. mengidentifikasi kerusakan lingkungan 2. menjelaskan indikator pencemaran lingkungan 3. melaksanakan percobaan pengaruh pencemaran air terhadap kelangsungan hidup organisme air 4. menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan tersebut bagi kehidupan 5. mendeskripsikan pelestarian lingkungan 6. membuat usulan pelestarian lingkungan 7. menentukan jenis-jenis limbah 8. melakukan proses daur ulang limbah 9. merancang produk daur limbah yang mempunyai nilai jual 10. membuat produk daur ulang yang bernilai jual 11. mengkomunikasikan hasil produk yang telah dibuat 12. mengembangkan kedisiplinan, kejujuran, kerja sama, kepedulian dan tanggungjawabpermasalahan lingkungan hidup 13. menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses serta peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan
  • 107. Materi Ajar 1) Materi Fakta - Berbagai gambar/Foto/Film berbagai contoh kerusakan lingkungan - Berbagai produk daur ulang limbah 2) Materi Konsep Pengertian Lingkungan dan komponen penyusunlingkungan Keseimbangan Lingkungan Perubahan Keseimbangan dan Faktor Penyebab terjadinya Perubahan Lingkungan Pencemaran : Pengertian, Macam, Penyebab dan Dampak Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daur ulang limbah 3) Materi Prinsip Pencemaran lingkungan adalah. masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Limbah bahan berbahaya dan beracun, yang selanjutnya disebut Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan beracun), adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3. Pencemaran dapat menyebabkan kerusakan lingkungan 4) Materi Prosedur Langkah-langkah eksperimen pengaruh pencemaran terhadap kelangsungan hidup organisme Langkah – langkah pembuatan daur ulang limbah Metode Pembelajaran Inquiry / discovery Kaji pustaka Diskusi Eskperimen Penugasan/ kerja kelompok Media, Alat dan Sumber Belajar Media o LKS percobaan pengaruh pencemaran air terhadap makhluk hidup o Charta lingkungan alami dan lingkungan yang rusak
  • 108. o Power Point o Gambar/Foto/Film tentang Kerusakan Lingkungan dan berbagai produk daur ulang limbah Alat/Bahan o LCD Sumber Belajar o Sumarwoto O, 1991, Ekologi dan Lingkungan Hidup, Penerbit Jembatan o Brown LR, 1990, Masa Depan Bumi, Gajah Mada University Press o D.A Pratiwi Dkk, Tahun…., Biologi 1 SMA, Erlangga o Syamsuri I Dkk, Tahun…. Biologi jilid 1 SMA, Erlangga Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 : A. Pendahuluan ( 20 menit ) Memberikan salam dan berdoa Mengondisikan kelas dan pembiasaan Apersepsi Benarkah air kencing sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair ? Memotivasi Guru memperlihatkan contoh gambar/foto/video kerusakan lingkungan Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Guru menyampaikan Tujuan pembelajaran Pretest B. Kegiatan Inti ( 100 menit ) Mengamati Guru menayangkan berbagai fakta tentang kerusakan lingkungan sekitar dalam bentuk gambar/foto/film. Siswa secara individu mencermati berbagai fakta yang ditemukan di dalam tayangan gambar/foto/ film kerusakan lingkungan Siswa mendokumentasikan/mencatat hasil pengamatannya Guru menilai keterampilan siswa mengamati
  • 109. Menanya Siswa mendiskusikan hasil temuan yang didapatkan dari proses mencermati tayangan gambar/foto/ film yang berkaitan dengan Keseimbangan lingkungan, Perubahan lingkungan, dan Pencemaran lingkungan. Siswa mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan pencemaran dan perubahan lingkungan Siswa merumuskan masalah pengaruh limbah (dapat digunakan limbah rumah tangga/pabrik/detergen) terhadap kelangsungan hidup organisme Guru menilai keterampilan siswa dalam mengungkap permasalahan dari lingkungan sekitar Mencoba Siswa melakukan percobaan untuk menemukan pengaruh limbah/variasi konsentrasi dan atau jenis detergen organisme/makhluk hidup terhadap kelangsungan (dapat menggunakan hidup (daya tahan) anakan lele/berudu)Siswa mengamati dan mencatat aktivitas hidup sampai dengan ketahanan hidup organisme yang diberi perlakuan kondisi air tercermar yang berbeda (dapat diberi perlakuan variasi konsentrasi/jenis limbah/detergen yang berbeda) Masing-masing kelompok diberikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan akibat polusi yang dapat diselesaikan dengan konsep keseimbangan lingkungan Siswa membuat usulan cara pencegahan dan pemulihan kerusakan lingkungan akibat polusi Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/ menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data, serta menilai kemampuan siswa menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah Mengasosiasi Siswa menggali informasi, melakukan analisis untuk menjelaskan dan menarik kesimpulan, hubungan pencemaran air dengan kelangsungan hidup organisme. Masing-masing kelompok berdiskusi menganalisis perubahan lingkungan mendeskripsikan pelestarian lingkungan, kemudian menyimpulkan dan dampak kerusakan lingkungan penyebab, pencegahan serta penanggulangannya Guru membimbing/menilai kemampuan siswa mengolah data dan merumuskan kesimpulan Mengkomunikasikan Perwakilan dari dua kelompok menyampaikan hasil percobaan dan kesimpulan diskusi
  • 110. Kelompok mendiskusikan, menyimpulkan dan mengkomunikasikan hasil pemecahan masalah pencemaran lingkungan Laporan hasil pengamatan secara tertulis Presentasi secara lisan tentang kerusakan lingkungan penyebab dan penanggulangannya Guru menilai kemampuan siswa berkomunikasi lisan C. Penutup (15 menit ) Bersama siswa menyimpulkan ciri-ciri kerusakan lingkungan dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup organisme Memberikan tugas baca tentang pelestarian lingkungan dan upaya pelestarian lingkungan Melaksanakan post test Pertemuan 2 A. Pendahuluan ( 20 Menit ) Memberikan salam dan berdoa Merefleksi hasil pretes dan postes pertemuan sebelumnya Menagih dan mengingatkan tugas baca Menyampaikan tujuan pembelajaran Melaksanakan pretes tentang kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan B. Kegiatan Inti ( 100 menit ) Mengamati dan Menanya Dua orang siswa dari kelompok berbeda diminta untuk memaparkan hasil tugas baca tentang pelestarian lingkungan dan upaya pelestarian lingkungan Siswa mengkaji pustaka untuk melengkapi tentang pelestarian lingkungan dan upaya pelestarian lingkungan Kelompok mendiskusikan upaya pelestarian lingkungan Setiap kelompok diberikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan Kelompok mendiskusikan usulan / himbauan tindakan nyata pelestarian lingkungan dan hemat energi yang harus dilakukan di tingkat sekolah dan tiap individu siswa yang dilakukan di rumah, sekolah, dan area pergaulan siswa Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah dan keterampilan mencoba instruksi kerja
  • 111. Mengasosiasikan Kelompok mendiskusikan hasil kegiatan tentang dampak kerusakan lingkungan penyebab, pencegahan serta penanggulangannya Siswa dalam kelompokmendiskusikan tentang pemanasan global, penipisan lapisan ozon dan efek rumah kaca apa penyebannya dan bagaimana mencegah dan menanggulanginya Dengan fasilitasi guru, siswa dapat menyimpulkan dampak kerusakan lingkungan penyebab, pencegahan serta penanggulangannya Guru menilai keterampilan mengolah dan menalar Mengkomunikasikan Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusi pemecahan masalah Mengkomunikasikan usulan / himbauan tindakan nyata pelestarian lingkungan dan hemat energi yang harus dilakukan di tingkat sekolah dan tiap individu siswa yang dilakukan di rumah, sekolah, dan area pergaulan siswa Guru menilai keterampilan menyaji dan berkomunikasi C. Penutup ( 15 menit ) Membimbing siswa untuk menyusun kesimpulan Mengkomunikasikan usulan / himbauan tindakan nyata pelestarian lingkungan dan hemat energi yang harus dilakukan di tingkat sekolah dan tiap individu siswa yang dilakukan di rumah, sekolah, dan area pergaulan siswa Melaksanakan postes Pertemuan 3 A. Pendahuluan ( 20 Menit ) Memberikan salam dan berdoa Menagih dan mengingatkan tugas/menayangkan hasil tugas Menyampaikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti ( 100 menit ) Mengamati Guru menayangkan berbagai fakta tentang produk daur ulang limbah melalui bacaan atau film/video. Siswa secara individu mencermati berbagai fakta yang ditemukan di dalam tayangan gambar/foto/ film produk daur ulang limbah Siswa mendokumentasikan/mencatat hasil pengamatannya Guru menilai keterampilan siswa mengamati Menanya
  • 112. Setiap kelompok diberikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan daur ulang limbah Kelompok mendiskusikan usulan / himbauan tindakan nyata tentang daur ulang limbah dengan pertanyaan sebagai berikut :  Apa yang dimaksud dengan limbah dan apakah masih bermanfaat dalam kehidupan?  Bagaimana cara memanfaatkan limbah ? Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah dan keterampilan mencoba instruksi kerja Mengumpulkan Data Studi literature tentang jenis-jenis limbah serta pengaruhnya terhadap kesehatan dan perubahan lingkungan Mengumpulkan data cara-cara memanfaatkan limbah Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/ menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data, serta menilai kemampuan siswa menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah Mengasosiasikan Menyimpulkan hasil pengamatan, diskusi, pengumpulan informasi serta studi literature tentang jenis-jenis daur ulang limbah yang dikaitkan dengan adanya limbah. Cara menatalaksanai limbah secara bijaksana Guru menilai keterampilan mengolah dan menalar Mengkomunikasikan Perwakilan kelompok menjelaskan jenis-jenis daur ulang limbah secara lisan Guru menilai keterampilan menyaji dan berkomunikasi C. Penutup ( 15 menit ) Membimbing siswa untuk menyusun kesimpulan Memberikan penugasan mencari hasil studi tentang dari berbagai laporan media mengenai jenis-jenis limbah Pertemuan 4 A. Pendahuluan ( 20 Menit ) Memberikan salam dan berdoa Guru mengajukan pertanyaan tentang „jenis-jenislimbah yang ada disekitar rumah?‟
  • 113. Menyampaikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti ( 100 menit ) Mengamati Siwa membaca hasil studi dari berbagai laporan media mengenai jenis-jenis limbah dan proses daur ulang limbah Siswa mendokumentasikan/mencatat hasil pengamatannya Guru menilai keterampilan siswa mengamati Menanya Setiap kelompok diberikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan proses daur ulang limbah Kelompok mendiskusikan tentang proses daur ulang limbah dengan pertanyaan sebagai berikut :  Bagaimana cara melakukan daur ulang limbah?  Jenis limbah yang seperti apa yang dapat di daur ulang ? Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah dan keterampilan mencoba instruksi kerja Mengumpulkan Data Studi literature tentang proses daur ulang limbah Mengumpulkan data cara-cara melakukan proses daur ulang limbah Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/ menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data, serta menilai kemampuan siswa menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah Mengasosiasikan Menyimpulkan hasil pengamatan, diskusi, pengumpulan informasi serta studi literature tentang proses daur ulang limbah. Cara menatalaksanai limbah secara bijaksana Guru menilai keterampilan mengolah dan menalar Mengkomunikasikan Perwakilan kelompok menjelaskan proses daur ulang limbah secara Guru menilai keterampilan menyaji dan berkomunikasi C. Penutup ( 15 menit ) Membimbing siswa untuk menyusun kesimpulan Memberikan penugasan mencari bahan untuk membuat karya daur ulang limbah yang memiliki nilai jual
  • 114. Pertemuan 5 A. Pendahuluan ( 20 Menit ) Memberikan salam dan berdoa Merefleksi tugas Menyampaikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti ( 100 menit ) Mengamati Mengamati berbagai bahan daur ulang limbah yang memiliki nilai jual melalui baca. Siswa mendokumentasikan/mencatat hasil pengamatannya Guru menilai keterampilan siswa mengamati Menanya kelompok melakukan diskusi tentang bahan dan desaindaur ulang limbah yang memiliki nilai jual Kelompok mendiskusikan usulan desaindaur ulang limbah yang memiliki nilai jual Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah dan keterampilan mencoba instruksi kerja Mengumpulkan Data Studi literature tentang jenis-jenis limbah yang dapat dibuat produk daur ulang yang memilki nilai jual Mengumpulkan data cara-cara membuat daur ulang limbah Merancang desain produk daur ulang limbah Membuat daur ulang limbah Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/ menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data, serta menilai kemampuan siswa menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah Mengasosiasikan Menyimpulkan hasil pengamatan, diskusi, pengumpulan informasi serta studi literature tentang daur ulang limbah yang memiliki nialai jualyang dikaitkan dengan adanya limbah, penyebab, pencegahan serta penanggulangannya. Menghitung nilai ekonomis produk daur ulang limbah sehingga menumbuhkan jiwa kewirausahaannya. Guru menilai keterampilan mengolah dan menalar
  • 115. Mengkomunikasikan Perwakilan kelompok menjelaskan proses pembuatan daur ulang limbah secara lisan dan unjuk produknya. Guru menilai keterampilan menyaji dan berkomunikasi C. Penutup ( 15 menit ) Membimbing siswa untuk menyusun kesimpulan Memberikan penugasan membuat karya daur ulang limbah dari mulai mendesain, memilih bahan, membuat, menaksir harga satuan produk yang dihasilkan, mengkomunikasikan hasil karya Melaksanakan postes Penilaian 1. Jenis / Teknik Penilaian Portofolio (Hasil identifikasi Permasalahan/Kerusakan lingkungan sekitar, laporan hasil percobaaan, Rangkuman) observasi Sikap Performance/tes Praktik Tes Tertulis ( Essay ) Lembar penilaian antar teman Penilaian Produk 2. Instrumen penilaian Intrumen Penilaian Portofolio Instrumen Penilaian Sikap Instrumen Penilaian Diskusi Instrumen penilaian laporan praktik menggunakan rubrik penilaian Instrumen penilaian produk Instrumen tes menggunakan tes tertulis uraian Contoh Instrumen (Terlampir) ………………………………….. Mengetahui : Kepala ……… Guru Mata Pelajaran, ……………………………………… ………………………………………
  • 116. Catatan Kepala Sekolah : ............................................................................................................... ............................................................................................................... ............................................................................................................... ..............................................................................................................
  • 117. Lampiran 1 : INSTRUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO Sekolah : __________________________________________________________ Matapelajaran : __________________________________________________________ Durasi Waktu : __________________________________________________________ Nama Peserta didik : __________________________________________________________ Kelas/SMT : __________________________________________________________ Laporan Eksperimenul kan Waktu Laporan Pengamatan KI / KD / PI Makalah No Kualitas Rangkumn MACAM PORTOFOLIOA Nilai Jumlah Score 1 2 3 Catatan: PI = Pencapaian Indikator Untuk setiap karya peserta didik dikumpulkan dalam satu file sebagai bukti pekerjaan yang masuk dalam portofolio. Skor menggunakan rentang antara 0 -10 atau 10 – 100. Kolom keterangan diisi oleh guru untuk menggambarkan karakteristik yang menonjol dari hasil kerja tersebut. Catatan: Penilaian Portofolio dilakukan dengan sistem pembobotan sesuai tingkat kesulitan dalam pembuatannya.
  • 118. Lampiran 2 : INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP No Nama . wab : Tanggungja Hari/Tanggal Kepedulian : X/2 Kejujuran Kelas/Semester Kerjasama : Keseimbangan Lingkungan Disiplin Materi Jumlah Skor Nilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. dst *) Ketentuan: 1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 2 = jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten 3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 5 = jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator FORMAT PENILAIAN Nilai : Jumlah Skor X 100 30
  • 119. Lampiran 3 : INSTRUMEN PENILAIAN DISKUSI Hasil Penilaian Diskusi Topik : ……………………………..………….. Tanggal : ………………………………………. Jumlah Siswa : …………….……… orang. No Nama Menyampaikan siswa Menanggapi Mempertahankan argumentasi pendapat 1 2 3 1 2 3 4 1 Jumlah score 2 3 Nilai 4 Rubrik : Menyampaikan pendapat 1. Tidak sesuai masalah 2. Sesuai dengan masalah, tapi belum benar 3. Sesuai dengan masalah dan benar Menanggapi pendapat 1. Langsung setuju atau menyanggah tanpa alasan 2. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar tidak sempurna 3. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar 4. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi Mempertahankan pendapat 1. Tidak dapat mempertahankan pendapat 2. Mampu Mempertahankan pendapat, alasan kurang benar 3. Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar tidak didukung referensi 4. Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar didukung referensi
  • 120. Lampiran 4 : INSTRUMEN PENILAIAN PRODUK Kompentesi Inti : Kompetensi Dasar : Indikator : Aspek Penilaian : Psikomotor Tanggal Penilaian : Kriteria/Aspek 1 2 3 4 5 6 Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9. 10. Kriteria: 1. Tahap Perencanaan Bahan (1) 2. Tahap Proses Pembuatan Persiapan alat dan bahan (2) Tehnik Pengolahan (3) K3 ( keselamatan, kemamanan dan kebersihan ) (4) 3. Tahap Akhir ( bentuk Produk) Bentuk Fisik (5) Inovasi (6) Penskoran : Tiap Indikator rentang 1 – 5, dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya. Nilai
  • 121. Lampiran 5 : INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK Matapelajaran : ____________________________________________________________ Nama Proyek : ____________________________________________________________ Alokasi Waktu : ____________________________________________________________ Guru Pembimbing : ____________________________________________________________ Nama : _____________________________________________ NIS : _____________________________________________ Kelas : _____________________________________________ No ASPEK 1 PERENCANAAN : a. b. 2 Persiapan Rumusan Judul PELAKSANAAN : a. b. Keakuratan Sumber Data / Informasi c. Kuantitas Sumber Data d. Analisis Data e. 3 Sistematika Penulisan Penarikan Kesimpulan LAPORAN PROYEK : a. Performance b. Presentasi / Penguasaan TOTAL SKOR SKOR (1 - 5) 1 2 3 4 5
  • 122. Lampiran 6 LEMBAR PENILAIAN ANTAR TEMAN ASPEK NO NAMA 1 2 3 4 JUMLAH 5 6 7 NILAI SCORE Keterangan Aspek : 1. Keaktifan 2. Kesediaan menerima pendapat 3. Tanggungjawab dalam tugas 4. Inisiatif dalam mengambil keputusan 5. Kepedulian terhadap kesulitan yang dialami sesama teman 6. Kepedulian dalam memberi kesempatan yang dialami sesama teman 7. Kemampuan mendorong aktivitas kerja kelompok Ketentuan: 1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 2 = jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten 3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 5 = jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator Nilai = Jumlah score x 100 35
  • 123. Lampiran 7 : INSTRUMEN KINERJA MELAKUKAN PRATIKUM NO ASPEK YANG PENILAIAN DINILAI 1 1 2 3 MERANGKAI ALAT 2 PENGAMATAN 3 DATA YANG DIPEROLEH 4 KESIMPULAN Rubrik: NO ASPEK YANG PENILAIAN DINILAI 1 3 MERANGKAI Rangkaian alat Rangkaian alat Rangkaian alat, ALAT tidak benar benar, tapi benar dan tidak rapi atau memperhatikan tidak keselamatan memperhatikan 1 2 kerja keselamatan kerja 2 PENGAMATAN Pengamatan Pengamatan Pengamatan tidak cermat cermat tetapi cermat tidak mendukung mendukung interpretasi interpretasi 3 DATA YANG Data tidak Data lengkap, Data lengkap, DIPEROLEH lengkap tetapi tidak terorganisir, terorganisir dan ditulis atau ada yang dengan benar salah tulis 5 KESIMPULAN Tidak benar Sebagian Semua benar atau tidak kesimpulan ada atau sesuai
  • 124. NO ASPEK YANG PENILAIAN DINILAI sesuai tujuan yang salah atau tidaK Sesuai tujuan tujuan
  • 125. Lampiran : 8 INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF 1) Sebutkan minimal Tiga (3) Permasalahan yang dapat diidentifikasi, jika terjadi penebangan dan pencurian kayu di hutan-hutan Kalimantan secara besar-besaran ! (score 3) 2) Bagaimana sebuah LSM Peduli lingkungan dapat mengkritisi suatu pabrik yang didirikan di dekat pemukiman telah menyebabkan pencemaran air, tanah dan udara ? (score 3) 3) Seorang siswa SMA ingin melakukan penelitian “Pengaruh variasi konsentrasi limbah cair pabrik tepung tapioca terhadap kecepatan kematian anakan lele”. Tentukan (1) Rumusan masalah (2) Apakah yang harus dibuat sama agar kesimpulan sesuai dengan hipotesis “ variasi konsentrasi limbah cair pabrik tepung tapioca terhadap kecepatan kematian anakan lele” (3) Bagaimana model organisasi datanya diagram alur pelaksanaan percobaannya (4) Gambarkan (score 4) Penilaian : Nilai = Jumlah skor X 100 10 Kunci Jawaban dan Pedoman penskoran : 1. Permasalahan yang timbul akibat perusakan hutan a. Banjir dan tanah longsor b. Penurunan keanekaragaman hayati yang lebih lanjut dapat menyebabkan hilangnya plasma nutfah c. Hilangnya habitat hewan dalam hutan d. Penurunan kesejahteraan penduduk sekitar hutan e. Pencemaran udara f. Pemanasan global (setiap jawaban benar bernilai 1, nilai maksimal untuk nomor 1 adalah 3 ) 2. Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan (UU No 32 tahun 2009). Dengan demikian indicator bahwa suatu pabrik menyebabkan pencemaran lingkungan adalah kondisi air, udara, dan tanah dimana pabrik tersebut berada telah melampaui baku mutu lingkungan (score maksimal 3)
  • 126. 3. (1) Rumusan masalah : Apakah variasi konsentrasi limbah cair pabrik tepung tapioca berpengaruh terhadap kecepatan kematian anakan lele (score1) (2) Yang harus dibuat sama agar kesimpulan sesuai dengan hipotesis “ variasi konsentrasi limbah cair pabrik tepung tapioka terhadap kecepatan kematian anakan lele” (score 1) a. Sumber air yang dipergunakan untuk membuat larutan yang berbeda konsentrasi b. Jumlah ikan pada tiap tempat c. Umur dan ukuran lele b. Sumber limbah c. Ukuran tempat yang dipergunakan untuk percobaan d. Indicator kematian e. Alat ukur parameter percobaan (3) Bagaimana model organisasi datanya N0 Identitas Konsentrasi 0% 1 Beker glass C 4 kecepatan Beker glass B 3 …. Beker glass A 2 5% Mortalitas Beker glass D ( score total untuk soal no 3 =1) (4) Gambarkan diagram alur pelaksanaan percobaannya Total score = 10 (score 1) jumlah
  • 127. Pretest 1 1. Sebutkan masing-masing 2 contoh permasalahan lingkungan yang bersifat local, regional, nasional dan global ! 2. Apakah indicator pencemaran air, tanah dan udara ? 3. Buatlah gambar/diagram percobaan yang menunjukkan pengaruh variasi konsentrasi limbah home industry tempe terhadap kecepatan mortalitas berudu ! Postest 1 1. Sebutkan masing-masing 3 contoh permasalahan lingkungan yang bersifat local, regional, nasional dan global ! 2. Apakah indicator pencemaran lingkungan ? 3. Buatlah gambar/diagram percobaan yang menunjukkan pengaruh variasi konsentrasi limbah home industry tempe terhadap kecepatan mortalitas Benur !
  • 128. LEMBAR KERJA SISWA (1) Kerusakan Lingkungan Tujuan Pembelajaran: 1) Menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya perusakan lingkungan. 2) Mengenali perilaku manusia yang tidak ramah/beretika lingkungan. 3) Memberikan contoh perilaku manusia yang dapat mencegah terjadinya perusakan lingkungan. 4) Menentukan upaya untuk pelestarian lingkungan Gambar tentang kerusakan lingkungan : 1 2 5 3 6 4 7 Kegiatan siswa : 1. Perhatikan semua gambar di atas. a. Peristiwa apakah yang tampak pada gambar no 1 , 2, 3, 4, dan 5 ? b. Carilah penyebab terjadinya peristiwa tersebut ! c. Bagaimanakah cara mencegah agar ketiga peristiwa diatas tidak terjadi? 2. Tuliskan oleh kamu beberapa perilaku manusia yang dapat merusak lingkungan! 3. Perhatikan gambar 6 dan gambar 7! a. Tuliskan pendapat kamu mengenai gambar 6 dan gambar 7 dan bandingkan dengan gambar 1-5. b. Apakah kita menginginkan suasana seperti pada gambar 6 dan 7? 4. Tuliskan oleh kamu beberapa cara yang dapat dilakukan oleh manusia agar lingkungan tetap lestari dan seimbang! 5. Buatlah kesimpulan oleh kamu tentang pengaruh perilaku manusia terhadap lingkungan dan ekosistem!
  • 129. LEMBAR KEGIATAN SISWA (2) Pengaruh larutan detergen pada kehidupan ikan Tujuan Pembelajaran Setelah proses mencari informasi, menanya, berdiskusi, melaksanakan percobaan, mengasosiasi dan mengkomunikasikan siswa dapat melaksanakan percobaan pengaruh pencemaran air terhadap kelangsungan hidup organisme air Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Pencemaran lingkungan dapat berpengaruh terhadap manusia dan Makluk hidup yang ada di dalamnya. Pencemaran dapat terjadi di udara, tanah dan air. Pencemaran air dapat disebabkan oleh limbah ditergen yang dibuang ke perairan. Detergen merupakan zat pencuci sintetik yang ramah lingkungan yang dapat menimbulkan banyak buih pada permukaan air sehingga menghalangi larutnya oksigen ke dalam air, lebih lanjut kondisi itu dapat mempengaruhi kelangsungan hidup biota air, termasuk ikan. Petunjuk kerja Berdasarkan wacana di atas, Buatlah Rancangan dan lakukan berkelompok (maksimal 4 orang), dengan permasalahan percobaan secara pokok ”Pengaruh variasi konsentrasi detergen/limbah home industri terhadap Aktivitas hidup Ikan mas (Cyprinus carpio)”. kan mas dan detergen dapat kamu dapatkan dari laboran. Sedangkan jika kamu ingin menggunakan imbah home industri siapkan secara berkelompok. Tentukan 1. Judul Percobaan 2. Tujuan percobaan 3. Rumusan masalah 4. Tentukan Variabel Percobaan ini 5. Apakah Alat/Bahan yang diperlukan. 6. Apa yang harus kalian lakukan agar eksperimenmu itu benar (sesuai permaslahan) ? Apa yang harus diamati dan diukur ? Bagaimana membuat larutan limbah / ditergen dengan konsentrasi yang berbeda-beda? Untuk itu Tuliskan prosedur kerja eksperimenmu itu ! 7. Bagaimana organisasi datanya ? Buatlah Tabel hasil pengamatan ! 8. Tuliskan Hasil analisis datamu ! 9. Tuliskan Kesimpulan dan implikasi hasil percobaan ini dalam kelangsungan hidup organisme di lingkungan sekitar kita !