Kata Pengantar
Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa,
kemurahan-Nya

naskahPendukung

pembelajaran

...
DAFTAR ISI
Kata Pengantar

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I

PENDAHULIAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan

2

C. Ruang Lingkup

2

D. L...
BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasio...
pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan
program remedial bagi peserta didik yang tergol...
(3)

Penilaian otentik; dan

(4)

Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP)
D. Landa...
BAB II
PEMBELAJARAN KOMPETENSI
Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat
proses pembela...
(8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan

fisikal

(hardskills) dan

keterampilan mental (softskills); (9) pem...
dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator
yang membimbing dan mengkoordinasikan...
(2) Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan
siswa dalam bentuk konsep, prisnsip, prosed...
Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh
yang cocok dengan satu atau lebih katagori.
...
anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih
dulu. Setelah itu dilakspesertaan penilaian ...
hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan
pada kemampuan setiap anggota maupun kelompo...
meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi
media, membuat karangan, dan diskusi kelas.
Pe...
Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja.
Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian ...
•

Indikator menunjukkan sikap yang dapat diukur

•

Mampu memetakan sikap peserta didik dari kemampuan pada level terenda...
Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.
Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.
Tugas dapat dikerjakan ...
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap
tugas yang harus diselesaikan oleh peserta did...
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada
kumpulan informasi yang menunjukkan perkembang...
BAB III
ANALISIS KOMPETENSI
A. Prosedur Analisis
Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang
...
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai
berikut.
Kompetensi

Deskripsi Kompetensi...
Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut
(1) Melakukan linearisasi kompetensi dasar...
(3) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang
terkait dengan fakta, konsep, prinsip, da...
(2) Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain
konsep

merupakan

suatu

penghubung

antar...
tersebut merupakan “fakta” Contoh : Nama-nama organ tubuh manusia, macammacam jenis organel sel.
Apakah kompetensi dasar y...
(1) Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang terukur, didalamnya
terdapat dua unsur, yiatu tingkat kompeten...
penilaian yang dilakukan dan direlasikan dengan kegiatan pembelajaran yang
dilakukan peserta didik.
B. Hasil Analisis Komp...
Kompetensi Dasar
(KI 3)
pemahaman tentang
virus berkaitan
tentang ciri, replikasi,
dan peran virus dalam
aspek kesehatan
m...
Kompetensi Dasar
(KI 3)
tumbuhan ke dalam
divisio berdasarkan
pengamatan morfologi
dan metagenesis
tumbuhan serta
mengaitk...
2. Hasil Analisis Kompetensi Dasar
Kompetensi
Dasar
3.1 Memahami
tentang ruang
lingkup biologi
(permasalahan
pada berbagai...
Kompetensi
Dasar
keselamatan
kerja serta
menyajikanny
a dalam
bentuk
laporan
tertulis

Materi
Pokok
sendiri
dan
lingkun
ga...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok
matan
Kerja

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
contoh dan
diperdalam
dengan tuga...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
sederhana untuk
mempelajari
kerja ilmiah

Asp...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
mandiri)
Mengasosiasikan
Mendiskusikan
hasil-...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

Aspek...
Kompetensi
Dasar
berbagai
bentuk media
informasi

Materi
Pokok
Garis
Wallac
e, Garis
Weber.
Keunik
an
hutan
hujan
tropis,
...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

pemba
ngunan
berkela
njutan

Alternatif
Pembelajaran
Weber
Mendiskusi...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran
klasifikasi
makhluk hidup

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian
15.
Me...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian
yang
d...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

n
Men...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

Aspek...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran
Manfaat
kehatiuntuk
pembangunan
berkelanjutan

Alternatif
Pembelajaran...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
Indonesia secara
in-situ dan ekssitu
Mengasos...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

Alternatif
Pembelajaran
biodiv...
Kompetensi
Dasar
berkaitan
tentang ciri,
replikasi, dan
peran virus
dalam aspek
kesehatan
masyarakat.
4.3
Menyajikan
data ...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
nnya
Mengasosiasikan
Mendiskusikan
kaitan ant...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Peran virus
dalam
kehidupan
Jenis-jenis
part...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

Aspek...
Kompetensi
Dasar
archaebacteri
a dan
eubacteria
dalam
kehidupan
berdasarkan
hasil
pengamatan
dalam bentuk
laporan
tertulis...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
bakteri misalnya
dari bentuk
koloni,
pewarnaa...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

Aspek...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
dalam buku
kerja/log book
Mendiskusikan
sifat...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian
an
per...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

Aspek...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
bakteri hasil
pengecatan gram
dan menentukan
...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran
Fakta :
- Berbagai
makanan hasil
fermentsi bakteri
mis : Nata de
coco
...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
bakteri dan cara
penanggulangan
nya
Mendiskus...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
Mengkomunikasikan
Melaporkan secara
lisan man...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

kehidupan dan
menyajikan
hasil
pengamatan
dalam bentuk
model/charta/
...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian

an
da...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian
tumbuh...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran

Aspek Pengetahuan
Indikator Penilaian
14 Men...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Fakta :
teks peran

Alternatif
Pembelajaran

Mengamati
teks di berbag...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran
berbagai
protista
Konsep :
Peranan bakteri
dalam
kehidupan

Alternatif...
Kompetensi
Dasar

Materi
Pokok

Materi
Pembelajaran

Alternatif
Pembelajaran
berbagai
penyakitdan
fenomena alam
seperti ma...
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi
Nächste SlideShare
Wird geladen in ...5
×

Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi

7,530

Published on

Model Pembelajaran Saintifik Mapel

Published in: Bildung
0 Kommentare
2 Gefällt mir
Statistiken
Notizen
  • Hinterlassen Sie den ersten Kommentar

Keine Downloads
Views
Gesamtviews
7,530
Bei Slideshare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
3
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
320
Kommentare
0
Gefällt mir
2
Einbettungen 0
No embeds

No notes for slide

Model Pembelajaran Saintifik Mapel biologi

  1. 1. Kata Pengantar Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, kemurahan-Nya naskahPendukung pembelajaran Kurikulum karena berkat 2013 ini dapat diselesaikan.Naskah ini kami beri judul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran dengan Pendekatan Saintifik”. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan penilaian autentik. pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar. Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sehubungan hal tersebut, maka naskah ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan guru yang terkait dengan pengembangan persiapan pembelajaran. Semoga naskah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, untuk memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dan jerih payah saudara-saudara sekalian. Dalam penyusunan naskah ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini kami terima dengan tangan terbuka. Akhirnya, mudah-mudahan naskah ini dapat berguna dan membantu siapa saja yang membaca dan membutuhkan khususnya guru mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan pembelajaran.
  2. 2. DAFTAR ISI Kata Pengantar i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULIAN A. Latar Belakang B. Tujuan 2 C. Ruang Lingkup 2 D. Landasan Hukum BAB II 1 3 PEMBELAJARAN KOMPETENSI A. Pembelajaran Pendekatan Saintifik B. Penilaian Autentik BAB III 5 8 ANALISIS KOMPETENSI A. Prosedur Analisis B. Hasil Analisis BAB IV 10 16 PENUTUP 35 DAFTAR PUSTAKA 36 Lampiran Contoh RPP 37
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut disusun standar pendidikan nasional, terdiri atas: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses berkewajiban dan disebutkan menyusun sistematis agar bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dengan strategi yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, menyebutkan bahwa Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013. Kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa dikuasai oleh peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan
  4. 4. pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat. Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan kurikulum 2013 secara terbatas pada 1.270 SMA di 33 provinsi pada 295 kabupaten/kota mulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Untuk mendukung implementasi pelaksanaan kurikulum tersebut pemerintah telah melatih guru inti dan guru sasaran serta menyediakan silabus, buku guru, dan buku siswa untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk mata pelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku-buku yang ada (dari kurikulum 2006 dan buku sebelumnya) mulai menerapkan kurikulum 2013 mengacu pada silabus yang telah disediakan. Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan langkah pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang bisa memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. B. Tujuan Secara umum tujuan penulisan naskah ini adalah membantu guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan buku sumber yang ada. Secara khusus naskah ini bertujuan: Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar (1) Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus mata pelajaran (2) Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik (3) Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian (4) Merancang penilaian otentik C. Ruang Lingkup Ruang lingkup naskah ini terdiri atas: (1) Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik (2) Langkah-langkah analisis kompetensi;
  5. 5. (3) Penilaian otentik; dan (4) Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) D. Landasan Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan 4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor …. Tentang Silabus
  6. 6. BAB II PEMBELAJARAN KOMPETENSI Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga perolehan (proses psikologis) ranah yang kompetensi berbeda. Sikap tersebut memiliki lintasan diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengevaluasi, dan mencipta. menanya, mencoba, mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, Keterampilan menalar, menyaji, diperoleh melalui aktivitas mengamati, dan mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Penguatan pendekatan penyingkapan/penelitian saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). Prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan perubahan paradigma: (1) peserta didik diberi tahu menjadi peserta didik mencari tahu; (2) guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3) pendekatan tekstual menjadi pendekatan proses pembelajaran berbasis pembelajaran parsial menekankan jawaban sebagai konten menjadi penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; (4) menjadi pembelajaran pembelajaran tunggal terpadu; berbasis kompetensi; (5) (6) pembelajaran yang menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif;
  7. 7. (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. A. Pendekatan Pembelajaran saintifik Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah.Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (Alfred De Vito, 1989). Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni, 2000; &Semiawan, 1998). Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secara terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu
  8. 8. dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan: 1992). Model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston, 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran. Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup siswa melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990). Sesuai dengan karakteristik fisika sebagai bagian dari natural science, pembelajaran fisika harus merefleksikan kompetensi sikap ilmiah, berfikir ilmiah, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data/informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. (1) Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak.
  9. 9. (2) Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk konsep, prisnsip, prosedur, hukum dan teori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi (critical thingking skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah. (3) Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa untuk memperkuat pemahaman konsep dan prinsip/prosedur dengan mengumpulkan data, mengembangkan kreatifitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar termasuk mesin komputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini. (4) Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Data yang diperoleh dibuat klasifikasi, diolah, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasa dalam kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktifitas antara lain menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik. Hasil kegiatan mencoba dan mengasosiasi memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi (higher order thinking skills) hingga berpikir metakognitif. (5) Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk karya. Kelima pengalaman belajar (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan menkomunikasikan) merupakan standar minimal yang harus dibelajarkan kepada siswa melalui model model pembelajaran yang sesuai dengan materi biologi. Pengalaman belajar tersebut bisa terlaksana pada berbagai model-model pembelajaran antara lain pada pembelajaran kolaboratif: Contoh Pembelajaran Kolaboratif Guru ingin mengajarkan tentang konsep, penggolongan sifat, fakta, atau mengulangi informasi tentang objek. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu (card sort). Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini.
  10. 10. Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori. Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama. Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekanhya. Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik, buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting. Macam-macam Pembelajaran Kolaboratif Banyak metode yang dipakai dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini: JP = Jigsaw Proscedure. Pembelajaran dilakukan dengan cara peserta didik sebagai anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda mengenai suatu pokok bahasan. Agar masingmasing peserta didik anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan, tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasari pada rata-rata skor tes kelompok. STAD = Student Team Achievement Divisions. Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Anggotaanggota dalam setiap kelompok bertindak saling membelajarkan. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu peserta didik lainnya. Penilaian didasari pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok peserta didik CI = Complex Instruction Titik tekan metode ini adalam pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan, khususnya dalam bidang sains, matematika, dan ilmu pengetahuan sosial. Fokusnya adalah menumbuhkembangkan ketertarikan semua peserta didiksebagai anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para peserta didik yang sangat heterogen. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. TAI = Team Accelerated Instruction. Metodeini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/kolaboratif dengan pembelajaran individual. Secara bertahap, setiap peserta didik sebagai
  11. 11. anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Setelah itu dilakspesertaan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar, setiap peserta didik mengerjakan soal-soal berikutnya. Namun jika seorang peserta didik belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar, ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasari pada hasil belajar individual maupun kelompok. CLS = Cooperative Learning Stuctures. Pada penerapan metode pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua peserta didik (berpasangan). Seorang peserta didik bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua peserta didik yang saling berpasangan itu berganti peran. LT = Learning Together. Pada metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan peserta didik yang beragam kemampuannya. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok. TGT = Teams-Games-Tournament. Pada metode ini, setelah belajar bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasari pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok peserta didik. GI = Group Investigation. Pada metode ini semua anggota kelompok dituntut untuk merencpesertaan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melakspesertaannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. AC = Academic-Constructive Controversy. Pada metode ini setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan,
  12. 12. hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya. CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition. Pada metode pembelajaran ini mirip dengan TAI. Metode pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para peserta didik saling menilai kemampuan membaca, menulis dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya Peserta didikdapat membentuk jejaring yang lebih luas dengan menginformasikan/ berbagi tentang hasil penugasan, proyek atau makalah melalui berbagai media. B. Penilaian Autentik Penilaian autentik (authentic assessment) menurut beberapa sumber sebagaimana tertulis dalam Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: (1) American Library Association mendefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevan dalam pembelajaran; (2) Newton Public School, mengartikan penilaian autentik sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik; dan (3) Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisis oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antar sesama melalui debat, dan sebagainya. Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lainlain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA. Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen assesmeni yang memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas: membaca dan
  13. 13. meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusi kelas. Penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Penilaian autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran. Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan menggunakan jurnal, penilaian diri, dan/atau penilaian antar teman. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Penilaian keterampilan melalui tes praktik, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. 1. Pengamatan Sikap Penilaian sikap melalui pengamatan dapat menggunakan jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Jurnal adalah catatan pendidik yang sistematis di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal dapat memuat penilaian siswa terhadap aspek tertentu secara kronologis. Kriteria penilaian jurnal adalah sbb: Mengukur capaian kompetensi sikap yang penting. Sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator. Menggunakan format yang sederhana dan mudah diisi/digunakan. Dapat dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis. Memungkinkan untuk dilakukannya pencatatan yang sistematis, jelas dan komunikatif. Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik menuntun guru untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik.
  14. 14. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ranah sikap Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah keterampilan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah pengetahuan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. Penilaian antar teman adalah penilaian yang dilakukan terhadap sikap seorang peserta didik oleh seorang (atau lebih) peserta didik lainnya dalam suatu kelas atau rombongan belajar. Penilaian ini merupakan bentuk penilaian untuk melatih peserta didik penilai menjadi pembelajar yang baik.Instrumen sesuai dengan kompetensi dan indikator yang akan diukur. Kriteria penilaian antar teman adalah sbb: • Indikator dapat dilakukan melalui pengamatan oleh peserta didik • Kriteria penilaian dirumuskan secara simpel atau sederhana • Menggunakan bahasa lugas dan dapat dipahami peserta didik • Menggunakan format penilaian sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik • Kriteria penilaian yang digunakan jelas, tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda • Indikator menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya • Instrumen dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid) • memuat indikator kunci atau esensial yang menunjukkan penguasaan satu kompetensi peserta didik
  15. 15. • Indikator menunjukkan sikap yang dapat diukur • Mampu memetakan sikap peserta didik dari kemampuan pada level terendah sampai kemampuan tertinggi. 2. Tes tertulis. Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. 3. Tes Lisan. Tes lisan adalah tes yang menuntut siswa memberikan jawaban secara lisan. Pelaksanaan Tes lisan dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Kriteria Tes lisan adalah sbb: Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf pengetahuan yang hendak dinilai. Pertanyaan tidak boleh keluar dari bahan ajar yang ada. Pertanyaan diharapkan dapat mendorong siswa dalam mengkontruksi jawabannya sendiri. disusun dari pertanyaan yang sederhana ke pertanyaan yang komplek. 4. Penilaian Melalui Penugasan. Instrumen penugasan dapat berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang harus dikerjakan oleh peserta didik, baik secara individu atau kelompok, sesuai dengan karakteristik tugas. Kriteria penugasan adalah sbb:
  16. 16. Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik. Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri. Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik. Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum. Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok. Untuk tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota. Tugasharusbersifat adil (tidak bias gender atau latar belakang sosial ekonomi). Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas. Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas. 5. Tes Praktik. Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. (Juknis PHB PPMP Kemdikbud, 2013). Kriteria Tes Praktik adalah sbb: Tugas mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik. Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas. Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik, Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum Tugasbersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi) Task untuk Tes Praktik, diperlukan penyusunan rubrik penilaian, rubrik tersebut harus memenuhi syarat sbb: Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid). Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi). Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur. Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik. Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik. 6. Penilaian Proyek
  17. 17. Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, danproduk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. 7. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan berdasarkan beberapa dimensi. refleksi peserta didik, dan dievaluasi
  18. 18. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.Fokus penilaian portofolio adalahkumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.
  19. 19. BAB III ANALISIS KOMPETENSI A. Prosedur Analisis Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan, komptensi inti dan kompetensi dasar. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan. Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu. Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar. Rumusan standar kompetensi lulusan seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 tahun 2013 untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut. Dimensi Sikap Kualifikasi Kemampuan Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan Memiliki pengetahuan metakognitif dalam faktual, ilmu konseptual, pengetahuan, prosedural, dan teknologi,seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Kompetensi inti tingkat SMA terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat kompetensi ke lima yang mencakup kelas X dan kelas XI, dan tingkat kompetensi keenam untuk kelas XII. Rumusan kompetensi yang relelevan bagi kelas X sesua Peraturan Menteri
  20. 20. Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai berikut. Kompetensi Deskripsi Kompetensi Sikap Spiritual 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Sikap Sosial 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan 3. Memahami, faktual, menerapkan, konseptual, dan menganalisis prosedural, dan pengetahuan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Keterampilan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan Hubungan empat kompetensi inti dalam lingkup standar kompetensi lulusan adalah sebagai berikut.
  21. 21. Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut (1) Melakukan linearisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI 4 sesuai materi pokok seperti tabel berikut ini. Kompetensi Dasar (KI 3) 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan seharihari. Kompetensi Dasar (KI 4) 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. . Materi Pokok (Dalam Silabus) Permasalahan biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan Cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradapan bangsa Metode Ilmiah: mengidektifikasi masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, menentukan variabel, mengolah data, mengkomunikasikan Keselamatan Kerja Dan seterusnya cara (2) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 3 dan materi pokok (silabus) menjadi materi pembelajaarn yang terdiri atas: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
  22. 22. (3) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang terkait dengan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Tahapan penyusunan indikator dari tingkat yang terendah sampai tertinggi, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. (4) Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan yang diperlukan untuk mengembangkan sikap sosial dan sikap religius. (5) Mengidentifikasi nilai-nilai sikap dari KI 2 dan KI 1 yang relevan (6) Merancang penilaian sikap. Prosedur analisis dapat diilustrasikan dengan diagram berikut ini. Materi Pokok (Silabus) Materi Pembelajara n Fakta, Konsep, Prinsip, dan Prosedur Penillaian (Silabus) Alternatif Kegiatan Pembelajaran: Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi, dan Mengomunikasi kan Indikator Sikap, Pengethuan, dan Keterampilan untuk Penilaian Lulusan yang : Cerdas, Kreatif, Produktif, dan Bertanggung jawab Pembelajaran (Silabus) 1. Pengembangkan Materi pembelajaran Pengembangan materi pembelajaran merujuk pada materi pokok dalam silabus dan kompetensi dasar yang termuat dalam kompetensi inti ke tiga (pengetahuan).Dalam penjabaran materi pembelajaran tetap diperlukan untuk melihat linierisai dengan kompetensi inti ke empat (keterampilan). Hasil pengembangan materi pembelajaran dikelompokan dalam empat kategori, yaitu: (1) Fakta, merupakankejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, disentuh, atau diamati atau materi yang berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda dan lain sebagainya
  23. 23. (2) Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain konsep merupakan suatu penghubung antara fakta-fakta yang saling berhubungan. Materi konsep berupa pengertian, definisi, hakikat, inti isi. Contoh konsep tentang zat cair (kelompok benda-benda seperti air, minyak, alkohol, bensin, dan spiritus) adalah zat yang mempunyai ciri-ciri bentuk selalu berubah sesuai bentuk wadah/tempat yang ditempatinya, volume dan beratnya selalu tetap, dapat mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah, tidak dapat dimampatkan. Konsep adalah kristalisasi dari fakta yang telah didefinisikan. (3) Prinsip, merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaiatan atau lebih dikenal berupa dalil, rumus, postulat, adagium dan paradigma. Prinsip IPA bersifat analitik, sebab merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari berapa contoh. Contoh yang merupakan prinsip adalah jika air dipanaskan maka akan menguap. Prinsip yang menghubungkan adalah konsep air, konsep panas, dan konsep penguapan. Termasuk ke dalam kategori prinsip adalah hukum, teori, dan azas. (4) Prosedur, merupkan sederatan langkah yang bertahap dan sistematis dalam menerapkan prinsip. Langkah prosedural merupakan bagian dari kompetensi pada aspek keterampilan. Pada pembelajaran biologi contohnya misalnya adalah proses pembuatan telur asin, langkah-langkah membuat sayatan preparat dan lain sebagainya. Untuk melakukan identifikasi pada materi yang akan diajarkan apakah termasuk fakta, konsep, prinsip, prosedur atau gabungan beberapa diantaranya. Dengan mengetahui jenis materi yang akan dipelajari peserta didik, maka guru akan mendapatkan kemudahan dalam cara mengajarkannya. Setiap jenis materi memerlukan pendekatan, strategi pengajaran atau model pembelajaran, metode, media dan sistem penilaiannya yang berbeda-beda.Misalkan untuk hanya mengajarkan fakta atau hafalan maka teknik “jembatan keledai” lebih mudah untuk digunakan namun untuk materi prosedural tentu saja demonstrasi atau praktikum pilihan yang lebih tepat. Cara mudah untuk menentukan materi itu berupa fakta, konsep, prinisp atau prosedur adalah dengan jalan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik : Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa mengingat nama suatu objek, simbol atau peristiwa? Jika jawabannya Ya, maka materi
  24. 24. tersebut merupakan “fakta” Contoh : Nama-nama organ tubuh manusia, macammacam jenis organel sel. Apakah kompetensi dasar yang dikuasai peserta didik berupa konsep yang menyatakan suatu definisi, menulis ciri khas sesuatu, mengklasifikasi atau mengelompokkan, beberapa contoh objek sesuai dengan suatu definisi? Kalau jawabannya Ya, maka materi yang diajarkan adalah “konsep”. Contoh : Seorang guru Biologi menunjukkan beberapa tumbuh-tumbuhan kemudian peserta didik diminta mengelompokkan mana yang berakar serabut dan mana yang berakar tunggang. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik merupakan hubungan antara beberapa konsep, atau menerapkan hubungan antar berbagai macam konsep, bila jawabannya “Ya”, maka materi yang diajarkan merupakan prinsip.Contoh dalam pembelajaran biologi adalah tentang adanya saling mempengaruhi populasi pada perubahan lingkungan; tikus yang memakan tanaman padi akan semakin banyak karena populasi ular dan burung elang pemangsanya semakin sedikit sedangkan bila kompetensi yang diajarkan harus berupa langkah-langkah atau prosedur secara urut maka materi tersebut merupakan materi prosedur. Contoh : Seorang guru mengajarkan bagaimana cara mencangkok batang yang baik dan benar Untuk lebih membantu memudahkan memahami keempat jenis materi tersebut bisa diamati tabel berikut : Fakta Konsep Prinsip Prosedur menyebutkan definisi, penerapan dalil, diagram alir kapan, nama dan identifikasi, hukum atau (flowchart) langkah dimana klasifikasi, ciri-ciri rumus; hipotesis, langkah hubungan antar mengerjakan urut variabel ( jika ...., maka ....) 2. Mengembangkan Alternatif Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. 3. Merumuskan indikator pencapaian Dalam penyusunan indikator pencapaian perlu diperhatikan hal-hal berikut ini
  25. 25. (1) Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang terukur, didalamnya terdapat dua unsur, yiatu tingkat kompetensi dan konten (pengetahuandan keterampilan) (2) Penyusunan indikator mengacu pada kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran dan penilaian dalam silabus (3) Tingkat kompetensi indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal yang tercantum pada kompetensi dasar maupun kompetensi inti dan dapat dikembangkan hingga ke tingkat yang paling tinggi untuk mencapai target pencapaian kompetensi sesuai dengan karakteristik dan daya dukung sekolah dan lingkungannya (4) Tingkat kompetensi pada aspek sikap adalah menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan (5) Tingkat kompetensi pada aspek pengetahuan adalah mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevalasi, dan mengkreasi (6) Tingkat kompetensi pada aspek keterampilan adalah mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta (7) Keseluruhan indikator yang disusun memadai untuk mencapai kompetensi dasar, kompetensi inti, dan standar kompetensi lulusan 4. Mengembangkan alternatif penilaian (Penilaian Autentik) a. Aspek sikap melalui pengamatan, yaltu penilaian diri, penilaian sebaya, dan/atau jurnal. Penilaian sikap melalui pengematan menggunakan lembar pengamatan atau daftar cheklist pengamatan yang memuat aspek sikap yang daiamati. Rincian aspek sikap yang diamati merujuk pada indikator sikap yang dijabarkan dari KI-1 dan KI-2 pada saat dilakukan analisis kompetensi. Penilaian sikap dilakukan sebagai upaya mengembangkan sikap sosial dan sikap religius dalam rangka pengembangan nilai karakter bangsa. Penjabaran penilaian sikap dalam tabel analisis perlu direlasikan/dihubungkan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik. b. Aspek pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Pemilihan bentuk penugasan dijabarkan dalam tabel analaisis menjadi aspek-aspek yang digunakan dalam penilaian. Aspek penilaian tugas ini bermanfaat dalam mengembangkan rubrik dan pedoman penskoran. c. Aspek keterampilan melalui tes praktik,proyek dan penilaian portofolio. Penilaian keterampilan mencakup dua ranah keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkrit. Jabaran penilaian keterampilan pada tabel analisis merinci aspek
  26. 26. penilaian yang dilakukan dan direlasikan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik. B. Hasil Analisis Kompetensi 1. Hasil Linierisasi Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar (KI 3) 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar (KI 4) 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. . 3.2 Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi 3.3 Menerapkan 4.3 Menyajikan data Materi Pokok (Dalam Silabus) Permasalahan biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan Cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradapan bangsa Metode Ilmiah: mengidektifikasi masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, menentukan variabel, mengolah data, mengkomunikasikan Keselamatan Kerja Konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem Keanekaragaman hayati Indonesia(gen, jenis, ekosistem), flora, fauna, mikroorganisme. Sistem klasifikasi makhluk hidup: taksan, klasifikasi binomial Garis Wallace, Garis Weber. Keunikan hutan hujan tropis, pesisir dan laut Indonesia Upaya pelestarian kehati Indonesia secara in-situ dan ex-situ Manfaat kehati (ekonomi, pendidikan, dan ekologis) untuk pembangunan berkelanjutan Virus
  27. 27. Kompetensi Dasar (KI 3) pemahaman tentang virus berkaitan tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan masyarakat. Kompetensi Dasar (KI 4) tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan dalam bentuk model/charta Materi Pokok (Dalam Silabus) Ciri-ciri virus: struktur dan reproduksi Kasus-kasus penyakit yang disebabkan virus Peran virus dalam kehidupan Jenis-jenis partisipasi remaja dalam menanggulangi persebaran virus HIV dan lainnya Kingdom monera Ciri Archaebacteria dan Eubacteria, Penanaman bakteri/pour plate/streak plate Pengamatan Koloni bakteri Pengecatan gram Pengamatan sel bakteri Pengamatan koloni Pengecatan bakteri Bentuk sel bakteri Peranan bakteri dalam kehidupan Protista  Ciri-ciri umum protista.  Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold.  Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan (Alga)  Ciri-ciri umum Protista mirip hewan (Protozoa) Peran Protista dalam kehidupan 3.4 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan archaebacteria dan eubacteria berdasarkan ciri-ciri dan bentuk melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.4 Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran archaebacteria dan eubacteria dalam kehidupan berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan tertulis 3.5 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.5 Merencanakan dan melaksanan pengamatan tentang ciri-ciri dan peran protista dalam kehidupan dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk model/charta/gambar. 3.6 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan jamur berdasarkan ciri-ciri dan cara reproduksinya melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.6 Menyajikan data hasil pengamatan ciri-ciri dan peran jamur dalam kehidupan dan lingkungan dalam bentuk laporan tertulis. Fungi/Jamur Ciri-ciri kelompok jamur . dalam hal morfologi, cara memperoleh nutrisi, reproduksi Pengelompokan jamur Peran jamur secara ekologis, ekonomis, medis, dan pengembangan iptek 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan 4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada Plantae Ciri-ciri umum plantae. Tumbuhan lumut.
  28. 28. Kompetensi Dasar (KI 3) tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Kompetensi Dasar (KI 4) berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. 4.8 Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. Animalia Invertebrata Ciri-ciri umum Animalia. Ciri dan klasifikasi hewan Invertebrata Ciri dan klasifikasi Hewan Vertebrata. Peranan hewan Invertebrata dan Vertebrata dalam kehidupan 3.9 Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan semua interaksi yang berlangsung didalamnya. 4.9 Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen ekosistem dan jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk media 4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan. Ekologi Komponen ekosistem Aliran energi. Interaksi dalam ekosistem Daur biogeokimia 3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan tersebut bagi kehidupan Materi Pokok (Dalam Silabus) Tumbuhan paku Tumbuhan biji (Spermatophyta) Manfaat dan peran tumbuhan dalam ekosistem, manfaat ekonomi, dan dampak turunnya keanekaragaman tumbuhan bagi ekosistem Keseimbangan lingkungan Kerusakan lingkungan/pencemaran lingkungan. Pelestarian lingkungan Limbah dan daur ulang. Jenis-jenis limbah. Proses daur ulang
  29. 29. 2. Hasil Analisis Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatika n aspek Materi Pokok Permas alahan biologi pada berbaga i objek biologi, dan tingkat organis asi kehidup an Cabangcabang ilmu dalam biologi dan kaitann ya dengan pengem bangan karir di masa depan Manfaat mempel ajari biologi bagi diri Materi Pembelajaran Fakta artikel tentang berbagai permasalahan biologi Konsep cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradapan bangsa. Metode ilmiah Prinsip : - Langkah metode ilmiah Prinsip Keselamatan Kerja di laboratorium Prosedur Desain percobaan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Alternatif Pembelajaran Mengamati 1. Mengamati atau mendiskusikan kehidupan masa kini yang berkaitan dengan biologi seperti kedokteran, gizi, lingkungan, makanan, penyakit, serta karir dll yang berhubungan dengan biologi Mengident ifikasi permasala han biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan . 2. Menanya: Menjelask Peserta didik an dimotivasi untuk permasala membuat han pertanyaan tentang: biologi Kaitan pada kedokteran, gizi, berbagai lingkungan, objek makanan, biologi, penyakit, serta dan karir dll yang tingkat berhubungan organisasi dengan biologi. kehidupan Yang akan . dipelajarinya 8. tentangkarakteri Menjelask stik, cara an Tes Tertulis : PG Essai Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Meranc ang desain percob aan sederh ana sesuai urutan kerja ilmiah 2. Melaku kan percob aan sederh ana sesuai desain yang telah diranc ang sebelu mnya 3. Mengk omunik asikan hasil percob aan sederh ana Aspek Sikap Indikator Penilaian 1. 1. Melaksan Penugasa akan n: percobaa menilaian n dengan kemampu menerap an kan peserta prosedur didik keselama dalamme tan kerja mbuat dengan laporan penuh ilmiah tanggung dengan jawab mengguna kan rubrik penilian laporan ilmiah 2. Penugasa n menyusun 2. menunju makalahr kkan uang sikap lingkup ilmiah biologi, saat kerja mengama ilmiah ti, dan melapork keselamat an secara an kerja, lisan dan serta saat rencana diskusi Observasi dengan menggunak an skala Sikap 1. Jujur 2. Teliti 3. Disiplin 4. Saling menghar gai 5. Rasa ingin tahu 6. Kerjasa ma 7. Demokr atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporka n secara lisan dan saat diskusi
  30. 30. Kompetensi Dasar keselamatan kerja serta menyajikanny a dalam bentuk laporan tertulis Materi Pokok sendiri dan lingkun gan, serta masa depan peradap an bangsa Metode Ilmiah: mengid ektifika si masalah , membu at hipotesi s, meranc ang percoba an, menent ukan variabel , mengol ah data, mengko munikas ikan Kesela Materi Pembelajaran sesuai langkah kerja ilmiah Alternatif Pembelajaran mempelajari Biologi , metode ilmiah dan keselamatan kerja,serta karir berbasis biologi? Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian cabangcabang ilmu dalam biologi dan kaitannya Mengumpulkan dengan data(Eksperimen/Ek pengemba splorasi) ngan karir di masa Membaca teks depan. atau melihat 4. video tentang Menjelask kasus-kasus pada an kedokteran, gizi, manfaat lingkungan, mempelaj makanan, ari biologi penyakit, serta bagi diri karir dll yang sendiri berhubungan dan dengan biologi lingkungan dan , serta mendiskusikan masa kaitannya depan dengan biologi peradapan Melakukan studi bangsa. literatur 5. tentangcabangMenganalis cabang biologi, is obyek biologi, komponen permasalahan komponen biologi dan metode profesi yang ilmiah berbasis biologi dalam (distimulir permasala dengan contoh- Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian berkait an yang mengg ambar kan urutan kerja ilmiah Membua t laporan hasil peneliti an dengan format laporan ilmiah sederha nameny usun makalah yang berisi tentang ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan keselam atan kerja, pengemb angan karir masa depan berbasis biologi Aspek Sikap Indikator Penilaian dengan menggun akan lembar pengama tan disertai rubrik penilaian
  31. 31. Kompetensi Dasar Materi Pokok matan Kerja Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran contoh dan diperdalam dengan tugas mandiri) Membaca karya tulis ilmiah biologi sebagai bahan analisis tentang kerja seorang peneliti biologi dan menganalisis komponenkomponen dalam karya tulis ilmiah dikaitkan dengan metode ilmiah dalam biologi Diskusi aspekaspek keselamatan kerja laboratorium biologi dan menyepakati komitmen bersama untuk melaksanakan secara tanggung jawab aspek keselamatan kerja di lab Mendesai kegiatan percobaan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian han biologi. 6. Menjelask an aspekaspek keselamat an kerja laboratori um biologi. 7. Melaksana kan secara tanggung jawab aspek keselamat an kerja di laboratori um. 1. Membu at desain kegiata n percob aan sederh ana untuk mempe lajari kerja ilmiah. 2. Melaku Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian serta rencana pengem bangan karir masa depan berbasis biologi Aspek Sikap Indikator Penilaian
  32. 32. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran sederhana untuk mempelajari kerja ilmiah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian kan percob aan sederh ana dengan menggu nakan kerja ilmiah. Mencoba Melakukan percobaan sederhana untuk memahami kerja ilmiah dengan menentukan 9. permasalahan, Mengkomun membuat ikasikan hipotesis, hasil merencanakan percobaan percobaan sederhana dengan berkaitan menentukan dengan variabel kerja percobaan, ilmiah mengolah data 10. pengamatan dan Membuat percobaan dan laporan menampilkannya hasil dalam penelitian tabel/grafik/ske dengan ma. menggunak Mengkomunikasik an format annya secara laporan tertulis dengan ilmiah membuat sederhana( laporan hasil tugas penelitian mandiri) dengan format 11. laporan ilmiah 3. Menjel sederhana(tugas Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  33. 33. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran mandiri) Mengasosiasikan Mendiskusikan hasil-hasil pengamatan dan kegiatan tentang ruang lingkup biologi, cabangcabang biologi, pengembangan karir dalam biologi, kerja ilmiah dan keselamatan kerja untuk membentuk/me mperbaiki pemahaman tentang ruang lingkup biologi Mengkomunikasikan Mengkomunikasik an secara lisan tentang ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan keselamatan kerja, serta rencana pengembangan karir masa depan berbasis biologi Melaporkan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian askan tentang ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan kesela matan kerja, serta rencan a penge mbanga n karir masa depan berbasi s biologi. Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  34. 34. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian secara tertulis hasil penelitian 3.2 Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragam an hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia 4.2 Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragam an hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragam an hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasik an dalam Konsep keanek aragam an gen, jenis, ekosist em Keanek aragam an hayati Indones ia(gen, jenis, ekosist em), flora, fauna, mikroor ganism e. Sistem klasifik asi makhlu k hidup: taksan, klasifik asi binomi al Fakta gambar tentang berbagai keanekaragaman Konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem Keanekaragaman hayati Indonesia. Sistem klasifikasi makhluk hidup: taksan, klasifikasi binomial Mengamati Mengamati gambar berbagai tingkatan keanekaragaman (gen, jenis dan ekosistem) Indonesia untuk memahami konsep tingkat keanekaragaman hayati Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Berbagai macam keanekaragaman hayati Indonesia(gen, jenis, ekosistem) dan cara mempelajarinya Cara pengelompokkan keanekaragaman hayati Megabiodiversitas Indonesia 1.Mengelom pokkan berbagai jenis makhluk hidup pada tingkat gen dan jenis berdasarkan hasil pengamatan 2. Mendeskripsi kan berbagai jenis ekosistem darat dan air di Indonesia melalui tayangan video tentang ekosistem.3. Mendeskripsi kan tingkatan keanekaraga man hayati gen, jenis dan ekosistem berdasarkan hasil diskusi. Tes Tertulis : PG Essai 19. Me nentukan langkahlangkah pengelom pokkan dalam sekelomp ok objek yang diamati 20. Me nyusun bagan berdasark an 2 kategori dari kelompok kelompok yang telah dihasilka n pada tahapan sebelumn ya dimulai dari kategori yang paling Rubrik 1. Melaksan Observasi penilaian akan dengan praktikum menggunak dengan penuhtan an skala ggung Sikap jawab 1.Jujur dalam 2. Teliti melaksan 1. Disipl akan in kegiatan 2. Saling dengan menghar memperh gai atikan 3. Rasa aspek ingin keselama tahu tan kerja 4. Kerjasa menunju ma kkan ikap 5. Demokr ilmiah atis saat (dilaksanak mengama an pada ti, saat melapork mengamati an secara , lisan dan melaporka saat n secara diskusi lisan dan saat diskusi)
  35. 35. Kompetensi Dasar berbagai bentuk media informasi Materi Pokok Garis Wallac e, Garis Weber. Keunik an hutan hujan tropis, pesisir dan laut Indones ia Upaya pelesta rian kehati Indones ia secara in-situ dan exsitu Manfaa t kehati (ekono mi, pendidi kan, dan ekologi s) untuk Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Mengumpulkan data (Eksperimen/Eksplo rasi) Mengamati dan berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia dengan contoh berbagai tumbuhan, bijibijian, kerangkerangan, insekta, dll sesuai lingkungan sekolah yang dibawa peserta didik Mengelompokkan berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia dengan contohcontohnya yang dibawa peserta didik Mengasosiasikan Mendiskusikan berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia dan memberi contohnya, memahami garis Wallace dan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 4.Mencontoh kan keanekaraga man hayati tingkat gen,jenis,da n ekosistem. 5. Menyebutka n ciri-ciri morfologi pada sampel daun. 6. Mengelompo kkan daun berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri. 7. Menentukan dasar-dasar pengelompo kkan yang telah dilakukan. 8. Menjelas kan langkahlangkah dalam pengelom pokkan makhluk Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian umum hingga kategori yang paling spesifik 21. Me mberi nama pada setiap kelompok yang didapat 22. Me nganalisis berbagai kunci dikotomu s dari masingmasing kelompok objek yang diamati Aspek Sikap Indikator Penilaian
  36. 36. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran pemba ngunan berkela njutan Alternatif Pembelajaran Weber Mendiskusikan untuk memahami tentang takson dalam klasifikasi dan kunci determinasi dari contoh organisme yang dibawa peserta didik Prinsip : Prosedur Desain percobaan berkaitan dengan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian hidup. 9. Menjelas kan pengertia n klasifikasi . 10. Me nentukan langkahlangkah pengelom Mengkomunikasikan pokkan Mempresentasika dalam n secara lisan sekelomp tentang ok objek keanekaragaman yang hayati Indonesia diamati. berdasarkan 11. Me tingkat nyusun keanekaragamann bagan ya. berdasark Mempresentasika an 2 n takson-takson kategori dalam klasifikasi dari dan kunci kelompok determinasi kelompok yang telah dihasilka n pada tahapan sebelumn ya, dimulai Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  37. 37. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran klasifikasi makhluk hidup Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dari kategori yang paling umum hingga kategori yang paling spesifik. 12. Me mberi nama pada setiap kelompok yang didapat 13. Me njelaskan kriteria tata nama binomial nomenkla tur. 14. Me nyebutka n urutan takson dari yang tertinggi hingga takson yang terendah. Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  38. 38. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 15. Mer ancang deskripsi dari hasil pengelom pokkan objek Biologi yang diamati sebagai kunci dikotomo us. 16. Me njelaskan pengertia n kunci dikotomo us. 17. Me njelaskan manfaat dari klasifikasi . 18. Me nganalisis berbagai kunci dikotomo us dari masingmasing kelompok objek Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  39. 39. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian yang diamati Fakta Peta garis wallace dan weber Konsep Garis Wallace, Garis Weber Ciri hutan hujan tropis, pesisir, dan laut. Keterkaitan antara garis Wallace dan Keunikan hutan hujan tropis, pesisir dan laut Indonesia Prosedur Cara membaca peta garis Wlalace dan Weber Mengamati Mengamati peta garis Wallace dan Weber tentang keanekaragaman hayati Indonesia Membaca teks pemanfaatan keanekaragaman hayati Mengamati film/gambar hutan hujan tropis Indonesia, pesisir dan laut Indonesia untuk mengenal megabiodiversita s Indonesia Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Persebaran keanekaragaman hayati Indonesia Hutan hujan tropis, pesisr dan laut Megabiodiversitas Indonesia 1. Mengidenti fikasi wilayah penyebara n keanekara gaman hayati di Indonesia berdasarka n garis Walllace dan garis Weber. 2. Mengidenti fikasi fauna pada setiap wilayah penyebara n di Indonesia. 3. Mengidenti fikasi penyebara n fauna di Indonesia. 4. Mengidenti fikasi wilayah penyebara Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  40. 40. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian n Mengumpulkan data keanekara (Eksperimen/Eksplo gaman rasi) flora di Indonesia. Menganalisis film/gambar 5. Menganalis untuk memahami is lebih lanjut penyebara megabiodiversitas n flora dan Indonesia mulai fauna khas dari hutan hujan di wilayah tropis, pesisir, Indonesi dan laut. 6. Mendeskri psikan Mengasosiasikan keunikan Mendiskusikan hutan hubungan antara hujan garis Wallace dan tropis,pesi Weber dengan sir,dan keanekaragaman laut hayati Indonesia Indonesia Mengaitkan garis Weber dan Wallace posisi geografis Indonesia di garis katulistiawa dengan megabiodiversitas. Mendiskusikan manfaat dari keanekaragaman hayati Indonesia dari segi ekonomi, pendidikan, dan ekologis untuk pembangunan berkelanjutan. Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  41. 41. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Berdiskusi tentang kemelimpahan keanekaraaman hayati Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga kepada tanah air dan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa Fakta : film tentang penangkaran berbagai satwa asli Indonesia Konsep Upaya pelestarian kehati Indonesia secara in-situ dan ex-situ Mengkomunikasikan Mempresentasikan secara lisan tentang keanekaragaman hayati Indonesia mulai dari hutan hujan tropis, pesisir, dan laut. Mempresentasikan secara lisan manfaat keanekaragaman hayati Indosia Mengamati Menonton film tentang penangkaran berbagai satwa asli Indonesia Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Tujuan dari 1. Indonesi a. 2. Menjela skan konsep pelestar ian insitu dan ex-situ. 3. Mengide ntifikasi jenisjenis Tes tertulis : PG essai Penugasan mencari data tentang flora dan fauna yang sudah langka yang ada di Indonesia. Rubrik penilaian tugas 1. Melaksa Observasi nakan dengan tugas menggunak mencari an skala Sikap data tentang1. Jujur flora 2. Teliti dan 1. Disipl fauna in yang 2. Saling sudah menghar langka gai yang 3. Rasa ada di ingin
  42. 42. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Manfaat kehatiuntuk pembangunan berkelanjutan Alternatif Pembelajaran kegiatan penangkaran satwa Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan usaha perlindungan dan pelestarian flora dan fauna Indonesia Tempat-tempat perlindungan dan pelestarian flora dan fauna Indonesia Mengumpulkan data (Eksperimen/Eksplo rasi) Menganalisis penangkaran berbagai satwa asli Indonesiauntuk memahami tujuan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia Mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan upaya perlindungan dan pelestarian biodiversitas Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian pelestar ian insitu dan ex-situ. 4. Membe dakan karakte r dari masingmasing contoh jenis konserv asi secara in-situ dan exsitu. 5. Mengide ntifikasi tempattempat konserv asi di Indonesi a. 6. Menjela skan peranan kehati bagi kehidup an manusia dan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Indonesi a dengan penuh tangung jawab 2. menunj ukkan sikap ilmiah saat menga mati, melapor kan secara lisan dan saat diskusi tahu 4. Kerjasa ma 5. Demokr atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  43. 43. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Indonesia secara in-situ dan ekssitu Mengasosiasikan 1. Mendiskusikan pentingnya upaya perlindungan dan pelestarian biodiversitas Indonesia 2. Diskusi tentang upaya perlindungan dan pelestarian biodiversitas Indonesia secara in-situ dan ekssitu Mengkomunikasikan Mempresentasika n secara lisan tentang perlindungan dan pelestarian biodiversitas Indonesia secara in-situ dan ekssitu Membuat laporan rancangan terobosan baru/ide kreatif tentang upaya pelestarian Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian sikap manusia terhada pan keberad aan kehati. 7. Mendes kripsika n manfaat kehati (ekono mi, pendidi kan, dan ekologis ) dalam konteks pemban gunan berkela njutan. 8. Menjela skan dampak negatif berupa hilangn ya kehati akibat ulah manusia Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  44. 44. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Alternatif Pembelajaran biodiversitas Indonesia (tugas mandiri individu) Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian . 9. Membua t program upaya pelestar ian kehati tertent u berdasa rkan permas alahan yang diberika n oleh guru. 10.Mendat a flora dan fauna langka yang ada di Indone sia .. 3.3 Menerapkan pemahaman tentang virus Virus Ciri-ciri virus: struktu Fakta Gambar Kasuskasus penyakit yang Mengamati Membaca berbagai kasus penyakit yang 1. Menjela skan sejarah penemu Tes Tertulis Essay bagan 1. Me mbuat model tiga Rubrik Penilaian pembuata n model 1. menunj ukkan sikap ilmiah Observasi dengan menggunak an skala
  45. 45. Kompetensi Dasar berkaitan tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan masyarakat. 4.3 Menyajikan data tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan dalam bentuk model/charta Materi Pokok r dan reprod uksi Kasuskasus penyaki t yang disebab kan virus Peran virus dalam kehidu pan Jenisjenis partisip asi remaja dalam menang gulangi perseb aran virus HIV dan lainnya Materi Pembelajaran disebabkan virus Konsep Ciri-ciri virus: struktur dan reproduksi Prinsip : Prosedur Alternatif Pembelajaran merebak saat ini yang disebabkan oleh virus seperti 2. influenza, HIV Aids, dan flue burung Menanya 3. Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: 4. Penyebab berbagai penyakit pada kasus yang dibaca Mekanisme penularan Mengumpulkan Data(Eksperimen/Ek 5. splorasi) Mengamati karakteristik virus danstruktur virus 6. dari charta Mengamati proses perkembangbiaka n virus pada organisme hidup Mendiskusikan penyebaran virus HIV dikaitkan dengan ciri perkembangbiaka Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian an virus. Mengga mbarka n struktur virus. Mengide ntifikasi ciri-ciri virus. Menjela skan replikas i virus setelah menga mati( Charta atau Video ). Mengkla sifikasik an virus. Memba ndingka n struktur tubuh virus satu dengan virus yang lain replik asi virus penye baran virus HIV pemah aman istilah istilah ilmiah yang diguna kan berkai tan denga n virus sepert i kapsid , DNA, RNA, viroid, tail/e kor, fase litik dan lisoge nik, dll Essay Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian dimensi Virus HIV atau virus jenis lain virrus Aspek Sikap Indikator Penilaian saat Sikap menga 1. 1. Jujur mati, 2. 2. Teliti melapor Disiplin 3. kan 1. Saling secara mengha lisan rgai dan 2. Rasa saat ingin diskusi tahu dengan 3. Kerjasa lembar ma pengam 4. Demokr atan atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi)
  46. 46. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran nnya Mengasosiasikan Mendiskusikan kaitan antara 7. struktur dan reproduksi virus dengan penyebaran penyakit dan mengaitkan perilaku yang harus dilakukannya untuk membentuk sikap positif pada generasi muda Indonesia Fakta : berbagai gambar tentang hasil aktivitas virus pada hewan, tumbuhan, dan manusia Konsep : Mengkomunikasikan Menjelaskan secara lisan: ciri dan karakter virus, perkembangbiakan dan cara penularan HIV Mengamati Mengamati berbagai gambar tentang hasil aktivitas virus pada hewan, tumbuhan, dan manusia Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian berdasa rkan gambar tubuh virus. Memba ndingka n struktur tubuh virus dengan organis me lainnya, misalny a bakteri Tes Tertulis Essay dampa k ekono mi dan sosial Tertuli Aspek Sikap Indikator Penilaian dampa k ekono mi dan sosial Tertuli s tentan g peran virus bagi kehidu pan Menjelas kan kasuskasus dalam kehidupa n sebagai dampak negatif Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Membua t karya untuk memperb anyak hidup sehat untuk menghind ari Rubrik penilaian makalah Observasi 1. Menunj ukkansi dengan kap menggunak an skala ilmiah saat Sikap menga 1. 1. Jujur mati, 2. 2. Teliti 3. melapor isiplin4. 4. kan Saling secara menghargai
  47. 47. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Peran virus dalam kehidupan Jenis-jenis partisipasi remaja dalam menanggulangi persebaran virus HIV dan lainnya Prinsip: Aktivitas virus pada hewan hewan, tumbuhan, dan manusia. Prosedur: Proses persebaran HIV dan virus lainnya. Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Dampak dari aktivitas virus terhadap makhluk hidup Cara menghindari dan mencegah Mengumpulkan Data(Eksperimen/Ek splorasi) Mendiskusikan dampak ekonomi dan sosial akibat serangan virus Mendiskusikan hubungan antara cara reproduksi virus dengan penyebaran dalam tubuh dan penularan terhadap organisme lain. Mengasosiasikan Mendiskusikan tentang ciri virus dengan dampak yang ditimbulkan antara lain Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dari virus. Mengiden tifikasi ciri orang yang telah terinfeksi HIV. Menjelas kan dampak HIV terhadap kekebala n tubuh manusia. Menjelas kan cara menghind ari infeksi HIV. Mendisku sikan dampak ekonomi dan sosial akibat serangan virus, termasuk HIV. s tentan g peran virus bagi kehidu pan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian infeksi virus (dapat berupa lagu, poster, cerita, komik, puisi, dll) atau tergantun g minat anak dan kerja sama lintas mata pelajaran , antara Bahasa Indonesia dan seni budaya 2. menyus un makalah mengenai dampak positif dan negatif virus terhadap bidang sosial dan ekonomi Aspek Sikap Indikator Penilaian lisan dan saat diskusi 1. Ras a ingi n tah u 2. Kerjasa ma 3. Demokr atis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi) 1.
  48. 48. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian dampak ekonomi Membuat dan sosial slogan di Mengkomunikasikan lingkunga n sekolah Menjelaskan tentang dampak positif dampak dan negatif terinfeksi secara ekonomi nya HIV.. dan sosial dengan terjangkitnya virus 3.4 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n archaebacteri a dan eubacteria berdasarkan ciri-ciri dan bentuk melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.4 Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran Kingdom monera Ciri Archae bacteri a dan Eubact eria Penana man bakteri /pour plate/s treak plate Penga matan Koloni bakteri Pengec atan gram Fakta Gambar Kasuskasus penyakit yang disebabkan bakteri Konsep Ciri Archaebacteria dan Eubacteria Penanaman bakteri/pour plate/streak plate Bentuk sel bakteri Prinsip : Mengamati Mengamati berbagai foto/gambar/fil m tentang berbagai bentuk sel bakteri dan koloni bakteri Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Organisme apa yang terlihat dalam foto/gambar/fil m. Cara membuat atau menghasilkan Menjelask an ciri-ciri Archaebac teria dan Eubacteria . Membuat/ menginoku lasi bakteri pada media agar secara sederhana . 1. Tes Tertulis : Ciri Archaeba cteria dan Eubacteri a, bentuk koloni bakteri, bentuk sel bakteri, jenisjenis bakteri berdasrak an pewarnaa n gram, dan peranan bakteri dalam 1. Menana m/inok ulasi bakteri pada medium agar 2. menyus un laporan kegiata n mulai dari sterilisa si, pemuat an medium agar Penilaian praktikum inokulasi bakteri pada medium agar menunjukk Observasi ansikap dengan ilmiah dan menggunak keselamata an skala n kerja di Sikap laboratoriu 1. 1. Jujur m tentang 2. 2. Teliti ketelitian, 3. disipli4. tanggung 4. Saling jawab, menghargai jujur, kerja 5. Rasa ingin tahu sama 6. Kerjasa ma 1. Demo kratis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan
  49. 49. Kompetensi Dasar archaebacteri a dan eubacteria dalam kehidupan berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan tertulis Materi Pokok Penga matan sel bakteri Penga matan koloni Pengec atan bakteri Bentuk sel bakteri Perana n bakteri dalam kehidu pan Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran gambar yang diamati . Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Melakukan pour plate dan streak plate bakteri tanah dan bakteri udara untuk memahami ciriciri bakteri Mendiskusikan prosedur tentang pengamatan bakteri dari mulai sterilisasi, penyiapan alat dan bahan, cara penanaman, dan mendiskusikan cara pewarnaan gram dari gambar dan memahami kosakata baru misalnya pengecatan gram, inokulum, inokulasi, sterilisasi dll Mendisukusikan cara mengenal Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian kehidupa n Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian secara lisan dan saat diskusi) 1.
  50. 50. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bakteri misalnya dari bentuk koloni, pewarnaan gram, dan bentuk sel Mendiskusikan struktur dan karakteristik bakteri archaebacteria dan eubacteria dari gambar Scanning Electron Micrograph/mikr oskop elektron Mengasosiasikan Mendiskusikan cara mengenal bakteri dengan mengamati koloni, pengecatan gram, dan bentuk sel bakteri Menyimpulkan perbedaan archaebacteria dan eubacteriadari referensi Mengkomunikasikan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  51. 51. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Melaporkan tentang sterilisasi dan prosedur penanaman bakteri,pengecatan gram, dan bentuk sel bakteri Fakta : contoh-contoh bentuk koloni bakteri dan bentuk bakteri Prosedur Pengecatan gram Pengamatan sel bakteri Pengamatan koloni Mengamati contoh-contoh bentuk koloni bakteri dan bentuk bakteri Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Pembentukan koloni bakteri Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Melakukan pengamatan koloni bakteri dari kegiatan minggu pertama Mencatat data hasil pengamatan dengan menggambar Menjelask an hasil kegiatan penanama n bakteri. Menjelask an bentuk koloni yang ditemukan pada medium agar. Menjelask an proses pengecata n gram. Membedak an bakteri gram positif dan gram negatif. Membedak an bentukbentuk sel Tes Lisan : Bentuk koloni bakteri 2. penga matan koloni bakteri Penilaian Lapor an hasil penga mata n koloni bakte ri Menunj Observasi dengan ukkan menggunak sikap an skala ilmiah Sikap dan melaks 1. 1. Jujur anakan 2. 2. Teliti 3. disipli prosed 4. Saling ur menghargai kesela 5. Ras5. ingin tahu matan kerja di 6. Kerjasa laborat ma orium 3. Demokra tis (dilaksanak an pada saat mengamati , melaporkan secara lisan dan saat diskusi) 1.
  52. 52. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran dalam buku kerja/log book Mendiskusikan sifat pertumbuhan bakteri dengan hasil pengamatan koloni bakteri Menerapkan keselamatan kerja (prosedur pengamatan koloni bakteri) dalam pengamatan bakteri Mengasosiasikan Mendiskusikan hasil pengamatan dan ciri pertumbuhan dan perkembangbiak an bakteri Mengkomunikasikan Melaporkan hasil pengamatan secara tertulis menggunakan format laporan sesuai kaidah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian bakteri Menjelask an klasifikasi bakteri. Mengidenti fikasi makanan/ minuman yang pembuata nnya melibatka n bakteri. Mengidenti fikasi macammacam penyakit pada manusia yang disebabka n oleh bakteri. Menjelask an cara penanggul angan penyakit yang disebabka n oleh bakteri. Menjelask Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  53. 53. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian an peranan menguntu ngkan dari bakteri. Menjelask an peranan merugikan dari bakteri Merancang percobaan pembuata n yoghurt. Melakukan percobaan pembuata n yoghurt. Melaporka n hasil percobaan dengan mengguna kan format laporan. Mempresen tasikan secara lisan laporan hasil kegiatan. 1. Menyus un kesimpu Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  54. 54. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian lan hasil kegiata n Prosedur Cara pengecatan gram Pengamatan bentuk sel bakteri Mengamati Mengamati gambar foto mikrograph berbagai bentuk sel bakteri Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Bagaimana menghasilkan gambar/ foto sel bakteri Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Melakukan pengecatan gram pada sel bakteri atau mendiskusikan cara mengamati bakteri karena ukuran bakteri yang sangat kecil Mengamati sel 1. Menjela skan bentuk koloni yang ditemuk an 2. Mengko munikas ikan hasil pengam atan koloni bakteri 3. menjela skan proses pengec atan gram 4. Membe dakan bakteri gram positive dan gram negativ e 5. Membe Tes proses pengecat an bakteri serta membeda kan bakteri gram positif dan negatif 1. Melaks anakan kegiata n pengec atan gram 2. Mengam ati bentuk sel bakteri 3. menyus un laporan hasil pengam atan bentuk sel bakteri Rubrik penilaian Lapor an pelak sanaa n kegiat an penge catan bakte ri dan penga mata n bentu k sel bakte ri s Melakukan Observasi prosedur dengan pengecatan menggunak bakteri dan an skala pengamata Sikap n bentuk 1. 1. Jujur sel bakteri 2. 2. Teliti dengan 3. disipli benar dan 4. Saling runtut menghargai 5. Ras5. ingin tahu 6. Kerjasa ma 23.Demokra tis 1. (dilaksa nakan pada saat menga mati, melapor kan secara lisan dan saat diskusi.
  55. 55. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bakteri hasil pengecatan gram dan menentukan sifat bakteri (gram + dan gram -) atau mendiskusikan ciri bakteri dari gambar/foto bakteri Menerapkan prosedur ilmiah dan keselamatan kerja dalam pengecatan gram bakteri Mengasosiasikan Mendiskusikan hubungan antara kegiatan pengecatan gram dengan sifat dan ciri bakteri serta kegiatan ilmiah seorang peneliti biologi Mengkomunikasikan Melaporkan hasil pengamatan secara tertulis menggunakan format laporan sesuai kaidah Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian dakan bentuk bentuk sel bakteri 6. Mendes kripsika n klasifika si bakteri secara tertulis 7. Menghu bungka n antara ragam, bentuk bakteri Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  56. 56. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : - Berbagai makanan hasil fermentsi bakteri mis : Nata de coco Konsep : Peranan bakteri dalam kehidupan Alternatif Pembelajaran Mengamati Makan bersama nata de coco yang dibawanya dari rumah Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Bahan dari nata de coco Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplo rasi? Mendiskusikan cara pembuatan nata de coco Mendiskusikan bahwa nata de coco berasal dari dinding sel bakteri Mendiskusikan makanan lain dan produkproduk lain yang memanfaatkan bakteri Mendiskusikan jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 1. Mengide ntifikasi makana n/minu man yang pembua tannya melibat kan bakteri 2. Mengide ntifikasi macam macam penyaki t pada manusia yang disebab kan oleh bakteri 3. Menjela skan cara penang gulanga n penyaki t yang disebab kan oleh bakteri 4. Menjela Tes Tertulis : Manfaat dan peran bakteri dalam kehidupa n Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian 1. Meranc ang percoba an pembua tan yoghurt . 2. Melakuk an percoba an Rubrik penilaian : Praktikum dan penilaian hasil Aspek Sikap Indikator Penilaian Mengemba ngkan kerja ilmiah dan melakukan prosedur yang benar dan runtut Sikap ilmiah : 1. Teliti 2. Jujur 3. Disiplin.
  57. 57. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran bakteri dan cara penanggulangan nya Mendiskusikan peranan bakteri dalam lingkungan seperti pembusukan sampah, pengolahan limbah Mengasosiasikan Mendiskusikan peranan bakteri dalam kehidupan Mendiskusikan manfaat dari bakteri bagi kelangsungan hidup di bumi Mendiskusikan kemungkinan peristiwa dapat terjadi seandainya tidak adanya bakteri dalam kehidupan untuk menumbuhkan spiritualitas yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 5. 6. 7. 8. 9. skan peranan bakteri yang mengun tungkan Menjela skan peranan bakteri yang merugik an Meranc ang percoba an pembua tan yoghurt . Melakuk an percoba an pembua tan yoghurt . Mengan alisis hasil percoba an Mengko munikas Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  58. 58. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Mengkomunikasikan Melaporkan secara lisan manfaat bakteri 3.5 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. 4.5 Merencanakan dan melaksanan pengamatan tentang ciriciri dan peran protista dalam Protista  Ciri-ciri umum protista.  Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold.  Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuha n (Alga)  Ciri-ciri umum Protista mirip hewan Fakta Berbagai organisme protistaKonsep Ciri umum protista.  Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold.  Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan (Alga) Ciri-ciri umum Protista mirip hewan (Protozoai Prinsip :  Perbedaan antara protista mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan Mengamati Mengamati suatu foto berwarna/gambar / animasi berbagai macam protista Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Organisme protista padagambar Nama kelompok organisme Habitat protista Mengumpulkan Data (Eksperimen/Menge ksplorasi) Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian ikan hasil analisis masingmasing kelomp ok. 10. Membu at kesimpu lan 1 Mengiden tifikasi macammacam protista dari gambar 2 Mengelo mpokan macammacam protista berdasark an karakteri stik (alat gerak, cara mencari makanan) 3 Melakuka n pengama tan struktur Tes Tertuli s untuk menila i pemah aman dan kedala man konsep ciri dan dasar klasifik asi protist a Hasil charta yang digam barnya untuk meliha Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Laporan pengam atan berbent uk gambar dan ulasan Hasil menulis laporan praktiku m Rubrik penilaian : Lapra n penga matan Kerja prakti kum Lapor an Prakti kum Aspek Sikap Indikator Penilaian Observasi Perform a saat melakuk an pengam atan Sikap Ilmiah : kerja keras tanggun g jawab disiplin tolerans i
  59. 59. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran kehidupan dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk model/charta/ gambar. (Protozo a)  Peran Protista dalam kehidup an Prosedur Pembuatan medium untuk menumbuhkan paramaecium Pengamatan mikroskopis air kolam, air rendaman jerami dll Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian jamur air Membuat kultur dan Paramecium dari jamur rendaman air lendir jerami (tugas 4 Menggam mandiri) bar hasil Melakukan pengama pengamatan tan mikroskopis air 5 Mendisku kolam, air sikan rendaman hasil jerami dll pengama Menggambar tan dan hasil mengiden pengamatan. tifikasi jenis protista Mengasosiasikan yang Mendiskusikan ditemuka hasil n pengamatan dan berdasark mengidentifikasi an jenis protista pengama yang ditemukan tan berdasarkanliter 6 Memband atur. ingkan Mendiskusikan hasil ciri umum pengama protista mirip tan jamur, protista antara mirip alga, jamur air protista mirip dan hewan jamur menggunakan lendir gambar/charta/ 7 Membuat animasi /film kesimpul t pemah aman tentan g protist a Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  60. 60. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian an dari Membandingkan hasil hasil pengama pengamatan tan dengan gambar/charta/f 8 Menyusun laporan oto/film tertulis berbagai jenis hasil organisme pengama golongan tan dan Protista hasil Membuat diskusi kesimpulan dirangku tentang ciri m untuk protista memaha mi Mengkomunikasikan konsep Menyusun laporan keanekar tertulis hasil agaman pengamatan dan protista hasil diskusi mirip dirangkum untuk jamur memahami konsep 9 Mengiden keanekaragaman tifikasika protista dan dasar n protista pengelompokannya mirip tumbuha n berdasark an gambar 10 Menjelas kan ciriciri protista mirip Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  61. 61. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian tumbuha n berdasark an gambar 11 Mendisku sikan ciriciri protista mirip tumbuha n berdasark an hasil pengama tan 12 Mengklasi fikasikan protista mirip tumbuha n berdasark an hasil pengama tan 13 Menyimp ulkan protista mirip tumbuha n berdasark an hasil pengama tan Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  62. 62. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian 14 Mengkom unikasika n hasil pengama tan dalam bentuk laporan praktiku m 15 Mengiden tifikasi protista mirip hewan berdasark an gambar. 16 Menjelas kan ciriciri protista mirip hewan berdasark an gambar. 17 Mendisku sikan ciriciri protista mirip hewan berdasark an hasil pengama Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian
  63. 63. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Fakta : teks peran Alternatif Pembelajaran Mengamati teks di berbagai Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian tan. 18 Mengklasi fikasikan protista mirip hewan berdasark an hasil pengama tan mikrosko pis. 19 Menyimp ulkan ciri-ciri protista mirip hewan berdasark an hasil pengama tan mikrosko pis. 20 Mengkom unikasika n hasil pengama tan dalam bentuk laporan praktiku m 1. Mengide ntifikasi Tes Tertulis : Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Membua t bahan Rubrik penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian Observasi: Aktivitas Sikap ilmiah :
  64. 64. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran berbagai protista Konsep : Peranan bakteri dalam kehidupan Alternatif Pembelajaran Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian literatur tentang peran berbagai protista Menanya Peserta didik dimotivasi untuk membuat pertanyaan tentang: Apa saja peran protista dalam kehidupan, menguntungkan atau merugikan Mengumpulkan Data (Eksperimen/Menge ksplorasi) Menganalisis berbagai artikel yang berhubungan dengan peran protista dalam kehidupan baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi manusia dan lingkungan Mengasosiasikan Mengaitkan 2. 3. 4. 5. peran protista berdasa rkan tayanga n Mengelo mpokka n peran protista yang mengun tungkan dan merugik an Memba ndingka n peran berbaga i protista dari berbaga i artikel Membu at kesimpu lan tentang peran protista Mempre sentasik an peran Peran protista Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian presenta si Laporan presentas i Aspek Sikap Indikator Penilaian dalam diskusi dan presentasi 1. san tun, 2. tol eransi, 3. me nghargai pendapat orang lain, 4. me nerima kritik, 5. kre atif
  65. 65. Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajaran Alternatif Pembelajaran berbagai penyakitdan fenomena alam seperti malaria, penyakit tidur, fosil minyak bumi, bahan granit dengan peran berbagai jenis protista Membuat kesimpulan tentang peran protista 3.6 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongka n jamur berdasarkan ciri-ciri dan cara reproduksinya melalui pengamatan Fungi/Jam ur Ciri-ciri kelomp ok jamur . dalam hal morfolo gi, cara mempe roleh nutrisi, reprodu Fakta berbagai jenis jamur, produk makanan dan minumanserta obat-obatanyang berhubungan dengan jamur. Konsep Ciri-ciri kelompok jamur . dalam hal morfologi, cara Mengkomunikasikan Menyusun laporan tertulis hasil diskusi dan mempresentasikan di depan kelas Mengamati Mengamati berbagai jenis jamur, produk makanan dan minumanserta obat-obatanyang berhubungan dengan jamur. Membaca literatur tentang syarat hidup jamur Aspek Pengetahuan Indikator Penilaian Aspek Ketrampilan Indikator Penilaian Aspek Sikap Indikator Penilaian protista 1. Mengide ntifikasi ciri-ciri umum divisio Jamur 2. Mendes kripsika n perbeda an dari macammacam jamur 3. Mengelo Tes tertulis pemaha man konsep dan kosa kata ilmiah tentang dunia jamur Gambar an 1. Melakuk an pengam atan berbaga i macam jenis jamur secara makrosk opis dan mikrosk opis 2. Melapor Perfor ma/pr oses ilmiah saat pesert a didik melak ukan penga matan denga n mikros 4. Mampu menge mbangk an kejujur an, kedisipli nan, keteliti an, kerjasa ma dan demokr asi Sikap ilmiah : 1. kejujura n 2. kedisipli nan 3. kerjasa ma 4. demokra si

×