ARTINI
   SISI FORMALITAS: TATA BAHASA ATAU    MAKNA KATA DAN KALIMAT (ALIRAN    CHOMSKY)   SISI FUNGSIONALISME: MAKSUD UJARAN ...
   KOMUNIKASI DI MEDIA MENUNJUKKAN    SUATU DAYA (LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI)    DG CARA MEMILIH NARASUMBER TERTENTU   P...
   TEORI AGENDA SETTING   TEORI EFFECT MEDIA   TEORI SEEKING INFORMATION   TINDAK BHS YG DIKUTIP MEDIA PADA    HAKIKAT...
   PAUL GRICE: COOPERATIVE PRINCIPLES   GEOGFFREI LEECH: INTERPERSONAL    RHETORIC   SARA MILLS: FORMAL POLITENESS   D...
   SBG TUJUAN DUNIA NYATA: HASRAT    TULUS MENYENANGKAN ORG LAIN   PENGHORMATAN KEPD ORG LAIN   VARIASI BERAGAM DLM KON...
   TINDAK TUTUR (SPEECH ACT):    LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI   PRINSIP KERJASAMA (COOPERATIVE    PRINCIPLES):    KUALITAS...
   TINDAK TUTUR ADALAH SUATU    TUTURAN DAN SITUASI TOTAL DLM    SUATU KOMUNIKASI DI MANA PUN   LOKUSI: MENGATAKAN SESUA...
   TINDAK LOKUSI: SEORANG AYAH    MENGATAKAN:” SAYA BANGGA KARENA    KAMU PANDAI”   DAYA ILOKUSI: MOTIVASI PENUTUR    AT...
   KONSTATIF: TUTURAN YG TIDAK PERLU    DIUJI LAGI KEBENARANNYA   PERFORMATIF: TUTURAN YG MENUNTUT    PENUTUR MELAKUKAN ...
   REPRESENTATIF: MENGIKAT PENUTUR    PD KEBENARAN ATAS UCAPANNYA    (MISAL MENYATAKAN, MELAPORKAN)   DIREKTIF: AGAR SIP...
SEORG PENUTUR/KOMUNIKATOR MEMPUNYAI        MOTIVASI ATAU TUJUAN TERTENTU DLM               PENYAMPAIAN PESANBERITA DI MEDI...
   KUALITAS: SUMBER DPT DIPERCAYA   KUANTITAS: JUMLAH INFORMASI YG CUKUP    DAN TEPAT   RELEVANSI: SETIAP TUTURAN ADA  ...
KASUS BANK CENTURY SAMPAI SEKARANG BELUM USAIKEPALA NEGARA MELIHAT TDK ADA PENYIMPANGAN (OPSI A) DLM   KEBIJAKSANAAN BANK ...
EFEK PERLOKUSI YG TERJADI:  PERBEDAAN PENDPT YG SANGAT TAJAM ANTARA PIHAK              EKSEKUTIF DAN LEGISLATIFMUNCUL GENE...
KUALITAS                KUANTITAS   INFORMASI              KETIDAKJELASAN    MENUNJUKKAN             ANTARA SIKAP    KET...
RELEVANSI             CARA PENYAJIAN   BELUM JELAS          SKANDAL BANK    KARENA MASING-        CENTURY    MASING     ...
   DIALOG YG DIBANGUN UNTUK MEMPERTEMUKAN    PRINSIP KOMUNIKATOR (KEPALA NEGARA DAN PANSUS    DPR) TELAH MENGABAIKAN PRIN...
   FAKTOR KEBENARAN DAN KEJUJURAN    DALAM BERBAHASA MERUPAKAN SUATU    HAKIKI DAN BERLAKU UMUM DI MANA    PUN DAN DALAM ...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Artini Suparmo (2011) Kesantunan Berbahasa di Media Massa

1.778 Aufrufe

Veröffentlicht am

Veröffentlicht in: Bildung
0 Kommentare
0 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
1.778
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
1
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
41
Kommentare
0
Gefällt mir
0
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Artini Suparmo (2011) Kesantunan Berbahasa di Media Massa

  1. 1. ARTINI
  2. 2.  SISI FORMALITAS: TATA BAHASA ATAU MAKNA KATA DAN KALIMAT (ALIRAN CHOMSKY) SISI FUNGSIONALISME: MAKSUD UJARAN SBG FUNGSI BAHASA DALAM KOMUNIKASI ATAU APA YG DPT DILAKUKAN PENUTUR MELALUI BAHASA (ALIRAN HALLIDAY) DISKUSI INI DLM TATARAN KAJIAN BHS SECARA FUNGSIONAL KRN WARTAWAN DG KESADARAN BERBHS DPT MEMBUAT TUJUAN TERTENTU YG DIINGINKANNYA
  3. 3.  KOMUNIKASI DI MEDIA MENUNJUKKAN SUATU DAYA (LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI) DG CARA MEMILIH NARASUMBER TERTENTU PEMILIHAN KATA DAN KALIMAT BUKAN TINDAKAN TANPA SENGAJA WRT TDK DPT SEMAUNYA MEMILIH TUTURAN DLM BERITA, TP HARUS BERANGKAT DR KESADARAN BERBAHASA KRN SETIAP TUTURAN AKAN MEMBAWA EFEK TERTENTU (DAYA PERLOKUSI)
  4. 4.  TEORI AGENDA SETTING TEORI EFFECT MEDIA TEORI SEEKING INFORMATION TINDAK BHS YG DIKUTIP MEDIA PADA HAKIKATNYA JUGA MERUPAKAN PILIHAN MEDIA UNTUK MEMPENGARUHI PUBLIK
  5. 5.  PAUL GRICE: COOPERATIVE PRINCIPLES GEOGFFREI LEECH: INTERPERSONAL RHETORIC SARA MILLS: FORMAL POLITENESS DAN SPERBER&DEIDRE WILSON: RELEVANCE PRINCIPLES RICHARD WATSS: POLITIC BEHAVIOR YUEGUE GU: CHINESE LINGUISTIC POLITENESS
  6. 6.  SBG TUJUAN DUNIA NYATA: HASRAT TULUS MENYENANGKAN ORG LAIN PENGHORMATAN KEPD ORG LAIN VARIASI BERAGAM DLM KONTEKS PENGGUNAAN BHS DR SEGI TINDAK TUTUR FENOMENA ILOKUSI UTK MENCAPAI TUJUAN PEMBICARA (JENNY THOMAS, 2001)
  7. 7.  TINDAK TUTUR (SPEECH ACT): LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI PRINSIP KERJASAMA (COOPERATIVE PRINCIPLES): KUALITAS, KUANTITAS, RELEVANSI, CAR A
  8. 8.  TINDAK TUTUR ADALAH SUATU TUTURAN DAN SITUASI TOTAL DLM SUATU KOMUNIKASI DI MANA PUN LOKUSI: MENGATAKAN SESUATU (PROPOSISI) ILOKUSI: DAYA ATAU TUJUAN DI SAMPING KATA-KATA ITU SENDIRI PERLOKUSI: EFEK DR TUTURAN ITU
  9. 9.  TINDAK LOKUSI: SEORANG AYAH MENGATAKAN:” SAYA BANGGA KARENA KAMU PANDAI” DAYA ILOKUSI: MOTIVASI PENUTUR ATAU UNGKAPAN RASA SENANG SEORANG AYAH YG INGIN MEMUJI ANAKNYA KRN ANAKNYA PANDAI DAYA PERLOKUSI: EFEK PD ANAK ITU YAKNI SENANG ATAU TERTAWA ATAU MENJAWAB TERIMA KASIH, AYAH
  10. 10.  KONSTATIF: TUTURAN YG TIDAK PERLU DIUJI LAGI KEBENARANNYA PERFORMATIF: TUTURAN YG MENUNTUT PENUTUR MELAKUKAN SESUATU ( TIGA SYARAT YAKNI TDK SAH JIKA PENUTUR ADALAH ORG YG TDK KOMPETEN, KURANG JUJUR DAN BERPERILAKU TDK SESUAI DENGAN UCAPANNYA)
  11. 11.  REPRESENTATIF: MENGIKAT PENUTUR PD KEBENARAN ATAS UCAPANNYA (MISAL MENYATAKAN, MELAPORKAN) DIREKTIF: AGAR SIPENDENGAR MELAKUKAN PESAN PENUTUR (MEMOHON, MENYARANKAN) EKSPRESIF: SEBAGAI EVALUASI (MEMUJI) KOMISIF: MENGIKAT PENUTUR (BERJANJI) DEKLARATIF: MENCIPTAKAN HAL BARU (MENGIZINKAN)
  12. 12. SEORG PENUTUR/KOMUNIKATOR MEMPUNYAI MOTIVASI ATAU TUJUAN TERTENTU DLM PENYAMPAIAN PESANBERITA DI MEDIA MERUPAKAN TINDAK TUTUR ATAU DIALOG KRN MEDIA BERUSAHA MENYAMPAIKAN PESAN DG TEKNIK PENYAJIAN TERTENTU PEMILIHAN JUDUL, LEAD, ENDING SUATU TULISAN ADALAH CARA MEDIA BERDIALOG DG KHALAYAK DENGAN TUJUAN TERTENTU
  13. 13.  KUALITAS: SUMBER DPT DIPERCAYA KUANTITAS: JUMLAH INFORMASI YG CUKUP DAN TEPAT RELEVANSI: SETIAP TUTURAN ADA KAITANNYA CARA/MANNER: MUDAH DIMENGERTI DAN JANGAN MENYAKITI ORANG LAIN SETIAP TINDAK TUTUR AKAN DIMOTIVASI TUJUAN PERCAKAPAN
  14. 14. KASUS BANK CENTURY SAMPAI SEKARANG BELUM USAIKEPALA NEGARA MELIHAT TDK ADA PENYIMPANGAN (OPSI A) DLM KEBIJAKSANAAN BANK CENTURY, SEMENTARA PANSUS DPR MENDUGA ADA PENYIMPANGAN DAN PERLU DIPROSES SECARA HUKUM (OPSI C)ANALISIS DAYA LOKUSI: 10 BERITA RANDOM DGN KEPALA NEGARA SBG SUMBER MENGGUNAKAN 5 JENIS TINDAK TUTUR ANALISIS DAYA ILOKUSI: KOMPAS MEMILIH PERFORMATIF DGN MENGGUNAKAN STATEMENT PRESIDEN YGMENYATAKAN, MEMBENARKAN, MENILAI ATAU MENINDAKLANJUTI. KEPALA NEGARA SAMA SEKALI TIDK MENJAWAB KECURIGAAN PUBLIK DG MENYATAKAN BAHWA KEBIJAKSANAAN TDK DPT DIPIDANA. DG DEMIKIAN, DAYA ILOKUSI PRESIDEN “SAYA BERTANGGUNGJAWAB” MASIH BELUM JELAS
  15. 15. EFEK PERLOKUSI YG TERJADI: PERBEDAAN PENDPT YG SANGAT TAJAM ANTARA PIHAK EKSEKUTIF DAN LEGISLATIFMUNCUL GENERASI MUDA ATAU PENELITI MUDA TERUTAMA ANGGOTA PANSUS DPR YG BERANI MENOLAK OPSI A YG MERUPAKAN OPSI KEPALA NEGARA KECURIGAAN PUBLIK MENGAPA KEPALA NEGARA BERSIKUKUH DGKEYAKINANNYA, SEMENTARA DUGAAN PENYIMPANGAN TDK DIJAWAB DG MENUNJUKKAN BUKTI KEBENARAN PERLAWANAN TERHADAP PERNYATAAN KEPALA NEGARA
  16. 16. KUALITAS KUANTITAS INFORMASI  KETIDAKJELASAN MENUNJUKKAN ANTARA SIKAP KETIDAKSENSITIFAN PERNYATAAN KEPALA NEGARA PRESIDEN DAN PADA SUARA TINDAKAN DAN INI PUBLIK, PRESIDEN JUSTRU TDK BERANI TERUS MEMBINGUNGKAN TERANG MASYARAKAT
  17. 17. RELEVANSI CARA PENYAJIAN BELUM JELAS  SKANDAL BANK KARENA MASING- CENTURY MASING DIKAITKAN DENGAN MEMPUNYAI TUGAS JANJI POLITIK SHG DAN WEWENANG YG PUBLIK KEMBALI BERBEDA BINGUNG
  18. 18.  DIALOG YG DIBANGUN UNTUK MEMPERTEMUKAN PRINSIP KOMUNIKATOR (KEPALA NEGARA DAN PANSUS DPR) TELAH MENGABAIKAN PRINSIP KERJASAMA, YG JUGA DPT DIMAKNAI TELAH MELANGGAR PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DAYA ILOKUSI YG DIBANGUN KOMPAS MENUMBUHKAN EFEK PERLOKUSI YG POSITIF YAKNI MUNCULNYA PERLAWANAN TERHDP SEGALA SESUATU BENTUK PELANGGARAN KEBENARAN SKANDAL BANK CENTURY YG DIGAMBARKAN DALAM DAYA ILOKUSI KOMPAS LEWAT PEMBERITAAN SEKALIGUS MENUNJUKKAN BAHWA KEBENARAN DAN KEJUJURAN DALAM BERBAHASA TIDAK AKAN PERNAH SIRNA OLEH BENTUK KOMUNIKASI POLITIK ATAU BENTUK KOMUNIKASI LAINNYA
  19. 19.  FAKTOR KEBENARAN DAN KEJUJURAN DALAM BERBAHASA MERUPAKAN SUATU HAKIKI DAN BERLAKU UMUM DI MANA PUN DAN DALAM KONTEKS APA PUN

×