KELENJAR PENCERNAAN
• 1. KELENJAR LUDAH (SALIVA)
• - MAYOR
• - MINOR
• 2. HATI
• 3. PANKREAS
• 4. VESIKA FELEA
GLANDULA SALIVARIUS
• KLASIFIKASI BERDASARKAN LETAK:
– DILUAR CAVUM ORIS (MASING-MASING SEPASANG)
• GLANDULA PAROTIS
• GLA...
GAMBARAN UMUM GLANDULA
SALIVARIUS
• KELENJAR PENGHASIL SALIVA = AIR LUDAH
• SALIVA:
– CAMPURAN DARI HASIL BERBAGAI KELENJA...
9/10/04 4SUBOWO
KATEGORI KELENJAR (BERDASARKAN JENIS SEL SEKRETORI)
STRUKTUR UMUM GLANDULA
SALIVARIUS
• KELENJAR MUKOSA:
– PARS SECRETORIA : PANJANG, TUBULER BERCABANG
• KELENJAR SEROSA MURN...
SEL KELENJAR
• SEL MUKOSA DALAM KELENJAR MUKOSA MURNI
– BERBENTUK KUBOID, TERSUSUN BERDERET PADA LAMINA BASALIS
– SITOPLAS...
9/10/04 7SUBOWO
STRUKTUR UMUM GLANDULA SALIVARIUS
DEMILUNA
GIANUZZI
KELENJAR
MUKOSA
KELENJAR SEROSA MURNI
• GLANDULA PAROTIS
– SEPASANG
– DI DEPAN TELINGA DI BAWAH KULIT
• GLANDULA LINGUALIS POSTERIOR VON
E...
9/10/04 9SUBOWO
KELENJAR SEROSA MURNI
KELENJAR MUKOSA MURNI
• GLANDULA LINGUALIS POSTERIOR
– DI DAERAH RADIX LINGUAE
• GLANDULA PALATINA
– PALATUM
9/10/04 10SUB...
9/10/04 11SUBOWO
KELENJAR MUKOSA MURNI
KELENJAR CAMPURAN SEROSA-
MUKOSA
• GLANDULA SUBMANDIBULARIS
– SEPASANG
– PARS SECRETORIA : TERUTAMA CAMPURAN, SEBAGIAN
MUK...
9/10/04 13
KELENJAR SEROMUKOSA
SUBOWO
GLANDULA
SUBMANDIBULARIS
GLANDULA
SUBLINGUALIS
HEPAR
• HEPAR ADALAH ORGAN KELENJAR TERBESAR DALAM TUBUH
DENGAN BERAT 1500 GRAM
• LOKASI:
– CAVUM ABDOMINALE SEBELAH KANAN...
FUNGSI HEPAR
• KELENJAR EKSOKRIN
– MENGHASILKAN CAIRAN EMPEDU
• KELENJAR ENDOKRIN:
– BERBAGAI BAHAN YANG LANGSUNG DIANGKUT...
ORGANISASI JARINGAN HEPAR
• DIBUNGKUS OLEH KAPSEL JARINGAN PENGIKAT
• SATUAN MAKROKOSKOPIS:
– LOBUS DEXTER
– LOBUS SINISTE...
9/14/04 17SUBOWO
3 PANDANGAN TENTANG
SATUAN MIKROSKOPIS
• LOBULUS HEPATIS KLASIK
• LOBULUS PORTALIS
• ACINUS HEPATIS
LOBULUS KLASIK
• KONSEP ORGANISASI:
– JARINGAN PENGIKAT SEBAGAI BATAS YANG JELAS
• BENTUK
– PRISMATIK, POLIGONAL. (0,7 X 2...
9/14/04 19SUBOWO
LOBULUS KLASIK
TRIGONUM
KIERNANN
9/14/04 20SUBOWO
LOBULUS KLASIK
LOBULUS PORTALIS
• KONSEP ORGANISASI (MALL):
– SATUAN ORGANISASI HEPAR SEBAGAI ORGAN KELENJAR, SEHARUSNYA
DIDASARKAN BAHWA...
LOBULUS PORTALIS
• KONSEP ORGANISASI (MALL):
– SATUAN ORGANISASI HEPAR SEBAGAI ORGAN KELENJAR, SEHARUSNYA
DIDASARKAN BAHWA...
9/14/04 23SUBOWO
TRIGONUM KIERNANN
9/14/04 24SUBOWO
LOBULUS PORTALIS
PASOKAN DARAH UNTUK HEPAR
• SUMBER:
– 75 % DARAH
• V. PORTAE YANG MASUK MELALUI PORTA HEPATIS YANG BERCABANG-CABANG SAMPAI...
SINUSOID HEPATIS
• BATAS:
– SEL ENDOTEL
• BERRBENTUK PIPIH, BERFENESTRA
• TIDAK FAGOSITIK
– SEL KUPFFER
• BERBENTUK STELAT...
• SPATIUM PERISINUSOIDALIS / SPATIUM DISSE
– SEL PERISINUSOIDAL:
• 1) SEL STELAT, SEL ITO, SEL PENIMBUN LEMAK, SEL
INTERST...
9/14/04 28SUBOWO
SEL KUPFFERHEPATOSIT DENGAN
2 NUKLEI
SEL STELAT
SPATIUM DISSE
SINUSOID HEPATIS
MORFOLOGI HEPATOSIT
• BENTULK:
– POLIHEDRAL DENGAN 6 / LEBIH SISI
• 3 JENIS SISI SEL:
– 1) SISI MENGHADAP SPATIUM PERISINU...
9/14/04 30SUBOWO
MORFOLOGI HEPATOSIT
PENGALIRAN CAIRAN EMPEDU
• SEL PENGHASIL CAIRAN EMPEDU:
– HEPATOSIT
• SALURAN KELUAR DALAM LOBULUS HEPATIS:
– CANALICULUS ...
DUCTUS BILIFERUS DI LUAR LOBULUS
• DUCTUS BILIFERUS INTERLOBULARIS
– MENAMPUNG EMPEDU DARI DUCTUS INTRALOBULARIS
– BERADA ...
9/14/04 33SUBOWO
DUCTUS BILIFERUS DI DALAM DAN LUAR LOBULUS
DUCTUS BILIFERUS DALAM
TRIGONUM KIERNANN
PORTA HEPATIS
DUCTUS ...
GANGGUAN JARINGAN HEPAR
• CIRRHOSIS HEPATIS
– JARINGAN PARENKHIM DIGANTI OLEH JARINGAN PENGIKAT
– FUNGSI SEL-SEL HEPAR TER...
VESICA FELLEA
• BE NTUK & UKURAN:
– KANTONG BERBENTUK BUAH JAMBU AIR, 4 cm - 10 cm
• VOLUME: 40 - 70 ml
• KEDUDUKAN:
– PAD...
DINDING VESICA FELLEA
• TUNICA SEROSA
– LANJUTAN TUNICA SEROSA DARI SELUBUNG HEPAR
– JARINGAN PENGIKAT PADAT
– KADANG2 TER...
9/14/04 37SUBOWO
DINDING VESICA FELLEA
MEMBRANA MUCOSA DAERAH
COLLUM VESICA FELLEAE
• MELANJUTKAN MENJADI DUCTUS CYSTICUS
• LIPATAN MEMBRANA MUCOSA
– MIRIP KELEN...
DUCTUS CYSTICUS
• LANJUTAN COLLUM VESICA FELLEAE ; 3 - 4 cm
– BERGABUNG DENGAN DUCTUS HEPATICUS COMMUNIS
– MENJADI DUCTUS ...
PANCREAS
• KELENJAR PENCERNAAN TERBESAR KEDUA
• PENAMPILAN:
– MEMANJANG, BESAR PADA CAPUT DAN MENGECIL PADA CAUDA PANCREAT...
HISTOFISIOLOGI PANCREAS
• FUNGSI EKSOKRIN:
– MENGHASILKAN ENZIM UNTUK KETIGA BAHAN MAKANAN
• KARBOHIDRAT: AMILASE
• LIMAK:...
• FUNGSI ENDOKRIN :
• MENGHASILKAN HORMON : INSULIN DAN
GLUKAGON  PULAU-PULAU LANGERHANS
• MELALUI SEL α DAN SEL β
Kelenjar  liur
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Kelenjar liur

328 Aufrufe

Veröffentlicht am

modul gastrointestinal dr. rinita

Veröffentlicht in: Gesundheit & Medizin
0 Kommentare
0 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
328
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
4
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
0
Kommentare
0
Gefällt mir
0
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Kelenjar liur

  1. 1. KELENJAR PENCERNAAN • 1. KELENJAR LUDAH (SALIVA) • - MAYOR • - MINOR • 2. HATI • 3. PANKREAS • 4. VESIKA FELEA
  2. 2. GLANDULA SALIVARIUS • KLASIFIKASI BERDASARKAN LETAK: – DILUAR CAVUM ORIS (MASING-MASING SEPASANG) • GLANDULA PAROTIS • GLANDULA SUBMANDIBULARIS • GLANDULA SUBLINGUALIS – DALAM DINDING CAVUM ORIS • GLANDULA LABIALIS • GLANDULA BUCCALIS • GLANDULA PALATINA – DALAM CAVUM ORIS • GLANDULA LINGUALIS • MUARA KELENJAR: – CAVUM ORIS 9/10/04 2SUBOWO
  3. 3. GAMBARAN UMUM GLANDULA SALIVARIUS • KELENJAR PENGHASIL SALIVA = AIR LUDAH • SALIVA: – CAMPURAN DARI HASIL BERBAGAI KELENJAR • FUNGSI: – PELUMAS MEMBRANA MUCOSA MULUT – PENCERNAAN – BAGIAN DARI SISTEM IMUN • KANDUNGAN – ENZIM PENCERNAAN – AIR, MINERAL, MUKOPROTEIN, KARBOHIDRAT • KATEGORI (BERDASARKAN JENIS SEL SEKRETORI) – KELENJAR MUKOSA MURNI (TERUTAMA MUSIN) – KELENAJR SEROSA MURNI (JERNIH, CAIR} • MENGANDUNG: AMILASE, LISOSIM, PEROKSIDASE ETC. – KELENJAR CAMPURAN SEROSA DAN MUKOSA 9/10/04 3SUBOWO
  4. 4. 9/10/04 4SUBOWO KATEGORI KELENJAR (BERDASARKAN JENIS SEL SEKRETORI)
  5. 5. STRUKTUR UMUM GLANDULA SALIVARIUS • KELENJAR MUKOSA: – PARS SECRETORIA : PANJANG, TUBULER BERCABANG • KELENJAR SEROSA MURNI DAN CAMPURAN: – PARS SECRETORIA: BERVARIASI DARI BENTUK ASINUS SEDERHANA SAMPAI BENTUK TUBULO-ASINER • SISTEM PERCABANGAN DUCTUS EXCRETORIUS: – DUCTUS INTRALOBULARIS • DUCTUS INTERCALATUS : TIPIS, BERCABANG • DUCTUS STRIATUS , LEBIH BESAR, SEL EPITEL BERGARIS – DUCTUS LOBULARIS – DUCTUS INTERLOBULARIS – DUCTUS EXCRETORIS PRIMARIUS 9/10/04 5SUBOWO
  6. 6. SEL KELENJAR • SEL MUKOSA DALAM KELENJAR MUKOSA MURNI – BERBENTUK KUBOID, TERSUSUN BERDERET PADA LAMINA BASALIS – SITOPLASMA JERNIH MENGANDUNG MUCIGEN = BAKAL MUSIN – INTI LONJONG TERDESAK KE DASAR SEL, • SEL SEROSA DALAM KELENJAR SEROSA MURNI – BERBENTUK KUBOID/PIRAMIDAL, TERSUSUN SEKELILING RONGGA TUBULER – INTI BULAT • SEL KELENJAR DALAM KELENJAR CAMPURAN – PADA KELENJAR DENGAN DOMINASI SEL SEROSA: • SELURUH PARS SECRETORIA ADALAH SEL-SEL SEROSA • PARS SECRETORIA, CAMPURAN SEL SEROSA DAN SEL MUKOSA – PADA KELENJAR DENGAN DOMINASI SEL MUKOSA • SEL SEROSA TERDESAK KE UJUNG, MEMBENTUK DEMILUNES GIANNUZZI 9/10/04 6SUBOWO
  7. 7. 9/10/04 7SUBOWO STRUKTUR UMUM GLANDULA SALIVARIUS DEMILUNA GIANUZZI KELENJAR MUKOSA
  8. 8. KELENJAR SEROSA MURNI • GLANDULA PAROTIS – SEPASANG – DI DEPAN TELINGA DI BAWAH KULIT • GLANDULA LINGUALIS POSTERIOR VON EBNER – PADA LIDAH – BERMUARA DALAM CELAH PAPILLA CIRCUMVALLATAE 9/10/04 8SUBOWO
  9. 9. 9/10/04 9SUBOWO KELENJAR SEROSA MURNI
  10. 10. KELENJAR MUKOSA MURNI • GLANDULA LINGUALIS POSTERIOR – DI DAERAH RADIX LINGUAE • GLANDULA PALATINA – PALATUM 9/10/04 10SUBOWO
  11. 11. 9/10/04 11SUBOWO KELENJAR MUKOSA MURNI
  12. 12. KELENJAR CAMPURAN SEROSA- MUKOSA • GLANDULA SUBMANDIBULARIS – SEPASANG – PARS SECRETORIA : TERUTAMA CAMPURAN, SEBAGIAN MUKOSA • GLANDULA SUBLINGUALIS – SEPASANG – PARS SECRETORIA: CAMPURAN DENGAN SEL-SEL MUKOSA DOMINAN • GLANDULA LABIALIS • GLNDULA BUCCALIS • GLANDULA LINGUALIS ANTERIOR NUHN9/10/04 12SUBOWO
  13. 13. 9/10/04 13 KELENJAR SEROMUKOSA SUBOWO GLANDULA SUBMANDIBULARIS GLANDULA SUBLINGUALIS
  14. 14. HEPAR • HEPAR ADALAH ORGAN KELENJAR TERBESAR DALAM TUBUH DENGAN BERAT 1500 GRAM • LOKASI: – CAVUM ABDOMINALE SEBELAH KANAN DI BAWAH DIAFRAGMA • POSISI DALAM SYSTEMA DIGESTORUM: – BERADA DIANTARA PEREDARAN DARAH DAN SALURAN PENCERNAAN • SEBAGIAN BESAR SARI MAKANAN DARI SALURAN PENCERNAAN DIANGKUT KE HEPAR UNTUK DIPROSES, YANG SELANJUTNYA HASILNYA DIANGKUT PEREDARAN DARAH UNTUK DITIMBUN ATAU DIMANFAATKAN • BAHAN LIPID DARI USUS DALAM BENTUK CHYLUS DIANGKUT MELALUI DUCTUS THORACICUS UNTUK MASUK PEREDARAN DARAH • 70% DARI DARAHNYA BERASAL DARI SISTEM PENCERNAAN MELALUI V. PORTAE. • SISANYA MELALUI A. HEPATICA 9/14/04 14SUBOWO
  15. 15. FUNGSI HEPAR • KELENJAR EKSOKRIN – MENGHASILKAN CAIRAN EMPEDU • KELENJAR ENDOKRIN: – BERBAGAI BAHAN YANG LANGSUNG DIANGKUT DARAH • SINTESIS: – BERBAGAI PROTEIN DI ANTARANYA UNTUK PLASMA • PENIMBUNAN: – KARBOHIDRAT DALAM BENTUK GLIKOGEN – LIPID DALAM BENTUK LEMAK – VITAMIN A • METABOLISME: – GLIKONEOGENESIS – DEAMINASI ASAM AMINO MENGHASILKAN UREUM • DETOKSIFIKASI – BAHAN-BAHAN TOKSIK MELALUI OKSIDASI, METILASI DAN KONJUGASI 9/14/04 15SUBOWO
  16. 16. ORGANISASI JARINGAN HEPAR • DIBUNGKUS OLEH KAPSEL JARINGAN PENGIKAT • SATUAN MAKROKOSKOPIS: – LOBUS DEXTER – LOBUS SINISTER – LOBUS CENTRALIS/ LOBUS QUADRATUS – LOBUS CAUDATUS • SATUAN MIKROSKOPIS (3 Pandangan): – LOBULUS HEPATIS KLASIK – LOBULUS PORTALIS – ACINUS HEPATIS • KOMPONEN PARENKHIM: – HEPATOSIT – SINUSOID YANG DIBATASI SEL-EL ENDOTELDAN SEL KUPFFER – SEL PERISINOSUIDAL 9/14/04 16SUBOWO
  17. 17. 9/14/04 17SUBOWO 3 PANDANGAN TENTANG SATUAN MIKROSKOPIS • LOBULUS HEPATIS KLASIK • LOBULUS PORTALIS • ACINUS HEPATIS
  18. 18. LOBULUS KLASIK • KONSEP ORGANISASI: – JARINGAN PENGIKAT SEBAGAI BATAS YANG JELAS • BENTUK – PRISMATIK, POLIGONAL. (0,7 X 2 mm) • BATAS: – DIPISAHKAN OLEH JARINGAN PENGIKAT – PERTEMUAN BATAS MENJADI TRIGONUM KIERNANN ATAU SPATIUM PORTALIS ATAU CANALIS PORTALIS, DILALUI: • PERCABANGAN V. PORTAE • A ET V. HEPATICA • DUCTUS BILIFERUS • ORGANISASI LOBULUS: – HEPATOSIT TERSUSUN DALAM LEMPENG-LEMPENG YANG TERATUR RADIER, KE PUSAT LOBULUS (V. CENTRALIS). • TIAP LEMPENG TERSUSUN OLEH 2 HEPATOSIT • TIAP LEMPENG DIPISAHKAN OLEH SINUSOID YANG MENERIMA DARAH DARI PEMBULUH DARAH DI TRIGONUM KIERNANN • SINUSOID BERMUARA DALAM V. CENTRALIS DI PUSAT LOBULUS 9/14/04 18SUBOWO
  19. 19. 9/14/04 19SUBOWO LOBULUS KLASIK TRIGONUM KIERNANN
  20. 20. 9/14/04 20SUBOWO LOBULUS KLASIK
  21. 21. LOBULUS PORTALIS • KONSEP ORGANISASI (MALL): – SATUAN ORGANISASI HEPAR SEBAGAI ORGAN KELENJAR, SEHARUSNYA DIDASARKAN BAHWA PUSAT LOBULUS KELENJAR MERUPAKAN DUCTUS EXCRETORIUS YANG AKAN MENYALURKAN CAIRAN EMPEDU. • BENTUK: – MASSA HEPAR YANG BERPUSAT PADA DUCTUS BILIARIS YANG BERADA DI TRIGONUM KIERNAAN, SEDANG BATAS PERIFER MELINTASI BEBERAPA V. CENTRALIS YANG MERUPAKAN PUSAT LOBULUS KLASIK YANG BERDEKATAN • BATAS: – BATAS TIDAK JELAS • ORGANISASI LOBULUS PORTALIS – MENCAKUP BEBERAPA BAGIAN LOBULUS KLASIK YANG BERDEKATAN 9/14/04 21SUBOWO
  22. 22. LOBULUS PORTALIS • KONSEP ORGANISASI (MALL): – SATUAN ORGANISASI HEPAR SEBAGAI ORGAN KELENJAR, SEHARUSNYA DIDASARKAN BAHWA PUSAT LOBULUS KELENJAR MERUPAKAN DUCTUS EXCRETORIUS YANG AKAN MENYALURKAN CAIRAN EMPEDU. • BENTUK: – MASSA HEPAR YANG BERPUSAT PADA DUCTUS BILIARIS YANG BERADA DI TRIGONUM KIERNAAN, SEDANG BATAS PERIFER MELINTASI BEBERAPA V. CENTRALIS YANG MERUPAKAN PUSAT LOBULUS KLASIK YANG BERDEKATAN • BATAS: – BATAS TIDAK JELAS • ORGANISASI LOBULUS PORTALIS – MENCAKUP BEBERAPA BAGIAN LOBULUS KLASIK YANG BERDEKATAN 9/14/04 22SUBOWO
  23. 23. 9/14/04 23SUBOWO TRIGONUM KIERNANN
  24. 24. 9/14/04 24SUBOWO LOBULUS PORTALIS
  25. 25. PASOKAN DARAH UNTUK HEPAR • SUMBER: – 75 % DARAH • V. PORTAE YANG MASUK MELALUI PORTA HEPATIS YANG BERCABANG-CABANG SAMPAI TRIGONUM KIERNANN DAN DALAM JARINGAN PENGIKAT ANTARA LOBULUS KLASIK YANG BERDEKATAN. – 25 % DARAH • A. HEPATICA YANG MASUK MELALUI PORTA HEPATIS, BERCABANG MENJADI A. INTERLOBARIS, DAN BERCABANG MENJADI A. INTERLOBULARIS YANG KEMUDIAN: A. INTRALOBULARIS YANG MELANJUTKAN MENJADI KAPILER ATAU SEBAGIAN KECIL SEBAGAI ARTERIOLA TERMINALIS HEPATIS • SINUSOID: – MENAMPUNG DARAH • YANG BERSUMBER DARI V. PORTAE DAN A. HEPATICA – BERMUARA DALAM V. CENTRALIS DI PUSAT LOBULUS KLASIK • V. CENTRALIS BERMUARA DALAM: – V. SUBLOBULARIS YANG SELANJUTNYA DITAMPUNG DALAM V. HEPATICA YANG BERMUARA DALAM V. CAVA INFERIOR. 9/14/04 25SUBOWO
  26. 26. SINUSOID HEPATIS • BATAS: – SEL ENDOTEL • BERRBENTUK PIPIH, BERFENESTRA • TIDAK FAGOSITIK – SEL KUPFFER • BERBENTUK STELAT DENGAN TONJOLAN-TONJOLAN MASUK LUMEN SINUSOID • TERMASUK DALAM KELUARGA FAGOSIT, BERASAL DARI MONOSIT DALAM DARAH 9/14/04 26SUBOWO
  27. 27. • SPATIUM PERISINUSOIDALIS / SPATIUM DISSE – SEL PERISINUSOIDAL: • 1) SEL STELAT, SEL ITO, SEL PENIMBUN LEMAK, SEL INTERSTI-TIALIS (BANYAK NAMA) – DIPERLIHATKAN DENGAN PEWARNAAN KHUSUS – MIRIP MORFOLOGI FIBROBLAS – MENIMBUN LEMAK YANG MENGANDUNG VITAMIN A • 2) PIT CELL – MEMILIKI PSEDOPODIA – FUNGSI BELUM JELAS
  28. 28. 9/14/04 28SUBOWO SEL KUPFFERHEPATOSIT DENGAN 2 NUKLEI SEL STELAT SPATIUM DISSE SINUSOID HEPATIS
  29. 29. MORFOLOGI HEPATOSIT • BENTULK: – POLIHEDRAL DENGAN 6 / LEBIH SISI • 3 JENIS SISI SEL: – 1) SISI MENGHADAP SPATIUM PERISINUSOIDALIS – 2) SISI MENGHADAP CANALICULUS BILIFERUS – 3) SISI YANG KONTAK DENGAN SISI HEPATOSIT LAIN • INTI: – BULAT, BESAR/VESIKULER • ORGANELA: – rough ENDOPLASMIC RETICULUM BANYAK: CYSTERNA – POLIRIBOSOM BEBAS – smooth ENDOPLASMIC RETICULUM BANYAK – KOMPLEKS GOLGI DAERAH YANG BERHADAPAN DENGAN CANALIS BILIFERUS – MITOKHONDRIA BANYAK • INKLUSIO: – BUTIR GLIKOGEN 9/14/04 29SUBOWO
  30. 30. 9/14/04 30SUBOWO MORFOLOGI HEPATOSIT
  31. 31. PENGALIRAN CAIRAN EMPEDU • SEL PENGHASIL CAIRAN EMPEDU: – HEPATOSIT • SALURAN KELUAR DALAM LOBULUS HEPATIS: – CANALICULUS BILIFERUS • DIBATASI OLEH MEMBRAN SEL 2 HEPATOSIT YANG BERHADAPAN YANG MENCEKUNG KE DALAM • PERMUKAAN TIDAK RATA/TONJOLAN • HUBUNGAN ANTAR 2 HEPATOSIT DILENGKAPI HUBUNGAN ZONULA OCCLUDENS • MEMBENTUK ANYAMAN 3 DIMENSIONAL DALAM LOBULUS • MENGALIR KE ARAH PERIFER LOBULUS – CANALIS HERRING • PENGHUBUNG CANALICULUS BILIFERUS DGN DUCTUS BILIFERUS INTRALOBULARIS • DIAMETER: 15 - 20  m • DINDING: EPITEL KUBOID SELAPIS • BERMUARA: DUCTUS BILIFERUS INTRALOBULARIS 9/14/04 31SUBOWO
  32. 32. DUCTUS BILIFERUS DI LUAR LOBULUS • DUCTUS BILIFERUS INTERLOBULARIS – MENAMPUNG EMPEDU DARI DUCTUS INTRALOBULARIS – BERADA DALAM JARINGAN PENGIKAT ANTAR LOBULUS – SEBAGAI SUMBU ACINUS HEPATIS – BERDIAMETER LEBIH BESAR – BERMUARA DALAM DUCTUS BILIFERUS YANG BERADA DALAM TRIGONUM KIERNANN • MENDEKATI PORTA HEPATIS: – SALURAN KELUAR MAKIN MEMBESAR – DINDING: EPITEL SILINDRIS SELAPIS – JUMLAH SEMAKIN SEDIKIT – SALURAN EMPEDU DARI SETIAP LOBUS HEPATIS BERMUARA DALAM DUCTUS HEPATICUS • DUCTUS HEPATICUS – KELUAR HEPAR MELALUI PORTA HEPATIS • DUCTUS HEPATICUS COMMUNIS 9/14/04 32SUBOWO
  33. 33. 9/14/04 33SUBOWO DUCTUS BILIFERUS DI DALAM DAN LUAR LOBULUS DUCTUS BILIFERUS DALAM TRIGONUM KIERNANN PORTA HEPATIS DUCTUS HEPATICUS COMMUNIS VENA PORTAE A. HEPATICA VENA CAVA INFERIOR DUCTUS CYSTICUS
  34. 34. GANGGUAN JARINGAN HEPAR • CIRRHOSIS HEPATIS – JARINGAN PARENKHIM DIGANTI OLEH JARINGAN PENGIKAT – FUNGSI SEL-SEL HEPAR TERGANGGU – PENYUMBATAN ALIRAN CAIRAN EMPEDU • CAIRAN EMPEDU MASUK PEREDARAN DARAH • CAIRAN EMPEDU TERTIMBUN DALAM JARINGAN TUBUH – PENYAKIT KUNING: IKTERUS • RADANG HATI – INFEKSI VIRUS • GANGGUAN FUNGSI HEPATOSIT • KANKER – HEPATOSIT MENGALAMI TRANSFORMASI MENJADI SEL GANAS • FUNGSI SEL HEPAR TERGANGGU • PENYUMBATAN ALIRAN CAIRAN EMPEDU 9/14/04 34SUBOWO
  35. 35. VESICA FELLEA • BE NTUK & UKURAN: – KANTONG BERBENTUK BUAH JAMBU AIR, 4 cm - 10 cm • VOLUME: 40 - 70 ml • KEDUDUKAN: – PADA CEKUNGAN PERMUKAAN BAGIAN BAWAH HEPAR • BAGIAN-BAGIAN – CORPUS – FUNDUS – INFUNDIBULUM – COLLUM • FUNGSI: – MENERIMA CAIRAN EMPEDU DARI DUCTUS HEPATICUS – MENYIMPAN DAN MEMEKATKAN CAIRAN EMPEDU – MELEPASKAN CAIRAN EMPEDU KE DUODENUM MELALUI DUCTUS CYSTICUS 9/14/04 35SUBOWO
  36. 36. DINDING VESICA FELLEA • TUNICA SEROSA – LANJUTAN TUNICA SEROSA DARI SELUBUNG HEPAR – JARINGAN PENGIKAT PADAT – KADANG2 TERDAPAT DUCTUS LUSCHKA – DILAPISI OLEH SEL-SEL MESOTEL • TUNUCA SUBSEROSA – JARINGAN PENGIKAT DI BAWAH TUNICA SEROSA – LANGSUNG MENUTUPI JARINGAN OTOT POLOS • TUNICA MUSCULARIS – LAPISAN TIPIS JARINGAN SEL-SEL OTOT POLOS • TUNICA MUCOSA – MELIPAT-LIPAT TIDAK TERATUR • KETINGGIANNYA TERGANTUNG ISI – EPITEL • SILINDRIS SELAPIS DENGAN MIKROVILI – LAMINA PROPRIA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR DENGAN ANYAMAN SERABUT ELASTIS DAN RETIKULER 9/14/04 36SUBOWO
  37. 37. 9/14/04 37SUBOWO DINDING VESICA FELLEA
  38. 38. MEMBRANA MUCOSA DAERAH COLLUM VESICA FELLEAE • MELANJUTKAN MENJADI DUCTUS CYSTICUS • LIPATAN MEMBRANA MUCOSA – MIRIP KELENJAR – DISEBUT: SINUS ROKITANSKY-ASCHOFF • EPITEL: – KUBOID SELAPIS • LAMINA PROPRIA – TERDAPAT ANYAMAN TIDAK TERATUR OTOT POLOS: • LONGITUDINAL, TRANSVERSAL, MENYERONG • BERSAMA SERABUT ELASTIS – KELENJAR TUBULOALVEOLER – KELENJAR TUBULOALVEOLER JUGA TERDAPAT DALAM JARINGAN PERIMUSKULER 9/14/04 38SUBOWO
  39. 39. DUCTUS CYSTICUS • LANJUTAN COLLUM VESICA FELLEAE ; 3 - 4 cm – BERGABUNG DENGAN DUCTUS HEPATICUS COMMUNIS – MENJADI DUCTUS CHOLEDOCHUS • MENDEKATI DUCTUS PANCREATICUS • BERSAMA-SAMA MENEMBUS TUNICA MUSCULARIS DUODENUM • DALAM TUNICA SUBMUCOSA DUODENUM BERSATU DENGAN DUCTUS PANCREATICUS MENJADI: DUCTUS HEPATICOPANCREATICUS (AMPULLA) • BERMUARA DALAM LUMEN DUODENUM PADA PAPILLA – PADA MUARA DUCTUS CHOLEDOCHUS • TERDAPAT OTOT POLOS MELINGKAR: SPHINCTER ODDI • SPHINCTER ODDI TERDIRI ATAS: – 1) SPHINCTER CHOLEDOCHUS – 2) SPHINCTER PANCREATICUS – 3) SPHINCTER AMPULLAE • DAN FASCICULUS LONGITUDINALIS 9/14/04 39SUBOWO
  40. 40. PANCREAS • KELENJAR PENCERNAAN TERBESAR KEDUA • PENAMPILAN: – MEMANJANG, BESAR PADA CAPUT DAN MENGECIL PADA CAUDA PANCREATIS (SEBELAH KIRI) • KEDUDUKAN: – RETROPERITONEAL DI ANTARA KELOKAN DUODENUM • UKURAN: – PANJANG: 20 - 25 cm, BERAT: 65 - 160 g • BAGIAN-BAGIAN: – CAPUT PANCREATIS – CORPUS PANCREATIS – CAUDA PANCREATIS • JARINGAN: – JARINGAN KELENJAR ASINER DI SELURUH KELENJAR PANCREAS – TERSEBAR PULAU-PULAU LANGERHANS 9/14/04 40SUBOWO
  41. 41. HISTOFISIOLOGI PANCREAS • FUNGSI EKSOKRIN: – MENGHASILKAN ENZIM UNTUK KETIGA BAHAN MAKANAN • KARBOHIDRAT: AMILASE • LIMAK: LIPASE • PROTEIN: TRIPSIN, KEMOTRIPSIN, KARBOXIPEPTIDASE, RIBONUKLEASE, DEOKSIRIBONUKLEASE. • MEKANISME SEKRESI: – RANGSANGAN PADA GASTER OLEH MAKANAN DAN ASAM LAMBUNG: • SEKRESI HORMON SEKRETIN DAN CHOLESTOSISTOKININ OLEH DUODENUM DAN JEJUNUM – CHOLESTOSISTOKININ MERANGSANG: • SEKRESI ENZIM OLEH SEL-SEL ASINUS – SEKRETIN MERANGSANG: • PELEPASAN CAIRAN YANG MENGANDUNG BIKARBONAT UNTUK MENETRALISASI ISI DUODENUM • DUCTUS PANCREATICUS: – BERMUARA DALAM DUODENUM 9/14/04 41SUBOWO
  42. 42. • FUNGSI ENDOKRIN : • MENGHASILKAN HORMON : INSULIN DAN GLUKAGON  PULAU-PULAU LANGERHANS • MELALUI SEL α DAN SEL β

×