Interaksi sosial

3.933 Aufrufe

Veröffentlicht am

0 Kommentare
2 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
3.933
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
15
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
81
Kommentare
0
Gefällt mir
2
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Interaksi sosial

  1. 1. MATA KULIAH INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA KELOMPOK OLEH : Drs. MOEH.BAHNAN, M.Pd
  2. 2. 1. - MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU - MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL - MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERKETUHANAN
  3. 3. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL MANUSIA TIDAK BISA HIDUP TANPA BANTUAN / PERTOLONGAN ORANG LAIN (ARISTOTELES)
  4. 4. MANUSIA MEMERLUKAN HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGANNYA MENURUT WOODWORTH TERDAPAT EMPAT MACAM HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU DENGAN LINGKUNGAN  INDIVIDU DAPAT BERTENTANGAN DENGAN LINGKUNGAN  INDIVIDU DAPAT MENGGUNAKAN LINGKUNGANNYA  INDIVIDU DAPAT BERPATISIPASI DENGAN LINGKUNGANNYA  INDIVIDU DAPAT MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGANNYA
  5. 5. LINGKUNGAN TERDIRI DARI :  LINGKUNGAN FISIK  LINGKUNGAN PSIKIS, ROHANI
  6. 6. PENYESUAIAN DIRI  PENYESUAIAN DIRI SECARA AUTO PLASTIS (MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN)  PENYESUAIAN DIRI SECARA ALOPLASTIS (LINGKUNGAN DIUBAH OLEH DIRINYA)
  7. 7. FAKTOR – FAKTOR YANG MENDASARI INTERAKSI SOSIAL  FAKTOR IMITASI  FAKTOR SUGESTI  FAKTOR IDENTIFIKASI  FAKTOR SIMPATI
  8. 8. FAKTOR IMITASI  KEHIDUPAN SOSIAL HANYA BERDASARKAN IMITASI (GABRIL TARDE)  HAL – HAL YANG MEMPERMUDAH TERJADINYA IMITASI :  MINAT YANG BESAR  MENJUNJUNG TINGGI DAN MENGAGUMI SESUATU YANG DIIMITASI  MENGIMITASI SESEORANG KARENA MENGINGINKAN PENGHARGAAN
  9. 9. SEGI POSITIF DAN NEGATIF DARI IMITASI  SEGI POSITIF DALAM LAPANGAN PENDIDIKAN PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN INDIVIDU (SISWA) DAPAT MENGIKUTI CONTOH YANG BAIK (DARI GURU, MASYARAKAT, MEDIA)
  10. 10. SEGI POSITIF DAN NEGATIF DARI IMITASI  SEGI NEGATIF BILA YANG DIIMITASI MERUPAKAN HAL – HAL YANG JELEK BAIK YANG BERUPA SIKAP, PERILAKU, IDE, PIKIRAN, DLL
  11. 11. FAKTOR SUGESTI SUGESTI IALAH SUATU PROSES DIMANA SESORANG INDIVIDU MENERIMA SUATU CARA PENGLIHATAN ATAU PEDOMAN – PEDOMAN TINGKAH LAKU DARI ORANG LAIN TANPA KRITIK TERLEBIH DAHULU
  12. 12. HAL – HAL MEMUDAHKAN TERJADINYA SUGESTI 1. SUGESTI KARENA HAMBATAN BERPIKIR 2. SUGESTI KARENA KEADAAN PIKIRAN TERPECAH – PECAH (DISOSIASI) 3. SUGESTI KARENA OTORITAS / PRESTISE
  13. 13. HAL – HAL MEMUDAHKAN TERJADINYA SUGESTI 4. SUGESTI KARENA MAYORITAS 5. SUGESTI KARENA “WILL TO BELIEVE” (SIKAP / PANDANGAN TERTENTU PADA SESORANG YANG DALAM KEADAAN TERPENDAM)
  14. 14. FAKTOR IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI ADALAH KECENDERUNGAN ATAU KEINGINAN DALAM DIRI ANAK UNTUK MENJADI SAMA DENGAN ORANG LAIN
  15. 15. FAKTOR IDENTIFIKASI  ORANG LAIN : ORANG YANG DIIKUTI (ORANG TUA DLL) GURU (YANG MENDIDIK ANAK / SESEORANG) TOKOH YANG DIKAGUMI (PENYANYI, MUSIKUS, AHLI PIDATO, PROFESIONAL, DLL)
  16. 16. FAKTOR IDENTIFIKASI KETERANGAN :  ANAK LAKI – LAKI INGIN IDENTIK DENGAN AYAHNYA, ANAK PEREMPUAN INGIN IDENTIK DENGAN IBUNYA  ANAK YANG BERBAKAT SEBAGAI PENYANYI INGIN IDENTIK DENGAN ROMA IRAMA, BUNGA CITRA LESTARI  DLL
  17. 17. FAKTOR IDENTIFIKASI  DALAM BIDANG PENDIDIKAN SIKAP KEPRIBADIAN GURU, KECERDASAN, KEDISIPLINAN, PERFORMANCE, KEJUJURAN, SANGAT PENTING UNTUK DIPERHATIKAN  SALING HUBUNGAN YANG TERJADI PADA IDENTIFIKASI LEBIH MENDALAM DARIPADA HUBUNGAN YANG BERLANGSUNG MELALUI PROSES IMIITASI MAUPUN SUGESTI
  18. 18. FAKTOR SIMPATI  SIMPATI DAPAT DIRUMUSKAN SEBAGAI PERASAAN TERTARIKNYA SESEORANG TERHADAP ORANG LAIN  SIMPATI TIMBUL TIDAK ATAS DASAR LOGIS DAN RASIONAL, TETAPI BERDASARKAN PENILAIAN PERASAAN SEPERTI PROSES IDENTIFIKASI
  19. 19. FAKTOR SIMPATI  PROSES SIMPATI BISA TERJADI SECARA TIBA – TIBA DAN JUGA DALAM WAKTU YANG LAMA SECARA TERUS MENERUS  DALAM SIMPATI SESEORANG INGIN MENGERTI DAN INGIN BEKERJA SAMA DENGAN ORANG LAIN SIMPATI X ANTIPATI
  20. 20. INTROYEKSI INTROYEKSI ADALAH SUATU KONDISI DIMANA JIWA DAN KESELURUHAN CARA BERTINGKAH LAKU ORANG LAIN ITU, BATIN DAN KEGIATAN KHAS ORANG LAIN ITU SEAKAN – AKAN SUDAH MENJADI DARAH DAGING ORANG PERTAMA
  21. 21. INTROYEKSI CONTOH : ORANG / SESEORANG YANG TELAH BERSAHABAT ATAU BEKERJA SAMA DENGAN ORANG LAIN DALAM WAKTU YANG LAMA SALING MENOLONG, TIBA – TIBA SEORANG DIANTARANYA MENINGGAL DUNIA, ATAU PERGI JAUH DAN TIDAK KEMBALI ORANG YANG PERTAMA BERPERASAAN SEAKAN – AKAN TEMANNYA TERSEBUT MASIH HIDUP. SUASANA KEJIWAAN SEPERTI ITU DISEBUT INTROYEKSI
  22. 22. SITUASI SOSIAL SITUASI SOSIAL ADALAH SETIAP SITUASI DIMANA TERDAPAT SALING HUBUNGAN ANTARA MANUSIA YANG SATU DENGAN YANG LAIN
  23. 23. SITUASI SOSIAL ADA DUA MACAM  TOGETHERNES SITUATION  GROUP SOCIAL SITUATION (M. SHERIF)
  24. 24. SITUASI KEBERSAMAAN (TOGETHERNES SITUATION) SITUASI KEBERSAMAAN ADALAH SITUASI DIMANA BERKUMPUL SEJUMLAH ORANG YANG SEBELUMNYA SALING TIDAK MENGENAL DAN INTERAKSI SOSIAL YANG LALU DIANTARA MEREKA ITU TIDAK SALING MENDALAM
  25. 25. SITUASI KEBERSAMAAN (TOGETHERNES SITUATION) CONTOH :  KUMPULAN ORANG – ORANG DIPASAR / TOKO  KUMPULAN ORANG – ORANG DILAPANGAN MENONTON PERTUNJUKAN
  26. 26. SITUASI KELOMPOK SOSIAL (GROUP SOCIAL SITUATION) SITUASI KELOMPOK SOSIAL ADALAH SITUASI DALAM KELOMPOK SOSIAL TEMPAT ORANG – ORANG BERINTERAKSI ITU MERUPAKAN KESELURUHAN TERTENTU, MISALNYA : SUATU PERKUMPULAN SUATU PARTAI YANG ANGGOTA – ANGGOTANYA SUDAH MEMPUNYAI SALING HUBUNGAN YANG MENDALAM ANTAR SATU DENGAN YANG LAIN DAN SUDAH SERING BERKUMPUL
  27. 27. SITUASI KELOMPOK SOSIAL (GROUP SOCIAL SITUATION) JENIS – JENIS KELOMPOK SOSIAL  PRIMERI GROUP  SECONDARI GROUP (CHARLES H. COOLEY)
  28. 28. KELOMPOK PRIMER (PRIMERI GROUP)  KELOMPOK PRIMER (FACE TO FACE GROUP) KELOMPOK SOSIAL YANG ANGGOTA – ANGGOTANYA SERING BERHADAPAN MUKA DAN SALING MENGENAL DARI DEKAT
  29. 29. KELOMPOK SEKUNDER SECONDARI GROUP  INTERAKSI DALAM KELOMPOK SEKUNDER TERDIRI ATAS SALING HUBUNGAN TIDAK LANGSUNG, JAUH, DAN FORMAL, KURANG BERSIFAT KEKELUARGAAN  FUNGSINYA UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU DALAM MASYARAKAT SECARA BERSAMA, SECARA OBJEKTIF DAN RATIONAL
  30. 30. PERBEDAAN KELOMPOK PRIMER DAN SEKUNDER  KELOMPOK PRIMER BERSIFAT GEMUNSCHAFT  BERSIFAT KEKELUARGAAN  BANTU MEMBANTU  BERDASARKAN SIMPATI  KELOMPOK SEKUNDER BERSIFAT GESSELSCHAFT  BERSIFAT RASIONAL  OBYEKTIF  ZAKELIJKHEID  BERDASARKAN UNTUNG RUGI (TONNIES) CONTOH : - PARTAI POLITIK DAN SERIKAT KERJA
  31. 31. KELOMPOK FORMAL DAN KELOMPOK INFORMAL  FORMAL GROUP (KELOMPOK RESMI)  INFORMAL GROUP (KELOMPOK TIDAK RESMI)
  32. 32. CIRI – CIRI INTERAKSI SOSIAL KELOMPOK INFORMAL  TIDAK DIDUKUNG OLEH AD/ART YANG TERTULIS  ADA HERARKI TERTENTU, PEMBAGIAN TUGAS, SERTA PEDOMAN TINGKAH LAKU TAPI TIDAK TERTULIS  BERSIFAT KEKELUARGAAN DAN SIMPATI
  33. 33. CIRI – CIRI INTERAKSI SOSIAL KELOMPOK FORMAL  BERSIFAT RASIONAL  OBYEKTIF  BERSIFAT UNTUNG RUGI  TIDAK BERSIFAT KEKELUARGAAN
  34. 34. CIRI – CIRI UTAMA KELOMPOK  ADA MOTIF YANG SAMA ANTARA ANGGOTA KELOMPOK  REAKSI – REAKSI DAN KECAKAPAN YANG BERLAINAN ANTAR ANGGOTA KELOMPOK  PENEGASAN STRUKTUR KELOMPOK  PENEGASAN NORMA – NORMA KELOMPOK
  35. 35. IN GROUP DAN OUT GROUP  KELOMPOK IN GROUP SIKAP PERASAAN IN GROUP BERKAITAN DENGAN SELUK BELUK USAHA DAN ORANG – ORANG YANG DIPAHAMI DAN DIALAMI OLEH ANGGOTA PADA INTERAKSI DIDALAM KELOMPOKNYA
  36. 36. IN GROUP DAN OUT GROUP  KELOMPOK OUT GROUP SIKAP PERASAAN IN GROUP TERHADAP OUT GROUP ANTARA LAIN : OUT GROUP TIDAK DIPERKENANKAN TURUT SERTA DALAM IN GROUP, JIKA INGIN PENGAKUAN MEREKA HARUS SOLIDER DAN MAU BERKORBAN TELEBIH DAHULU
  37. 37. IN GROUP DAN OUT GROUP  SOLIDARITAS SOSIAL TINGGI RENDAHNYA SOLIDARITAS SOSIAL TERGANTUNG :  ADANYA TIMBAL BALIK TINDAKAN YANG SALING MENGUNTUNGKAN ANTAR ANGGOTA  ADANYA KEPERCAYAAN ANTAR ANGGOTA AKAN KEMAMPUAN KAWAN – KAWANNYA UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS DENGAN BAIK  ADANYA SIKAP ANGGOTA TERHADAP NORMA KELOMPOK
  38. 38. NORMA KELOMPOK NORMA = PEDOMAN UNTUK MENGATUR PENGALAMAN DAN TINGKAH LAKU INDIVIDU DALAM BERMACAM – MACAM SITUASI SOSIAL
  39. 39. NORMA KELOMPOK NORMA KELOMPOK = PENGERTIAN – PENGERTIAN YANG SERAGAM MENGENAI CARA – CARA TINGKAH LAKU YANG PATUT DILAKUKAN OLEH ANGGOTA KELOMPOK APABILA TERJADI SESUATU YANG BERSANGKUT PAUT DENGAN KEHIDUPAN KELOMPOK TERSEBUT (SHERIF)
  40. 40. NORMA KELOMPOK  NORMA KELOMPOK ADA 2 MACAM  NORMA IDEAL (SOLLENS NORM)  NORMA REAL (SEINS NORM)
  41. 41. NORMA KELOMPOK  NORMA KELOMPOK LEBIH MENEKANKAN PADA NORMA BAGAIMANA SEHARUSNYA  KELOMPOK RESMI NORMA TINGKAH LAKU ANGGOTA TELAH DIATUR DALAM AD/ART
  42. 42. CARA MENGETAHUI NORMA – NORMA KELOMPOK YANG TIDAK TERTULIS 1. MENGAMAT – AMATI TINGKAH LAKU YANG SERAGAM DARI BERBAGAI INDIVIDU DALAM KELOMPOK 2. SECARA EKSPERIMENTAL 3. ADANYA SISTEM PENGHARGAAN
  43. 43. INTERNALISASI NORMA - NORMA INTERNALISASI NORMA – NORMA IALAH INDIVIDU TELAH MEMATUHI NORMA – NORMA KELOMPOK TANPA ADANYA PEMAKSAAN
  44. 44. DINAMIKA KELOMPOK  DINAMIKA KELOMPOK ADALAH ANALISIS DARI KELOMPOK - KELOMPOK SOSIAL YANG BERDASARKAN PRINSIP BAHWA TINGKAH LAKU DALAM KELOMPOK ADALAH HASIL DARI INTERAKSI YANG DINAMIS ANTARA INDIVIDU - INDIVIDU DALAM SITUASI SOSIAL (FLOYD D. RUCH)
  45. 45. SYARAT PRODUKTIVITAS KELOMPOK KECIL 1. SUASANA 2. RASA AMAN 3. KEPEMIMPINAN BERGILIR 4. PERUMUSAN TUJUAN 5. FLEKSIBILITAS 6. MUFAKAT 7. KESADARAN KELOMPOK 8. PENILAIAN SINAMBUNG
  46. 46. KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF BEBERAPA PENDAPAT TENTANG PEMIMPIN = 1. SETIAP YANG SUDAH DEWASA DENGAN SENDIRINYA DAPAT MENJADI PEMIMPIN DALAM KELOMPOKNYA, SEHINGGA FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM KELOMPOK SEHARUSNYA BERGANTIAN
  47. 47. NORMA KELOMPOK 2. PENDAPAT YANG KEDUA MENGATAKAN BAHWA SEBAGIAN BESAR KELOMPOK KEPEMIMPINAN TERNYATA HANYA TERGANTUNG PADA SATU DUA ORANG SAJA 3. PENDAPAT YANG KETIGA INGIN MENGGABUNGKAN KEDUA PENDAPAT DIAATAS PADA KEPEMIMPINAN YANG BERPUSAT PADA KELOMPOK (GROUP CENTERED LEADERSHIFT) MEREKA MENGATAKAN BAHWA PADA DASARNYA DAPAT DIDIDIK MENJADI PEMIMPIN DENGAN SYARAT ORANG ITU DAPAT MEMENTINGKAN KEBUTUHAN KELOMPOKNYA DALAM PIMPINANNYA
  48. 48. NORMA KELOMPOK 4. PEMIMPIN MEMPUNYAI PERANAN YANG AKTIF DAN SENANTIASA CAMPUR TANGAN DALAM SEGALA HAL YANG BERKAITAN DENGAN KELOMPOK
  49. 49. NORMA KELOMPOK 5. KEPEMIMPINAN BUKANLAH SESUATU YANG BERSIFAT GHOIB / MISTIK, MELAINKAN SUATU KESELURUHAN DARI KETERAMPILAN (SKILL), DAN SIKAP (ATTITUDE) YANG DIPERLUKAN DALAM TUGAS MEMIMPIN
  50. 50. TUGAS – TUGAS PEMIMPIN  STRUKTURING THESITUATION  CONTROLING GROUP BEHAVIOUR  SPOKESMAN OF THE GROUP (FLOYD RUCH)
  51. 51. CARA – CARA MEMIMPIN  CARA OTORITER  CARA DEMOKRATIS  CARA LAISSEZFAIRE
  52. 52. SIFAT PEMIMPIN PEMIMPIN YANG BAIK MEMILIKI CIRI – CIRI SEBAGAI BERIKUT : 1. MEMILIKI PERSEPSI SOSIAL (SOCIAL PERSEPTION) 2. MEMILIKI KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK (ABILITY IN ABSTRACT THINKING) 3. MEMILIKI KESETABILAN EMOSI (EMOTIONAL STABILITY)

×