Akuntansi lanjutan i new

9.072 Aufrufe

Veröffentlicht am

0 Kommentare
4 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
9.072
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
1
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
184
Kommentare
0
Gefällt mir
4
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Akuntansi lanjutan i new

  1. 1. AKUNTANSI LANJUTAN IH. SYAMSUL BAHRI ARIFIN, SE Ak, MM
  2. 2. TUJUAN MATA KULIAH• UNTUK DAPAT MEMAHAMI DAN MENGERTI MENGENAI PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS TRANSAKSI YANG MENYANGKUT FIRMA, JOINT VENTURE, PENJUALAN CICILAN, PENJUALAN KONSINYASI, HUBUNGAN ANTARA KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG.• MEMBAHAS SOAL-SOAL DAN KASUS YANG BERKAITAN DENGAN MATERI DI ATAS.
  3. 3. SISTEM PENILAIAN• KEHADIRAN : 10 %• TUGAS / QUIS : 20 %• MID SEMESTER : 30 %• FINAL SEMESTER : 40 %
  4. 4. BUKU REFERENSI• DREBIN, ALLAN, R. ADVANCE ACCOUNTING (AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN), EDISI KELIMA, JAKARTA, PT. ERLANGGA, 1996• BEAMS, FLOYD A. AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN DI INDONESIA, EDISI KELIMA, JAKARTA, SAAALEMBA, 2008• YUNUS, HAADORI – HARNANTO, AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN, EDISI PERTAMA, YOGYAKARTA, 1994• IKATAN AKUNTAANSI INDONESIA, STANDARD AKUNTANSI KEUANGAN, 2007.
  5. 5. PERSEKUTUAN FIRMA - PEMBENTUKANMATERI YANG DIBAHAS :1. PENGERTIAN PERSEKUTUAN FIRMA2. KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN FIRMA3. BENTUK – BENTUK PERSEKUTUAAN FIRMA4. PROSEDUR PEMBENTUKAAN PERSEKUTUAN FIRMA.5. METODE PEMBAGIAN LABA / RUGI PERSEKUTUAN FIRMA6. KOREKSI LABA / RUGI PADA PERIODE SEBELUMNYA7. CARA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERSEKUTUAN FIRMA YANG TERIDIRI DARI ATAS LAPORAN LABA RUGI. LAPORAN PERUBAHAN MODAL DAN NERACA.
  6. 6. 1. PENGERTIAN PERSEKUTUAN FIRMAPERSEKUTUAN (PARTNERSHIP) ADALAH :PENGGABUNGAN DI ANTARA DUA ATAULEBIH INDIVIDU SEBAGAI PEMILIK UNTUKMENJALANKAN SUATU PERUSAHAAN GUNAMENDAPATKAN KEUNTUNGAN ATAU LABA.
  7. 7. 2. KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN FIRMA• BERUSAHA BERSAMA-SAMA (MUTUAL AGENCY), SETIAP PARTNER MERUPAKAN AGEN DARI PADA PERSEKUTUAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA• JANGKA WAKTU TERBATAS (LIMITED LIFE)• TANGGUNG JAWAB TIDAK TERBATAS (UNLIMITED LIABILITY)• MEMILIKI SUATU BAGIAN / HAK DIDALAM PERSEKUTUAN• PENGAMBILAN BAGIAN KEUNTUNGAN PERSEKUTUAN
  8. 8. 3. BENTUK-BENTUK PERSEKUTUAN FIRMA1. PERSEKUTUAN DAPAT DIKLASIFIKASIKAN MENJADI :  PERSEKUTUAN PERDAGANGAN (TRADING PARTNERSHIP)  PERSEKUTUAN JASA-JASA (NON TRADING PARTNERSHIP)2. PERSEKUTUAN DAPAT DIBEDAKAN ANTARA :  PERSEKUTUAN UMUM (GENERAL PARTNERSHIP)  PERSEKUTUAN TERBATAS (LIMITED PARTNERSHIP)  JOINT STOCK COMPANIES
  9. 9. 4. PROSEDUR PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN FIRMADAPAT DILAKUKAN DENGAN DUA CARA :1. MENYERAHKAN SETORAN MODAL DALAM BENTUK UANG ATAU BARANG KEPADA PERSEKUTUAN ANTARA DUA ORANG ATAU LEBIH DAN MEMBUAT PERSEKUTUAN TERSENDIRI.2. MENGGABUNGKAN BEBERAPA PERUSAHAAN YANG SUDAH BERJALAN. HAL INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN SALAH SATU CARA DARI KEDUA CARA BERIKUT INI : MELANJUTKAN BUKU-BUKU PERUSAHAAN YANG TERDAHULU. MEMBUKA BUKU-BUKU BARU TERSENDIRI
  10. 10. TUAN A NERACA PER 31 DESEMBER 2010HARTA HUTANG & MODAL• KAS 97.200 • HUTANG DAGANG 144.000• PIUTANG 120.000 • MODAL TUAN A 242.400 -/- CAD.PIUTANG 7.200 112.800• PERS. BRG DAGANGAN 128.400• SUPPLIES KANTOR 9.600• INVENTARIS KANTOR 72.000 -/- AKK.PENYUSUTAN 33.600 38.400 ----------- --------------- 386.400 386.400
  11. 11. TN A & B BERSEPAKAT UNTUK MEMBENTUK PERSEKUTUAN. TN A MEMINTA BEBERAPA SYARAT UTK MERUBAH POSISIS KEUANGAN YG DILAPORKAN PADA NERACA PER 31/12/20101. UANG KAS SELURUHNYA DIAMBIL OLEH TN A2. PIUTANG DAGANG SEB. RP. 6000 DIANGGAP TAK TERTAGIH DAN HRS DIHAPUS SERTA CADANGAN PIUTANG DITETAPKAN 4% DARI SALDO PIUTANG BARU.3. PERSEDIAAN BRG DAGANGAN DINILAI ATAS DASAR HRG POKOK DGN METODE LIFO DAN DINILAI KEMBALI DGN HRG PASAR MENJADI RP. 159.6004. INVENTARIS KANTOR DGN NILAI PENGGTI SEBESAR RP. 90.000 DAN TELAH DISUSUTKAN SEB. 50% SERTA NILAI BUKU SEB. RP. 45.000.5. GOODWILL UNTUK TN A DIBERIKAN ATAS REPUTASI PERUSAHAANNYA DINILAI SEBESAR RP. 60.000.-
  12. 12. 5. METODE PEMBAGIAN LABA / RUGI PERSEKUTUAN FIRMABEBERAPA CARA PEMBAGIAN LABA / RUGIPERSEKUTUAN FIRMA SBB :A. DIBAGI SAMAB. DENGAN PERBANDINGAN ATAS DASAR KESEPAKATAN (ARBITRARY)C. DENGAN PERBANDINGAN PENYERTAAN MODALD. BUNGA DIBERIKAN ATAS MODAL DARI PEMILIK, SISANYA DIBAGI ATAS DASAR PERJANJIANE. GAJI ATAU BONUS DIBERIKAN UNTUK JASA PEMILIK, SISANYA DIBAGI ATAS DASAR PERJANJIANF. BUNGA DIBERIKAN ATAS MODAL PEMILIK DAN GAJI DIBERIKAN UNTUK JASA PEMILIK, SISANYA DIBAGI ATAS DASAR PERJANJIAN.
  13. 13. CONTOH PEMBAGIAN LABATUAN A DAN B TELAH MENDIRIKAN PERUSAHAAN TAHUN 2010 DAN SELAMATAHUN BERJALAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN SEBESAR RP. 54.000,- MODALTUAN A JAN 1 SEBESAR 75.000 DAN APR 1 SEBESAR 15.000,- SEDANGKAN TUAN BJAN 1 SEBESAR 105.000,- NOV 1 SEBESAR 15.000,- DAN MAR 1 PENARIKAN MODALTN B SEBESAR 7.500,- A. LABA RUGI DIBAGI SAMA LABA / RUGI 54.000 PRIVE A 27.000 PRIVE B 27.000 B. DIBAGI DGN PERBANDINGAN ATAS PERJANJIAN, MISALKAN DENGAN RATIO YANG TELAH DISEPAKATI (ARBITRARY) 3 : 2 LABA / RUGI 54.000 PRIVE A 32.400 PRIVE B 21.600 C. DIBAGI DALAM RATIO MODAL PEMILIK, MENURUT : 1. RATIO MODAL AWAL : LABA / RUGI 54.000 PRIVE A 22.500 PRIVE B 31.500
  14. 14. 2) RATIO PERBANDINGAN MODAL AKHIR LABA / RUGI 54.000 PRIVE A 24.000 PRIVE B 30.0003) RATIO PERBANDINGAN MODAL RATA-RATA TAHUNAN LABA / RUGI 54.000 PRIVE, A 24.840 PRIVE, B 29.160TN A, MODAL JAN 1 = 75.000 X 3 = 225.000 MODAL APR 1 = 90.000 X 9 = 810.000 1.035.000TN B, MODAL JAN 1 = 105.000 X 2 = 210.000 MODAL MAR 1 = 97.500 X 8 = 780.000 MODAL NOV 1 = 112.500 X 2 = 225.000 1.215.000 2.250.000BAGIAN TN A = 1.035.000 / 2.355.000 X 54.000 = 24.840BAGIAN TN B = 1.215.000 / 2.250.000 X 54.000 = 29.160
  15. 15. D. PEMBAGIAN LABA / RUGI DILAKUKAN DENGAN MEMPERHITUNGKAN BUNGA MODAL ATAS INVESTASI PEMILIK DAN SISANYA DIBAGI RATA. BUNGA MODAL DI ASUMSIKAN SEBESAR 6% PER TAHUN DARI MODAL RATA-RATA.PEMBAGIAN LABA UNTUK BUNGA SBB : LABA / RUGI 11.250 PRIVE A 5.175 PRIVE B 6.075BUNGA ATAS MODAL RATA-RATA TN A = 6% X 1.035.000 : 12 = 5.175BUNGA ATAS MODAL RATA-RATA TN B = 6% X 1.215.000 : 12 = 6.075PEMBAGIAN SISA LABA DIBAGI RATA, SBB : LABA / RUGI 42.750 PRIVE A 21.375 PRIVE B 21.375
  16. 16. E. PEMBAGIAN LABA / RUGI DILAKUKAN DENGAN MENPERHITUNGKAN GAJI PARA PEMILIK SETIAP BULANNYA SEBESAR 2.250 TN A DAN 1.875 UNTUK TN B. SISANYA DIBAGI DENGAN PERBANDINGAN RATIO 3 : 2.PEMBAGIAN LABA UNTUK GAJI PEMILIK, SBB : LABA / RUGI 49.500 PRIVE A 27.000 PRIVE B 22.500PEMBAGIAN SISA LABA DIBAGI ATAS RATIO 3 : 2 LABA / RUGI 4.500 PRIVE A 2.700 PRIVE B 1.800
  17. 17. F. PEMBAGIAN LABA / RUGI DILAKUKAN SETELAH DIKURANGI BUNGA MODAL 6% SETAHUN DARI MODAL RATA-RATA DAN BONUS DIMANA UTK TN A DIBERIKAN BONUS SEB. 20% DARI LABA SETELAH DIKURANGI BONUS SEDANG TN B DIBERIKAN BONUS 1/5 DARI BONUS YANG DITERIMA TN A. SISA LABA DIBAGI RATA.PEMBAGIAN LABA SEBESAR 54.000 SBB : TN A TN B JUMLAH- BUNGA MODAL 5.175 6.075 11.250- BONUS 9.000 1.800 10.800 *)- SISA LABA 15.975 15.975 31.950 J UM L A H 30.150 23.850 54.000JURNAL GABUNGAN SBB : LABA / RUGI 54.000 PRIVE A 30.150 PRIVE B 23.850PERHITUNGAN BONUS TN A SBB : BONUS + LABA BERSIH SETELAH DIKURANGI BONUS = 54.000 MISALKAN X = LABA BERSIH SETELAH DIKURANGI BONUS BONUS + LABA BERSIH SETELAH DIKURANGI BONUS = 54.000 0.2 X + X = 54.000 ------------ X = 45.000 MAKA BONUS TN A = 20 % X 45.000 = 9.000 BONUS TN B = 1/5 X 9.000 = 1.800
  18. 18. 6. KOREKSI LABA / RUGI PADA PERIODE SEBELUMNYAADA TIGA ALTERNATIF UNTUK MELAKUKAN KOREKSI LABA / RUGI PERIODE SEBELUMNYA :1. DIBEBANKAN KEPADA LABA / RUGI TAHUN BERJALAN JIKA JUMLAHNYA TIDAK MATERIAL DAN RELATIG KECIL.2. DIBEBANKAN KEPADA LABA / RUGI TAHUN BERJALAN ATAU DIALOKASIKAN SEBAGIAN KEPADA LABA / RUGI PERIODE SEBELUMNYA SESUAI DENGAN KESEPAKATAN PEMILIK JIKA JUMLAHNYA CUKUP BESAR DAN SULIT DIIDENTIFIKASI.3. DILAKUKAN ALOKASI KEMBALI LABA / RUGI KEPADA MASING-MASING PEMILIK JIKA KOREKSI LABA / RUGI CUKUP BESAR DAN DAPAT DIIDENTIFIKASI.
  19. 19. 7. PENYUSUNAN LAP KEUANGAN PERSEKUTUAN FIRMA.• LAPORAN PERHITUNGAN RUGI / LABA FIRMA A & B UNTUK PERIODE TAHUN 2010
  20. 20. PERSEKUTUAN A &B LAPORAN PERHITUNGAN RUGI – LABA UNTUK PERIODE TAHUN BUKU 2010HASIL PENJUALAN 1.500.000.HARGA POKOK PENJUALAN 900.000. -----------------LABA KOTOR PENJUALAN 600.000.BIAYA USAHA : BIAYA BUNGA 37.500 GAJI KARYAWAN 112.500 BIAYA LAINNYA 150.000 -------------- 300.000. --- ----------------LABA BERSIH 300.000.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------PEMBAGIAN LABA TN A TN B JUMLAH------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------GAJI PEMILIK 120.000 60.000 180.000BUNGA ATAS MODAL 15.000 30.000 45.000SISA LABA, DIBAGI SAMA 37.500 37.500 75.000 ------------------- --------------- ----------------- 172.500 127.500 300.000
  21. 21. PEMBUBARAN PERSEKUTUAN FIRMASALAH SATU CIRI ATAU KARAKTERISTIK DARI PERSEKUTUAN ADALAH UMUR YANG TERBATAS (LIMITED LIFE). PENYEBAB BUBARNYA PERSEKUTUAN ADALAH SBB :1. ATAS DASAR PERJANJIAN PERSEKUTUAN (ACT OF PARTIES), KARENA : - BERAKHIRNYA JK WAKTU PERSEKUTUAN. - TUJUAN PERSEKUTUAN TELAH TERCAPAI - PENGUNDURAN DIRI SEKUTU - MASUKNYA SEKUTU BARU2. ATAS DASAR KETENTUAN UNDANG-UNDANG, KARENA : - SEKUTU MENINGGAL - BANGKRUTNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU3. ATAS DASAR KEPUTUSAN PENGADILAN, KARENA : - PERSEKUTUAN MENGALAMI PAILIT - PERSELIHAN ANTARA SEKUTU MAUPUN SEKUTU DGN PIHAK LUAR - KETIDAK MAMPUAN ANGGOTA SEKUTU UTK MEMENUHI KEWAJIBANNYA TERHADAP PERJANJIAN PERSEKUTUAN.
  22. 22. AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUANA. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA BARU.B. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKITU.C. KEMATIAN SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA SEKUTU.D. PENYATUAN DAN ATAU PERUBAHAN BENTUK BADAN USAHA.
  23. 23. A. MASUKNYA SEKUTU BARUSEORANG DAPAT MENJADI ANGGOTA SEKUTU BARU DLM PERSEKUTUAN DENGAN JALAN MEMBELI HAK SEKUTU LAMA. HAL INI SESUAI DENGAN CIRI / KAREKTERISTIK PERSEKUTUAN, YAITU RIGHT TO DISPOSE OF A PARTNERSHIP INTEREST YANG MAKSUDNYA MASING- MASING SEKUTU MEMPUNYAI HAK UNTUK MENJUAL ATAU MEMINDAHKAN HAKNYA ATAS MODAL DAN LABANYA KEPADA ORANG LAIN, BAIK KEPADA ANGGOTA SEKUTU ATAU BUKAN.
  24. 24. MASUKNYA MODAL DARI SEKUTU BARU KEDALAM PERSEKUTUAN DAPAT DILAKUKAN DGN CARA : 1. MEMBELI SEBAGIAN ATAU SELURUH BAGIAN MODAL SEORANG SEKUTU ATAU BEBERAPA ORANG SEKUTU LAMA (TDK ADA KEKAYAAN BARU YANG DITERIMA OLEH PERSEKUTUAN). CONTOH : A DAN B DUA ORG SEKUTU DENGAN MODAL MASING MASING 40.000 DENGAN LABA DIBAGI SAMA. TN C INGIN MASUK SBG SEKUTU DGN MEMBELI ½ DARI MODAL B, ENTRY SBB : MODAL A, 20.000 MODAL C, 20.000 DLM HAL INI TOTAL MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU TETAP, YAITU : 80.000,-
  25. 25. 2. MENANAMKAN INVESTASI BARU PADA PERSEKUTUAN SEHINGGA KEKAYAAN PERSEKUTUAN BERTAMBAH. CONTOH : A DAN B DUA ORG SEKUTU DENGAN MODAL MASING MASING 40.000 DENGAN LABA DIBAGI SAMA. TN C INGIN MASUK SBG SEKUTU DGN MENAMBAH INVESTASI KEDALAM PERSEKUTUAN BARU, LABA RUGI PERSEKUTUAN BARU DIBAGI RATA DAN BUKU PERSEKUTUAN LAMA TETAP DIGUNAKAN, ENTRY SBB : KAS 20.000 MODAL C, 20.000 DENGAN MASUKNYA MODAL TN C MAKA TOTAL MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU BERTAMBAH MENJADI 100.000,-
  26. 26. PEMBERIAN BONUS KEPADA SEKUTU LAMADALAM KONDISI PERSEKUTUAN LAMA TELAH BEROPERASI DENGAN SUKSES MAKA PARA SEKUTU LAMA DAPAT MENERIMA MASUK NYA SEKUTU BARU DENGAN KETENTUAN SBB :1. BAGIAN DARI INVESTASI SEKUTU BARU AKAN DIKURANGI DGN JMLH TERTENTU SBG BONUS KEPADA SEKUTU LAMA. CONTOH : MODAL TN L 25.000, TN M 15.000 DAN TN N 10.000 DENGAN PEMBAGIAN LABA 45%, 35% dan 20% . TN O INGIN MASUK KEDALAM PERSEKUTUAN BARU DENGAN MENYETOR UANG SEBESAR 20.000 UTK PENYERTAAN MODAL SEBESAR 25% DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU. KELEBIHAN SETORAN TN O SEBESAR 2.500 MERUPAKAN BONUS YANG AKAN DIBERIKAN SECARA PROPORSIONAL PERSENTASE PEMBAGIAN LABA KEPADA SEKUTU LAMA. ENTRY SBB : KAS 20.000 MODAL - L 1.125 (45% X 2.500) MODAL - M 875 (35% X 2.500) MODAL - N 500 (20% X 2.500) MODAL - O 17.500 (25% X 70.000)
  27. 27. PEMBERIAN GOODWILL KEPADA SEKUTU LAMA2. GOODWILL PERSEKUTUAN AKAN DIBERIKAN KPD SEKUTU LAMA DAN DIKREDIT SEBAGAI PENAMBAHAN MODAL SEKUTU LAMACONTOH : MODAL TN L 25.000, TN M 15.000 DAN TN N 10.000 DENGAN PEMBAGIAN LABA 45%, 35% dan 20% . TN O INGIN MASUK KEDALAM PERSEKUTUAN BARU DENGAN MENYETOR UANG SEBESAR 20.000 UTK ¼ BAGIAN DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU. KELEBIHAN PERHITUNGAN SALDO MODALNYA YG BARU MERUPAKAN GOODWILL YG HRS DIBENTUK DI DLM PERSEKUTUAN. ENTRY SBB : KAS 20.000 MODAL - O 20.000 GOODWILL 10.000 *) MODAL - L 4.500 (45% X 10.000) MODAL - M 3.500 (35% X 10.000) MODAL - N 2.000 (20% X 10.000)*) MODAL PERSEKUTUAN BARU SEBESAR 100/25 X RP. 20.000 ,……………….. RP. 80.000,- TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA……………………………………….. RP. 50.000,- SETORAN MODAL TN O ………………………………………………………….. RP. 20.000,- ------------------ RP. 70.000,- ----------------- - GOODWILL YANG HARUS DIBENTUK RP. 10.000,-
  28. 28. PEMBERIAN BONUS KEPADA SEKUTU BARUPEMBERIAN BONUS ATAU GOODWILL KEPADA SEKUTU BARU DILAKUKAN DALAM KONDISI PERSEKUTUAN MENGHARAPKAN ADANYA KEUNTUNGAN YANG LEBIH BESAR APABILA CALON SEKUTU BARU MASUK KEDALAM PERSEKUTUAN. DALAM HAL INI AKAN TERJADI KEMUNGKINAN- KEMUNGKINAN SBB :1. BAGIAN MODAL SEKUTU LAMA DIKURANGI DAN DIBERIKAN SBG BONUS KEPADA CONTOH : MODAL TN L 25.000, TN M 15.000 DAN TN N 10.000 DENGAN PEMBAGIAN LABA / RUGI SEBESAR 45%, 35% dan 20% . TN O INGIN MASUK KEDALAM PERSEKUTUAN BARU DENGAN MENYETOR UANG SEBESAR 20.000 UTK PENYERTAAN MODAL SEBESAR 40% DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU. SELISIH JMLH SETORAN TN O DENGAN HAK PENYERTAAN MODAL TN O SEBESAR 8.000 MERUPAKAN BONUS YANG AKAN DIBERIKAN KEPADA SEKUTU BARU DENGAN CARA MENGURANGI MODAL SEKUTU LAMA SECARA PROPORSIONAL SESUAI DGN PERSENTASE PEMBAGIAN LABA / RUGI . ENTRY UNTUK MENCATAT MASUKNYA TN O ADALAH SBB : KAS 20.000 MODAL - L 3.600 (45% X 8.000) MODAL - M 2.800 (35% X 8.000) MODAL - N 1.600 (20% X 8.000) MODAL - O 28.000,- (40% X 70.000)
  29. 29. PEMBERIAN GOODWILL KEPADA SEKUTU BARU2. GOODWILL HARUS DIBENTUK DENGAN MENGKREDIT REKENING MODAL SEKUTU BARU.CONTOH : MODAL TN L 25.000, TN M 15.000 DAN TN N 10.000 DENGAN PEMBAGIAN LABA 45%, 35% d 20% . TN O INGIN MASUK KEDALAM PERSEKUTUAN BARU DENGAN MENYETOR UANG SEBESAR 20.000. SETORAN TN O MERUPAKAN 37,5 % DARI TOTAL MODALPERSEKUTUAN YANG BARU. SEDANGKAN TN L, M DAN N TDK BERSEDIA UNTUK DIKURANGI SALDO MODALNYA. ENTRY UNTUK MENCATAT MASUKNYA TN O ADALAH SBB : KAS 20.000 GOODWILL 10.000 *) MODAL - O 30.000*) MODAL PERSEKUTUAN BARU SEBESAR 100/62,5 X RP. 50.000 = RP. 80.000,- MODAL TN O = 37,5 % X 80.000 …………………………………………………………. RP. 30.000,- SETORAN KAS TN O RP. 20.000,- ----------------- - GOODWILL YANG HARUS DIBENTUK RP. 10.000

×