NEONATUS 
DR FAHRUL AZMI
FISIOLOGI NEONATUS 
 FISIOLOGI NEONATUS: ILMU YANG 
MEMPELAJARI FUNGSI & PROSES VITAL 
NEONATUS  YAITU SUATU ORGANISME Y...
 MATURASI  MEMPERSIAPKAN FETUS UNTUK TRANSISI DARI 
KEHIDUPAN INTRAUTERIN KE KEHIDUPAN EKSTRAUTERIN 
(BERHUBUNGAN ERAT D...
FISIOLOGI PERNAPASAN 
BAYI BARU LAHIR 
 02 SANGAT PENTING 
 SEBELUM DAN SESUDAH PERSALINAN 
 DALAM RAHIM  MELALUI MEKA...
 SETELAH LAHIR, BEBERAPA SAAT 
SESUDAH LAHIR PARU HARUS 
SEGERA TERISI OKSIGEN DAN 
PEMBULUH DARAH PARU HARUS 
BERELAKSAS...
REAKSI BAYI PADA MASA 
TRANSISI NORMAL 
 BIASANYA BBL MENGHIRUP UDARA KE DALAM 
PARUNYA 
 MENGAKIBATKAN CAIRAN PARU KELU...
 BILA KEADAAN INI BERLANGSUNG 
LAMA MAKA AKAN MENYEBABKAN 
KERUSAKAN JARINGAN OTAK DAN 
ORGAN LAIN YANG DAPAT 
MENYEBABKA...
JANTUNG & SIRKULASI DARAH 
 FETUS: DARAH DARI PLASENTA MELALUI 
VENA UMBILIKALIS SEBAGIAN KE HATI, 
SEBAGIAN LANGSUNG KE ...
 SETELAH LAHIR, BAYI TIDAK BERHUBUNGAN 
LAGI DENGAN PLASENTA & AKAN TERGANTUNG 
PADA PARU-PARU SUMBER UTAMA OKSIGEN. 
KAR...
Course of Fetal Circulation 
There are 4 shunts 
in fetal circulation: 
 Placenta 
 Ductus venosus 
 Foramen ovale 
 D...
 TRAKTUS DIGESTIVUS 
 RELATIF LEBIH BERAT DAN LEBIH PANJANG DI 
BANDINGKAN DEWASA 
 PADA NEONATUS TRAKTUS DIGESTIVUS 
M...
 HATI 
 SEGERA SETELAH LAHIR HATI MENUNJUKKAN 
PERUBAHAN BIOKIMIA DAN MORFOLAGIS YAITU 
KENAIKAN KADAR PROTEIN DAN PENUR...
 METABOLISME 
 LUAS PERMUKAAN NEONATUS RELATIF LEBIH 
BESARDARI DEWASA, SEHINNGA METABOLISME 
BASAL/KGBB LEBIH BESAR 
 ...
 PRODUKSI PANAS 
BILA SUHU SEKITAR TURUN ADA 3 CARA TUBUH 
MENINGGIKAN SUHU YAITU: 
AKTIFITAS OTOT 
SHIVERING 
NON SH...
 KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA 
 PH DARAH PADA WAKTU LAHIR RENDAH 
KARENA GLIKOLISIS ANAEROBIK 
 DALAM 24 JAM NEONATUS TEL...
 FUNGSI GINJAL BELUM SEMPURNA 
KARENA: 
 JUMLAH NEFRON MATUR BELUM 
SEBANYAK PADA ORANG DEWASA 
 ADA KETIDAKSEIMBANGAN ...
 KELENJAR ENDOKRIN 
 SELAMA DALAM UTERUS FETUS MENDAPAT 
HORMON DARI IBU 
 PADA WAKTU BAYI LAHIR, KADANG-KADANG 
HORMON...
 SUSUNAN SARAF PUSAT 
 SEWAKTU LAHIR FUNGSI MOTORIK IALAH 
SUBKORTIKAL 
 SETELAH LAHIR CAIRAN OTAK 
BERKURANG SEDANGKAN...
 IMUNOGLOBULIN 
 PADA NEONATUS TIDAK TERDAPAT SEL PLASMA 
PADA SUMSUM TULANG & LAMINA PROPIA 
ILEUM & APENDIKS 
 PLASEN...
Perubahan fisiologis bbl
Perubahan fisiologis bbl
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Perubahan fisiologis bbl

514 Aufrufe

Veröffentlicht am

0 Kommentare
0 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
514
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
2
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
8
Kommentare
0
Gefällt mir
0
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Perubahan fisiologis bbl

  1. 1. NEONATUS DR FAHRUL AZMI
  2. 2. FISIOLOGI NEONATUS  FISIOLOGI NEONATUS: ILMU YANG MEMPELAJARI FUNGSI & PROSES VITAL NEONATUS  YAITU SUATU ORGANISME YANG SEDANG TUMBUH, YANG BARU MENGALAMI PROSES KELAHIRAN DAN HARUS MENYESUAIKAN DIRI DARI KEHIDUPAN EKSTRAUTERIN  3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN FUNGSI INI:  MATURASI  ADAPTASI  TOLERANSI
  3. 3.  MATURASI  MEMPERSIAPKAN FETUS UNTUK TRANSISI DARI KEHIDUPAN INTRAUTERIN KE KEHIDUPAN EKSTRAUTERIN (BERHUBUNGAN ERAT DENGAN MASA GESTASI)  ADAPTASI  DIPERLUKAN OLEH NEONATUS UNTUK DAPAT TETAP HIDUP DALAM LINGKUNGAN YANG BARU YANG DIBANDINGKAN DENGAN LINGKUNGAN SELAMA MENJADI FETUS, KURANG MENYENANGKAN  TOLERANSI DIMILIKI OLEH NEONATUS  HIPOKSIA, KGD YANG RENDAH, PERUBAHAN PH DARAH BAGI DEWASA  FATAL  TETAPI BAGI NEONATUS BELUM BERAKIBAT BURUK
  4. 4. FISIOLOGI PERNAPASAN BAYI BARU LAHIR  02 SANGAT PENTING  SEBELUM DAN SESUDAH PERSALINAN  DALAM RAHIM  MELALUI MEKANISME DIFUSI MELALUI PLASENTA YANG BERASAL DARI IBU DIBERIKAN KEPADA DARAH JANIN  SEBELUM LAHIR, ALVEOLI PARU BAYI MENGUNCUP DAN TERISI OLEH CAIRAN. PARU JANIN TIDAK BERFUNGSI SEBAGAI SUMBER OKSIGEN ATAU JALAN UNTUK MENGELUARKAN CO2 (KARBONDIOKSIDA)SEHINGGA PARU TIDAK PERLU DIPERFUSI ATAU DIALIRI DARAH DALAM JUMLAH BESAR.
  5. 5.  SETELAH LAHIR, BEBERAPA SAAT SESUDAH LAHIR PARU HARUS SEGERA TERISI OKSIGEN DAN PEMBULUH DARAH PARU HARUS BERELAKSASI UNTUK MEMBERIKAN PERFUSI PADA ALVEOLI DAN MENYERAP OKSIGEN UNTUK DIEDARKAN KE SELURUH TUBUH.
  6. 6. REAKSI BAYI PADA MASA TRANSISI NORMAL  BIASANYA BBL MENGHIRUP UDARA KE DALAM PARUNYA  MENGAKIBATKAN CAIRAN PARU KELUAR DARI ALVEOLI KE JARINGAN INTERSTITIAL DI PARU SEHINGGA OKSIGEN DAPAT DIHANTARKAN KE ARTERI PULMONAL DAN MENYEBABKAN ARTERIOL BERRELAKSASI  JIKA KEADAAN INI TERGANGGU MAKA ARTERIOL PULMONAL AKAN TETAP KONSTRIKSI DAN PEMBULUH DARAH ARTERI SISTEMIK TIDAK MENDAPAT OKSIGEN SEHINGGA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN PERFUSI KE ORGAN-ORGAN TUBUH YANG PENTING SEPERTI OTAK, JANTUNG, GINJAL DAN LAIN LAIN.
  7. 7.  BILA KEADAAN INI BERLANGSUNG LAMA MAKA AKAN MENYEBABKAN KERUSAKAN JARINGAN OTAK DAN ORGAN LAIN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN ATAU KECACATAN
  8. 8. JANTUNG & SIRKULASI DARAH  FETUS: DARAH DARI PLASENTA MELALUI VENA UMBILIKALIS SEBAGIAN KE HATI, SEBAGIAN LANGSUNG KE SERAMBI KIRI JANTUNG KEMUDIAN KE BILIK KIRI  DARI BILIK KIRI DARAH DI POMPA KE AORTA KE SELURUH TUBUH.  SEBELUM LAHIR HAMPIR SELURUH DARAH DARI JANTUNG KANAN TIDAK DAPAT MELALUI PARU-PARU KARENA KONSTRIKSI PEMBULUH DARAH JANIN. KARENA ITU HAMPIR SELURUH DARAH MELALI DUKTUS ARTERIOSUS MASUK KE AORTA
  9. 9.  SETELAH LAHIR, BAYI TIDAK BERHUBUNGAN LAGI DENGAN PLASENTA & AKAN TERGANTUNG PADA PARU-PARU SUMBER UTAMA OKSIGEN. KARENA ITU SETELAH LAHIR BEBERAPA SAAT PARU-PARU HARUS TERISI OKSIGEN & PEMBULUH DARAH DI PARU-PARU HARUS BERELAKSASI UNTUK MEMBERIKAN PERFUSI PADA ALVEOLI & MENYERAP OKSIGEN UNTUK DIEDARKAN KE SELURUH TUBUH  PADA SAAT KADAR OKSIGEN DALAM DARAH MENINGKAT & PEMBULUH DARAH RELAKSASI, DUKTUS ARTERIOSUS DENGAN CEPAT MENUTUP. ALIRAN DARAH SEGERA DI PINDAHKAN DARI DUKTUS ARTERIOSUS KE PARU-PARU
  10. 10. Course of Fetal Circulation There are 4 shunts in fetal circulation:  Placenta  Ductus venosus  Foramen ovale  Ductus Arteriosus
  11. 11.  TRAKTUS DIGESTIVUS  RELATIF LEBIH BERAT DAN LEBIH PANJANG DI BANDINGKAN DEWASA  PADA NEONATUS TRAKTUS DIGESTIVUS MENGANDUNG ZAT WARNA HITAM KEHIJAUAN YANG TERDIRI DARI MUKOPOLISAKARIDA DISEBUT MEKONIUM  PENGELUARAN MEKONIUM BIASANYA DALAM 10 JAM PERTAMA DAN DALAM 4 HARI BIASANYA TINJA SUDAH BERBENTUK DAN BERWANA BIASA  ENZIM SUDAH TERDAPAT PADA NEONATUS, KECUALI AMILASE PANKREAS  AKTIFITAS ENZIM PROTEOLITIK PADA NEONATUS 4000 GRAM BESARNYA 6 x AKTIFITAS ENZIM PADA NEONATUS 1000 GRAM  AKTIFITAS LIPASE SUDAH DI TEMUKAN PADA FETUS 7-8 BULAN
  12. 12.  HATI  SEGERA SETELAH LAHIR HATI MENUNJUKKAN PERUBAHAN BIOKIMIA DAN MORFOLAGIS YAITU KENAIKAN KADAR PROTEIN DAN PENURUNAN KADAR LEMAK DAN GLIKOGEN.  SEL HEMOPOETIK MULAI BERKURANG  ENZIM HATI BELUM AKTIF BENAR WAKTU BAYI BARU LAHIR MISALNYA ENZIM DEHIDROGENASE DAN TRANSFERASE GLUKORONIL SERING KURANG SEHINNGA NEONATUS MEMPERLIHATKAN GEJALA IKTERUS FISIOLOGIS  DAYA DETOKSIFIKASI HATI PADA NEONATUS JUGA BELUM SEMPURNA, CONTOHNYA OBAT KLORAMFENIKOL DENGAN DOSIS 50 MG/KGBB/HARI DAPAT MENIMBULKAN GRAY BABY SYNDROME
  13. 13.  METABOLISME  LUAS PERMUKAAN NEONATUS RELATIF LEBIH BESARDARI DEWASA, SEHINNGA METABOLISME BASAL/KGBB LEBIH BESAR  PADA JAM 2 PERTAMA ENERGI DIPEROLEH DARI KARBOHIDRAT. PADA HARI KEDUA DARI PEMBAKARAN LEMAK  SETELAH MENDAPAT ASI LEBIH KURANG HARI KE-6, ENERGI 60% DARI LEMAK,40% DARI KARBOHIDRAT
  14. 14.  PRODUKSI PANAS BILA SUHU SEKITAR TURUN ADA 3 CARA TUBUH MENINGGIKAN SUHU YAITU: AKTIFITAS OTOT SHIVERING NON SHIVERING THERMOGENESIS PADA NEONATUS CARA UNTUK MENINGGIKAN SUHU TERUTAMA DENGAN NST, YAITU DENGAN PEMBAKARAN BROWN FAT YANG MEMBERIKAN LEBIH BANYAK ENERGI PER-GRAM DARI PADA LEMAK
  15. 15.  KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA  PH DARAH PADA WAKTU LAHIR RENDAH KARENA GLIKOLISIS ANAEROBIK  DALAM 24 JAM NEONATUS TELAH MENGKOMPENSASI ASIDOSIS INI  KESEIMBANGAN AIR & FUNGSI GINJAL  TUBUH BAYI BARU LAHIR MENGANDUNG RELATIF BANYAK AIR & KADAR NATRIUM RELATIF BESAR DARI PADA KALIUM.(HAL INI MENANDAKAN BAHWA RUANGAN EKSTRASELULER LUAS
  16. 16.  FUNGSI GINJAL BELUM SEMPURNA KARENA:  JUMLAH NEFRON MATUR BELUM SEBANYAK PADA ORANG DEWASA  ADA KETIDAKSEIMBANGAN ANTARA LUAS PERMUKAAN GLOMEROLUS & VOLUME TUBULUS PROKSIMAL  RENAL BLOOD FLOW PADA NEONATUS RELATIF KURANG BILA DI BANDINGKAN DEWASA
  17. 17.  KELENJAR ENDOKRIN  SELAMA DALAM UTERUS FETUS MENDAPAT HORMON DARI IBU  PADA WAKTU BAYI LAHIR, KADANG-KADANG HORMON TERSEBUT MASIH BERFUNGSI, MISALNYA:  DAPAT DILIHAT PEMBESARAN KELENJAR AIR SUSU PADA BAYI LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN  PENGELUARANDARAH DARI VAGINA YANG MENYERUPAI HAID PADA BAYI PEREMPUAN  KELENJAR ADRENAL PADA WAKTU LAHIR RELATIF LEBIH BESAR DI BANDINGKAN DEWASA  KELENJAR TIROID SUDAH SEMPURNA TERBENTUK SEWAKTU LAHIR, & MULAI BERFUNGSI BEBERAPA BULAN SEBELUM LAHIR
  18. 18.  SUSUNAN SARAF PUSAT  SEWAKTU LAHIR FUNGSI MOTORIK IALAH SUBKORTIKAL  SETELAH LAHIR CAIRAN OTAK BERKURANG SEDANGKAN LEMAK & PROTEIN BERTAMBAH  MIELINISASI TERJADI SETELAH BAYI BERUMUR 2 BULAN  PERTAMBAHAN SEL BERLANGSUNG TERUS SAMPAI ANAK BERUSIA KURANG LEBIH 1 TAHUN
  19. 19.  IMUNOGLOBULIN  PADA NEONATUS TIDAK TERDAPAT SEL PLASMA PADA SUMSUM TULANG & LAMINA PROPIA ILEUM & APENDIKS  PLASENTA MERUPAKAN SAWAR SEHINGGA FETUS BEBAS DARI ANTIGEN & STRES IMUNOLOGIS  PADA BAYI BARU LAHIR HANYA TERDAPAT GLOBULIN GAMA G, YAITU IMUNOLOGI DARI IBU YANG DAPAT MELALUI PLASENTA KARENA BERAT MOLEKULNYA KECIL  BILA ADA INFEKSI MELALUI PLASENTA SEPERTI TOKSOPLASAMA, HERPES SIMPLEKS & PENYAKIT VIRUS LAINNYA, REAKSI IMUNOLOGIS DAPAT TERJADI DENGAN PEMBENTUKKAN ANTIBODI GAMA A, GAMA G & GAMA M.

×